Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
516 research outputs found
Sort by
GANGGUAN BERBAHASA CADEL PADA STUDI KASUS WHULANDARY HERMAN PUTERI INDONESIA 2023: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gejala fonologis cadel pada Whulandary Herman, Puteri Indonesia 2023, melalui kajian psikolinguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis fonetik terhadap data rekaman video dan audio dari berbagai penampilan Whulandary. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola substitusi bunyi konsonan /r/ menjadi /l/ atau /w/, serta penghilangan bunyi /r/, yang paling sering muncul pada posisi medial dan akhir kata. Gejala ini menunjukkan karakteristik konsisten yang mencerminkan gangguan fonologis ringan. Penelitian juga mengkaji dampak social dan psikologis dari fonemena ini. Meskipun memiliki gejala cadel, whulandary tetap tampil professional dan diterima positif oleh public. Temuan ini menunjukkan bahwa variasi fonetik seperti cadel tidak selalu menjadi hambatan dalam komunikasi public, melainkan dapat diterima sebagai bagian dari indetitas individu. Penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang psikolinguistik dan fonologi, khususnya dalam mengapresiasi keragaman Bahasa lisan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP PENGUASAAN MATERI TEKS EKSPOSISI KELAS X SMA NEGERI 3 BAGAN SINEMBAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Jigsaw terhadap penguasaan materi teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 3 Bagan Sinembah. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap teks eksposisi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional, terjadi peningkatan nilai dari pretest 52,53 menjadi posttest 66,02, yaitu meningkat 13,49 poin. Sementara itu, pada kelas eksperimen yang menggunakan model Jigsaw, terjadi peningkatan signifikan dari pretest 50,83 menjadi posttest 80,88 atau meningkat sebesar 30,05 poin. Uji signifikansi menunjukkan nilai 0,00 < 0,05, yang berarti model pembelajaran Jigsaw efektif dalam meningkatkan penguasaan materi teks eksposisi
PENGARUH STRATEGI KNOW WANT LEARNED TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS ARGUMENTASI SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi Know-Want-Learned (KWL) terhadap kemampuan memahami teks argumentasi siswa. Penelitian ini menggunakan strategi KWL yang diterapkan melalui tiga tahap, yaitu: Know (apa yang siswa ketahui), Want to Know (apa yang ingin diketahui), dan Learned (apa yang telah dipelajari). Pada tahap awal, siswa diminta mengaitkan pengetahuan awal melalui analogi dan pertanyaan pemicu. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen Noneguivalent Control Group Design. Sampel penelitian berupa kemampuan memahami teks argumentasi pada peserta didik kelas XI 10 dan XI 11 sebagai kelas kontrol dan eksperimen. Metode pengumpulan data berupa tes soal pilihan ganda tentang teks argumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengujian prasyarat meliputi, uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis (uji-t), dan uji regresi. Hasil penelitian ini adalah (1) Hasil pre-test menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa dalam memahami teks argumentasi masih sangat rendah, baik di kelas eksperimen (rata-rata 26,68) maupun kelas kontrol (rata-rata 31,13). (2) Setelah penerapan strategi KWL, hasil post-test kelas eksperimen meningkat signifikan (rata-rata 82,61) dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (rata-rata 64,90). (3) Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan strategi KWL terhadap kemampuan memahami teks argumentasi siswa dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 dan nilai R sebesar 0,845. Sementara itu, kontribusi strategi KWL terhadap peningkatan pemahaman siswa mencapai 71,5%. Temuan ini memperlihatkan bahwa strategi KWL efektif dalam meningkatkan kemampuan memahami teks argumentasi, serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kritis, dan responsif terhadap kebutuhan siswa
REPRESENTASI ARAH KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH TINGKAT SMA SEDERAJAT DI KALIMANTAN TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi arah kebijakan pendidikan yang diterapkan di Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan mutu pendidikan pada jenjang SMA/sederajat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi dokumen dan wawancara mendalam terhadap pengambil kebijakan di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, kepala sekolah, serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah kebijakan pendidikan di Kalimantan Timur menekankan pada peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah, dan pemerataan akses pendidikan. Kendala utama dalam implementasi kebijakan adalah ketimpangan infrastruktur antar wilayah dan kurangnya pelatihan berkelanjutan bagi tenaga pendidik. Rekomendasi diberikan dalam bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan anggaran pendidikan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap program-program unggulan daerah
ANALISIS PENGARUH BULLYING TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI SMP SWASTA HOSANA MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bullying terhadap prestasi belajar dan pendidikan karakter siswa di SMP Swasta Hosana Medan. Bullying yang terjadi di sekolah, baik verbal, fisik, psikis, maupun cyberbullying, merupakan masalah serius yang berdampak pada proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas VII hingga IX serta guru mata pelajaran dan guru bimbingan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban bullying mengalami penurunan motivasi, gangguan konsentrasi, dan prestasi akademik yang menurun. Dampak juga tampak pada aspek karakter, seperti rendahnya kepercayaan diri, meningkatnya kecemasan, dan sulit bersosialisasi. Dari sisi pelaku, bullying dipicu oleh faktor internal seperti kurangnya empati dan eksternal seperti pola asuh serta pengawasan sekolah yang lemah. Temuan ini menegaskan pentingnya peran sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Penanaman nilai karakter secara berkelanjutan serta program pencegahan bullying yang jelas menjadi langkah penting untuk mendukung perkembangan akademik dan moral siswa
PENERAPAN ALAT PERAGA BLOK PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK KELAS III SD INPRES OEBESA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep pecahan peserta didik setelah menggunakan alat peraga blok pecahan di SD Inpres Oebesa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimen dengan model Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas III yang berjumlah 88 orang, dan sampelnya adalah kelas IIIA dan IIIB sebanyak 58 peserta didik yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan tes uraian. Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan, serta uji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai thitungl = 15,673 lebih besar dari ttabel= 2,002 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga terdapat peningkatan pemahaman konsep setelah perlakuan. Uji N-Gain sebesar 0,61 termasuk kategori sedang, yang menunjukkan bahwa alat peraga blok pecahan cukup efektif dalam membantu meningkatkan pemahaman konsep pecahan peserta didik
ANALISIS SEMIOTIKA PEIRCE TERHADAP PUISI PILIHAN DALAM ANTALOGI CATATAN DI PERKARANGAN ACAK KARYA MUHAMMAD DAFFA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur semiotika yang ada pada buku antalogi puisi Catatan Dari Perkarangan Acak karya Muhammad Daffa. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Charles Sanders Peirce, yang berfokus mencari unsur ikon, indeks dan simbol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan mencatat. Hasil penelitian yang didapatkan adalah unsur ikon, indeks, dan simbol memainkan peran yang signifikan dalam pembentukan makna puitik dalam keempat puisi yang dianalisis. Ikon menghidupkan citra konkret dalam pikiran pembaca, dan indeks mengaitkan pengalaman puitik dengan konteks emosional atau sebab-akibat tertentu. Sementara itu, simbol mengangkat makna ke tingkat budaya, spiritual, atau universal
ANALISIS SEMIOTIKA PADA NOVEL "3726 MDPL" KARYA NURWINA SARI
Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam tanda-tanda (sign) yang termuat dalam novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari, sebuah karya yang kaya akan deskripsi alam dan perjuangan hidup, namun membutuhkan interpretasi semiotik untuk mengungkap pesan tersembunyi pengarang. Tanpa analisis sistematis, lapisan makna yang kompleks mengenai representasi lingkungan, nilai moral, dan perjuangan manusia dalam novel tersebut berisiko terlewatkan, sehingga urgensi penelitian ini adalah menjamin pemahaman yang komprehensif. Masalah penelitian ini berfokus pada identifikasi bentuk tanda, hubungan tanda dengan objek, dan interpretant yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka semiotika Charles Sanders Peirce; metode ini dipilih karena kemampuannya dalam membedah proses semiosis melalui trikotomi tanda (qualisign, sinsign, legisign), objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretant (rheme, dicent sign, argument). Hasil penelitian mengidentifikasi 60 data tanda yang merefleksikan hubungan manusia dan lingkungan serta nilai-nilai perjuangan. Kesimpulannya, semiotika Peirce efektif digunakan untuk mengungkap kekayaan makna dalam novel 3726 MDPL
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM PIDATO MENTERI KEUANGAN PURBAYA YUDHI SADEWA: KAJIAN PRAGMATIK
Penelitian ini mengkaji tindak tutur yang dimuat dalam pidato perdana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan pendekatan pragmatik, fokus pada bentuk ilokusi, fungsi sosialnya, dan konteks komunikasi yang menyertai tutur tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif; data primer berupa rekaman video pidato yang dianalisis melalui transkripsi, identifikasi tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi), dan klasifikasi menurut teori Searle serta pemaknaan konteks menurut model SPEAKING. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Menkeu didominasi oleh tindak ilokusi asertif dan direktif yang berfungsi untuk menyampaikan data kebijakan fiskal dan mengajak publik serta pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam upaya stabilitas ekonomi; tindak komisif dan ekspresif juga muncul sebagai strategi legitimasi dan empati. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa strategi tindak tutur pada pidato pejabat keuangan memadukan fungsi edukatif-informatif dan persuasif untuk membentuk kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal (fiscal policy) adalah istilah dalam ekonomi yang merujuk pada kebijakan pemerintah dalam mengatur penerimaan dan pengeluaran negara untuk mempengaruhi kondisi ekonomi nasional
ANALISIS METAFORA KLASIFIKASI STEPHEN ULLMANN DALAM BUKU ANTOLOGI PUISI : JANGAN LUPA BERCINTA, KARYA YUDHISTIRA ANM MASSARDI
Penelitian ini mengkaji empat klasifikasi metafora perspektif Stephen Ulmann dalam antologi puisi Jangan Lupa Bercinta karya Yudhistira ANM Massardi yang mencakup kategori persepsi metafora antropomofis, binatang, dari konkret ke abstrak, dan sinaestetik. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk menganalisis penggunaan empat jenis metafora menurut pandangan Ullmann dalam membangun wacana antologi puisi tersebut, serta menambah wawasan pembaca dan peneliti dalam mengapresiasi karya sastra khususnya puisi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menelaah data berupa karya sastra yang kaya akan makna kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah bagian-bagian dari puisi yang mengandung banyak ungkapan-ungkapan metafora dalam buku. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa pengarang tidak semata-mata menggunakan metafora sebagai hiasan bahasa dalam puisinya, tetapi sebagai bentuk makna utama dalam menyampaikan pesan, emosi, dan gambaran imajinasi dalam puisi