Jurnal Basataka (JBT)
Not a member yet
    516 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA GAUL PADA MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM KONTEKS AKADEMIK DI KALANGAN MAHASISWA PRODI BAHASA INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bahasa gaul terhadap kemampuan berbahasa Indonesia formal di kalangan mahasiswa Universitas Jambi melalui media sosial. Fenomena penggunaan bahasa gaul yang semakin meluas dalam interaksi digital mendorong perlunya kajian empiris mengenai dampaknya terhadap keberlangsungan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei dan melibatkan 241 responden mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, dan homogenitas. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana melalui IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan bahasa gaul pada mahasiswa berada pada kategori tinggi, sementara kemampuan berbahasa Indonesia formal tetap berada pada kategori baik. Seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel serta memenuhi asumsi analisis. Namun, hasil uji regresi menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berbahasa Indonesia formal (sig. > 0,05), sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian, penggunaan bahasa gaul di media sosial tidak secara langsung menurunkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa Indonesia formal, selama penggunaannya tetap disesuaikan dengan konteks komunikasi

    THE EFFECT OF DRILLING TECHNIQUE IN VOCABULARY MASTERY OF EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMPS MARISI MEDAN

    Full text link
    This study aimed to examine the effect of the drilling technique on the vocabulary mastery of eighth-grade students at SMP Marisi. It employed a quantitative experimental design, involving an experimental class (VIII-1) that received vocabulary instruction using the drilling technique and a control class (VIII-2) that was taught using conventional methods. Data were collected through pre-tests and post-tests and were then analyzed using statistical methods to assess the effectiveness of the drilling technique in enhancing students' vocabulary acquisition. The findings revealed a significant difference in vocabulary mastery between students taught using the drilling technique and those who were not. Statistical analysis indicated that the experimental group's average pre-test score was 47.26, which increased to 65 in the post-test, reflecting an improvement of 17.73 points. In contrast, the control group's average score increased from 48 to 59.5, with a smaller gain of 11.5 points. The t-test analysis (t-count = 2.58, t-table = 2.021) confirmed that this difference was statistically significant (p < 0.05), leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and the rejection of the null hypothesis (Ho). This finding aligned with previous research that emphasized the role of structured repetition in vocabulary learning. The drilling technique effectively strengthened vocabulary retention and allowed students to apply new words in vocabulary mastery

    THE EFFECT OF THE SHOW AND TELL METHOD ON STUDENTS VOCABULARY SKILLS AT THE TENTH GRADE OF SMKS RAKSANA 2 MEDAN

    Full text link
    This research examines a critical issue in English language proficiency among tenth-grade students at SMKS Raksana 2 Medan, particularly those in the Automation and Office Governance (OTKP) program who demonstrate low vocabulary skills despite the school's emphasis on English competency for vocational purposes. The research addresses whether the Show and Tell (S&T) Method affects students' vocabulary skills, with the primary objective of determining this method's impact on vocabulary acquisition for grade X OTKP students. Employing an experimental approach, the study will compare vocabulary skills between students taught using Show and Tell versus traditional methods, assessing knowledge through pre- and post-tests focused on nouns related to office administration, equipment, and activities relevant to the OTKP curriculum. The anticipated results are expected to demonstrate significant improvement in vocabulary skills among students exposed to the Show and Tell Method, suggesting its effectiveness for enhancing vocabulary acquisition in a vocational school context. Based on the data analysis by using t-test, it was found that Tcount was 3.62 at 5% significant level, and the Ttable was 2.048 it means that Tcount > Ttable. It means that H0 was rejected and Ha was accepted. It means that The Show And Tell Method significantly affects vocabulary skills, at the 10th grade OTKP (Office Automation and Governance) SMKS Raksana 2 Medan

    DEIKSIS SOSIAL PADA NOVEL SURTI DAN TIGA SAWUNGGALING KARYA GOENAWAN MOHAMAD

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengungkap penggunaan deiksis sosial dalam novel Surti dan Tiga Sawunggaling karya Goenawan Mohamad. Deiksis sosial merupakan bagian dari kajian pragmatik yang mencerminkan hubungan sosial antara penutur dan lawan tutur melalui pilihan kata, seperti sapaan, kata ganti orang, serta ungkapan keakraban atau penghormatan. Dalam karya sastra, unsur ini penting karena mengungkap nilai budaya, relasi kuasa, dan struktur sosial antar tokoh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana pragmatik. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap novel dan identifikasi penggunaan deiksis sosial dalam dialog maupun narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Goenawan Mohamad memanfaatkan deiksis sosial tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membentuk atmosfer cerita serta memperjelas dinamika relasi sosial. Penggunaan kata seperti “kau”, “engkau”, “aku”, atau sapaan formal tertentu menggambarkan kedekatan, jarak sosial, atau perubahan sikap antar tokoh. Bahkan pergeseran penggunaan sapaan mencerminkan perkembangan hubungan emosional dalam cerita. Temuan ini menegaskan bahwa deiksis sosial memiliki peran penting dalam menyampaikan makna naratif dan memperkaya pemahaman pembaca terhadap struktur sosial yang melatar belakangi cerita. Penelitian ini juga memberi kontribusi dalam pengembangan kajian pragmatik sastra Indonesia

    PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN DI SMAN 6 BALIKPAPAN

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan pengenalan lapangan persekolahan di SMAN 6 Balikpapan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang berlokasi di SMAN 6 Balikpapan di kelurahan Batu Ampar Kecapatan Balikpapan Utara Kota Balikpapan dengan waktu pelaksanaan semester ganjil tahun akademik 2024/2025. Kalimantan Timur 76136. Populasi penelitian ini yaitu siswa SMAN 6 Balikpapan, dengan ssubyek penelitian siswa SMAN 6 Balikpapan Kelas X. Teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. bahwa (1) SMAN 6 Balikpapan selalu menerapkan gotong royong terhadap budaya local dan nasional; (2) kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru bekerja secara professional dan mencerminkan tanggungjawab; (3) kegiatan ekstra kulikuler yang banyak diminati siswa yaitu Engglis club, pramuka, habsy, PMR, silat; (4) selama praktik PLP mahasiswa Universitas Balikpapan mempunyai pengalaman mengajar, tanggung jawab, disiplin, sabar, toleransi, saling menghargai dan menghormati, saling membantu, sopan santun, jujur, tekun, mau menerima kritik, dan rajin; 5) Siswa SMAN 6 Balikpapan memiliki beragam kemampuan intelektual yang berbeda

    FALSAFAH JAWA DALAM TRADISI KUPATAN DI KECAMATAN DURENAN TRENGGALEK

    Full text link
    Tradisi kupatan merupakan salah satu tradisi lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa, khususnya di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk perayaan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri dan memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai falsafah Jawa yang terkandung dalam tradisi kupatan serta bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan dan memahami secara mendalam makna falsafah Jawa dalam tradisi kupatan di Kecamatan Durenan. Teknik pengembulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kupatan sarat dengan nilai-nilai falsafah Jawa seperti wedi (takut), isin (malu), sungkan (segan), tepa salira (tenggang rasa), sumeleh (pasrah), dan nrima ing pandum (menerima dengan ikhlas). Nilai-nilai ini membentuk karakter masyarakat yang santun, rendah hati, dan harmonis. Tradisi kupatan juga menjadi sarana akulturasi antara budaya Jawa dan ajaran Islam, sehingga memperkaya khazanah budaya lokal yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai media pewarisan nilai-nilai kearifan lokal dan keagamaan kepada generasi muda

    PENGARUH MODEL ROLE PLAYING TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS CERPEN SISWA KELAS IX SMP KARTIKA 1-5 PEKANBARU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran role playing terhadap kemampuan belajar siswa dalam pembelajaran teks cerpen di kelas IX SMP Kartika 1-5 Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran teks cerpen yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran serta penggunaan metode konvensional yang bersifat satu arah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model role playing dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional, masing-masing berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan belajar siswa di kelas eksperimen, yaitu dari nilai rata-rata pre-test 68,16 menjadi 89,92 pada post-test. Sementara itu, kelas kontrol juga mengalami peningkatan, namun lebih rendah, yaitu dari 79,2 menjadi 86,56. Uji statistik melalui uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,03 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 2,14 > t tabel 1,67, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari model role playing terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, hasil uji regresi menunjukkan bahwa model ini memberikan pengaruh positif sebesar 8,7% terhadap kemampuan belajar siswa, dengan koefisien regresi 3,360. Artinya, setiap peningkatan 1% dalam penerapan model role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 3,360%. Dengan demikian, model pembelajaran role playing terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap struktur, unsur, dan nilai dalam teks cerpen serta mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Model ini layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang inovatif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP

    SOLIDARITAS PERLAWANAN KOMUNITAS PUNK TARING BABI JAKARTA SELATAN DALAM MELAWAN STIGMATISASI KULTUR DOMINAN

    Full text link
    Tujuan artikel ini menganalisis solidaritas perlawanan komunitas Punk (Public United Not Kingdom) Taring Babi Jakarta Selatan atas ketidakadilan kultur dominan seperti agamaisasi dan ideologi kapitalisme. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis-deskriptif untuk menganalisis secara mendalam gerakan komunitas Punk. Komunitas Punk selama ini mengalami stigma negatif oleh masyarakat agamis karena dianggap menyimpang dari masyarakat pada umumnya. Kekerasan terhadap komunitas Punk Taring Babi Jakarta Selatan telah mengakibatkan komunitas termarjinalisasi. Kultur dominan misalnya, budaya agamaisasi, ideologi kapitalisme dan kekerasan atas nama negara. Hasil temuan pertama menjelaskan tentang komunitas Punk telah mengalami marjinalisasi oleh kultur dominan ‘agama dunia’ dan ideologi kapiatalisme. Kedua, solidaritas komunitas Punk Taring Babi memproduksi ruang kebebasan melalui simbol-simbol komunitas seperti taring babi, industri pakaian dan panggung konser. Tahap akhir merupakan kesimpulan yang mengintegrasikan hasil temuan dan analisis

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR MELALUI PENDEKATAN TARL (TEACHING AT THE RIGHT LEVEL) DENGAN PEMANFAATAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF DI KELAS VII 1 SMP NEGERI 10 TANJUNG PINANG

    Full text link
    Keterampilan menulis teks prosedur masih menjadi tantangan bagi banyak siswa sekolah menengah pertama karena lemahnya pemahaman terhadap struktur dan langkah-langkah penyusunannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas VII.1 SMP Negeri 10 Tanjungpinang melalui penerapan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berbasis media video interaktif. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data terdiri atas tes tertulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis siswa, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata posttest dibandingkan dengan pretest. Siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam menyusun teks prosedur secara sistematis, menggunakan bahasa yang tepat, serta menyusun langkah-langkah secara logis. Selain itu, respons siswa terhadap media video interaktif juga sangat positif, ditandai dengan meningkatnya partisipasi dan motivasi dalam proses pembelajaran. Temuan ini diperkuat oleh hasil observasi dan wawancara yang mengindikasikan bahwa pendekatan TaRL membantu siswa dengan tingkat kemampuan berbeda untuk memahami materi secara optimal. Dengan demikian, penerapan pendekatan TaRL berbasis video interaktif layak digunakan sebagai strategi pembelajaran yang inovatif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur

    PEMANFAATAN MEDIA MEDIUM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 INDRAMAYU

    Full text link
    Keterampilan menulis cerita pendek merupakan bagian penting dari penguasaan literasi siswa. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran menulis sering kurang diminati karena metode yang digunakan cenderung monoton dan tidak relevan dengan kebiasaan digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan platform Sedang sebagai media digital dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 2 Indramayu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan partisipan sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Medium mampu meningkatkan motivasi, minat, dan kemampuan siswa dalam menulis. Siswa menjadi lebih terstruktur dalam menyusun alur cerita, mengembangkan tokoh, latar, dan menyampaikan amanat secara efektif. Medium juga mendorong keberanian siswa untuk mempublikasikan karya mereka secara terbuka, serta melatih literasi digital. Dengan demikian, Medium terbukti menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung pengembangan keterampilan menulis dan membangun budaya literasi di kalangan siswa

    363

    full texts

    516

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Basataka (JBT)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇