Universitas Dehasen Bengkulu: Jurnal UNIVED
Not a member yet
4769 research outputs found
Sort by
Strategi Pemenengan Anggota Legisltaif Perempuan Fraksi Partai Gerindra Pada Pemilu Di Kota Padang Sumatera Barat Tahun 2024
In the 2024 Legislative Election, there were 648 legislative candidates, of which 216 were female candidates. However, only 4 female candidates succeeded in securing a seat, one of whom is Dewi Susanti from Padang 4 District representing the Gerindra Party faction. This success highlights the importance of an effective political strategy. This study aims to identify the winning strategies and the supporting factors that contributed to the success of female legislative candidates from the Gerindra Party faction in the 2024 Legislative Election in Padang 4 District. The research uses a qualitative approach with a literature study method, involving data collection from books, literature, notes, and relevant reports. The findings indicate that key factors in Dewi Susanti's victory include the presence of supportive figures behind the candidate, the cohesion of the success team, and financial support for the campaign. Additionally, significant supporting factors in the victory include social, political, and economic capital. This study provides an overview of the importance of combining various strategic factors in achieving victory in legislative elections, particularly for female legislative candidates
Peran E-Government Dalam Peningkatan Efesiensi Dan Efektivitas Pelayananan Publik
One of the major advances in improving the effectiveness and efficiency of public services is e-government, or electronic government. When information and communication technology is used in government, public services become more accessible, operational costs are reduced, and accountability and transparency in government management are increased. Using a literature study methodology that combines various data and conclusions from current academic sources. The purpose of this study is to assess how e-government can improve public service standards, see how it affects the effectiveness and efficiency of public services, and identify various barriers to implementation. It is hoped that this study will offer conceptual and practical insights into the importance of e-government as a tool for bureaucratic change in Indonesia. Using a literature study methodology that combines various data and conclusions from current academic sources
PENGARUH FASILITAS PELAYANAN DAN PEMASARAN SOSIAL MEDIA TERHADAP LOYALITAS PASIEN, KEPERCAYAAN SEBAGAI INTERVENING PADA PASIEN RAWAT JALAN RS X JAKARTA BARAT
Pendahuluan: Penelitian ini dilandaskan hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah pasien kategori non-BPJS di tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh fasilitas pelayanan dan pemasaran media sosial terhadap loyalitas pasien dengan kepercayaan sebagai variabel intervening. Metode: Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah pasien rawat jalan Non-BPJS. Teknik sampling menggunakan nonprobability, dengan perhitungan yang mengalikan jumlah indikator dengan 5 kali observasi, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 185 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa three box method serta PLS-SEM dengan bantuan program Smart-PLS. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisa membuktikan bahwa fasilitas pelayanan dan pemasaran sosial media berpengaruh terhadap loyalitas pasien dengan kepercayaan sebagai variabel intervening. Fasilitas pelayanan dan pemasaran sosial media berpengaruh terhadap kepercayaan. Kesimpulan: Fasilitas pelayanan, pemasaran sosial media dan kepercayaan berpengaruh terhadap loyalitas pasien, dan kepercayaan merupakan variabel dominan yang mampu meningkatkan loyalitas pasien
PENGGUNAAN OVEN SEBAGAI ALTERNATIF PEMANASAN PADA PROSES PEMATANGAN JARINGAN TERHADAP KUALITAS HISTOMORFOLOGI APPENDIX DENGAN PEWARNAAN HE (HEMATOXYLIN-EOSIN)
Pendahuluan: Proses pematangan jaringan meliputi dehidrasi, clearing dan infiltrasi paraffin. Proses pematangan jaringan yang dilakukan menggunakan Automatic tissue processor memudahkan tenaga laboratorium dalam memproses jaringan tetapi juga memerlukan waktu yang cukup lama. Suhu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pematangan jaringan. Suhu berpengaruh di dalam pelebaran celah membrane sel yang berdampak terhadap meningkatkan laju penetrasi dan pertukaran cairan. Penggunaan oven menjadi alternatif pemanasan pada proses pematangan jaringan agar proses menjadi lebih cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengtahui bahwa oven dapat dijadikan sebagai alternatif pemanasan pada proses pematangan jaringan terhadap kualitas histomorfologi Appendix dengan pewarnaan HE (Hematoxylin-Eosin). Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain penelitian post-test only control group yaitu 16 sampel jaringan Appendix dilakukan proses pematangan jaringan menggunakan alat oven sebagai alternatif pemanasan selama 6 jam dan menggunakan Automatic tissue processor selama 16,5 jam sebagai control lalu diamati histomorfologi dari setiap perlakuan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan gambar dan grafik Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian proses pematangan jaringan Appendix menggunakan Automatic tissue processor selama 16,5 jam dan oven suhu 60OC selama 6 jam menghasilkan gambaran yang hampir sama. Kesimpulan: Oven dengan suhu 60OC selama 6 jam dapat digunakan sebagai alternatif pada proses pematangan jaringan terhadap kualitas histomorfologi Appendix dengan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosin)
MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS MASYARAKAT DI RT 20 KELURAHAN SAWAH LEBAR BARU
Pendahuluan: Pendahuluan: Bengkulu menempati peringkat tertinggi dalam jumlah timbunan sampah tahunan, mencapai 38.417,16 ton. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah kota Bengkulu meluncurkan program "Merdeka Sampah Bisa 2022". Dalam upaya pengelolaan sampah, metode yang diterapkan meliputi pembuangan langsung, pembakaran, dan penguburan, namun pendekatan ini belum berhasil sepenuhnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya disiplin dan kebiasaan buruk masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data fenomena yang terjadi di RT 20 Kelurahan Sawah Lebar melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini mengungkapkan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah oleh masyarakat. Untuk mengurangi dan menangani sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu dan Kelurahan Sawah Lebar Baru menerapkan Peraturan Daerah No. 02 tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah di Kota Bengkulu. Namun, masyarakat di RT 20 belum menerapkan peraturan ini dengan baik. Selain itu, pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul hanya berlangsung selama kurang dari dua bulan. Kesimpulan: Untuk meningkatkan pengelolaan sampah oleh masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup perlu menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah kepada masyarakat
ANALISIS PERAN KADER PPKB (PEMBANTU PEMBINA KELUARGA BERENCANA) TERHADAP AKSEPTOR KB PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI KOTA BENGKULU
Program Keluarga Berencana dapat mengatur kehamilan, jarak dan usia ideal melahirkan. Mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai hak reproduksi. Data BKKBN tahun 2023, jumlah Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKB) provinsi Bengkulu terdiri dari 1.356 orang tersebar diseluruh kabupaten dan kota Bengkulu, jumlah PPKB hanya 112 orang dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di provinsi Bengkulu tahun 2024 berjumlah 323 orang, dengan jumlah peserta KB aktif sebanyak 225 orang atau 69,6%. Hal ini masih sangat dibutuhkan aktifnya peran kader PPKB kepada PUS dalam mencapai cakupan akseptor KB yang maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran kader terhadap penggunaan kontrasepsi pada PUS di kota Bengkulu tahun 2024. Penelitian ini dikriptif analitik dengan desain crossectional, melihat distribusi frekeuensi masing-masing dan hubungan peran kader PPKB dengan penggunaan kontrasespsi pada PUS. Sampel 50 orang PUS yang diambil dengan teknik accidental sampling. Hasilnya menunjukkan, lebih dari sebagian (56%) kader PPKB berperan baik terhadap PUS, sebagian (54%) PUS tidak menggunakan kontrasepsi dan terdapat hubungan antara peran kader PPKB terhadap penggunaan kontrasepsi pada PUS dikota Bengkulu dengan nilai a; 0,001 Kesimpulan, peran kader penting dalam mengaktifkan dan meningkatkan jumlah akseptor KB, untuk meningkatkan peran kader PPKB perlu pendampingan dari petugas kesehatan dan BKKBN setempat, pelatihan, sehingga dapat menggerakkan PUS untuk aktif mengikuti program KB dengan menjadi akseptor KB
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI
Pendahuluan: Perilaku seks pranikah pada remaja putri meningkatkan risiko kehamilan tidak diinginkan dan penularan penyakit menular seksual. Pengetahuan dan sikap dianggap faktor utama yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku seks pranikah pada remaja putri. Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh remaja putri di SMAN 4 Kota Bandung dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku seks pranikah. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil dan Pembahasan: Mayoritas responden memiliki pengetahuan rendah (58,3%) dan sikap positif (61,7%), dengan 65% tidak melakukan perilaku seks pranikah. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan rendah dan perilaku seks pranikah (p=0,013; OR=4,958) serta antara sikap negatif dan perilaku tersebut (p=0,011; OR=4,713). Hasil ini menegaskan pentingnya peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif dalam pencegahan perilaku seks pranikah. Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap berperan signifikan dalam perilaku seks pranikah remaja putri. Disarankan pengembangan program pendidikan seks komprehensif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif
Klausa Dalam Novel Marveluna Lets Fly Together Karya Ita Krn
This study aimed to determine the types of clauses, the structure of the clause and the function of the clause in the novel of Marveluna Lets Fly Together by Ita Krn. This study used qualitative descriptive method. The data collection technique of this study was documentation technique. The data in this study were sentences containing the types, structures and functions of clauses in the novel Marveluna Lets Fly Together by Ita Krn. The results of this study show that there are 727 data, 642 verbal clauses, 15 nominal clauses, 57 adjective clauses, 4 prepositional clauses and 9 numeral clauses. The types of verbal clauses consist of 396 data incomplete targeted action verbal clauses, 22 data complete targeted action verbal clauses, 196 data non-targeted action verbal clauses and 25 data situation clauses, the verbal clauses that were not found were event verbal clauses. The noun clause consists of a clause that states the type of noun 5 data, states the name of the noun 6 data, states the relationship of 2 data, and states the characteristics or special characteristics of 2 data. The noun clause of the profession is not found. The adjective clause consists of 17 data physical states, 5 data mental attitudes and 34 data internal feelings. The clause structure of this study is S+P, S+P+O, S+P+O+Pel, S+P+O+K and S+P+K. Function. The clauses of this study consist of the function of S as the actor of the activity, the function of P as a verb, O as something that is done or is the target of the subject, K as additional information and Pel as perfecting the predicate but not subject to the subject's actions
Integration Of AI In Leadership Decision-Making To Improve Efficiency And Accuracy Method: Literature Review
This research analyzes the role of artificial intelligence (AI) in leadership decision-making to improve efficiency and accuracy. Using the literature review method, the research identified that AI is capable of processing big data quickly, providing in-depth analysis, and minimizing human error, thus supporting leaders in making more informed and data-driven decisions. However, AI integration also poses ethical challenges, such as algorithm bias and lack of transparency, which require critical consideration. This research emphasizes the importance of striking a balance between AI utilization and leaders' emotional intelligence to ensure that decisions are not only efficient and accurate, but also ethical and oriented towards organizational well-being. In addition, improving leaders' digital competencies is key in optimizing the use of AI. The results contribute to the development of an adaptive and inclusive technology-based leadership model, as well as recommendations for future in-depth research related to the impact of AI on organizational dynamics and ethical regulation
Perbedaan Dukungan Keluarga Tentang Pencegahan Hepatitis B pada Masyarakat Wilayah Desa dan Kota Di Bengkulu
Hepatitis B is a major global health problem. Hepatitis B is a liver infection caused by the hepatitis B virus. The liver is very important for a person's health if the liver is inflamed or damaged, the liver does not function properly and this can affect the health of the human body. The purpose of this study was to determine the differences in family support for the prevention of hepatitis B in communities in rural and urban areas of Bengkulu. This research method uses a quantitative method, this study was conducted in rural and urban areas in Bengkulu in April - May 2024. This study uses a cross-sectional approach with a sampling technique, namely purposive sampling. The sample of this study was the community in the village and city areas in Bengkulu totaling 500 respondents (250 respondents in the village and 250 respondents in the city). This study used data analysis with the Independent Sample T-Test. The results of this study showed that almost all respondents in the village (71.6%) and in the city (80%) were aged 26-45 years. A small portion of respondents' education in the village graduated from high school (32%) and in the city (36%) graduated from high school, a small portion of respondents in the village were not working (27.2%) and a small portion of respondents' jobs in the city as civil servants (41.6%). The results of the Independent Sample T-Test statistical test obtained a p value of 0.008 (P ≤ 0.05), this shows that there is a significant difference between family support for hepatitis B prevention in communities in rural and urban areas. conclusion: the level of family support in urban areas is higher than in villages, both in terms of information, emotional, financial and appreciation/assessment