E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
EDUKASI DAN INOVASI SUPLEMEN HERBAL KELOR-PISANG BAGI PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DUSUN PIRUSA
Stunting dan anemia masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Dusun Pirusa, Desa Sukaratu, di mana pemanfaatan pangan lokal seperti kelor dan pisang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan inovasi suplemen herbal kombinasi daun kelor (Moringa oleifera) dan pisang (Musa spp.) serta mengedukasi masyarakat terkait manfaatnya untuk pencegahan masalah gizi. Metode pelaksanaan melibatkan mitra sasaran yang dipilih secara purposive, meliputi tahapan formulasi produk, sosialisasi, demonstrasi pembuatan, dan evaluasi penerimaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa formulasi serbuk daun kelor dan pisang dengan rasio seimbang mampu menghasilkan produk pangan fungsional tinggi protein (14,1 g/100g), serat (10,9g/100g), dan zat besi. Penambahan pisang efektif menyamarkan aroma langu kelor sehingga meningkatkan akseptabilitas produk secara organoleptik. Evaluasi lapangan mencatat peningkatan pengetahuan dan minat peserta untuk memproduksi mandiri karena ketersediaan bahan baku yang melimpah. Disimpulkan bahwa inovasi ini merupakan strategi intervensi gizi berbasis pangan lokal yang terjangkau dan bernilai ekonomi untuk mendukung pencegahan stunting dan anemia, sekaligus berpotensi memberdayakan ekonomi masyarakat
SOSIALISASI SANITASI LINGKUNGAN DAN PEMBUATAN SPRAY ANTI NYAMUK BERBAHAN ALAMI CENGKEH DAN SEREH (HERBYE) DI SDN SEPANJANG JAYA II KOTA BEKASI
Kegiatan penyuluhan di Desa Sepanjang Jaya, Bekasi, ini fokus pada kebersihan lingkungan dan cara membuat obat nyamuk alami ‘HerBye’ dari cengkeh dan serai. Tujuannya meningkatkan pemahaman warga tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus memberi keterampilan praktis membuat penolak nyamuk yang aman dan ramah lingkungan. Metodenya gabungan ceramah, demo langsung, bagi-bagi leaflet, dan sesi tanya jawab. Hasilnya, peserta jadi lebih paham cara cegah DBD, pentingnya jaga kebersihan lingkungan, serta manfaat eugenol dalam cengkeh dan citronellal dalam serai untuk usir nyamuk. Mereka juga menilai HerBye praktis, mudah dibuat, aman untuk kesehatan, dan ramah lingkungan. Kesimpulannya, kegiatan edukasi seperti ini yang memanfaatkan bahan alami lokal bisa tingkatkan pengetahuan, keterampilan, dan potensi penerapan di rumah, mendukung upaya pencegahan DBD yang berkelanjutan di tingkat keluarga
SOSIALISASI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DENGAN METODE MANAJEMEN LINGKUNGAN UNTUK WARGA PADALARANG
Penyakit menular masih menjadi permasalahan utama di wilayah padat penduduk seperti Padalarang akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kurangnya penerapan manajemen lingkungan yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Padalarang dalam mencegah penyakit menular melalui penerapan manajemen lingkungan berbasis teknologi tepat guna. Metode yang digunakan meliputi survei awal kondisi lingkungan, penyusunan materi sosialisasi, pelaksanaan penyuluhan interaktif, diskusi, serta pendampingan dan evaluasi penerapan di lapangan. Sosialisasi dilakukan dengan menjelaskan hubungan antara kondisi lingkungan dan penyebaran penyakit menular, diikuti dengan demonstrasi langkah-langkah pengelolaan lingkungan seperti pemilahan sampah, pembuatan lubang biopori, serta pengendalian genangan air. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta kemampuan mereka dalam menerapkan teknologi sederhana secara mandiri. Selain itu, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam berpartisipasi dan berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan kegiatan ini. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa modul edukatif, publikasi ilmiah dan media massa, serta laporan dokumentasi kegiatan. Kesimpulannya, sosialisasi manajemen lingkungan terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat Padalarang untuk mencegah penyakit menular melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan
PENDIDIKAN KESEHATAN “KENALI USUS BUNTU : JANGAN SAMPAI TERLAMBAT” DI SMK NEGERI 3 CIMAHI
Apendisitis atau radang usus buntu merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan bedah abdomen yang umum terjadi, khususnya pada usia remaja. Pengetahuan yang rendah mengenai gejala dan pencegahan apendisitis dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penanganan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan kepada remaja sangat penting sebagai langkah preventif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Negeri 3 Cimahi tentang apendisitis melalui penyuluhan kesehatan interaktif. Kegiatan ini menggunakan metode pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Materidisampaikan melalui media leaflet, PowerPoint, tanya jawab, dan game interaktif. Sasaran adalah 17 siswa PMR. Sebelum penyuluhan, 13 dari 17 siswa berada dalam kategori pengetahuan kurang, dan 4 siswa dalam kategori baik. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, yaitu 14 siswa dalam kategori baik dan hanya 3 yang masih dalam kategori kurang. Penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai apendisitis dan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Edukasi kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkala untuk memperkuat kesadaran remaja terhadap isu kesehatan
PENGUATAN PENGETAHUAN GIZI IBU HAMIL MELALUI PEMANTAUAN TERPADU DAN EDUKASI DI WILAYAH KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
Status gizi ibu hamil berperan penting dalam menentukan kesehatan ibu dan janin serta upaya pencegahan stunting. Rendahnya pengetahuan gizi ibu hamil masih menjadi masalah di banyak wilayah, termasuk Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil melalui pemantauan terpadu dan edukasi menggunakan media video. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan Puskesmas, pemeriksaan dasar kesehatan, pengisian kuesioner pre-test dan post-test, serta edukasi interaktif mengenai nutrisi kehamilan menggunakan media video. Peserta terdiri dari 13 ibu hamil yang mengikuti kegiatan pada 18 Oktober 2025. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test untuk menguji perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan mayoritas ibu hamil berusia 20–30 tahun (84%), multigravida (62%), dan memiliki status gizi baik (77%). Rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 65,69 ± 10,92 pada pre-test menjadi 93,08 ± 7,51 pada post-test (p < 0,05). Peningkatan ini menunjukkan efektivitas media video dan pendekatan pemantauan terpadu dalam memperkuat pemahaman dan kesadaran ibu hamil terhadap pentingnya gizi seimbang selama kehamilan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat berbasis komunitas yang berkelanjutan untuk mendukung program penurunan stunting dan pencapaian target SDGs di bidang kesehatan ibu dan anak
PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT KAMPUNG NEMPEL MENGENAI PENCEGAHAN ANGINA PECTORIS
Angina Pectoris merupakan salah satu gejala penyakit jantung coroner yang sering kali tidak disadari oleh masyarakat dan di anggap sebagai masuk angin biasa. Kuraangnya pemahaman masyarakat mengenai gejala, fackor resiko, dan pencegahan angina pectoris dapat menyebabkan keterlambatan dalam penanganan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengeai pencegahan angina pectoris dengan melalui penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif yang disertai pre test dan post test untuk mengukur pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan nilai pre test dari 58,53 menjadi 83,66 pada post test, yang membuktikan peningkatan pengetahuan peserta. Kesimpulannya, penyuluhan Kesehatan secara langsung dengan pendekatan partisipatif dan penggunaan media yang tepat terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan angina pectoris
SINERGI PEMERINTAH DAERAH DAN PERGURUAN TINGGI DALAM PEMERIKSAAN REFRAKSI MELALUI PROGRAM ABDI NAGRI “NGANJANG KA WARGA”
Kesehatan mata merupakan aspek penting dalam mendukung kualitas hidup dan prestasi belajar, terutama pada kelompok usia sekolah yang rentan terhadap kelainan refraksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan penglihatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadappentingnya pemeriksaan mata rutin melalui program Abdi Nagri “Nganjang ka Warga” di Kota Tasikmalaya.Metode pelaksanaan meliputi pendaftaran peserta, anamnesis, pemeriksaan refraksi objektif menggunakanautorefraktometer, pemeriksaan subjektif dengan trial lens set, serta perekapan data digital terintegrasi melalui Google Spreadsheet yang langsung terhubung dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan melibatkan 103 peserta dari tingkat SD hingga SMA dengan total 206 mata yang diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukkan68,93% peserta mengalami penurunan visus, dengan jenis kelainan terbanyak berupa astigmatisma (32,52%) danmiopia (22,82%), serta kondisi penyerta seperti anisometropia (14,56%) dan ambliopia (8,74%). Kegiatan ini memperlihatkan efektivitas sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi dalampelaksanaan skrining refraksi berbasis masyarakat. Kesimpulannya, kolaborasi lintas sektor ini berkontribusinyata terhadap peningkatan deteksi dini gangguan penglihatan dan dapat dijadikan model implementatif bagi kegiatan serupa di wilayah Jawa Barat lainnya
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT YANG BIJAK DAN BERTANGGUNG JAWAB PADA SISWA SMP IT AL-MANSYURIAH TASIKMALAYA
Kurangnya pemahaman masyarakat, terutama remaja, mengenai penggunaan obat yang tepat masih menjadipermasalahan penting dalam upaya peningkatan literasi kesehatan di Indonesia. Banyak masyarakat yang belummemahami cara penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat yang benar, serta masih sering menghentikanpenggunaan antibiotik sebelum waktunya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan dan kesadaran siswa mengenai penggunaan obat yang bijak dan bertanggung jawab melalui programpromosi kesehatan bertema “Minum Obat dengan Tepat Dosis, Waktu, dan Penyimpanan serta Kenali Obatmu.”Kegiatan dilaksanakan pada 2 Oktober 2025 di SMP IT Al-Mansyuriah, Kabupaten Tasikmalaya, denganmelibatkan 43 siswa kelas VII–IX. Metode pelaksanaan menggunakan penyuluhan interaktif melalui ceramah dandiskusi, disertai media leaflet dan PowerPoint. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pre-test dan post-testyang dianalisis dengan uji Paired Samples T-Test menggunakan SPSS versi 24. Hasil menunjukkan peningkatanpengetahuan yang signifikan (p < 0,05) setelah intervensi edukasi, terutama pada aspek aturan dosis, waktu minumobat, dan penyimpanan yang benar. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat pada remajadan diharapkan dapat dilaksanaka
DAMPAK MEROKOK PADA RHEUMATOID ARTHRITIS: TINJAUAN LITERATUR: THE IMPACT OF SMOKING ON RHEUMATOID ARTHRITIS: A LITERATURE REVIEW
Rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya peradangan kronis pada sendi. Meskipun etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti, penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya kontribusi faktor genetik dan lingkungan dalam patologi RA. Merokok merupakan faktor lingkungan yang paling berpengaruh secara signifikan dalam perkembangan dan keparahan penyakit ini. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh merokok terhadap RA. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intensitas maupun durasi merokok memiliki hubungan langsung dengan peningkatan risiko perkembangan RA. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi rheumatoid factor dan anticitrullinated peptide antibodies pada pasien RA yang memiliki kebiasaan merokok, dimana antibodi tersebut berhubungan dengan penghancuran sendi. Namun sebaliknya beberapa penelitian melaporkan adanya penurunan frekuensi RA pada pasien merokok. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan nikotin pada rokok yang mempunyai efek inhibitori salah satunya dengan cara memodulasi respons imun, menekan produksi sitokin pro-inflamasi Tumor Necrosis Factor alfa (TNF-a) yang banyak ditemukan pada pasien RA, telah dibuktikan secara in vivo dan in vitro. Pengaruh asap rokok dan nikotin pada perkembangan RA perlu diteliti lebih lanjut untuk memberikan gambaran patogenesis dan pemahaman yang lebih baik lagi.Rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya peradangan kronis pada sendi. Meskipun etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti, penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya kontribusi faktor genetik dan lingkungan dalam patologi RA. Merokok merupakan faktor lingkungan yang paling berpengaruh secara signifikan dalam perkembangan dan keparahan penyakit ini. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh merokok terhadap RA. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intensitas maupun durasi merokok memiliki hubungan langsung dengan peningkatan risiko perkembangan RA. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi rheumatoid factor dan anticitrullinated peptide antibodies pada pasien RA yang memiliki kebiasaan merokok, dimana antibodi tersebut berhubungan dengan penghancuran sendi. Namun sebaliknya beberapa penelitian melaporkan adanya penurunan frekuensi RA pada pasien merokok. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan nikotin pada rokok yang mempunyai efek inhibitori. Pengaruh asap rokok dan nikotin pada perkembangan RA perlu diteliti lebih lanjut untuk memberikan gambaran patogenesis dan pemahaman yang lebih baik lagi.
Kata Kunci: rheumatoid arthritis (RA); merokok; nikotin; anticitullinated peptide antibodies (ACPA); factor rheumatoid (RF
PERSEPSI DAN REFERENSI KONSUMEN TERHADAP FITUR PEMANTAUAN KESEHATAN PADA SMARTWATCH: CONSUMERS PERCEPTION AND PREFERENCES TOWARD HEALTH MONITORING FEATURES IN SMARTWATCH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan preferensi mahasiswa dalam memilih smartwatch berdasarkan fitur pemantauan kesehatan. Fokus penelitian meliputi lima aspek utama, yaitu persepsi pemanfaatan fitur kesehatan, tingkat kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan, citra merek, pengalaman pengguna lain, serta dukungan aplikasi tambahan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada mahasiswa dari lima program studi: Bisnis Digital, Kewirausahaan, Teknologi Pangan, Farmasi, dan Keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memandang fitur pemantauan kesehatan seperti pemantau detak jantung, sleep tracking, pengingat bergerak, step counter dan pemantau stres sebagai manfaat utama dalam mendukung gaya hidup sehat. Citra merek yang kuat dan testimoni positif dari pengguna lain memperkuat preferensi mereka. Selain itu, dukungan aplikasi tambahan yang kompatibel dengan perangkat lain menjadi pertimbangan penting. Kesadaran kesehatan yang tinggi juga mendorong mahasiswa untuk memilih smartwatch sebagai alat pemantau kesehatan pribadi yang praktis dan inovatif.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan preferensi mahasiswa dalam memilih smartwatch berdasarkan fitur pemantauan kesehatan. Fokus penelitian meliputi lima aspek utama, yaitu persepsi pemanfaatan fitur kesehatan, tingkat kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan, citra merek, pengalaman pengguna lain, serta dukungan aplikasi tambahan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada mahasiswa dari lima program studi: Bisnis Digital, Kewirausahaan, Teknologi Pangan, Farmasi, dan Keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memandang fitur pemantauan kesehatan seperti pemantau detak jantung, sleep tracking, pengingat bergerak, step counter dan pemantau stres sebagai manfaat utama dalam mendukung gaya hidup sehat. Citra merek yang kuat dan testimoni positif dari pengguna lain memperkuat preferensi mereka. Selain itu, dukungan aplikasi tambahan yang kompatibel dengan perangkat lain menjadi pertimbangan penting. Kesadaran kesehatan yang tinggi juga mendorong mahasiswa untuk memilih smartwatch sebagai alat pemantau kesehatan pribadi yang praktis dan inovatif