E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
KETAHANAN KELUARGA BERDASARKAN PENDEKATAN IFR (F-A-S-E-D): STUDI KASUS PADA LIMA KELUARGA DENGAN ANGGOTA PENDERITA DIABETES TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA : Insights from Community-Based Care in Tasikmalaya, Indonesia
Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan keterlibatan aktif keluarga. Ketahanan keluarga berperan penting dalam mendukung keberhasilan manajemen DMT2, khususnya dalam konteks keterbatasan sumber daya. Pendekatan Insufficiencies in Family Resilience (IFR), yang mencakup lima dimensi—Family Functioning, Access to Support, Shared Beliefs, Emotional Regulation, dan Decision-Making—menyediakan kerangka konseptual untuk menilai dinamika ketahanan keluarga. Tujuan: Menjelaskan variasi ketahanan keluarga pada lima rumah tangga dengan anggota penderita DMT2 di Kota Tasikmalaya berdasarkan lima dimensi IFR. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Lima keluarga (R1–R5) dipilih secara purposif dan diwawancarai menggunakan panduan berbasis IFR. Analisis data dilakukan secara tematik-induktif, dengan triangulasi dan member checking untuk menjaga validitas. Hasil: Keluarga 3 (R3) menunjukkan ketahanan paling tinggi, dengan skor “baik” di seluruh dimensi IFR, termasuk komunikasi terbuka, peran yang jelas, dukungan sosial memadai, emosi terkelola, dan keputusan kolektif. Keluarga 5 (R5) mengalami kelemahan menyeluruh, terutama dalam dukungan sosial, regulasi emosi, dan dominasi keputusan. Keluarga 1 (R1) dan 4 (R4) menunjukkan kekuatan dalam nilai bersama dan dukungan eksternal, tetapi lemah dalam partisipasi keputusan dan regulasi emosi. Keluarga 2 (R2) mengalami hambatan dalam komunikasi dan akses dukungan, namun memiliki keyakinan keluarga yang kuat. Kesimpulan: Pendekatan IFR efektif untuk memahami ketahanan keluarga secara menyeluruh. Intervensi keperawatan keluarga yang kontekstual dan sensitif budaya dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan DMT2 di komunitas.Kata kunci: Ketahanan keluarga, Diabetes Mellitus Tipe 2, IFR, keperawatan keluargaABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang menuntut pengelolaan jangka panjang dan keterlibatan aktif keluarga. Ketahanan keluarga menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan manajemen penyakit ini, terutama dalam konteks keterbatasan sumber daya di masyarakat. Pendekatan Insufficiencies in Family Resilience (IFR), dengan lima dimensi utama—Family Functioning, Access to Support, Shared Beliefs, Emotional Regulation, dan Decision-Making—memberikan kerangka konseptual yang komprehensif untuk menilai dan memperkuat ketahanan keluarga.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi ketahanan keluarga pada lima rumah tangga dengan anggota penderita DMT2 di Kota Tasikmalaya menggunakan pendekatan IFR.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus ganda dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Lima keluarga dipilih secara purposif dan diwawancarai menggunakan panduan berdasarkan lima aspek IFR. Analisis data dilakukan secara tematik-induktif, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi dan member checking.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa setiap keluarga memiliki kekuatan dan kelemahan berbeda dalam masing-masing dimensi IFR. Keluarga dengan komunikasi terbuka, pembagian peran yang jelas, akses dukungan sosial, dan pengambilan keputusan kolektif menunjukkan ketahanan lebih tinggi. Sebaliknya, keterbatasan ekonomi, regulasi emosi yang buruk, dan dominasi pengambilan keputusan oleh satu pihak menjadi faktor penghambat.
Kesimpulan: Pendekatan IFR terbukti relevan untuk memahami dinamika ketahanan keluarga secara menyeluruh. Implikasi praktik menunjukkan perlunya intervensi keperawatan berbasis keluarga yang kontekstual dan sensitif budaya guna mendukung keberhasilan pengelolaan DMT2 di tingkat komunitas.
Kata kunci: Ketahanan keluarga, Diabetes Mellitus Tipe 2, IFR, pengambilan keputusan, keperawatan komunitas
 
PENGARUH RELAKSASI NAFAS DALAM DAN DISTRAKSI DENGAN MEMBACA AL-QUR’AN SERTA SHALAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA SANTRIWATI KELAS XII DI PONDOK PESANTREN RIYADLUL ULUM WADDA’WAH KOTA TASIKMALAYA
ABSTRAKLatar Belakang : Kecemasan adalah suatu perasaan emosional yang ditandai dengan gelisah dan khawatir dimana penyebabnya tidak diketahui Tujuan : Mengetahui dampak relaksasi nafas dalam dan metode distraksi melalui membaca Al-Qur’an Surat Al-Insyirah serta Shalawat Syifa terhadap tingkat kecemasan pada santriwati kelas XII. Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra eksperimental menggunakan desain Pretest- Posttest pada satu kelompok pembanding. Populasi : subjek penelitian adalah santriwati kelas XII di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Kota Tasikmalaya sebanyak 100 orang. Sampel sebanyak 18 orang diambil menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil : hasil uji dependent T menunjukan adanya perubahan yang signifikan pada tingkat kecemasan setelah dilakukan intervensi, dengan nilai p-value sebesar 0.000. Kesimpulan : pemberian intervensi berupa terapi relaksasi nafas dalam dan distraksi melalui pembacaan Al-Qur’an Surat Al-Insyirah serta Shalawat Syifa terbukti berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada santiwati tingkat akhir kelas XII.Kata Kunci : Kecemasan, Relaksasi Nafas Dalam, DistraksiBackground : Anxiety is a psychological condition with sign and symptomps of fear and worry that are not certain to happen. Purpose : Knowing the effect of deep breathing relaxation and distraction by reading Al-Qur’an Surah Al-Insyirah and Shalawat Syifa on the level of anxiety in class XII of female student’s. Method : Quantitative research with a pre-experimental research design with a pretest-posttest design with one group design. The population in this study was 100 peoples with a total sample 18 peoples using the Non Probability Sampling technique in the form of Purposive Sampling. Result : There is an influence after doing the intervention with the result of dependent T test obtained p-value 0.000. Conclusion : There is an effect after being given deep breathing relaxation and distraction by reading the Al-Qur’an and Shalawat on the level of anxiety in the final grade XII of female student’s
POTENSI TANAMAN OBAT DALAM MENGATASI HIPERURESEMIA
ABSTRAKHiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya asam urat dan berbagai gangguan metabolik lainnya. Di Indonesia, prevalensi hiperurisemia terus meningkat seiring bertambahnya usia dan pola hidup yang tidak sehat sementara terapi konvensional seperti allopurinol masih memiliki keterbatasan akibat efek samping yang menyertainya. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan alternatif yang lebih aman dan efektif salah satunya melalui pemanfaatan tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau potensi tanaman obat dalam menurunkan kadar asam urat berdasarkan hasil - hasil studi in vivo. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah 32 jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Dari analisis tersebut diperoleh 15 tanaman herbal yang memiliki aktivitas antihiperurisemia, terutama karena kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Mekanisme utama yang teridentifikasi adalah penghambatan enzim xantin oksidase dan peningkatan ekskresi asam urat melalui urin. Tiga tanaman yang menunjukkan hasil paling signifikan dalam menurunkan kadar asam urat secara in vivo adalah daun leilem, bunga sepatu, dan daun kelor dengan dosis optimal masing - masing. Kesimpulan dari pengamatan ini menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki prospek besar sebagai terapi pendamping atau alternatif dalam pengelolaan hiperurisemia. Namun, validasi lebih lanjut melalui uji klinis masih sangat diperlukan untuk mendukung pengoperasian secara luas dalam praktik klinis.Kata Kunci : Hiperurisemia; Asam Urat; Tanaman Obat; Flavonoid; Xantin OksidaseHiperurisemia adalah keadaan ketika kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal, dan dapat memicu munculnya penyakit seperti asam urat. Terapi konvensional seperti allopurinol efektif namun dapat menyebabkan efek samping, sehingga dibutuhkan alternatif yang lebih aman. Artikel ini merupakan studi literatur yang meninjau potensi tanaman obat sebagai agen antihiperurisemia. Berbagai tanaman seperti daun salam, suruhan, kersen, kelor, dan pare dikenali kaya akan senyawa aktif seperti tanin, alkaloid, saponin dan flavonoid yang mampu menginhibisi enzim xantin oksidase atau meningkatkan ekskresi asam urat. Studi in vivo menunjukkan bahwa senyawa – senyawa ini memiliki peran dalam mengurangi kadar asam urat secara signifikan. Senyawa yang paling dominan yaitu flavonoid dengan mekanisme kerja sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Berdasarkan kajian ini, disimpulkan bahwa tanaman obat memiliki prospek besar sebagai terapi pendamping atau alternatif dalam pengelolaan hiperurisemia, walaupun dibutuhkan validasi lebih lanjut melalui uji klinis
APPLICATION OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION THERAPY AND SPIRITUAL DZIKIR THERAPY IN PATIENTS WITH ANXIETY DUE TO HYPERTENSION
ABSTRAKKecemasan adalah gangguan psikologis yang paling sering dirasakan oleh semua orang. Kecemasan biasanya disertai dengan perasaan takut, gelisah, dan terkadang atanpa penyebab yang jelas. Kecemasan lebih banyak terjadi pada penderita hipertensi, karna penderita hipertensi sering menghawatirkan dampak dari hipertensi. Penanganan cemas pada penderita hipertensi dapat dilakukan dengan cara non farmakologi yaitu dengan terapi progressive muscle relaxation dan terapi spiritual dzikir. Tujuan dari studi kasus ini untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan, menggambarkan pelaksanaan tindakan terapi dan menggambarkan respon dan perubahan terhadap penurunan tanda gejala kecemasan. Metode karya tulis ilmiah ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus subjek adalah 2 penderita hipertensi yang mengalami kecemasan. Pelaksanaan dimulai tanggal 26 Maret 2024, 28-30 Maret 2024 dan pada tanggal 01 April 2024. Hasil evaluasi selama 5 hari menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami penurunan sebanyak 9 tanda gejala pada klien 1 dan 10 penurunan tanda gejala pada klien 2. Dapat disimpulkan berdasarkan hasil penelitian terapi progressive muscle relaxation dan terapi spiritual dzikir efektif dalam menurunkan tanda gejala kecemasan dan meningkatkan kemampuan klien dalam menangani kecemasan. Saran untuk klien agar dapat melakukan terapi secara mandiri setiap klien merasa cemas.Kata Kunci : Hipertensi, kecemasan, terapi progressive muscle relaxation, terapi spiritual dzikirAnxiety is one of the most common psychiatric illnesses and is a major health problem in society. Anxiety is characterized by feelings of fear and worry about the onset of a problem that exists in hypertensive patients, non-pharmacological ways to overcome anxiety arise with progressive muscle relaxation therapy and dhikr spiritual therapy. The purpose of this case study is to describe the stages of the nursing process, describe the implementation of progressive muscle relaxation therapy and dhikr spiritual therapy and describe the response and change to the decrease in anxiety symptoms. This scientific paper method is qualitative in the form of a comparison of case studies on client 1 and client 2 on March 26, 2024, March 28-30, 2024 and on April 1, 2024. The results of the 5-day evaluation showed that both patients experienced a decrease of 9 symptom signs in client 1 and a decrease in 10 symptom signs in client 2. It can be concluded that the results of the study show that progressive muscle relaxation therapy and dhikr spiritual therapy are effective in reducing the symptoms of anxiety and improving the client\u27s ability to overcome anxiety. Advice for clients to be able to do the therapy that has been taught for 5 days of treatment to overcome anxiety if anxiety arises
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP MASYARAKAT DESA KARSANAGARA KOTA TASIKMALAYA
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Edukasi mengenai PHBS memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Program ini dilaksanakan di Desa Karsanagara, Kota Tasikmalaya, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai PHBS melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi awal, penyuluhan interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai PHBS, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 47 dan nilai post-test meningkat menjadi 84,5. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat yang menjadi kebiasaan sehari-hari dalam masyarakat
PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF PADA MASYARAKAT DUSUN CICURUG, DESA INDRAJAYA, KECAMATAN SUKARATU TASIKMALAYA
The health education program on degenerative disease prevention was conducted in Dusun Cicurug, Indrajaya Village, Tasikmalaya Regency. The program aimed to enhance community awareness of risk factors, preventive measures, and the importance of early detection of hypertension and diabetes mellitus. The implementation consisted of two stages: a presentation of the material and an interactive discussion session, complemented by free health screening services. Program effectiveness was evaluated using pre-tests and post-tests to assess participants’ knowledge improvement. The results indicated a significant increase across all age groups, with the proportion of participants categorized as having “good” knowledge exceeding 88% in the ≥ 65 years group and over 95% in the ≤ 65 years group. Active participation and high enthusiasm from the community were key factors in the program’s success. These findings demonstrate that systematically designed health education involving community engagement can effectively enhance awareness and knowledge in preventing degenerative diseases
PENDAMPINGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (IRT) KERUPUK UDANG MELALUI PENINGKATAN PRODUKSI
Permasalahan produksi kerupuk udang yang dihasilkan mitra IRT tidak mampu memproduksi dalam jumlah besar, hal ini disebabkan antara lain karena pada aspek produksi yang masih sederhana dan tidak mempunyai alat-alat otomatis untuk menunjang produksi. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Pemula ini bertujuan untuk mendampingi tim mitra meningkatkan kapasitas produksi agar mempunyai P-IRT dan Sertifikasi Halal pada olahan kerupuk udang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi menggunakan media power point. Tahapan kegiatan dimulai dari sosilasisasi, pendampingan mitra terkait pengajuan P-IRT dan Sertifikasi Halal, pemberian alat-alat produksi dan monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan sebelum dilakukan pemberian alat-alat produksi mitra IRT hanya mampu memproduksi kerupuk udang 15 Kg/hari dan setelah dilakukan pemberian alat-alat produksi mitra IRT mampu memproduksi kerupuk udang 22,5 Kg/hari dengan tingkat keberhasilan meningkat 50% dan mampu mendampingi tim mitra mempunyai P-IRT serta Sertifikasi Halal pada olahan kerupuk udang. Kesimpulan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Pemula ini mampu meningkatkan kapasitas produksi tim mitra sebesar 50% dan mampu mendampingi tim mitra mempunyai P-IRT dan Sertifikasi Halal pada olahan kerupuk udang.
Kata Kunci: Industri Rumah Tangga (IRT); Peningkatan Produksi; Kerupuk Udang
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN : PEMBUATAN PEMBALUT KAIN SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN SAMPAH DI KOTA CIMAHI
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan lingkungan akibat limbah pembalut sekali pakai serta rendahnya literasi keuangan perempuan di Kecamatan Cimahi Selatan. Kegiatan difokuskan pada pemberdayaan perempuan melalui edukasi kesehatan reproduksi serta pelatihan pembuatan pembalut kain sebagai alternatif ramah lingkungan yang dapat digunakan berulang kali. Pelaksanaan meliputi sosialisasi, seminar, edukasi perubahan perilaku, workshop pembuatan pembalut kain, dan pendampingan berkelanjutan dengan melibatkan PKK Utama sebagai mitra. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui kunjungan lapangan, penilaian hasil produksi, evaluasi penggunaan aplikasi keuangan, serta FGD untuk mengetahui perubahan kebiasaan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran untuk beralih ke pembalut kain serta munculnya potensi usaha rumah tangga. Program ini berkontribusi pada peningkatan pemberdayaan perempuan serta mendukung tujuan SDGs khususnyakonsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
RECESA: REMAJA CERDAS PILIH JALAN SEHAT BUKAN JALAN SESAT
Kenakalan remaja di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan kasus penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan balap liar semakin meningkat di kalangan pelajar. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (2022) dan laporan dari pihak kepolisian setempat, Desa Wates, Kabupaten Kediri termasuk wilayah yang mengalami peningkatan kasus kenakalan remaja. Program RECESA: Remaja Cerdas Pilih Jalan Sehat Bukan Jalan Sesat dirancang sebagai intervensi edukatif untuk meningkatkan pemahaman dan ketahanan diri remaja terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 1 Wates dengan melibatkan 40 siswa kelas X melalui metode partisipatif yang terdiri dari pre-test, sesi edukasi interaktif menggunakan media visual, diskusi kelompok terpandu, studi kasus, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, dengan nilai rata-rata post-test (99,75) meningkat 53,5% dibanding pre-test (46,25). Program ini berhasil tidak hanya dalam aspek kognitif tetapi juga dalam membangun kesadaran kritis dan behavioral intention peserta. Untuk keberlanjutan, direkomendasikan integrasi materi pencegahan kenakalan remaja ke dalam kurikulum sekolah, pengembangan program peer educator yang terstruktur, pendampingan berkelanjutan, serta perluasan program yang melibatkan orang tua dan masyarakat. Program RECESA membuktikan efektivitas pendekatan edukasi partisipatif dalam menciptakan dampak transformasional pencegahan kenakalan remaja
PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN SUMBER ENERGI BARU TERBARUKAN DARI LIMBAH BONGGOL JAGUNG BERBASIS GREEN CHEMISTRY
Desa menyimpan berbagai potensi, baik dari alam maupun dari warganya, yang bisa dimanfaatkan untukmemajukan wilayah itu. Di Sukodono, salah satunya adalah pertanian jagung. Namun, di balik panen yangmelimpah dan aroma manis jagung segar, tersisa limbah yang belum diolah kembali. Jadi, kami berinovasimembuat briket dari bonggol jagung bahan bakar padat dengan karbon aktif dan nilai kalori tinggi, yang membuatnyala apinya bertahan lama, hangat seperti bara merah di tungku. Metode yang dipakai dalam penelitian ini terasasederhana. Hasil pengabdian ini yaitu Metode ABCD (discovery, dream, design, define, distiny) hasil yangdidapatkan yakni Pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket. Mengubah bonggol jagung yang dulu dianggapsampah menjadi produk bernilai tinggi, seperti kerajinan tangan dengan tekstur serat alami yang unik. Briket iniistimewa karena mudah dan murah dibuat, apalagi bahan bakunya berasal dari limbah pertanian yang melimpah,seperti tumpukan jerami kering di tepi sawah. Harga jual yang bersaing memberi produsen keuntungan layak,sekaligus membuka peluang usaha baru yang bisa terus berjalan untuk warga Desa Sukodono. Serta mewujudkanSuistanable Developmen Goals yaitu Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau