E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    PENYULUHAN DAN INOVASI NUGGET LELE UNTUK EDUKASI MENGENAI STUNTING DI DESA LINGGAJATI

    Full text link
    Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak di Desa Linggajati, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting sekaligus membekali keterampilan dalam mengolah pangan lokal bergizi. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, edukasi interaktif tentang definisi, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting, post-test, serta demonstrasi pembuatan nugget lele daun kelor. Peserta kegiatan adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dengan mayoritas berada pada kategori baik, meskipun masih terdapat peserta pada kategori cukup dan kurang, terutama terkait materi asupan gizi seimbang. Demonstrasi pembuatan nugget lele daun kelor memberikan keterampilan praktis dalam memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, terjangkau, dan disukai anak-anak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi stunting dan praktik pengolahan pangan lokal dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam pencegahan stunting, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk ketahanan pangan keluarga

    EDUKASI PENERAPAN PRINSIP SANITASI UPAYA PENINGKATAN KEAMANAN PANGAN PRODUK OLAHAN AMPAS TAHU TIM PKK INDIHIANG

    No full text
    Ampas tahu (okara) merupakan hasil samping produksi tahu yang bernilai gizi tinggi namun mudah rusak karena kadar airnya yang mencapai 80–85%. Kondisi ini menuntut penerapan sanitasi yang baik untuk mencegah kontaminasi dan menjamin keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuanmeningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK Indihiang dalam menerapkan sanitasi pangan pada pengolahan snack bar berbasis ampas tahu. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, FGD, sosialisasi sanitasimenggunakan media presentasi, praktik penerapan SSOP, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 58% menjadi 100% setelah pelatihan. Observasi lapangan juga memperlihatkan bahwa 80% peserta mulai menerapkan praktik sanitasi dasar seperti cuci tangan,penggunaan peralatan bersih, dan penataan area produksi yang lebih higienis. Pendampingan SSOP membantu peserta memahami pentingnya higiene dan sanitasi dalam menjamin mutu produk serta mengurangi risiko kontaminasi. Program ini membuktikan bahwa edukasi berbasis praktik mampu meningkatkan kesadaran dankompetensi masyarakat dalam menghasilkan pangan yang aman dan berkualitas, serta dapat direplikasi pada kelompok masyarakat lainnya sebagai model pemberdayaan komunitas berbasis sanitasi

    IMPLEMENTASI PIJAT KAKI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA YANG MENGALAMI NYERI DAN GANGGUAN POLA TIDUR: IMPLEMENTATION OF FOOT MASSAGE FOR POST-CESAREAN SECTION MOTHERS WHO EXPERIENCE PAIN AND SLEEP PATTERN DISORDER

    Full text link
    Periode setelah persalinan sesar (SC) merupakan fase pemulihan bagi ibu setelah melahirkan bayi dan plasenta melalui prosedur SC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar operasi caesar di banyak negara sekitar 10-15% per kelahiran. Berdasarkan data penelitian WHO pada tahun 2021, operasi caesar terus meningkat secara global, saat ini mencakup lebih dari 1 dari 5 (21%) dari seluruh persalinan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi operasi caesar di Indonesia sebesar 17,6%. Salah satu permasalahan utama yang dialami ibu pasca SC adalah nyeri akut serta gangguan pola tidur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah pijat kaki (foot massage). Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi respons ibu post SC sebelum dan sesudah diberikan terapi pijat kaki. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua orang subyek, dan pengambilan data dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan meliputi SOP Pijat Kaki, lembar observasi, serta panduan wawancara. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan pengukuran tanda-tanda vital. Data dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat kaki, kedua subyek  protektif, merasa gelisah, serta mengalami gangguan tidur, meskipun tanda-tanda vital berada dalam batas normal. Setelah penerapan pijat kaki, skala nyeri menurun menjadi 1-2 (nyeri ringan), ekspresi meringis berkurang, ketegangan otot menurun, sikap protektif berkurang, serta kualitas tidur membaik, sementara tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas tetap dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan dalam tingkat nyeri dan kualitas tidur pada ibu post SC. Oleh karena itu, ibu post SC disarankan untuk melakukan pijat kaki secara mandiri atau dengan bantuan guna mengurangi nyeri serta memperbaiki pola tidur.ABSTRAK Periode setelah persalinan sesar (SC) merupakan fase pemulihan bagi ibu setelah melahirkan bayi dan plasenta melalui prosedur SC. Salah satu permasalahan utama yang dialami ibu pasca SC adalah nyeri akut serta gangguan pola tidur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah pijat kaki (foot massage). Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi respons ibu post SC sebelum dan sesudah diberikan terapi pijat kaki. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua orang subyek, dan pengambilan data dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan meliputi SOP Pijat Kaki, lembar observasi, serta panduan wawancara. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan pengukuran tanda-tanda vital. Data dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat kaki, kedua subyek  protektif, merasa gelisah, serta mengalami gangguan tidur, meskipun tanda-tanda vital berada dalam batas normal. Setelah penerapan pijat kaki, skala nyeri menurun menjadi 1-2 (nyeri ringan), ekspresi meringis berkurang, ketegangan otot menurun, sikap protektif berkurang, serta kualitas tidur membaik, sementara tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas tetap dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan dalam tingkat nyeri dan kualitas tidur pada ibu post SC. Oleh karena itu, ibu post SC disarankan untuk melakukan pijat kaki secara mandiri atau dengan bantuan guna mengurangi nyeri serta memperbaiki pola tidur. Kata Kunci : Pijat Kaki, Nyeri, Gangguan Pola Tidur, Post S

    Perbandingan Biaya Dan Efektivitas Acei-Ccb Dan Arb-Ccb Pada Pasien Hipertensi Dengan Diabetes : Tinjauan Literatur: COMPARISON OF COST AND EFFECTIVENESS OF ACEI-CCB AND ARB-CCB IN HYPERTENSIVE PATIENTS WITH DIABETES : A LITERATURE REVIEW

    Full text link
    ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini sering disertai komplikasi serius, salah satunya Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), yang dapat memperburuk tekanan darah dan meningkatkan risiko kematian. Kombinasi kedua penyakit ini umumnya berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat dan membutuhkan penanganan farmakologis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi kombinasi obat dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dengan DMT2, serta mengevaluasi efisiensi biaya pengobatannya. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap beberapa studi yang membahas penggunaan kombinasi obat, khususnya ACEI-CCB dan ARB-CCB. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi tersebut efektif dalam menurunkan tekanan darah dan angka kematian, namun dapat meningkatkan beban biaya pengobatan. Kesimpulan dari tinjauan ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi memiliki manfaat klinis yang signifikan, namun perlu dipertimbangkan dalam konteks efisiensi biaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan keberlanjutan pengobatan bagi pasien. Kata Kunci : ACEI-CCB, ARB-CCB, Hipertensi, Diabetes Melitus Tipe 2Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang tinggi. Kondisi ini termasuk dalam kelompok penyakit kardiovaskular yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah melebihi ambang normal, yaitu 140/90 mmHg. Berdasarkan data dari Mila dkk. (2021), hipertensi berada di posisi ketiga sebagai penyebab kematian setelah stroke dan tuberkulosis, menyumbang 6,7% dari total kasus kematian. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 mencatat peningkatan prevalensi hipertensi dari 25,8% pada 2013 menjadi 34,1%. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi akibat hipertensi adalah Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), yaitu gangguan metabolik yang ditandai oleh meningkatnya kadar gula darah karena penurunan produksi insulin oleh sel beta pankreas atau adanya resistensi insulin. Komplikasi ini memiliki tingkat kematian yang tinggi dan berdampak negatif pada kualitas hidup. Hiperglikemia dan perubahan pada pembuluh darah juga meningkatkan resistensi perifer serta volume darah, sehingga memperburuk tekanan darah (Nova & Hasni, 2022). Kombinasi dua penyakit ini umumnya berkaitan dengan pola hidup yang tidak sehat. Tujuan tinjauan ini adalah untuk menganalisis efektivitas terapi kombinasi obat dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dengan DMT2, serta mengevaluasi efisiensi biaya pengobatannya. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi obat ACEI-CCB dan ARB-CCB efektif dalam menurunkan angka kematian akibat hipertensi, meskipun terapi ini berpotensi meningkatkan beban biaya pengobatan (Setiadi dkk., 2020). Kata Kunci : ACEI-CCB, ARB-CCB, Hipertensi, Diabetes Melitus Tipe

    Review artikel Efektivitas Arang Aktif Tanaman Sebagai Adsorben Limbah Farmasi: Effectiveness of Plant Activated Charcoal as Pharmaceutical Waste Adsorbent

    No full text
    ABSTRAKPeningkatan konsumsi obat-obatan dan aktivitas industri farmasi telah menyebabkan akumulasi limbah farmasi yang signifikan, yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Adsorpsi menggunakan arang aktif berbasis tumbuhan merupakan salah satu metode yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengatasi permasalahan ini. Studi ini merupakan narrative review yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas arang aktif dari berbagai biomassa tumbuhan sebagai adsorben limbah farmasi. Data diperoleh melalui pencarian literatur di basis data Google Scholar dan ScienceDirect, dengan kata kunci yang relevan. Sebanyak 20 artikel terpilih dianalisis berdasarkan bahan baku, metode sintesis, karakteristik arang aktif, serta efisiensi penghilangan berbagai senyawa farmasi. Hasil menunjukkan bahwa arang aktif dari bahan seperti biji labu, kulit kacang tanah, kulit pisang, dan daun teh memiliki luas permukaan yang tinggi serta kapasitas adsorpsi maksimum yang bervariasi, dengan efisiensi penghilangan mencapai lebih dari 90% pada kondisi optimal. Teknik aktivasi kimia menggunakan KOH atau H₃PO₄, serta modifikasi enzimatik seperti imobilisasi laccase, terbukti mampu meningkatkan kinerja adsorpsi. Dengan karakteristik yang ekonomis, berkelanjutan, dan efisien, arang aktif berbasis tumbuhan memiliki potensi besar sebagai teknologi pengolahan limbah farmasi di masa depan.Kata Kunci : Arang Aktif, Adsorben, Limbah FarmasiPeningkatan konsumsi obat-obatan dan aktivitas industri farmasi telah menyebabkan akumulasi limbah farmasi yang signifikan, yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Adsorpsi menggunakan arang aktif berbasis tumbuhan merupakan salah satu metode yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengatasi permasalahan ini. Studi ini merupakan narrative review yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas arang aktif dari berbagai biomassa tumbuhan sebagai adsorben limbah farmasi. Data diperoleh melalui pencarian literatur di basis data Google Scholar dan ScienceDirect, dengan kata kunci yang relevan. Sebanyak 20 artikel terpilih dianalisis berdasarkan bahan baku, metode sintesis, karakteristik arang aktif, serta efisiensi penghilangan berbagai senyawa farmasi. Hasil menunjukkan bahwa arang aktif dari bahan seperti biji labu, kulit kacang tanah, kulit pisang, dan daun teh memiliki luas permukaan yang tinggi serta kapasitas adsorpsi maksimum yang bervariasi, dengan efisiensi penghilangan mencapai lebih dari 90% pada kondisi optimal. Teknik aktivasi kimia menggunakan KOH atau H₃PO₄, serta modifikasi enzimatik seperti imobilisasi laccase, terbukti mampu meningkatkan kinerja adsorpsi. Dengan karakteristik yang ekonomis, berkelanjutan, dan efisien, arang aktif berbasis tumbuhan memiliki potensi besar sebagai teknologi pengolahan limbah farmasi di masa depan

    ANALISIS DESKRIPTIF CORPORATE WELLNESS PROGRAM BERBASIS INDIKATOR FISIOLOGIS SELAMA TIGA BULAN

    Full text link
    ABSTRAK Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak signifikan terhadap peningkatan risiko penyakit kronis dan penurunan produktivitas kerja. Dalam lingkungan kerja modern, banyak perusahaan mulai mengadopsi program kesehatan korporat sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan secara menyeluruh. Pemantauan indikator fisiologis secara berkala menjadi kunci keberhasilan program ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan indikator fisiologis berupa lingkar perut, indeks massa tubuh (IMT), dan massa otot pada peserta program kesehatan korporat selama tiga bulan, serta mengevaluasi efektivitas program terhadap peningkatan status kesehatan karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan total partisipan sebanyak 30 karyawan yang dipantau selama tiga bulan berturut-turut. Intrervensi yang diberikan berupa pelaksanaan health talk tentang penyuluhan gizi dan senam bersama atau latihan beban yang dilakukan dua kali dalam satu minggu.Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan body composition analyzer (BFA). Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata lingkar perut dari 103,6 cm menjadi 98,92 cm, peningkatan massa otot dari 30,79 kg menjadi 54,77 kg, serta penurunan IMT dari 31,39 menjadi 30,98. Tren perubahan ini mengindikasikan perbaikan komposisi tubuh dan penurunan risiko penyakit metabolik. Kesimpulannya, program kesehatan korporat yang dirancang secara terstruktur dan berbasis data fisiologis memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan karyawan. Program ini berpotensi menjadi strategi preventif yang efektif dalam lingkungan kerja dan perlu dilanjutkan dengan pendekatan integratif untuk hasil jangka panjang. Kata Kunci : IMT, lingkar perut, massa otot, obesitas, program kesehatan korporaObesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak signifikan terhadap peningkatan risiko penyakit kronis dan penurunan produktivitas kerja. Dalam lingkungan kerja modern, banyak perusahaan mulai mengadopsi Program Kesehatan Korporat sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan secara menyeluruh. Pemantauan indikator fisiologis secara berkala menjadi kunci keberhasilan program ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan indikator fisiologis berupa lingkar perut, indeks massa tubuh (IMT), dan massa otot pada peserta Program Kesehatan Korporat selama tiga bulan, serta mengevaluasi efektivitas program terhadap peningkatan status kesehatan karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan total partisipan sebanyak 30 karyawan yang dipantau selama tiga bulan berturut-turut. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata lingkar perut dari 103,6 cm menjadi 98,92 cm, peningkatan massa otot dari 30,79 kg menjadi 54,77 kg, serta penurunan IMT dari 31,39 menjadi 30,98. Tren perubahan ini mengindikasikan perbaikan komposisi tubuh dan penurunan risiko penyakit metabolik. Kesimpulannya, Program Kesehatan Korporat yang dirancang secara terstruktur dan berbasis data fisiologis memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan karyawan. Program ini berpotensi menjadi strategi preventif yang efektif dalam lingkungan kerja dan perlu dilanjutkan dengan pendekatan integratif untuk hasil jangka panjang. Kata Kunci : obesitas, program kesehatan korporat, IMT, massa otot, lingkar peru

    IMPLEMENTASI MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN MATA MELALUI PROGRAM DESA SEHAT MATA DI YOGYAKARTA

    No full text
    Kesehatan mata merupakan salah satu aspek penting dalam kualitas hidup manusia, karena mata berperan utama dalam proses penglihatan yang mendukung aktivitas sehari-hari. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup, berbagai permasalahan kesehatan mata semakin banyak ditemukan di masyarakat. Sebagai kampus yang memiliki kompetensi di bidang Kesehatan mata, maka dirancang sebuah Program Desa Sehat Mata (DESAMA) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mata, khususnya dalam hal deteksi dan penanganan kelainan refraksi. Di Padukuhan Mertosanan Kulon Banguntapan banyak ditemukan masyatakat yang mengeluhkan masalah penglihatan dan merasa membutuhkan kacamata. Berdasarkan permasalahan yang ada, perlu adanya pemeriksaan mata secara langsung dan pemberian edukasi mengenai Kesehatan mata dan cara menjaga Kesehatan mata di era digital ini. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian edukasi mengenai gaya hidup menjaga Kesehatan mata, melakukan pemeriksaan mata, serta memberikan kacamata gratis kepada Masyarakat yang membutuhkan. Berdasarkan kegiatan pengabdian Masyarakat di Padukuhan Mertosanan Kulon, masyarakat memiliki antusias yang tinggi dalam mengikuti proses kegiatan, aktif bertanya dan mampu menjaawab pertanyaan evaluasi dengan benar. Masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan refraksi dan sebanyak 48 orang memperoleh kacamata gratis

    Sosialisasi dan Pelatihan MPASI dan Pangan Bergizi Melalui Inovasi Nugget Berbahan Dasar Daun Kelor dan Bayam Merah Bernutrisi (KEMORI) di Desa Sepanjang Jaya Kota Bekasi

    No full text
    Nutritional problems in toddlers including stunting, remain a health challenge in the community, particularly due to insufficient intake of nutrients from complementary foods (MPASI). One of the causes is low vegetable consumption among children, even though local vegetables such as moringa leaves and red spinach contain vitamins, minerals, plant-based protein, and antioxidants that are highly beneficial for children\u27s growth and development. This activity aims to educate mothers of infants in Sepanjang Jaya Village, Bekasi City, about the importance of nutritious complementary foods through the KEMORI food innovation (nuggets made from moringa leaves and red spinach). The implementation methods include nutrition education sessions, screening of a video on nugget production, distribution of informational leaflets, and a product tasting session. The results of the activity, attended by 25 participants, showed an increase in knowledge about the nutritional content of local vegetables and the skills to process them into more appealing nuggets for children. In conclusion, the KEMORI innovation can serve as a healthy, practical, and nutritious alternative to complementary foods, while also promoting the use of local food ingredients for stunting prevention and improving the nutritional resilience of infants

    SOSIALISASI REPRODUKSI SEHAT DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN UNTUK CEGAH STUNTING DI WILAYAH PESISIR

    No full text
    Stunting di wilayah pesisir masih tinggi akibat rendahnya pendidikan, keterbatasan layanan kesehatan, kondisi ekonomi lemah, lingkungan tidak sehat, serta kurangnya pemahaman tentang gizi dan kesehatan reproduksi. Melalui pendekatan edukatif berbasis kearifan lokal, kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberdayakan perempuan untuk menjaga kesehatan reproduksi, menerapkan pola hidup bersih, menciptakan lingkungan sehat, dan membangun komunikasi keluarga harmonis guna mewujudkan generasi pesisir yang sehat dan bebas stunting. Kegiatan ini dilaksnakan pada 21 Juni 2025 dengan diikuti oleh 30 perempuan wilayah pesisir pada kelompok wanita nelayan fatimah az-zahra. Metode ceramah dan diskusi interaktif yang dilakukan dalam kegiatan sosialisasi ini. Hasil penelitian pada kelompok umur terdapat 47% atau 14 orang yang rentang umur 31-40 tahun, selain itu nilai rata-rata post test lebih tinggi dibandingkan pre test, yang menunjukkan bahwa sosialisasi yang diberikan ini efektik dalam peningkatan pemahaman untuk terwujudnya keluarga pesisir yang sehat, lingkungan bersih, dan generasi anak yang tumbuh optimal, cerdas, dan bebas dari stunting

    PEMBERDAYAAN WANITA DESA PASAR JATI MELALUI PRODUKSI SUSU F100 UNTUK PENINGKATAN EKONOMI DAN GIZI IBU-BALITA

    No full text
    Stunting merupakan permasalahan kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Desa Pasar Jati, Kabupaten Banjar, yang mencatat prevalensi 22,54% pada Februari 2025. Rendahnya pengetahuan gizi, kebiasaan konsumsi makanan rendah nutrisi, serta keterbatasan ekonomi keluarga menjadi faktor utama. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan gizi ibu hamil dan balita serta memberdayakan ekonomi keluarga melalui produksi susu F100. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Pasar Jati, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan dimana wilayah ini masih tinggi prevalensi stuntingnya. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, sosialisasi, pelatihan produksi susu F100, pelatihan kewirausahaan, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi peserta (nilai pretest 54,44 menjadi 84,22 pada post test). Program ini tidak hanya mendukung perbaikan gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pelatihan kewirausahaan yang berisi materi pengembangan usaha, dimulai dari perizinan produk (PIRT), pembuatan label produk yang sesuai standar, meliputi informasi kandungan gizi, komposisi, tanggal kedaluwarsa, serta keterangan produsen

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇