E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PROSEDUR PENGISIAN CLINICAL PATHWAY (PILOT PROJECT KASUS SEBAGAI ROLE MODEL)
Pelayanan kesehatan yang efektif dan bermutu di rumah sakit memerlukan penerapan clinical pathway (CP) yang baik, namun di RSUD dr. Soekardjo penerapan CP belum optimal dan hanya digunakan untuk kepentingan akreditasi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi implementasi pengisian CP, baik manual maupun elektronik, dengan fokus pada kasus Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi CP, uji coba sistem informasi CP elektronik terintegrasi (SIE-CPat), serta diskusi dan wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan terkait. Hasil dari kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta, dan sistem CP elektronik yang diuji coba dapat digunakan dengan mudah oleh berbagai peran, seperti dokter dan perawat. Ditemukan bahwa validasi dan penyesuaian warna pada SIE-CPat perlu disesuaikan dengan standar dan kebijakan CP BPH di rumah sakit, serta dibutuhkan penambahan kolom untuk mencatat hal-hal yang tidak sesuai dengan CP. Kesimpulannya, implementasi SIE-CPat sejalan dengan CP manual dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Saran yang diberikan adalah perlunya legalisasi prosedur pengisian CP dan sosialisasi berkelanjutan untuk memastikan penggunaan CP yang lebih efektif di masa mendatang.
EDUKASI IMPLEMENTASI SANITASI DALAM MENDUKUNG PRODUKSI MAKANAN YANG AMAN DAN SEHAT DI LINGKUNGAN SEKOLAH “X” KOTA TASIKMALAYA
Sanitasi pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat. Permasalahan yang sering muncul di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak pengelola kantin sekolah dan pedagang kaki lima yang belum menerapkan prinsip-prinsip dasar sanitasi secara benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pelaku usaha dalam menerapkan sanitasi pangan yang baik dan benar sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif. Rangkaian kegiatan terdiri dariobservasi awal untuk mengidentifikasi kondisi lapangan, wawancara dengan pelaku usaha, pelaksanaan pretest, sosialisasi dan edukasi sanitasi pangan, posttest, hingga pembagian alat bantu kebersihan dan buku panduan sanitasi. Materi yang disampaikan mencakup sanitasi air, makanan, lingkungan, udara, dan personal, cara mencuci tangan, penyimpanan alat, serta lima kunci utama keamanan pangan yang direkomendasikan oleh lembaga kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan sikap peserta terhadap pentingnya kebersihan dan keamanan pangan. Peserta juga menunjukkan perubahan perilaku dengan mulai menggunakan alat pelindung diri. Selain itu, penyerahan buku panduan sanitasi memberikan manfaat jangkapanjang sebagai media pembelajaran dan referensi dalam menjalankan usaha yang higienis. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kemampuan pelaku usaha dalam menerapkan praktik sanitasi pangan yang baik serta diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan usaha yang bersih, aman, dan sehat
EDUKASI DAMPAK MENGGUNAKAN GADGET PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Perkembangan teknologi telah membuat gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan siswa sekolah dasar, dengan 65% anak usia 6-12 tahun di Indonesia menggunakan gadget selama 3-5 jam per hari. Namun, penggunaan berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif seperti gangguan kesehatan, kecanduan, dan penurunan performa akademik, sehingga diperlukan strategi untuk memastikan pemanfaatan gadget yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai dampak penggunaan gadget. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Bandar Lor 1 Kota Kediri pada 18 November 2024. Metode PkM adalah Participatory Action Research (PAR) dan populasi adalah siswa kelas 1-6 sebanyak 121 siswa dan sampel PkM adalah siswa kelas 4-6 sebanyak 73 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan Teknik analisis data menggunakan analisis statistis non parametrik Uji Wilcoxon karena data tidak terdistribusi normal. Pelaksanaan PkM dibagi menjadi empat tahapan, meliputi pretes, penyampaian materi edukasi, ice breaking, serta evaluasi melalui posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, terlihat dari perbandingan nilai pretest dan posttest yaitu sebesar 50.17 dan 97,17. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap penggunaan gadget yang sehat dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dalam mengelola penggunaan teknologi secara bijak dan menjadi model untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang
UPAYA PENURUNAN STUNTING DENGAN PEMBERIAN EDUKASI KEPADA CALON PENGANTIN DAN IBU HAMIL
Stunting merupakan permasalahan global karena memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak di seluruh dunia, dan memiliki konsekuensi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Stunting telah menjadi target utama WHO untuk mengurangi tingginya beban penyakit terkait malnutrisi dengan mengurangi stunting sebesar 40% secara global pada tahun 2025. Strategi peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu tentang gizi dan reproduksi kesehatan secara konsisten berkontribusi dalam mengurangi stunting di Indonesia. Pada penelitian ini metode pengabdian masyarakat adalah dengan memberikan edukasi tentang pencegahan stunting dengan cara memberikan penyuluhan dan tanya jawab pada sasaran kegiatan, yaitu calon pengantin dan ibu hamil dengan jumlah 15 orang. Proses evaluasi penyuluhan dilakukan menggunakan pre tes dan post test. Berdasarkan evaluasi diketahui terdapat peningkatan pengetahuan tentang pencegahan stunting dengan kategori baik yaitu 53%, diharapkan edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan calon pengantin dan ibu hamil tentang pencegahan stunting sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting di Indonesia
INTERVENSI KESEHATAN BERBASIS KOMUNITAS: PENDEKATAN PKMD DI NAGARAKASIH KOTA TASIKMALAYA
The Village Community Health Development Program (PKMD) is a participatory approach aimed at improving public health awareness through promotive and preventive interventions. This program was implemented in RT 001/RW 002 Nagarakasih, Kersanegara Subdistrict, Cibeureum District, Tasikmalaya City, focusing on health education and basic health screening. The methods included initial surveys, health education sessions, medical examinations (blood pressure, blood glucose, cholesterol, uric acid, hemoglobin, and blood type), and descriptive data analysis. The results showed that 37.5% of participants had high blood pressure, 32.5% had elevated cholesterol, 17.5% had high uric acid levels, 17.5% had low hemoglobin levels, and 7.5% experienced hyperglycemia. Additionally, 32.5% of respondents did not know their blood type. Educational sessions on hypertension, presbyopia, and sanitation were found to improve residents’ understanding of healthy lifestyles. This activity demonstrated that PKMD is effective in increasing health literacy and community awareness regarding non-communicable disease prevention
SOSIALISASI PEMERIKSAAN BACTERIAL VAGINOSIS DAN URINE LENGKAP PADA IBU PKK DI DESA SUMBERSONO MOJOKERTO
Women\u27s reproductive health, especially among those of reproductive age, is highly susceptible to disorders such as urinary tract infections (UTIs) and bacterial vaginosis (BV). A lack of understanding about risk factors, symptoms, and preventive measures has led to a high incidence of undetected infections. Therefore, education and early detection are crucial steps to reduce the risk of long-term complications. This activity aims to enhance the knowledge of PKK mothers regarding the dangers of UTI and BV, as well as the importance of early detection through health education and simple examinations. The activity was conducted in Sumbersari Village, Sumbersono Village, Mojokerto District, involving 19 female participants. The implementation methods included pre-test and post-test questionnaires, educational material delivery using LCD (Liquid Crystal Display) media, posters, and complete urine examinations and vaginal swabs (Bacterial Vaginosis/BV) with Gram staining. The results showed an increase in participants\u27 understanding post-education from 40-50% to 70-80%. Complete urine tests identified that 50% of participants had uric acid crystals, 30% had cloudy urine, and 10% were positive for BV based on the presence of clue cells. The conclusion of this activity indicates that structured education combined with laboratory examinations can enhance knowledge and awareness of the importance of reproductive health, thereby enabling early prevention through proper hygiene of reproductive organs and regular BV and UL examinations at the community level
PENGARUH SONIKATOR PROBE TERHADAP FORMULASI NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS KURKUMIN MENGGUNAKAN LIPID PADAT PRECIROL®: EFFECT OF PROBE SONICATOR ON CURCUMIN NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS USING PRECIROL® SOLID LIPIDS
Androgenetic Alopecia (AGA) merupakan jenis kebotakan yang sering terjadi pada pria dan wanita yang dipengaruhi oleh hormon dihidrotestosteron (DHT). Minoksidil dan finasterid merupakan terapi umum untuk pengobatan AGA. Namun, minoksidil dan finasterid dapat menyebabkan efek samping dermatologis seperti iritasi kulit, ruam, dan dermatitis kontak alergi maka diperlukan pengobatan alternatif untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan. Kurkumin dipilih karena efek antiandrogeniknya yang dapat menghambat steroid 5-alpha reductase sehingga dapat menurunkan hormon DHT yang berlebih dalam tubuh. Namun, kurkumin ini memiliki banyak keterbatasan diantaranya sukar larut dalam air, bioavailabilitas yang rendah, log P 2,56-3,29 dan mudah terdegradasi sehingga efektivitas pengobatan tidak optimal. Oleh sebab itu, diperlukan suatu sistem penghantaran obat yang tepat seperti Nanostructured Lipid Carriers (NLC) sehingga dapat meningkatkan efektivitas biologisnya. NLC merupakan generasi kedua nanocarrier lipid yang memiliki keunggulan dalam meningkatkan solubilitas, stabilitas, dan kapasitas pemuatan obat dibandingkan dengan Solid Lipid Nanoparticle (SLN). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan NLC kurkumin menggunakan Glyceryl palmitostearate, Capric triglyceride dengan 2 jenis surfaktan yang berbeda yaitu PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside. Metode penelitian yang digunakan untuk pembuatan NLC kurkumin ini yaitu high shear homogenization/sonicator probe yang dapat menghasilkan gelombang suara yang tinggi menyebabkan kavitasi sehingga ukuran partikel menjadi lebih kecil dan menciptakan gerakan turbulen yang dapat mempercepat proses pencampuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NLC kurkumin dengan menggunakan surfaktan PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside memiliki karakteristik yang sesuai dengan ukuran partikel <400 nm, potensial zeta > ±20 mV, efisiensi penjerapan >80%, dan morfologi sferis. Dengan demikian, diharapkan NLC kurkumin dapat meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas kurkumin untuk memaksimalkan efektivitas pengobatan AGA.Androgenetic Alopecia (AGA) merupakan jenis kebotakan yang sering terjadi pada pria dan wanita yang dipengaruhi oleh hormon dihidrotestosteron (DHT). Minoksidil dan finasterid merupakan terapi umum untuk pengobatan AGA. Namun, minoksidil dan finasterid dapat menyebabkan efek samping dermatologis seperti iritasi kulit, ruam, dan dermatitis kontak alergi maka diperlukan pengobatan alternatif untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan. Kurkumin dipilih karena efek antiandrogeniknya yang dapat menghambat steroid 5-alpha reductase sehingga dapat menurunkan hormon DHT yang berlebih dalam tubuh. Namun, kurkumin ini memiliki banyak keterbatasan diantaranya sukar larut dalam air, bioavailabilitas yang rendah, log P 2,56-3,29 dan mudah terdegradasi sehingga efektivitas pengobatan tidak optimal. Oleh sebab itu, diperlukan suatu sistem penghantaran obat yang tepat seperti Nanostructured Lipid Carriers (NLC) sehingga dapat meningkatkan efektivitas biologisnya. NLC merupakan generasi kedua nanocarrier lipid yang memiliki keunggulan dalam meningkatkan solubilitas, stabilitas, dan kapasitas pemuatan obat dibandingkan dengan Solid Lipid Nanoparticle (SLN). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan NLC kurkumin menggunakan Glyceryl palmitostearate, Capric triglyceride dengan 2 jenis surfaktan yang berbeda yaitu PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside. Metode penelitian yang digunakan untuk pembuatan NLC kurkumin ini yaitu high shear homogenization/sonicator probe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NLC kurkumin dengan menggunakan surfaktan PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside memiliki karakteristik yang sesuai dengan ukuran partikel <400 nm, potensial zeta > ±20 mV, efisiensi penjerapan >80%, dan morfologi sferis. Dengan demikian, diharapkan NLC kurkumin dapat meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas kurkumin untuk memaksimalkan efektivitas pengobatan AG
UJI IN-SILICO SENYAWA TURUNAN KURKUMINOID SEBAGAI INHIBITOR BRUTON TYROSINE KINASE PADA LEUKIMIA LIMFOSITIK KRONIS
Leukemia is a blood cancer that occurs due to abnormal blood cell growth, especially white blood cells in the bone marrow. Research shows that curcumin is proven to be effective in inhibiting the activity of the NF-κB transcription factor which is often involved in the proliferation of cancer cells. This study aims to determine the potential of natural curcuminoid compounds against specific blood cancers, namely chronic lymphocytic leukemia. Through in-silico testing of curcuminoid derivative compounds against the Bruton Tyrosine Kinase protein target which plays a role in the pathophysiological process of chronic lymphocytic leukemia. The results of docking the test ligand molecule on the Tyrosine-protein kinase BTK enzyme, the native ligand has the lowest binding energy value (ΔG) of -12.04 kcal/mol with an inhibition constant (KI) of 1.49 nM. As a comparison drug, imatinib showed ΔG -11.05 kcal/mol with a KI of 7.88 nM. Test ligands s02, s05, and s08. Ligand s02 showed a ΔG of -9.43 kcal/mol with a KI of 123.19 nM, while s05 had a ΔG of -9.09 kcal/mol with a KI of 218.10 nM. Meanwhile, s08 recorded a ΔG of -9.33 kcal/mol and a KI of 143.83 nM. Although the affinity values of the three test ligands were lower than those of the natural ligands, they had the potential to bind to the target enzyme. Based on the interaction analysis, it was seen that s05 had the potential for competitive inhibition, while s02 and s08 showed lower interaction stability compared to imatinib. This indicates that s05 has the greatest potential as a potential inhibitor of the BTK enzyme compared to other test ligands.Leukemia merupakan penyakit kanker darah yang terjadi akibat pertumbuhan abnormal dari sel darah terutama sel darah putih di dalam sumsum tulang. Studi menunjukan kurkumin telah terbukti efektif dalam menghambat aktivitas faktor transkripsi NF-κB yang sering terlibat dalam proliferasi sel kanker. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari senyawa bahan alam kurkuminoid terhadap penyakit kanker darah yang spesifik yaitu leukimia limfositik kronis. Melalui pengujian secara in-silico dari senyawa turunan kurkuminoid terhadap target protein Bruton Tyrosine Kinase yang memiliki peran dalam proses patofisiologi leukimia limfositik kronis. Hasil penambatan molekul ligan uji pada enzim Tyrosine-protein kinase BTK, native ligand memiliki nilai energi ikatan (ΔG) paling rendah yaitu -12,04 kcal/mol dengan konstanta inhibisi (KI) sebesar 1,49 nM. Sebagai obat pembanding, imatinib menunjukkan ΔG -11,05 kcal/mol dengan KI 7,88 nM. Ligan uji s02, s05, dan s08. Ligan s02 menunjukkan ΔG sebesar -9,43 kcal/mol dengan KI 123,19 nM, sedangkan s05 memiliki ΔG -9,09 kcal/mol dengan KI 218,10 nM. Sementara itu, s08 mencatat ΔG -9,33 kcal/mol dan KI 143,83 nM. Meskipun nilai afinitas ketiga ligan uji tersebut lebih rendah dibandingkan dengan ligan alami tetapi memiliki potensi dalam mengikat enzim target. Berdasarkan analisis interaksi ini, terlihat bahwa s05 memiliki potensi inhibisi yang kompetitif, sedangkan s02 dan s08 menunjukkan stabilitas interaksi yang lebih rendah dibandingkan imatinib. Hal ini memberikan indikasi bahwa s05 memiliki peluang terbesar sebagai inhibitor potensial untuk enzim BTK dibandingkan ligan uji lainnya
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET BERLEBIHAN TERHADAP KELAINAN REFRAKSI PADA REMAJA: LITERATURE REVIEW DENGAN ANALISIS BIBLIOMETRI
ABSTRAKPenggunaan gadget yang berlebihan pada remaja telah menjadi perhatian global karena hubungannya dengan peningkatan prevalensi kelainan refraksi, terutama miopia. Era digital dan pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19 memperburuk situasi ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap kelainan refraksi pada remaja melalui literature review sistematis dengan analisis bibliometri menggunakan VOSviewer. Literature review sistematis dilakukan dengan pencarian di database PubMed, Scopus, dan Web of Science untuk artikel yang diterbitkan 2020-2025. Analisis bibliometri menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi pola publikasi, kolaborasi penelitian, dan pemetaan topik penelitian. Dari 450 artikel yang ditemukan, 20 artikel memenuhi kriteria inklusi. Analisis bibliometri menunjukkan peningkatan publikasi sejak 2020, dengan China dan Amerika Serikat sebagai kontributor utama. Pemetaan kata kunci mengidentifikasi empat kluster utama: digital eye strain, myopia progression, COVID-19 impact, dan screen time. Meta-analisis menunjukkan odds ratio 1,30 (95% CI: 1,15-1,47) untuk risiko miopia dengan setiap jam tambahan penggunaan gadget per hari. Terdapat bukti kuat hubungan antara penggunaan gadget berlebihan dengan peningkatan risiko kelainan refraksi pada remaja. Diperlukan intervensi komprehensif melibatkan kebijakan digital wellness dan edukasi kesehatan mata.Kata Kunci : bibliometri, gadget, kelainan refraksi, miopia, remajaPenggunaan gadget yang berlebihan pada remaja telah menjadi perhatian global karena hubungannya dengan peningkatan prevalensi kelainan refraksi, terutama miopia. Era digital dan pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19 memperburuk situasi ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap kelainan refraksi pada remaja melalui literature review sistematis dengan analisis bibliometri menggunakan VOSviewer. Literature review sistematis dilakukan dengan pencarian di database PubMed, Scopus, dan Web of Science untuk artikel yang diterbitkan 2020-2025. Analisis bibliometri menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi pola publikasi, kolaborasi penelitian, dan pemetaan topik penelitian. Dari 450 artikel yang ditemukan, 20 artikel memenuhi kriteria inklusi. Analisis bibliometri menunjukkan peningkatan publikasi sejak 2020, dengan China dan Amerika Serikat sebagai kontributor utama. Pemetaan kata kunci mengidentifikasi empat kluster utama: digital eye strain, myopia progression, COVID-19 impact, dan screen time. Meta-analisis menunjukkan odds ratio 1,30 (95% CI: 1,15-1,47) untuk risiko miopia dengan setiap jam tambahan penggunaan gadget per hari. Terdapat bukti kuat hubungan antara penggunaan gadget berlebihan dengan peningkatan risiko kelainan refraksi pada remaja. Diperlukan intervensi komprehensif melibatkan kebijakan digital wellness dan edukasi kesehatan mata
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN BODY BUTTER EKSTRAK KULIT JERUK MANIS (Citrus x aurantium L) SEBAGAI PELEMBAB
ABSTRAKKulit jeruk manis mengandung senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk melembapkan kulit serta melindunginya dari kerusakan akibat radikal bebas, termasuk yang ditimbulkan oleh paparan sinar matahari. Kandungan antioksidan dalam kulit jeruk manis dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam kosmetik untuk perawatan tubuh, seperti body butter. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan formulasi sediaan body butter dari kulit jeruk manis sebagai pelembap. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari pembuatan ekstrak kulit jeruk manis, pembuatan basis dan pembuatan formulasi dengan konsentrasi ekstrak kulit jeruk manis 0,19%, 0,37% dan 0,56%. Ketiga formulasi ini diuji stabilitas fisiknya dengan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, iritasi dan kelembapan dengan alat skin analyzer. Data pengamatan uji kelembaban dianalisis secara statistik, hasil evaluasi sediaan body butter ekstrak kulit jeruk manis menunjukkan bahwa konsentrasi zat aktif 0,37% memberikan pengaruh terhadap kelembapan kulit berdasarkan hasil uji statistik.Kata Kunci : Pelembab, kulit jeruk manis, antioksidan, body butter, skin analyzerKulit jeruk manis menyimpan beragam manfaat, diantaranya yaitu sebagai antioksidan yang dapat melembabkan kulit, kandungan ini mampu mencegah dampak buruk penyebab kulit kering salah satunya radikal bebas dari paparan sinar matahari. Kandungan antioksidan dalam kulit jeruk manis dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam kosmetik untuk perawatan tubuh, seperti body butter. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan formulasi sediaan body butter dari kulit jeruk manis sebagai pelembab. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari pembuatan ekstrak kulit jeruk manis, pembuatan basis dan pembuatan formulasi dengan konsentrasi ekstrak kulit jeruk manis 0,19%, 0,37% dan 0,56%. Ketiga formulasi ini diuji stabilitas fisiknya dengan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, iritasi dan kelembaban dengan alat skin analyzer. Data pengamatan uji kelembaban dianalisi secara statistik, hasil evaluasi sediaan body butter ekstrak kulit jeruk manis menunjukkan bahwa konsentrasi zat aktif 0,37% memberikan pengaruh terhadap kelembaban kulit berdasarkan hasil uji statistik