E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
EDUKASI DETEKSI DINI KELAINAN DARAH SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN MAHASISWA DI ERA INDONESIA EMAS
Kesehatan darah merupakan aspek penting dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat dan produktif. Kurangnya kesadaran terhadap kelainan darah seperti anemia dan thalassemia masih menjadi masalah kesehatan di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang kelainan darah, gejala, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan hematologi secara rutin melalui metode penyuluhan dan pengisian kuesioner pre–post test. Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan melibatkan 115 responden mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 2,83 (kategori cukup) menjadi 3,05 (kategori baik), dengan peningkatan persentase pengetahuan sebesar 5,5%. Selain itu, proporsi kategori “baik” meningkat dari 26,7% menjadi 52,9%, sedangkan kategori “kurang” menurun dari 31,1% menjadi 10%. Hasil ini membuktikan bahwa penyuluhan interaktif efektif meningkatkan literasi kesehatan hematologi mahasiswa dan menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini kelainan darah. Program ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan mahasiswa sebagai agen promosi kesehatan dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045
PENERAPAN TEKNIK BUTTERFLY HUG UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PURBARATU TASIKMALAYA: APPLICATION OF THE BUTTERFLY HUG TECHNIQUE TO OVERCOME ANXIETY IN HYPERTENSIVE PATIENTS AT THE PURBARATU TASIKMALAYA HEALTH CENTER
Hipertensi merupakan penyakit serius yang dikenal sebagai silent killer karena dampak yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis. Di Indonesia, presentase hipertensi di tahun 2018 mencapai 34% yang dimana hipertensi ini seringkali dipicu oleh stress dan cemas yang berlebihan. Kecemasan berlebihan dapat menjadi faktor risiko meningkatnya tekanan darah pada pasien hipertensi. Untuk meminimalisir terjadinya komplikasi pada penderita hipertensi yaitu dengan mengatasi kecemasannya menggunakan teknik butterfly hug. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menggambarkan karakteristik klien, menggambarkan tingkat kecemasan klien, dan menggambarkan penerapan teknik butterfly hug dalam mengatasi kecemasan. Teori yang mendasari penelitian ini diantaranya adalah konsep hipertensi, konsep kecemasan, dan konsep teknik butterfly hug. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan selama 5 hari pada dua klien, hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sebelum diberi terapi pada klien 1 dan klien 2 berada dalam tingkat kecemasan sedang. Setelah diberi terapi, tanda gejala klien 1 dan klien 2 mengalami penurunan menjadi tingkat kecemasan ringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari penerapan teknik butterfly hug terhadap penurunan tanda gejala kecemasan. Disarankan bagi pasien hipertensi dengan kecemasan dapat menerapkan teknik butterfly hug ini untuk membantu menurunkan tingkat kecemasannya.ABSTRACTHypertension is a serious disease known as the silent killer because of its important on physical and psychological health. In Indonesia, the percentage of hypertension in 2018 reached 34%, which is often triggered by excessive stress and anxiety. Anxiety is a mood disorder accompanied by unrealistic anxiety and excessive worry. Excessive anxiety can be a risk factor for increased blood pressure in hypertensive patients. To minimize the occurance of complications in hypertensive patients, namely by overcoming their anxiety using the butterfly hug technique used to calm feelings of relaxation. The purpose of this case study is to describe the characteristics of the client, describe the client’s anxiety level, and describe the application of the butterfly hug technique in overcoming anxiety. The theories underlying this study include the concepts of hypertension, anxiety, and the butterfly hug technique. This research method uses a qualitative design with a descriptive approach. The research was conducted for 5 days on two clients, the result showed that the level of anxiety before being given therapy in client 1 and client 2 was a moderate level of anxiety. After being given therapy, the symptoms of two clients decreased to a mild level of anxiety. The result showed that there was an effect of the application of the butterfly hug technique on reducing signs of anxiety symptoms. It is recommended that hypertensive patients with anxiety can apply this butterfly hug technique to help reduce their anxiety levels
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM SEHATI DI DUSUN KUDANG, DESA SUKARATU, KABUPATEN TASIKMALAYA
Stunting adalah isu gizi jangka panjang yang mempengaruhi perkembangan fisik, pertumbuhan mental, serta capaian produktivitas anak di masa yang akan datang. Melakukan langkah pencegahan sejak masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan adalah tindakan yang strategis untuk memutus siklus stunting. Kegiatan edukatif bernama “SEHATI (Selamatkan Hidup Anak dengan Tumbuh Ideal)” berlangsung pada 5 Agustus 2025 di Madrasah Diniyah Nurul Anwar, yang terletak di Dusun Kudang, Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, dengan fokus pada 21 peserta yang terdiri dari ibu-ibu hamil, ibu-ibu menyusui, serta kader posyandu. Metode yang digunakan dalam penyuluhan mencakup presentasi, pemutaran video edukasi, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dalam kategori “Baik” dari 66,7% menjadi 95,2%, penurunan dalam kategori “Cukup” dari 23,8% menjadi 4,8%, dan hilangnya kategori “Kurang” dari 9,5% menjadi 0%. Uji Wilcoxon Signed Ranks Test mengindikasikan adanya perubahan signifikan (p = 0,001) antara hasil pre-test dan post-test. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai upaya pencegahan stunting, sehingga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku menuju pola asuh dan pemenuhan gizi yang lebih baik.Kata Kunci: Stunting; Pencegahan; Edukasi; Gizi Ibu; Pengetahuan Masyarakat
EDUKASI DIGITALISASI LAYANAN KESEHATAN MELALUI APLIKASI MOBILE JKN DI PUSKESMAS SUKARATU
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai manfaat penggunaan aplikasi Mobile JKN dalam mendukung layanan kesehatan di Puskesmas Sukaratu. Kegiatan ini meliputi edukasi secara personal melalui pendampingan langsung dan distribusi leaflet berisi panduan penggunaan aplikasi Mobile JKN kepada 20 peserta yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien. Materi yang disampaikan meliputi langkah-langkah mengunduh aplikasi, melakukan pendaftaran, serta pemanfaatan fitur utama seperti pendaftaran rawat jalan online, informasi ketersediaan tempat tidur, riwayat pelayanan, dan layanan antrean online. Kendala teknis, seperti masalah jaringan internet dan literasi digital yang rendah, diatasi dengan bimbingan langsung oleh tim pengabdi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta sebesar 45%, di mana 9 dari 20 peserta berhasil mengunduh dan membuat akun Mobile JKN secara mandiri setelah kegiatan berlangsung. Kegiatan ini mendukung upaya transformasi digital dalam layanan kesehatan sekaligus memperkuat implementasi Program JKN menuju Universal Health Coverage
PEMERIKSAAN STATUS GIZI BALITA DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DI DESA BHA ULEE TUTU KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR
Masalah nutrisi pada anak-anak yang masih dalam tahap balita tetap menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan seperti Kabupaten Aceh Besar. Kekurangan nutrisi memiliki pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan fisik, sistem imun, dan perkembangan otak anak (Ismiati & Dkk, 2024). Berdasarkan pendataan yang dilakukan di Desa Bha Ulee Tutu, beberapa anak balita mengalami masalah gizi yang kurang dan gizi buruk. Masalah ini dipengaruhi oleh kurangnya variasi dalam pilihan makanan, rendahnya pemahaman mengenai gizi, serta keterbatasan finansial keluarga (Rahayu & Dkk, 2023). Karena itu, dilakukan penyuluhan mengenai gizi seimbang serta pemeriksaan keadaan gizi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan pola makan sehat (Mutaqin & Dkk, 2022)
EDUKASI BAHAYA SEKS BEBAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI REMAJA DI SMP N 3 MERAUKE
Pernikahan dini masih menjadi masalah sosial yang signifikan di Kabupaten Merauke, terutama di kalangan remaja usia sekolah. Salah satu penyebab utama adalah kurangnya pengetahuan mengenai bahaya seks bebas yang dapat memicu kehamilan tidak diinginkan dan pernikahan usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMP N 3 Merauke tentang bahaya seks bebas sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan desain pretest-posttest pada 60 siswa. Intervensi dilakukan pada tanggal 10 Februari 2025 melalui penyuluhan edukatif dan diskusi interaktif terkait dampak negatif seks bebas terhadap kesehatan dan sosial remaja. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan siswa setelah diberikan intervensi penyuluhan, dengan nilai rata-rata sebelum intervensi sebesar 46,5 dan meningkat menjadi 79,2 setelah intervensi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penyuluhan edukatif efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja tentang risiko seks bebas sehingga dapat menjadi langkah preventif yang penting dalam mengurangi kasus pernikahan dini di kalangan pelajar. Disarankan agar sekolah terus mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi dalam kurikulum dan bekerjasama dengan pihak terkait untuk memperkuat upaya pencegahan pernikahan dini
Peningkatan Literasi Konservasi Air Melalui Pelatihan Pemanenan Air Hujan Berbasis Rumah Tangga di Wilayah Perdesaan
Krisis air bersih masih menjadi permasalahan nyata di berbagai wilayah perdesaan, terutama akibat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dan terbatasnya alternatif sumber air. Salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah air hujan, yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai sumber air bersih rumah tangga apabila dikelola secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi konservasi air melalui pelatihan pemanenan air hujan berbasis rumah tangga di Desa Plosobuden, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta pelatihan teknis sederhana tentang sistem penampungan dan penyaringan air hujan. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan skala Likert untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 2,42 pada pre-test menjadi 3,62 pada post-test, yang mencerminkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat air hujan dalam konteks ekonomi, lingkungan, dan sosial. Selain itu, partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi dan simulasi menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk menerapkan teknologi sederhana pemanenan air hujan di lingkungan rumah masing-masing. Dampak lanjutan yang muncul adalah inisiatif gotong royong serta dukungan untuk program konservasi air berskala komunitas. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi konservasi air dan mendorong perubahan perilaku masyarakat perdesaan secara positif. Saran yang diajukan adalah perlunya pelatihan lanjutan, dukungan kebijakan lokal, dan replikasi kegiatan serupa di desa-desa lain dengan kondisi geografis dan sosial yang sebanding, sebagai bagian dari strategi ketahanan air berkelanjutan berbasis masyarakat
PERAN MIKROBIOTA USUS DALAM DIABETES TIPE 2: HUBUNGAN DENGAN DISBIOSIS
ABSTRAKMikrobiota usus merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari triliunan mikroorganisme yang berperan penting dalam pengaturan metabolisme, sistem imun, dan homeostasis tubuh. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa disbiosis mikrobiota dapat mempengaruhi perkembangan diabetes tipe 2 melalui berbagai mekanisme, termasuk peradangan sistemik, gangguan pengaturan glukosa, dan resistensi insulin. Artikel ini mengulas peran mikrobiota usus dalam patogenesis diabetes tipe 2, dengan fokus pada perubahan komposisi mikrobiota yang terjadi pada pasien diabetes. Peningkatan bakteri patogen dan penurunan bakteri penghasil butirat berkontribusi pada perkembangan penyakit diabetes tipe 2. Selain itu, intervensi berbasis mikrobiota, seperti penggunaan probiotik dan prebiotik, postbiotik, bakteriofag, FMT, intervensi diet, dan olahraga, menunjukkan potensi dalam memodulasi mikrobiota dan memperbaiki gangguan metabolik yang terkait dengan diabetes. Pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara mikrobiota usus dan diabetes tipe 2 dapat membuka peluang untuk pengembangan strategi terapeutik baru yang lebih efektif dalam pengelolaan penyakit ini.Kata Kunci : mikrobiota usus, diabetes tipe 2, disbiosisMikrobiota usus merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari triliunan mikroorganisme yang berperan penting dalam pengaturan metabolisme, sistem imun, dan homeostasis tubuh. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa disbiosis mikrobiota dapat mempengaruhi perkembangan diabetes tipe 2 melalui berbagai mekanisme, termasuk peradangan sistemik, gangguan pengaturan glukosa, dan resistensi insulin. Artikel ini mengulas peran mikrobiota usus dalam patogenesis diabetes tipe 2, dengan fokus pada perubahan komposisi mikrobiota yang terjadi pada pasien diabetes. Peningkatan bakteri patogen dan penurunan bakteri penghasil butirat berkontribusi pada perkembangan penyakit diabetes tipe 2. Selain itu, intervensi berbasis mikrobiota, seperti penggunaan probiotik dan prebiotic, postbiotik, bakteriofag, dan FMT, menunjukkan potensi dalam memodulasi mikrobiota dan memperbaiki gangguan metabolik yang terkait dengan diabetes. Pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara mikrobiota usus dan diabetes tipe 2 dapat membuka peluang untuk pengembangan strategi terapeutik baru yang lebih efektif dalam pengelolaan penyakit ini.
Kata Kunci : mikrobiota usus, diabetes tipe 2, disbiosi
A HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TANDA GEJALA POST TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA MASYARAKAT KORBAN BENCANA
ABSTRAK
Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang rentan terhadap bencana, salah satunya gempa bumi. Dampak dari bencana gempa bumi salah satunya post traumatic stress disorder. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tanda gejala post traumatic stress disorder pada masyarakat korban bencana gempa bumi. Metode penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh masyarakat Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur sebanyak 6.331 responden dengan sampel sebanyak 376 responden menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil uji validitas variabel dukungan sosial dan tanda gejala post traumatic stress disorder didapatkan seluruh item memiliki nilai p-value 0,000 dengan nilai r = 0,946 pada dukungan sosial dan r = 0,913 pada tanda gejala post traumatic stress disorder. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Somer’s d. Hasil analisis univariat didapat sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori mendukung sebanyak 298 orang (79,3%) dan menunjukkan tanda gejala post traumatic stress disorder yang rendah sebanyak 207 orang (55,1%). Terdapat hubungan dukungan sosial dengan tanda gejala post traumatic stress disorder dengan p-value 0,000. Simpulan, terdapat hubungan dukungan sosial dengan tanda gejala post traumatic stress disorder pada masyarakat korban bencana gempa bumi. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan untuk mencegah post traumatic stress disorder dengan melakukan trauma healing dan tindakan psikoterapi.
Kata Kunci : Bencana, Dukungan Sosial, Gempa Bumi, Masyarakat, PTSDABSTRAK
Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang rentan terhadap bencana, salah satunya gempa bumi. Dampak dari bencana gempa bumi salah satunya post traumatic stress disorder. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tanda gejala post traumatic stress disorder pada masyarakat korban bencana gempa bumi. Metode penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh masyarakat Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur sebanyak 6.331 responden dengan sampel sebanyak 376 responden menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil uji validitas variabel dukungan sosial dan tanda gejala post traumatic stress disorder didapatkan seluruh item memiliki nilai p-value 0,000 dengan nilai r = 0,946 pada dukungan sosial dan r = 0,913 pada tanda gejala post traumatic stress disorder. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Somer’s d. Hasil analisis univariat didapat sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori mendukung sebanyak 298 orang (79,3%) dan menunjukkan tanda gejala post traumatic stress disorder yang rendah sebanyak 207 orang (55,1%). Terdapat hubungan dukungan sosial dengan tanda gejala post traumatic stress disorder dengan p-value 0,000. Simpulan, terdapat hubungan dukungan sosial dengan tanda gejala post traumatic stress disorder pada masyarakat korban bencana gempa bumi. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan untuk mencegah post traumatic stress disorder dengan melakukan trauma healing dan tindakan psikoterapi
GAMBARAN KEBERADAAN DAN IDENTIFIKASI JENTIK NYAMUK Aedes sp DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi di Indonesia, termasuk di lingkungan sekolah. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan jentik nyamuk Aedes sp yang berkembang di tempat penampungan air (TPA) di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jentik nyamuk, menghitung tingkat kepadatannya melalui HI, CI, BI, dan DF, serta mengetahui nilai Angka Bebas Jentik (ABJ) di sekolah dasar negeri wilayah Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif metode visual di 17 sekolah dasar. Hasil menunjukkan bahwa 15 sekolah (88,24%) ditemukan positif jentik dan 2 sekolah (11,76%) negatif. Dari total 341 TPA yang diperiksa, sebanyak 37 TPA dinyatakan positif. Nilai HI sebesar 88,23%, CI 10,85%, BI 217,64%, ABJ 11,76%, dan DF sebesar 7,3 maka keberadaan jentik nyamuk menunjukkan tingkat kepadatan tinggi. Jenis jentik yang ditemukan meliputi Aedes aegypti sebanyak 287 ekor (81,30%), Aedes albopictus sebanyak 46 ekor (13,03%), dan Culex sp sebanyak 20 ekor (5,66%). TPA yang paling banyak ditemukan dalam kondisi positif yaitu ember WC dan dispenser