E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN NAIK KELAS USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH ERA TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI OPTIMALISASI BRANDING DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Transformasi digital telah membawa perubahan besar terhadap sistem ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berperan penting dalam menopang perekonomian lokal. Namun, sebagian besar pelaku usaha di daerah semi-perkotaan seperti Tasikmalaya masih mengalami kesulitan dalam mengadaptasi teknologi digital, terutama dalam aspek pemasaran dan penguatan citra merek. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Bisnis Digital Universitas Bakti Tunas Husada ini bertujuan memperkuat daya saing UMKM melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT dan Gemini, sebagai alat bantu branding dan produksi konten promosi. Kegiatan ini melibatkan 25 pelaku UMKM dari Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Pelatihan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan mengombinasikan sesi teori, praktik, dan pendampingan individu. Evaluasi pretest dan post-test digunakan untuk menilai peningkatan pemahaman peserta terhadap literasi digital dan strategi branding. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta (rata-rata nilai pre-test 41,6 dan post test 83,2; p < 0,001). Sebagian besar peserta menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan mereka membuat konten promosi menggunakan teknologi modern. Program ini menjadi model edukasi baru dalam membangun kemandirian digital dan inovasi merek bagi pelaku UMKM di era transformasi ekonomi
ANALISIS QUALITY CONTROL HEMATOLOGY ANALYZER DI LABORATORIUM HEMATOLOGI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA: ANALYSIS OF QUALITY CONTROL OF HEMATOLOGY ANALYZER IN THE HEMATOLOGY LABORATORY OF BAKTI TUNAS HUSADA UNIVERSITY
Quality Control pada alat Hematologi penting dilakukan, mengingat perlunya menganalisis keakuratan, kebenaran dan evaluasi berdasarkan aturan Westgard untuk menentukan penyimpangan pengukuran pada alat. Penelitian ini bertujuan memastikan bahwa hasil pemeriksaan hematology alat hematology analyzer memenuhi standar aturan Westgard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan darah kontrol yang diperiksa selama 1 bulan dalam alat hematology analyzer di laboratorium hematology Universitas Bakti Tunas Husada. Hasil penelitian didapatkan terhadap pemeriksaan Jumlah Leukosit, Jumlah Eritrosit, HGB, HCT dan Jumlah Trombosit, hasil analisis menunjukkan rerata nilai Jumlah leukosit 7.616 sel/ul dengan nilai target 8.100 sel/ul, Standar Deviasi 2.8 Koefisien Variasi 3.72%, nilai rerata Jumlah Eritrosit 4.65 jt sel/ul dengan nilai target 4.58 juta sel/ul, Standar Deviasi 1.7 Koefisien Variasi 3.70%, nilai rerata Hemoglobin 13.5 g/dl dengan nilai target 13.7 g/dl, Standar Deviasi 0.3 Koefisien Variasi 2.70, nilai Hematokrit 39.3 % dengan nilai target 41.8% Standar Deviasi 0.5 Koefisien Variasi 1.27% dan nilai Jumlah Trombosit 242.000 sel/ul dengan nilai target 301.000 sel/ul Standar Deviasi 29.8 Koefisien Variasi 12.3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pengawasan pemeriksaan Quality Control di Laboratorium Hematologi di Universitas Bakti Tunas Husada didapatkan hasil yang baik. Diharapkan kualitas hasil pemeriksaan Quality Control dapat tetap terjaga.Quality Control pada alat Hematologi penting dilakukan, mengingat perlunya menganalisis keakuratan, kebenaran dan evaluasi berdasarkan aturan Westgard untuk menentukan penyimpangan pengukuran pada alat. Penelitian ini bertujuan memastikan bahwa hasil pemeriksaan hematology alat hematology analyzer memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan darah kontrol yang di periksa selama 1 bulan dalam alat hematology analyzer di laboratorium hematology Universitas Bakti Tunas Husada. Hasil penelitian didapatkan terhadap pemeriksaan Jumlah Leukosit, Jumlah Eritrosit, HGB, HCT dan Jumlah Trombosit, hasil analisis menunjukkan rerata nilai Jumlah leukosit 7.616 sel/ul dengan nilai target 8.100 sel/ul, Standar Deviasi 2.8 Koefisien Variasi 3.72%, nilai rerata Jumlah Eritrosit 4.65 jt sel/ul dengan nilai target 4.58 juta sel/ul, Standar Deviasi 1.7 Koefisien Variasi 3.70%, nilai rerata Hemoglobin 13.5 g/dl dengan nilai target 13.7 g/dl, Standar Deviasi 0.3 Koefisien Variasi 2.70, nilai Hematokrit 39.3 % dengan nilai target 41.8% Standar Deviasi 0.5 Koefisien Variasi 1.27% dan nilai Jumlah Trombosit 242.000 sel/ul dengan nilai target 301.000 sel/ul Standar Deviasi 29.8 Koefisien Variasi 12.3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pengawasan pemeriksaan Quality Control di Laboratorium Hematologi di Universitas Bakti Tunas Husada didapatkan hasil yang baik. Diharapkan kualitas hasil pemeriksaan Quality Control dapat tetap terjaga
REVIEW ARTIKEL : PENGGUNAAN GEL ALOE VERA UNTUK LUKA DIABETES MELLITUS
ABSTRAKDiabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang terkait dengan sistem endokrin yang mengakibatkan kondisi hiperglikemik. Salah satu komplikasi DM yaitu dapat menyebabkan luka pada kaki. Lidah buaya (Aloe vera) memiliki efek terapeutik yang memiliki beberapa efek terapeutik, termasuk penyembuhan luka. Diperoleh bukti bahwa pemberian topikal lidah buaya efektif dalam penyembuhan luka yang bekerja dengan meningkatkan epitelisasi dan kandungan kolagen. Tanaman ini telah menjadi alternatif untuk mempercepat waktu penyembuhan luka. Tujuan dari ulasan ini adalah untuk menunjukkan efektivitas kemanjuran penggunaan gel lidah buaya dalam penyembuhan luka kulit. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Literatur yang relevan diidentifikasi melalui pencarian pada basis data ilmiah seperti Google Scholar, pubmed dan Science Direct, menggunakan kombinasi kata kunci seperti diabetes mellitus, lidah buaya, luka.Kata Kunci : Diabetes mellitus, penyembuhan luka, lidah buaya.ABSTRAK
Diabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang terkait dengan sistem endokrin yang mengakibatkan kondisi hiperglikemik. Salah satu komplikasi DM yaitu dapat menyebabkan luka pada kaki. Lidah buaya (Aloe vera) memiliki efek terapeutik yang memiliki beberapa efek terapeutik, termasuk penyembuhan luka. Diperoleh bukti bahwa pemberian topikal lidah buaya efektif dalam penyembuhan luka yang bekerja dengan meningkatkan epitelisasi dan kandungan kolagen. Tanaman ini telah menjadi alternatif untuk mempercepat waktu penyembuhan luka. Tujuan dari ulasan ini adalah untuk menunjukkan efektivitas kemanjuran penggunaan gel lidah buaya dalam penyembuhan luka kulit. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Literatur yang relevan diidentifikasi melalui pencarian pada basis data ilmiah seperti Google Scholar, pubmed dan Science Direct, menggunakan kombinasi kata kunci seperti diabetes mellitus, lidah buaya, luka.
Kata Kunci : Diabetes mellitus, penyembuhan luka, lidah buaya
EDUKASI INTERAKTIF MENGGUNAKAN PERMAINAN MONOPILI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU MEROKOK ANAK USIA SEKOLAH DI KABUPATEN KARAWANG
Merokok masih menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat global maupun nasional. Perilaku merokok saat ini mengalami pergeseran usia lebih muda bahkan cenderung anak-anak. Hal ini menjadi prihatin pada kondisi kesehatan anak usia sekolah yang sudah berperilaku merokok. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan edukasi bersifat interaktif dengan menggunakan permainan Monopoli dilaksanakan untuk sebagai upaya pencegahan perilaku merokok pada anak usia sekolah dasar sebagai dasar pencegahan primer di Kabupaten Karawang. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada Februari-Maret 2025. Kegiatan ini telah mendapat izin dari pemerintah setempat. Metode pengabdian Masyarakat yang digunakan dengan cara memberikan edukasi terhadap 40 anak usia sekolah dengan rentang usia 9-12 tahun di Kabupaten Karawang. Terdapat peningkatan skor pengetahuan baik yang sebelumnya 40%, setelah edukasi meningkat menjadi 85%. Hal ini menunjukan perubahan positif setelah diberikan edukasi interaktif menggunakan permainan monopoli sebagai Upaya pencegahan perilaku merokok anak usia sekolah dasar. Pada pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, sudah berupaya menghasilkan peningkatan pengetahuan anak usia sekolah dalam mengetahui bahaya merokok yang mendasari perilaku merokok anak
EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT UNTUK PENCEGAHAN GANGGUAN KARDIOVASKULER SEMASA MENSTRUASI PADA SISWI SMAN 1 MANONJAYA KAB. TASIKMALAYA
Proses menstruasi mengakibatkan perubahan fisiologis yang sementara memengaruhi aktivitas jantung dan tekanan darah, aspek ini sering diabaikan dalam evaluasi risiko kardiovaskular. Fokus kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kepada para siswi mengenai pentingnya gaya hidup sehat selama menstruasi guna mencegah gangguan kardiovaskular. Edukasi ini diperlukan karena kesehatan remaja selama menstruasi berkaitan dengan kesehatan jantung di masa depan. Metode penyuluhan digunakan dengan hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan siswi setelah kegiatan edukasi. Hasil menunjukkan perubahan positif dalam pemahaman siswa tentang pentingnya gaya hidup sehat. Edukasi melalui media Power Point, leaflet, dan video efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi. Program ini membantu siswa menerapkan gaya hidup sehat yang diharapkan berkelanjutan hingga dewasa.
 
STRATEGI PEMERIKSAAN KELAINAN REFRAKSI DAN EDUKASI KESEHATAN MATA DALAM PROGRAM DESA SEHAT MATA DI DUSUN MERTOSANAN KULON, KABUPATEN BANTUL
Program Desa Sehat Mata (DESAMA) merupakan inisiatif pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan mata di daerah pedesaan, khususnya Dusun Mertosanan Kulon, Kabupaten Bantul. Program ini bertujuan mengatasi berbagai kendala seperti terbatasnya akses layanan, kurangnya pengetahuan masyarakat, serta faktor ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional dengan melibatkan 49 peserta yang mengikuti pemeriksaan mata dan edukasi kesehatan mata. Program DESAMA terdiri dari tiga komponen utama yaitu pemeriksaan kelainan refraksi, edukasi kesehatan mata, dan pemberian kacamata gratis. Pemeriksaan meliputi deteksi miopia, hipermetropia, astigmatisme, dan presbiopia dengan menggunakan autorefraktor dan trial lens. Metode pelaksanaan mencakup pendaftaran peserta, pemeriksaan objektif dengan autorefraktor, pemeriksaan subjektif menggunakan trial lens, serta distribusi kacamata berdasarkan hasil pemeriksaan. Sebanyak 49 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan komposisi 71% perempuan dan 29% laki-laki. Sebagian besar peserta berusia di atas 50 tahun (47%), menunjukkan antusiasme tinggi dari kelompok lansia. Miopia ditemukan sebagai kelainan paling umum (23%), diikuti presbiopia (21%), serta kombinasi hipermetropia/presbiopia (21%) dan miopia/presbiopia (13%). Banyak peserta mengalami lebih dari satu jenis kelainan refraksi, menunjukkan perlunya penanganan yang lebih kompleks. Seluruh peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Kesimpulannya, program DESAMA berhasil meningkatkan kesadaran dan memberikan akses layanan kesehatan mata yang terjangkau. Model ini dapat direplikasi di wilayah pedesaan lain sebagai upaya menurunkan angka gangguan penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU NIFAS MELALUI EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK MENDUKUNG PROSES PEMULIHAN PASCA PERSALINAN
Masa pasca persalinan merupakan periode kritis yang membutuhkan dukungan nutrisi optimal untuk mendukung pemulihan pasca persalinan, produksi ASI, serta pencegahan komplikasi. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan pasca persalinan yang meliputi pemenuhan gizi seimbang hasilnya masih rendah, sehingga berpotensi menghambat proses pemulihan pada ibu nifas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasca persalinan melalui edukasi gizi seimbang di Ruang Melati Lantai 2A RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya. Metode pelaksanaan meliputi persiapan yaitu penyusunan materi dan media leaflet, pelaksanaan edukasi dengan metode ceramah dan diskusi interaktif menggunakan media leaflet, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 19 orang, baik dengan persalinan pervaginam maupun seksio sesarea. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 50,53 (pre-test) menjadi 81,58 (post-test) dengan selisih 31,05 poin. Uji statistik menggunakan metode paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,000) antara sebelum dan sesudah edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi gizi seimbang efektif meningkatkan pengetahuan pasca persalinan, sehingga berpotensi mempercepat pemulihan pascapersalinan, meningkatkan keberhasilan menyusui, dan mencegah masalah kesehatan ibu maupun bayi. Kegiatan ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi promotif dan preventif berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan
SOSIALISASI DAN WORKSHOP PEMBUATAN SNACK BAR DAUN KELOR SEBAGAI INOVASI GIZI LOKAL MASYARAKAT DUSUN CIAKAR
Masalah kekurangan gizi kronis masih menjadi tantangan di Dusun Ciakar, Kabupaten Tasikmalaya. Rendahnya literasi gizi serta kurangnya pemanfaatan pangan lokal bergizi, seperti daun kelor, menjadi penyebab utama. Masyarakat belum memahami manfaat daun kelor sebagai solusi pangan bergizi, sehingga konsumsi harian kurang bervariasi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan pengabdian melalui sosialisasi dan workshop pembuatan snack bar berbahan dasar daun kelor. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, termasuk ibu rumah tangga, pria, dan kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dengan rata-rata skor naik dari 36,23 menjadi 79,17. Pemahaman mengenai gizi daun kelor meningkat dari 40% menjadi 93,3%, dan kesadaran tentang izin edar serta kemasan naik menjadi 96,7%. Uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna (p < 0,001). Produk yang dihasilkan juga diterima dengan baik dari aspek warna, tekstur, dan kemasan, meskipun aroma perlu ditingkatkan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya pangan lokal dan mendorong inovasi sederhana dalam menciptakan makanan sehat, serta mendukung ketahanan pangan dan pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Kata Kunci: daun kelor, edukasi masyarakat, gizi lokal, pencegahan stunting, snack bar seha
PROGRAM EDUKASI PENGELOLAAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DUSUN BABAKAN HANJA BERSAMA RSU SYIFA MEDINA
Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi tantangan utama dalam sistem kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama akibat kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan penyakit kronis melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang dilaksanakan bersama RSU Syifa Medina. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Babakan Hanja, Tasikmalaya, dengan melibatkan edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis. Metode pelaksanaan meliputi penyebaran kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat, dan berat badan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 73 orang, dengan sebagian besar merupakan kelompok usia lanjut. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan, di mana peserta dengan nilai baik meningkat dari 35% pada pre-test menjadi lebih dari 80% pada post-test. Pemeriksaan kesehatan juga menemukan bahwa 58% peserta memiliki tekanan darah tinggi dan 35% memiliki kadar asam urat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi dan pemeriksaan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus mengidentifikasi risiko penyakit kronis di masyarakat. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam upaya
EDUKASI PERENCANAAN KARIER & PELATIHAN SOFT SKILL DI ERA 4.0 BAGI SISWA SMA NURUL FALAH & MA AL-IKHLAS
.Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh belum siapnya siswa kelas XI & XII SMA Nurul Falah dan MA Al Ikhlas untuk memasuki dunia kerja. Hasil observasi guru BK di dua sekolah yang berada di Desa Cidugaleun dan informasi dari perangkat desa setempat menunjukan bahwa mayoritas penduduknya memilih untuk merantau setelah lulus SMA. Anak muda Cidugaleun menganggap bahwa mencari pekerjaan di kota sangat mudah, namun tak sedikit yang kembali ke desanya karena bingung mencari pekerjaan hingga bingung menentukan jenjang kariernya. Atas dasar itulah maka kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi para siswa SMA mengenai pentingnya perencanaan karier. Disamping itu, siswa juga dijelaskan tentang cara persiapan menghadapi tantangan dunia kerja, dan mengembangkan keterampilan soft skill, seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu, kerja sama tim, dan adaptasi terhadap perubahan. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah siswa kelas X SMA Nurul Falah dan MA Al Ikhlas di Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta praktik perencanaan karier hingga pembuatan Road Map Career Planning. Hasil pembuatan road map tersebut yang kemudian dipaparkan oleh peserta dan didiskusikan di pertemuan kedua. Evaluasi terhadap 31 siswa secara umum menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai pemahaman diri, persiapan diri, pengenalan dunia kerja, dan perencanaan masa depan