E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TENTANG BUSINESS MODEL CANVAS DALAM ANALISIS BISNIS
Limited knowledge of business design frameworks poses a challenge for vocational high school (SMK) graduates who plan to start their own businesses. This study aims to enhance the understanding of pharmacy vocational students regarding the Business Model Canvas (BMC) as a business analysis tool. The activity involved 62 students as respondents and employed questionnaires to measure their level of knowledge before and after the intervention. The program began with the delivery of materials on the fundamental concepts of BMC, covering key components such as value propositions, customer segments, and key activities. Subsequently, the students engaged in discussions and practical exercises to develop BMCs based on case studies relevant to the pharmaceutical field. The results indicated that, prior to the program, most students had limited understanding of the elements within the BMC. After the explanation and practice sessions, students demonstrated improved comprehension in creating structured and applicable BMC designs. This activity is expected to serve as an initial step in equipping pharmacy vocational students with essential business planning skills to support their preparedness for entrepreneurship in a competitive era
PEMBERDAYAAN PETERNAK LEBAH KELULUT DI KECAMATAN KARANG INTAN DALAM DIVERSIFIKASI PRODUK MADU KELAKAI (Stenochlaena palustris)
Madu Kelulut adalah salah satu produk madu yang dihasilkan oleh Lebah tanpa sengat dan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk minuman berkhasiat antioksidan, akan tetapi kualitas madu yang dihasilkan dapat dipengaruhi wilayah geografis sumber nektar, serta kondisi lingkungan sarang. Peternak lebah Kelulut mayoritas hanya membiarkan lebahnya mencari sumber nektar sendiri tanpa sehingga sumber nektar yang dapat diperoleh oleh lebah sangat terbatas. Faktor cuaca terutama pada musing penghujan juga menyebabkan produksi madu menjadi menurun. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengembangkan pemanfaatan kelakai sebagai pakan tambahan lebah Kelulut. Kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan penyuluhan dalam memanfaatkan sumber daya alam kelakai dan pelatihan pembuatan sirup infusa daun dan akar Kelakai sebagai pakan tambahan lebah Kelulut terhadap peternak lebah dan masyarakat di Desa Padang Panjang yang berjumlah sebanyak 15 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengetahui dan memahami potensi dan pemanfaatan kelakai, dimana tingkat pengetahuan sebelum kegiatan sebesar 6,67%-46,67% meningkat setelah kegiatan menjadi 86,67%-100%. Kegiatan ini pada akhirnya meningkatkan keterampilan peternak lebah sehingga diperoleh produk diversifikasi madu Kelakai. Kesimpulannya bahwa penyuluhan dan pelatihan tentang diversifikasi produk madu Kelakai dapat menjadi alternatif dalam menjaga stabilitas ekonomi peternak lebah kelulut bahkan meningkatkan daya jual madu kelulut
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BUDIDAYA TOGA DI DUSUN BANTARHUNI
Pengelolaan limbah organik rumah tangga yang belum optimal serta penggunaan pupuk kimia yang terus meningkat menimbulkan dampak lingkungan dan menurunkan kualitas tanah. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Bantarhuni dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk organik cair serta membudidayakan tanaman obat keluarga melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui Pretest dan Posttest untuk menilai perubahan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memahami proses fermentasi, pembuatan pupuk organik cair, serta teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman obat. Peserta mampu menerapkan seluruh tahapan pelatihan secara mandiri dan menunjukkan kesiapan mempraktikkannya di lingkungan rumah. Program ini menyimpulkan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan dan kesehatan serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Disarankan agar kegiatan pelatihan dan pendampingan lanjutan terus dilaksanakan guna memperkuat keberlanjutan pemanfaatan pupuk organik cair dan pengembangan kawasan tanaman obat keluarga di masyarakat
GERAKAN MASYARAKAT PEDULI AIR BERSIH: PEMERIKSAAN KUALITAS AIR DENGAN METODE MEMBRAN FILTER DI KELURAHAN SUKARINDIK
Kualitas air merupakan faktor krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang mengandalkan air sumur dan air minum isi ulang sebagai sumber utama air bersih. Kontaminasi mikrobiologis dan kimia dalam air dapat berdampak buruk pada kesehatan, sehingga penting untuk melakukan pengujian secara berkala.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air sumur dan air minum isi ulang di Kelurahan Sukarindik, Kota Tasikmalaya, dengan menggunakan metode pengujian membran filter untuk mengidentifikasi potensi kontaminasi mikrobiologis dan menentukan apakah air tersebut memenuhi standar kualitas air minum.Pengujian dilakukan dengan mengambil sampel air dari beberapa sumur dan depot air minum isi ulang di Kelurahan Sukarindik. Metode membran filter digunakan untuk mendeteksi dan menghitung bakteri koliform sebagai indikator kontaminasi mikrobiologis. Hasil pengujian menunjukkan variasi kualitas air di antara sampel yang diuji. Sampel air minum isi ulang menunjukkan adanya kontaminasi mikrobiologis, sedangkan pada sampel air sumur tidak terdapat bakteri E. coli dan coliform. Parameter fisik dan kimia sebagian besar sampel berada dalam batas aman. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas air minum isi ulang di Kelurahan Sukarindik masih memerlukan perhatian khusus, terutama terkait dengan kontaminasi mikrobiologis. Disarankan untuk meningkatkan pengawasan dan pengelolaan kualitas air, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sumber air dan pemeliharaan fasilitas pengolahan air. Implementasi teknologi pengolahan air yang lebih efektif juga direkomendasikan untuk memastikan bahwa air yang dikonsumsi aman dan seha
PENYULUHAN TENTANG DIABETES PADA REMAJA “KENALI SEJAK DINI, CEGAH SEBELUM TERLAMBAT”
Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin maupun pada saat tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Diabetes mellitus ditandai dengan meningkatnya kadar gula di dalam darah melebihi nilai normal, dan hal ini dapat menimbulkan komplikasi yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada beberapa organ yang ada di dalam tubuh. Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menekan terjadinya peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus, diantaranya melalui pencegahan atau tindakan kuratif. Penyuluhan adalah salah satu bentuk upaya yang bisa dilakukan dalam rangka pencegahan meningkatnya kasus diabetes mellitus, karena salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit adalah kurangnya pengetahuan dari masyarakat mengenai pencegahan serta gejala yang timbul dari penyakit tersebut. Penyuluhan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya remaja agar mereka dapat mencegah terjadinya penyakit diabetes mellitus sedini mungkin. Metode penyuluhan dilakukan dengan cara presentasi menggunakan media powerpoint serta penayangan video edukasi mengenai definisi, gejala, cara diagnosis serta bagaimana cara melakukan pencegahan terjadinya diabetes mellitus. Sebelum serta setelah penyuluhan dilaksanakan, dilakukan pengisian kuesioner untuk melihat tingkat keberhasilan dari kegiatan tersebut. Hasil penyuluhan didapatkan penilaian post test yang meningkat pada seluruh responden. Dari hasil penyuluhan tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai penyakit diabetes melitus, dengan demikian diharapkan akan terjadi perubahan perilaku yang akan berpengaruh pada penurunan tingkat kejadian penyakit diabetes melitus
- PERBANDINGAN EFEKTIVITAS LANSOPRAZOLE DENGAN ESOMEPRAZOLE PADA TERAPI HELICOBACTER PYLORI DAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE : TINJAUAN LITERATUR: -
Helicobacter pylori (H. pylori) dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan dua kondisi gastrointestinal yang umum dan memerlukan penanganan yang efektif untuk mencegah komplikasi serius. Salah satu terapi utama yang digunakan adalah Proton Pump Inhibitors (PPI), seperti lansoprazole dan esomeprazole, yang berperan dalam eradikasi H. pylori serta pengelolaan GERD. Meskipun kedua obat ini memiliki mekanisme kerja yang serupa, efektivitas dan efisiensinya dapat bervariasi, sehingga perbandingan antara keduanya menjadi relevan dalam praktik klinis. Oleh karena itu, tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas lansoprazole dan esomeprazole berdasarkan berbagai studi terkini terkait eradikasi H. pylori dan pengobatan GERD. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa baik esomeprazole maupun lansoprazole terbukti efektif dalam terapi H. pylori dan GERD, namun esomeprazole menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam beberapa kondisi klinis tertentu serta lebih cost-effective dibandingkan lansoprazole.Helicobacter pylori (H. pylori) dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan dua kondisi gastrointestinal yang umum dan memerlukan penanganan yang efektif untuk mencegah komplikasi serius. Proton Pump Inhibitors (PPIs) seperti lansoprazole dan esomeprazole sering digunakan dalam terapi eradikasi H. pylori dan pengobatan GERD. Tujuan tinjauan ini adalah membandingkan efektivitas kedua obat tersebut berdasarkan berbagai studi terkini terkait eradikasi H. pylori dan pengelolaan GERD. Hasil menunjukkan bahwa esomeprazole maupun lansoprazole terbukti efektif dalam pengobatan H. pylori dan GERD dan esomeprazole menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam beberapa kondisi klinis tertentu serta lebih cost-effectiveness.
Kata Kunci: Lansoprazole, Esomeprazole, Helicobacter pylori, GERD, Proton Pump Inhibitors (PPIs)
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MYOPIA PADA PELAJAR SEKOLAH DASAR DI SDN 1 CIKALANG KOTA TASIKMALAYA 2024
ABSTRAK
Kasus rabun jauh (myopia) pada anak usia sekolah terus mengalami peningkatan secara global. Di kawasan Asia Tenggara, prevalensi myopia pada tahun 2022 tercatat sekitar 30% pada anak-anak dan mencapai 80–90% pada orang dewasa. Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 18,9 juta anak di bawah usia 15 tahun yang mengalami gangguan penglihatan akibat myopia. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berperan dalam kejadian myopia pada siswa SDN 1 Cikalang di Kota Tasikmalaya. Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, melibatkan 180 siswa kelas 4 dan 5, dan dilaksanakan selama bulan Februari 2024. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan Snellen Chart untuk pemeriksaan ketajaman penglihatan. Analisis data mencakup analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status myopia pada orang tua (p<0,001) dan kebiasaan membaca dengan pencahayaan redup (p<0,001) terhadap kejadian myopia pada anak. Sementara itu, variabel seperti usia (p=0,221), jenis kelamin (p=0,454), pengetahuan tentang myopia (p=0,731), pekerjaan orang tua (p=0,521), dan kebiasaan menonton televisi (p=0,240) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi terjadinya myopia adalah riwayat myopia pada orang tua, dengan nilai p<0,001 dan odds ratio sebesar 58,633 (CI 95%: 6,241 – 373,259). Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan edukasi mengenai kelainan refraksi myopia serta pelaksanaan skrining penglihatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko myopia pada anak-anak.
Kata Kunci : genetic, deteksi myopia, refraksiMyopia pada anak usia sekolah terus meningkat di seluruh dunia. Prevalensi myopia di Asia Tenggara pada tahun 2022 adalah 30% pada anak-anak dan 80-90% pada orang dewasa. Data di Indonesia diperkirakan hampir 18,9 juta anak di bawah 15 tahun mengalami gangguan ketajaman penglihatan dengan myopia. Beberapa faktor risiko yang dimiliki anak-anak sehingga dapat menderita gangguan refraksi myopia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis determinan yang berhubungan dengan kelainan refraksi myopia pada pelajar Sekolah Dasar di SDN 1 Cikalang Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross- sectional. Sebanyak 180 orang (siswa dan siswi kelas 4 dan 5) terlibat dalam penelitian, yang berlangsung selama Februari 2024. Instrumen penelitian mengunakan lembar kuesioner dan Snellen Chart. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji korelasi chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Ada hubungan antara status myopia orang tua (p<0,001), dan jarak membaca dengan pencahayaan redup (p<0,001) dengan myopia. Variabel usia (p=0,221), jenis kelamin (p=0,454), pengetahuan myopia (p=0,731), pekerjaan orang tua (p=0,521), dan kebiasaan menonton TV (p=0,240) tidak berhubungan dengan myopia. Variabel paling dominan yang berhubungan dengan myopia yaitu status myopia orang tua dengan nilai p<0,001 dan OR 58,633 (95% CI: 6,241 – 373,259). Diharapkan meningkatkan edukasi kelainan refraksi myopia melalui skrining yang berkelanjutan, khususnya dalam deteksi dini myopia anak.
Kata Kunci : refraksi, genetic, deteksi myopi
OLAHRAGA SEBAGAI SOLUSI KESEHATAN: MANFAAT DAN RISIKO BERDASARKAN TINJAUAN SISTEMATIS
ABSTRAKOlahraga dikenal luas sebagai salah satu cara terbaik untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin terbukti memperbaiki fungsi jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga keseimbangan metabolisme, serta mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Dalam konteks kesehatan masyarakat, olahraga memiliki peran penting dalam pencegahan penyakit kronis dan peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat dan risiko olahraga berdasarkan tinjauan sistematis terhadap 11 artikel ilmiah yang terpublikasi pada rentang tahun 2015 hingga 2025. Pemilihan artikel dilakukan melalui pencarian pada basis data PubMed, Scopus, Google Scholar, Cochrane, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ), serta diseleksi sesuai pedoman Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mendapatkan gambaran umum secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang (150–300 menit per minggu) sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, serta meningkatkan kognitif dan kesehatan mental. Sebaliknya, olahraga intensitas tinggi yang dilakukan secara berlebihan tanpa panduan profesional dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti cedera otot dan sendi, kelelahan kronis, hingga gangguan psikososial seperti kecemasan performa, burnout, dan kehilangan motivasi. Risiko ini juga meningkat pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang tidak melakukan pemulihan secara memadai setelah latihan intens. Temuan ini menegaskan pentingnya menyesuaikan intensitas latihan dengan kemampuan individu agar memperoleh manfaat optimal dan meminimalkan risiko.Kata kunci : kesehatan fisik, kesehatan mental, manfaat dan risiko, olahragaOlahraga dikenal luas sebagai salah satu cara terbaik untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu memperbaiki fungsi jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga keseimbangan metabolisme, serta mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Dalam konteks kesehatan masyarakat, olahraga menjadi bagian penting dari program pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup. Namun, olahraga yang dilakukan terlalu sering, terlalu berat, atau tanpa bimbingan dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti cedera otot dan sendi, stres oksidatif (kerusakan sel akibat radikal bebas), dan kelelahan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat dan risiko olahraga berdasarkan tinjauan sistematis terhadap 11 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025 dan diambil dari database PubMed, Scopus, Google Scholar, Cochrane, dan DOAJ. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mendapatkan gambaran umum secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang (150–300 menit per minggu) sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, serta meningkatkan kesehatan mental. Sebaliknya, olahraga intensitas tinggi yang dilakukan berlebihan tanpa panduan dapat menimbulkan berbagai masalah. Temuan ini menegaskan pentingnya melakukan olahraga secara teratur namun sesuai kemampuan masing-masing, serta perlunya edukasi dan dukungan kebijakan agar masyarakat bisa berolahraga dengan aman dan mendapatkan manfaat yang maksimal
EDUKASI GEMASTING MELALUI PEMANFAATAN INOVASI ECO-ENZYME LIMBAH KULIT PISANG BAGI KELOMPOK WANITA DI KEPUNDUHAN CIHANJUANG SINAGAR
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Di Kepunduhan Cihanjuang, Desa Sinagar, masih ditemukan kasus stunting dengan variasi status gizi dari normal hingga buruk. Program GEMASTING (Gerakan Masyarakat Sadar Stunting) melalui inovasi eco-enzyme dari limbah kulit pisang dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita dalam pencegahan stunting sekaligus pengelolaan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Agustus 2025 di Madrasah Darussalam Cihanjuang, melibatkan 25 peserta. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, workshop pembuatan eco-enzyme, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Analisis statistik dengan uji paired t-test menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata dari 78,00 menjadi 86,00 (p = 0,001). Hasil ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi partisipatif yang mengintegrasikan keterampilan praktis ramah lingkungan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting dan pengelolaan limbah rumah tangga. Program ini diharapkan mendorong perubahan perilaku berkelanjutan di tingkat keluarga dan komunitas dalam mendukung upaya penurunan prevalensi stunting
EDUKASI TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS KELAPA LIMA MERAUKE 2025
Edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan merupakan upaya penting untuk meningkatkan kewaspadaan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kelapa Lima Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi yang efektif untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan guna mengurangi risiko komplikasi. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas ibu hamil dengan desain pretest-posttest pada 40 ibu. Intervensi dilakukan pada tanggal 12 Mei 2025 melalui penyuluhan edukatif dan diskusi interaktif terkait tanda bahaya ibu kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan ibu hamil setelah diberikan intervensi penyuluhan, dengan nilai rata-rata sebelum intervensi sebesar 42,3 dan meningkat menjadi 67,5 setelah intervensi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi tentang tanda bahaya kehamilan efektif meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan ibu hamil, sehingga direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya preventif dalam menurunkan komplikasi kehamilan dan meningkatkan keselamatan ibu dan janin di Kabupaten Merauke