E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    UJI AFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia Calabura L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH (Mus Musculus) JANTAN

    Get PDF
    Many problems  caused by the use of synthetic chemical drugs, then look for other alternatives in treating diabetes is by using materials from nature. Research on some natural ingredients showed that ethanol extract of kersen leaf (Muntingia calabura L.) Contain flavonoids that allegedly have the effect of lowering blood glucose level. This study aims to determine the effect of ethanol extract of kersen leaf (Muntingia calabura L.) In lowering blood glucose level in male mice (Mus musculus). The antidiabetic effectiveness test was performed using 25 male mice divided into 5 groups: positive control group (glibenclamide), negative control group (Na CMC), ethanol extract group of cherry leaf (Muntingia calabura L.) 6 mg dose / 20 g bb mice, 9 mg/ 20 g bb mice, and 12 mg / 20 g bb mice. Blood glucose measurement at minute 0, 30, 60, 90, 120 was then analyzed using one way anova statistic test with 95% confidence level then continued with least significant different (LSD) test. The results showed that the most effective dose to decrease blood glucose level in male mice was ethanol extract of kersen leaf  (Muntingia calabura L.) Dose 12 mg / 20 g bb

    POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PASIEN HIPERTENSI POLIKLINIK RAWAT JALAN RSWK PURWOKERTO OKTOBER-DESEMBER 2022

    Get PDF
    Hipertensi tercatat menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis dengan presentase sekitar 6,8% dari total kasus kematian di Indonesia. Kabupaten Banyumas berada di Provinsi Jawa Tengah yang tercatat memiliki persentase penderita hipertensi yang cukup tinggi. Penggunaan obat antihipertensi harus memperhatikan pola penggunaan obat yang baik sesuai dengan standar. Rumah sakit sudah seharusnya menggunakan obat antihipertensi yang sesuai dengan standar, sehingga tidak terjadi kesalahan berupa ketidaktepatan penggunaan obat pada rumah sakit yang dapat menyebabkan kerugian bagi pengguna layanan kesehatan di Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Poliklinik Rawat Jalan RSTK. III. Wijayakusuma Purwokerto Periode Oktober-Desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data retrospektif pada pasien Hipertensi di Poliklinik Rawat Jalan. Sebanyak 81 sampel diambil dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak mengidap hipertensi yaitu sebanyak 51 pasien (62,96%) dibandingkan dengan laki-laki. Usia pasien yang menderita Hipertensi paling banyak adalah kelompok usia lebih dari 65 tahun sebanyak 36 pasien (44,45%), jenis obat antihipertensi yang paling banyak digunakan yaitu obat antihipertensi Amlodipin sebanyak 58 resep (31,18%) dan golongan obat yang paling banyak digunakan yaitu golongan Canal Calcium Blocker (CCB) sebanyak 62 resep (33,33%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut pola pengobatan hipertensi di RSTK. III. Wijayakusuma Purwokerto sudah sesuai dengan panduan pengobatan pada terapi Hipertensi

    SKRINING FITOKIMIA DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN FACIAL WASH GEL EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)

    Get PDF
    Facial wash is a type of cleanser that is useful as a facial cleanser so that it can remove oil and dirt from the face evenly. The facial wash is made in gel form because it is easy to use, easy to clean, does not contain oil, feels cool, dries quickly, and has a light gel fiber structure that helps clean facial skin. The active ingredient that can be used in this facial cleanser is soursop leaf extract because it contains alkaloids, saponins, flavonoids, and tannins which have an antibacterial function. The flavonoid compounds in soursop leaves which act as antioxidants have benefits for preventing premature aging. Antioxidants are substances that have the function of fighting free radicals and can provide protection to the body from attacks by various diseases. The material used as a gelling agent is carbopol. Carbopol has the advantage of being dispersed by water and having a low concentration (between 0.05- 2.00%) which provides sufficient gel viscosity compared to other materials. Research data was recorded for data analysis purposes. The data was processed using the SPSS application applying the one-way ANOVA method which aims to find the average of each data. The one-way ANOVA test provides results with a significance level of <0.05. Based on research results, shows that soursop leaves contain alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. The results of the physical evaluation show that formula I proves that facial wash gel is more feasible compared to formulas 2 and 3, and the results of physical testing on the soursop leaf extract facial wash gel formulation show that the pH test, homogeneity, spreadability, and foaming power are by the parameters which is determined. Keywords: Annona leaf, Catbopol, Facial Was

    STOP CYBERBULLYING DENGAN PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG CYBERBULLYING DAN DAMPAK PSIKOLOGIS PADA REMAJA

    No full text
    Universitas Bhakti Kencana bekerja sama dengan SMKN 1 dan SMAN 10 Kota Tasikmalaya untuk mengadakan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan dilakukan secara hybride yaitu offline dan online dengan sasaran siswa SMKN 1 dan SMAN 10 Kota Tasikmalaya. Pengabdian masyarakat ini berjujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait dengan cyberbullying dan dampak psikologis cyberbullying. Beberapa upaya dilakukan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai cyberbullying dan dampak psikologis cyberbullying pada remaja. Beberapa agenda dilakukan diantaranya promosi kesehatan melalui pemberian edukasi berupa penyuluhan mengenai cyberbullying dan dampak psikologis yang dapat ditimbulkan dari cyberbullying. Siswa diminta untuk mengisi quesiner pre test dan post test yang bertujuan untuk mengukur seberapa jauh pemahaman remaja akan materi yang diberikan. Hasil menunjukan pengabdian pada masyarakat yan dilakulan melalui edukasi dapat meningkatan pemahaman remaja terhadap cyberbullying dan dampak psikologis cyberbullying. cyberbullying, dampak psikologis, pemahaman, remaja 

    Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Clay Mask Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.)

    No full text
    Pendahuluan: Radikal bebas merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan kulit. Senyawa yang dapat menangkal radikal bebas yaitu antioksidan. Daun kelor (Moringa oleifera L.) memiliki aktivitas antioksidan yang berasal dari senyawa flavonoid yang dikandungnya.  Clay mask merupakan masker dengan berbahan dasar mineral tanah liat yaitu bentonit dan kaolin. Tujuan: mengetahui formula esktrak daun kelor yang stabil. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dimulai dengan penapisan fitokimia ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) kemudian dilakukan formulasi sediaan clay mask dan dilakukan evaluasi fisik sediaan clay mask. Hasil: Hasil uji organoleptik pada F1, F2 dan F3 clay mask ekstrak daun kelor tidak menunjukkan perubahan warna, bentuk dan aroma pada saat penyimpanan. Pada uji homogenitas semua konsentrasi homogen, uji pH menunjukkan semua sediaan masuk ke dalam persyaratan yaitu 5-8, uji daya lekat, daya sebar dan uji waktu kering semua sediaan memenuhi persyaratan yakni diantara 15-25 menit. Pada uji viskositas hanya F1 yang memenuhi persyaratan yaitu 199.800 mPas. Kesimpulan: ekstrak etanol daun kelor dapat diformulasikan dalam sediaan clay mask dengan konsentrasi terbaik adalah 1,5%

    Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Etanol Biji Ketumbar (Coriandrum sativum L,.) Terhadap Propionibacterium acnes

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan kulit yaitu jerawat yang banyak dihindari masyarakat baik perempuan maupun laki laki. Salah satu penyebab jerawat yaitu oleh bakteri Propionibacterium acnes. Pada biji ketumbar diketahui mengandung senyawa sebagai antibakteri seperti flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula sediaan krim tipe M/A dari ekstrak biji ketumbar yang berpotensi sebagai antibakteri Propionibacterium acnes. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian daya hambat aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Sediaan krim dibuat dengan tiga konsentrasi penambahan ekstrak biji ketumbar yaitu formula F1 (2,5%), F2 (5%) dan F3 (7,5%). Basis krim digunakan sebagai kontrol negatif dan serbuk clindamycin sebagai kontrol positif. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa krim ekstrak etanol 70% biji ketumbar memiliki Diameter Daya Hambat  terhadap bakteri Propionibacterium acnes yaitu pada ketiga konsentrasi. Krim Formulasi 1 (2,5%) memiliki Diameter Daya Hambat sebesar 12,08 ± 0,60 Formulasi 2 (5%) memiliki DDH sebesar 14,51 ± 0,54 Formulasi 3 (7,5%) memiliki Diameter Daya Hambat sebesar 17,33 ± 0,55. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa krim Formula 3 yang mengandung 7,5% ekstrak biji ketumbar adalah formula yang paling efektif terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan zona hambatan tertinggi 17,33 mm. Hasil Krim ekstrak etanol biji ketumbar memenuhi standar persyaratan sediaan fisik yaitu organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya lekat, daya sebar, dan uji iritasi. asil Krim ekstrak etanol biji ketumbar memenuhi standar persyaratan sediaan fisik yaitu organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya lekat, daya sebar dan uji iritasi

    Pengaruh Konsentrasi Pengemulsi Asam Stearat dan Trietanolamin terhadap Karakteristik Fisik Losion Antinyamuk Minyak Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L.)

    No full text
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit tropis yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) bila tidak ditangani dengan baik. Salah satu cara untuk mencegah DBD adalah dengan penggunaan losion antinyamuk. Alternatif bahan alam yang aman yang dapat digunakan sebagai antinyamuk adalah minyak atisiri akar wangi (Vetiveria zizanioides L.). Aktivitas antinyamuk dari bahan tersebut dapat dioptimalkan dalam sediaan losion. Emulgator merupakan bahan yang mempengaruhi stabilitas dari suatu losion. Kombinasi asam stearat dan TEA dapat menghasilkan sediaan losion yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam stearat dan TEA terhadap sifat fisik dan stabilitas losion antinyamuk minyak akar wangi. Formula losion dibuat dalam tipe minyak dalam air dengan konsentrasi asam stearat : TEA sebesar 5% : 1%, 10% : 2% dan 15% : 3%. Perbedaan konsentrasi tersebut mempengaruhi sifat fisik seperti daya lekat, daya sebar, pH, viskositas, uji sentrifugasi. Selain itu dilakukan uji stabilitas cycling test untuk mengetahui stabilitas masing-masing formula. Formula 3 dengan konsentrasi asam stearate 15% dan TEA 3% menghasilkan losion antinyamuk minyak akar wangi yang memenuhi spesifikasi sifat fisik, uji sentrifugasi dan cycling test

    Pembuatan Nanopartikel dan Karakterisasi Senyawa Kompleks 2,8‐Bis(2‐ Chlorobenzoyl)‐N4,N10‐Dimethyl‐1,7‐Dioxa‐5,11‐Dithia‐3,9‐Diaza‐6‐Platinaspiro [5.5] Undecane ‐ 4,10 ‐ Diamine - Platinum (II) Sebagai Aktivitas Antikanker Payudara

    No full text
    Senyawa kompleks 2,8‐Bis(2‐Chlorobenzoyl)‐N4,N10‐Dimethyl‐1,7‐Dioxa‐5,11‐Dithia‐3,9‐ Diaza‐6‐ Platinaspiro[5.5]Undecane‐4,10‐Diamine-Platinum(II) disintesis dari 1-2-chlorobenzoyl-thiourea dengan logam platinum, kendala dari senyawa yang terbentuk sebagai antikanker ini berhubungan dengan sifat lipofilisitasnya yang dilihat dari nilai Log P 6,82 dan nilai CaCO2 yang rendah di dalam saluran pencernaan, yang pada akhirnya mengakibatkan ketersediaan hayati yang minim. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kelarutan agar dapat menghantarkan obat secara tepat kedalam target dan memaksimalkan pemanfaatan senyawa kompleks sebagai antikanker. Senyawa kompleks 2,8‐Bis (2‐Chlorobenzoyl)‐N4 ,N10‐Dimethyl‐1,7‐Dioxa‐5,11 ‐Dithia‐3,9‐Diaza‐6‐Platinaspiro [5.5] Undecane‐4,10 ‐Diamine-Platinum(II) dilakukan uji karakteristik Spektrofotometri FTIR, Spektroskopi Massa dan %yield hasil sintesis sebesar 29,089%. Solusi yang digunakan untuk mengatasi masalah kelarutan senyawa kompleks adalah dengan mengembangkan nanoemulsi melalui teknik Self-nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Hasil pembuatan nanopartikel senyawa kompleks 2,8‐Bis (2‐Chlorobenzoyl)‐N4,N10‐Dimethyl ‐1,7‐Dioxa‐5,11‐Dithia‐3,9‐Diaza‐6‐ Platinaspiro [5.5] Undecane‐4,10‐ Diamine-Platinum(II) yang dikembangkan memiliki karakterisasi meliputi ukuran partikel 20 nm, indeks polidispersi kurang dari 0.5 dan zeta potensial lebih dari (-20) mV yang dapat distabilkan secara sterik oleh adanya surfaktan.

    Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Benalu Teh (Scurulla artropurpurea (BL.) Dans ) Dengan Uji Hedonik

    No full text
    Salah satu contoh tanaman yang sudah mulai dibentuk menjadi barang korektif adat adalah tanaman benalu teh. Teh benalu (Scurulla arttropurpurea (BL.) Dans) adalah sejenis tumbuhan yang hidup menyatu dengan tumbuhan lain. Tanaman teh benalu (Scurulla arttropurpurea (BL.) Dans) mengandung metabolit pilihan (flavonoid, saponin, alkaloid, glikosida, dan tanin) yang bermanfaat sebagai astringen dan agen pencegah kanker. Kadar tanin dan flavonoid yang tinggi dalam benalu teh dapat digunakan sebagai perawatan wajah, khususnya gel penutup kulit. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengetahui mana dari ketiga resep tersebut yang paling baik kesiapannya melalui penilaian susunan dan uji hedoik, serta untuk menentukan gerakan agen pencegah kanker dari benalu teh. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif, pemisahan benalu teh dilakukan dengan metode maserasi selama 3 hari dengan pelarut etanol 96%. Basis masker gel menggunakan PVA dan karbomer dengan konsentrasi ekstrak sebanyak 1%, 2% dan 3%. Evaluasi sediaan masker gel peel-off dilihat berdasarkan uji organoleptik, homogenitas, pH, waktu kering, daya sebar, dan uji daya lekat. Ekstraksi benalu teh kental yang diberikan ditentukan dengan menggunakan % rendemen yang menghasilkan rendemen sebesar 7,494%. Dilihat dari uji hedoniuk ( kesukaan ) didapatkan masker gel peel-off terbaik yaitu Formula 3 dengan konsentrat ekstrak sebesar 3%. Ekstrak benalu teh memiliki IC50 1,43 µg/ml, dan itu berarti bahwa benalu teh memiliki antioksidan  yang sangat tinggi, dan dan masker gel pel-off yang memiliki antioksidan tinggi yaitu formula 3 dengan IC50 senilai 23,5769 µg/ ml

    Pengaruh Penggunaan Gelatin Kaki Ayam Dan Gelatin Kaki Sapi Komersil Sebagai Pengikat Pada Formulasi Tablet Parasetamol

    No full text
    Pendahuluan: Gelatin merupakan biopolimer turunan protein kolagen yang diekstraksi dari kulit maupun tulang hewan. Gelatin kaki ayam dan kaki sapi  dapat dijadikan sebagai  sumber alternatif gelatin halal dengan kandungan protein kolagen  sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai pengikat  pada pembuatan sediaan farmasi. Tujuan: mengetahui pengaruh gelatin kaki ayam  dan gelatin sapi komersil sebagai pengikat  pada formulasi tablet parasetamol yang dibuat dengan metode granulasi basah.  Metode: Pembuatan gelatin kaki ayam dilakukan dengan metode asam menggunakan pelarut HCl 4% selanjutnya dilakukan karakterisasi. Pembuatan tablet parasetamol menggunakan gelatin kaki ayam dan gelatin komersil dilakukan dengan metode granulasi basah dengan variasi konsentrasi pengikat 1,5%, 3% dan 4,5%. Tahap selanjutnya dilakukan evaluasi granul meliputi pengukuran kandungan lembab, sifat alir, sudut diam, bobot jenis nyata, bobot jenis mampat dan indeks kompresibilitas;  evaluasi tablet meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, friksibilitas, friabilitas, waktu hancur dan uji disolusi Hasil :  gelatin kaki ayam diperoleh rendemen 5,06%,pH 4,8 dan viskositas 1,78 centipoise, kadar air 12%, dan kandungan koloni mikroba < 1x103  koloni/gram, kandungan timbal <0,001 mg/Kg. Hasil evaluasi granul dan tablet menunjukkan semua formula memenuhi syarat kecuali friabilitas pada formula 1 dan 2. Hasil uji disolusi tablet parasetamol diperoleh formula dengan pengikat gelatin kaki ayam menghasilkan profil disolusi  yang lebih cepat tetapi belum memenuhi syarat.  Kesimpulan:  Gelatin kaki ayam dan gelatin kaki sapi komersil dapat digunakan  sebagai pengikat pada pembuatan tablet parasetamol yang dibuat dengan metode granulasi basa

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇