E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
PENERAPAN TERAPI “SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE” UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH PUSKESMAS TAMANSARI TASIKMALAYA
Tuberkulosis Paru (TB) merupakan penyakit menular yang dapat menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan peradangan pada paru ditularkanoleh Mycobacterium tuberculosis melalui percikan air liur atau dahak. Penderita tuberkulosis harus menjalani pengobatan selama enam bulan, sehingga hal tersebut dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya kecemasan. Kecemasan merupakan suatu gangguan secara psikologis yang dialami seseorang yang disebabkan oleh ketakutan sesuatu yang mungkin terjadi. Terapi SEFT merupakan salah satu terapi nonfarmaologis yang dapat mengurangi kecemasan. Terapi SEFT merupakan suatu metode terapi yang mengintegrasikan psikologi energi, pemberdayaan spiritual, dan penyelarasan sistem energi tubuh. Hal ini dapat meningkatkan potensi diri atau individu misalnya berfikir positif, masalah fisik. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi spiritual freedom technique untuk menurunkan kecemasan pada penderita TB paru. Metode studi kasus ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada 7 orang responden dengan kasus yang sama yaitu tb paru yang mengalami kecemasan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa seluruh responden sebanyak 7 orang mengalami penurunan kecemasan setelah dilakukan terapi SEFT selama 5 hari. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terdapat penurunan kecemasan setelah dilakukan terapi SEFT, sehingga dapat diterapkan dalam proses penurunan kecemasan pada penderita TB paru yang mengalami kecemasan. Kata Kunci : Kecemasan, Terapi SEFT, Tuberkulosis Paru
PROFILE AND CLINICAL OUTCOMES OF DRUG THERAPY FOR SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS PATIENTS IN YOGYAKARTA HEALTH SERVICES
Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) adalah kelainan autoimun yang menyebabkan peradangan kronis. Penyebab SLE adalah jaringan sehat yang diserang oleh sistem imun tubuh. Gejala pada SLE bermacam-macam karena didasarkan pada organ yang diserang oleh autoantibodi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan dan hasil klinis pada pasien SLE. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif, dengan menggunakan data retrospektif dari rekam medis pasien SLE rawat jalan dan rawat inap di RS Panti Rapih Yogyakarta. Profil data pengobatan dan hasil klinis diterapkan secara deskriptif. Pasien SLE berjumlah 20 orang, 18 perempuan (90%) dan dua laki-laki (10%). Usia 20-59 tahun 19 pasien (95%), ≥ 60 tahun 1 pasien (5%). Penyakit penyertanya adalah gangguan ginjal sebanyak 10 pasien (50%) dan gangguan pernafasan sebanyak 8 pasien (40%). Terapi obat SLE yang diterima adalah kortikosteroid sebanyak 15 orang (75%), imunosupresan sebanyak 12 orang (60%), NSAID sebanyak 10 orang (50%), dan obat antimalaria sebanyak lima orang (25%). Pasien mengalami penurunan skala nyeri sebanyak tujuh orang (35%), gejala remisi dan keluhan 5 (25%), penurunan nyeri dan remisi 4 (20%), dan tidak ada hasil klinis 4 (20%). Berdasarkan usia, yang paling dominan adalah usia dewasa (20-59 tahun), dan perempuan paling banyak menderita SLE; penyakit penyerta terbanyak adalah gangguan ginjal, dan obat yang paling banyak diterima pasien SLE adalah kortikosteroid. Hasil pencapaian klinis adalah pengurangan rasa sakit dan remisi
TINGKAT PENGETAHUAN KARYAWAN INSTALASI FARMASI RSUD SAYANG CIANJUR TENTANG BEYOND USE DATE (BUD) OBAT
ABSTRAKMenggunakan obat yang salah dapat menjadi masalah bagi kesehatan tubuh. Obat yang salah merupakan obat yang tidak layak lagi digunakan baik dari stabilitasnya maupun dari fisiknya. Salah satu hal yang menjadi patokan apakah obat tersebut masih layak digunakan atau tidak adalah Expiration Date (ED) atau tanggal kadaluarsa yang merupakan batas waktu penggunaan obat setelah diproduksi oleh pabrik farmasi, sebelum kemasannya dibuka. Dalam dunia kefarmasian, ED obat setelah dibuka disebut Beyond Use Date (BUD). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengukur Paradigma Karyawan Instalasi Farmasi RSUD Sayang Cianjur tentang Beyond Use Date obat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan memberikan kuisoner online kepada responden untuk mengisinya. Kuesioner yang diberikan berisi 20 pertanyaan diantaranya 11 pertanyaan untuk pengetahuan BUD berdasarkan aspek kognitif dan 9 pertanyaan lainnya merupakan pengetahuan BUD berdasarkan aspek afektif. Diantara 20 pertanyaan itu terdapat pertanyaan berdasarkan bentuk sediaan. Hasilnya yang diperoleh bahwa berdasarkan aspek kognitif paradigma TTK dan Apoeker tentang BUD masuk dala kategori baik dengan persentase 82,9% dan berdasarkan aspek afektif paradigma TTK dan Apoteker tentang BUD juga masuk dalam kategori baik dngan persentase 89,3%. Untuk paradigma TTK dan Apoteker tentang BUD dalam aspek kognitif dan aspek efektif berdasarkan bentuk sediaan masuk dalam kategori baik dengan rata-rata persentase secara keseluruhan 84,5%. Dengan akumulasi hasil tersebut Paradigma TTK dan Apoteker tentang Beyond Use Date (BUD) obat masuk dalam kategori bai
Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Eksopolisakarida dari Mikroalga Chlorella pyrenoidosa dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl)
Mikroalga merupakan mikroorganisme autotrof yang hidup di perairan baik air laut maupun tawar dengan ukuran mikroskopis yang bisa mencapai hingga ratusan mikrometer. Chlorella merupakan salah satu jenis mikroalga yang memiliki kelimpahan senyawa bioaktif. Eksopolisakarida mikroalga merupakan polimer makromolekul biologis dari polisakarida yang disekresikan sebagai lendir di lingkungan sekitarnya. EPS mikroalga telah banyak dilaporkan memalui berbagai penelitian memiliki aktivitas biologis yang dapat dimanfaatkan, salah satunya yaitu adanya kandungan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang bisa menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif, sehingga bisa menghambat kerusakan sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta aktivitas antioksidan EPS Chlorella pyrenoidosa dengan metode DPPH. Tahapan penelitian yang dilakukan diantaranya, kultivasi mikroalga, isolasi EPS, karakterisasi EPS meliputi analisis gugus fungsi dan uji kandungan gula total, dan yang terakhir pengujian aktivitas antioksidan EPS dengan menggunakan metode DPPH. Hasil karakterisasi EPS Chlorella pyrenoidosa dengan spektrofotometri FTIR didapat gugus fungsi khas polisakarida diantaranya gugus O-H, C-H, C=O, CH2, dan C-O-C. Pengujian kandungan gula total EPS Chlorella pyrenoidosa didapat kadar gula sebesar 153,246 mg/L. EPS Chlorella pyrenoidosa terdeteksi memiliki aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan nilai IC50 301,222 ppm
Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Biji Limus (Mangifera Foetida Lour) Secara In Vivo Terhadap Kadar Mda Yang Terpapar Asap Rokok
Antioksidan merupakan salah satu senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas dan menghambat terjadinya oksidasi pada sel. Fraksi etil asetat kernel biji limus telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi etil asetat kernel biji buah limus (Mangifera Foetida Lour) terhadap kadar MDA tikus yang terpapar asap rokok serta mengetahui efektivitas kadar fraksi etil asetat kernel biji buah limus (Mangifera Foetida Lour) terhadap kadar MDA tikus yang terpapar asap rokok. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorik (true experimental laboratories) menggunakan hewan uji coba tikus wistar jantan sebagai subjek penelitian dengan metode post test only control group design yang bertujuan untuk mengetahui efek dari perlakuan yang dilakukan. Tikus wistar jantan sebanyak 30 ekor dikelompokan menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, dosis 1 (4,3 mg/200 g BB tikus) kelompok dosis 2 (8,6 mg/200 g BB tikus) dan kelompok dosis 3 (17,2 mg/200 g BB tikus). Sediaan fraksi etil asetat kernel biji buah limus diberikan secara oral sehari tiga kali selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian dosis 1 (4,3 mg/ 200 g BB tikus) fraksi etil asetat biji buah limus (Mangifera foetida Lour.) memiliki kadar MDA tikus paling kecil dan berbeda bermakna dengan kelompok kontrol negatif. Pemberian dosis 1 (4,3 mg/ 200 g BB tikus) fraksi etil asetat biji buah limus (Mangifera foetida Lour.) memiliki efektifitas lebih baik dibandingkan kelompok kontrol positif
Profil Penggunaan Obat Dan Manajemen Risiko Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hipertensi Di RSUD X
Prevalensi penyakit gagal ginjal kronik dengan hipertensi sangat tinggi di kota Tasikmalaya, obat yang digunakan yaitu golongan ACEI, ARBs, Beta Blokers, CCBs, dan Diuretik. Evaluasi penggunaan obat dengan menganalisis DRPs serta mengukur tingkat risiko. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan obat dan manajemen risiko. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan observasional deskriptif secara cross sectional, pengumpulan data dilakukan dengan cara pencatatan data dari rekam medik kemudian di evaluasi penggunaan obat serta manajemen risiko. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan obat yang paling banyak digunakan yaitu furosemide 74 (38%) dan amlodipine 56 (29%). Untuk tingkat keparahan interaksi obat yaitu level minor 21 (16,3%), moderate 105 (81,4%), major 3 (2,32%). Juga terdapat duplikasi obat antara penggunaan antihipertensi sebanyak 3 jenis obat dengan obat lain yaitu amlodipin – diltiazem sebanyak 1 (2%), kandesartan – amlodipin – ramipril sebanyak 1 (5,2%), aspirin – natrium diklofenak sebanyak 1 (50%), aspirin - meloksikam 1 (50%). Serta manajemen risiko pada interaksi obat yang paling banyak yaitu tingkat risiko rendah sebanyak 20 (35%), selain itu adapula duplikasi obat dengan tingkat risiko yaitu rendah sebanyak 2 (50%), tinggi sebanyak 2 (50%)
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Antibiotik Di Dusun Bandaran II Desa Bandaran Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan
Antibiotik yang digunakan secara luas dan rasional merupakan penyebab utama resistensi antibiotik. Terjadinya resistensi terhadap antibiotik disebabkan oleh (overprescribing), (underprescribing), dan pemberian antibiotik pada kondisi yang bukan merupakan indikasi suatu penyakit. Masih banyak masyarakat yang belum memahami indikasinya dan kurang memperhatikan efek samping antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik amoksisilin di Dusun Bandaran II, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian tingkat pengetahuan masyarakat terhadap antibiotik di Dusun Bandaran II diperoleh bahwa pengetahuan umum tentang antibiotik berada pada kategori cukup dengan nilai 56,7%. Sedangkan pengetahuan tentang cara penggunaan, waktu dan lama pemberian, cara penyimpanan, cara memperoleh dan efek samping penggunaan antibiotik berada pada kategori buruk dengan nilai persentase sebesar 50,7%, 43,3%, 42,62% dan 45,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan masyarakat terhadap antibiotik di Dusun Bandaran II masih kurang dengan nilai persentase rata-rata sebesar 47,76%.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI AUDIO MUROTTAL AL-QUR\u27AN TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI RUANGAN ICU: LITERATUR REVIEW
Introduction: Several non-pharmacological therapies are believed to affect the patient\u27s hemodynamics, but therapy based on the Koran has not been widely published. Murottal therapy is a type of music therapy that has a positive effect on listeners, where when someone listens to murottal therapy, it will provide stimulation to the eardrum, which will then be passed on through the auditory nerve to the auditory cortex in the brain so that there will be a decrease in cortisol which can cause a feeling of relaxation. And comfortable. Result: This study aims to determine the effect of murottal al-Qur\u27an audio relaxation therapy on the anxiety level of patients treated in the ICU to investigate studies that examine the effect of murottal al-Qur\u27an therapy on the hemodynamic status of patients in intensive care. This study traces papers from google scholar published from 2016 to 2021. Methods: the research used was the PRISMA checklist study to determine study selection and used the PICOS format with the sample. The population studied was patients treated in the ICU room. Discussion: Murottal is one of the music that positively influences listeners. Listening to verses of the Qur\u27an recited tartil and correctly will bring peace of mind. Conclusion: Al-Qu\u27an murottal therapy can reduce anxiety in patients treated in the ICU. Murottal Al-Qur\u27an therapy is one of the interventions nurses can implement to help reduce patient anxiety in the ICU
KEEFEKTIFAN PENGOBATAN DIABETES MELLITUS SECARA OBAT SINTESIS DAN BAHAN ALAM : LITERATURE REVIEW ARTIKEL
Diabetes adalah sekelompok penyakit metabolik kronis yang berhubungan dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Literatur riview artikel ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pengobatan diabetes mellitus secara obat sintesis yaitu metformin dengan obat herbal yaitu Daun Benalu Pada Kayu Jawa (Dendrophthoe petandra L.), Daun Pandan Wangi ( Pandanus amaryllifolius, Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius), Kayu Manis (Cinnamomum cassia) dan Brotowali (Tinospora crispa (L) Miers. Berdasarkan perbandingan tersebut diperoleh hasil yang signifikan mengingat penderita diabetes mellitus harus mengkonsumsi obat dalam jangka waktu yang lama, sehingga perlu dikombinasikan antara obat sintesis dengan obat herbal. Pemberian ekstrak kayu manis paling efektif dalam menurunkan glukosa darah karena dengan pemberian konsentrasi terendah dapat menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah
POTENSI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP Staphylococcus aureus
Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid yang berfungsi sebagai antibakteri. Ekstrak daun mengkudu telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus namun pengujiannya dalam bentuk sediaan krim belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk melihat aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dalam bentuk sediaan krim. Metode yang dipakai yaitu metode difusi sumuran. Bahan aktif yang dipakai adalah ekstrak etanol 96% daun mengkudu dengan variasi F0, F1 25%, F2 50% dan F3 75%. Hasil penelitian membuktikan bahwa daun mengkudu dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan sifat mutu yang baik. Hasil pengujian organoleptik krim berbentuk semisolid berwarna hijau dengan bau khas daun mengkudu,rasa pahit dan homogen. Krim mempunyai pH 6,1 – 6,6 yang aman bagi kulit, daya sebar memenuhi syarat (5-7 cm), ,viskositas memenuhi syarat (2000-50000 cPs) dan tipe krim M/A. Hasil pengujian aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa formula ke 3 menunjukkan aktivitas aktibakteri yang paling kuat dibanding formula lain dengan diameter daya hambat sebesar 3,73 mm. Dari hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak daun mengkudu memiliki aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus pada sediaan krim dengan sifat mutu fisik yang baik