E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
Studi In Silico Senyawa yang Terkandung dalam Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Sebagai Antikanker Payudara
Penyakit kanker payudara merupakan suatu pertumbuhan sel-sel payudara yang tidak terkontrol, sebagian besar terjadi pada epitel duktus dan lobulus payudara. Pengujian aktivitas dari tanaman kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai kandidat antikanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antikanker dari senyawa golongan xanton dalam kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai antikanker payudara serta untuk mengetahui toksisitas senyawa golongan xanton dalam kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan reseptor kanker payudara secara in silico. Virtual skrining dilakukan dengan menggunakan program PLANTS, kemudian dilakukan penambatan menggunakan AmberTools. Hasil molecular docking yang terkandung dalam kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) sebanyak 31 senyawa yang diujikan terhadap reseptor 1QKM, 1X7J, 6QGG. Dari 31 senyawa yang diuji didapatkan 3 senyawa terbaik yang memiliki niali binding affinity yang paling baik yaitu Toxyloxanthone A, 8-Deoxygartanin, dan Demethylcalabaxanthone. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketga senyawa tersebut lebih baik dan lebih stabil dari native ligand reseptor 1X7J, tetapi tidak lebih baik dari native ligand reseptor 1QKM, 6QGG. Jadi kesimpulannya senyawa yang terkandung dalam kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) ini diketahui memiliki aktivitas antikanker yang lebih baik dan stabil dari native ligand reseptor 1X7J. Namun belum cukup baik pada kedua reseptor lainnya. Sehingga belum bisa ditunjukkan sebagai antikanker payudara
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF POMEGRANATE RIND EXTRACTS (Punica granatum L.) FROM DIFFERENT EXTRACTION METHOD
Pomegranate (Punica granatum L.) is a fruit that has many properties and benefits, including the rind. However, so far people have only consumed the seeds and discarded the rind. Pomegranate peel is efficacious as an antioxidant that can counteract free radicals. This study aims to compare the antioxidant activity of pomegranate peel extract from two different extraction methods with the DPPH (1,1-diphenyl-2-pikrilhidrazyl) method. Pomegranate rind simplicia was extracted by hot method using the soxhlet method and cold method by maceration method. The solvent used is 70% ethanol. The extract obtained was then concentrated with a rotary vacuum evaporator and compared to its profile. From the maceration method, extracts were obtained with a yield of 33.4615%; water content 13.79%; and specific gravity of 0.8591 g/mL (5%). Meanwhile, from the sokhlet method, extracts were obtained with a yield of 32.8087%; water content of 13.50% and specific gravity of 0.8574 g/mL (5%). Examination by thin layer chromatography showed that both extracts contained gallic acid as the identity compound. The results of the phytochemical screening showed that both extracts contained alkaloids, monoterpenoids/sesquiterpenoids, flavonoids, tannins, and quinones. Meanwhile, saponin group compounds are only contained in macerated extracts. Antioxidant activity testing was carried out using the UV-Vis spectrophotometry method. The test results showed that the IC50Β values of macerated and sokhlet extracts were 12.51 and 10.91 ppm, respectively. These results indicate that both extracts are classified as very strong antioxidants
OPTIMASI DAN KARAKTERISASI NANOEMULSI BUAH MERAH PAPUA ( PANDANUS CONOIDEUS ) SEBAGAI PENINGKAT LIBIDO
Buah Merah mengandung vitamin E dalam jumlah yang tinggi yang bisa membantu meningkatkan produksi sperma, terutama bagi laki-laki yang produksi spermanya sedikit. Kombinasi antara vitamin E tinggi dan jumlah energi yang mencapai 360 kalori dalam Buah Merah ini yang bisa berperan sebagai afrodisiak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui formula sediaan sirup yang paling baik yang memenuhi karaktersirik nanoemulsi Buah Merah (Pandanus conoideus) yang dapat digunakan sebagai peningkat libido atau afrodisiak. Pada penelitian ini akan dibuat formulasi nanoemulsi Buah Merah untuk menghasilkan karakteristik fisik dan kimia yang baik. Dilakukan optimasi minyak bunga matahari:cremophor:propilenglikol (1:8:1) dengan penambahan masing-masing minyak buah merah yaitu 10 mg, 50 mg, 100 mg, 500 mg, 1 gram, 2 gram dan 3 gram. Untuk memudahkan aplikasi penggunaan nanoemulsi minyak Buah Merah maka dibuat dalam bentuk sediaan sirup dengan beberapa formula: F0,F1,F2,F3. Hasil Pembuatan sediaan nanoemulsi Buah Merah memiliki ukuran globul 19-35 nm (dengan kurva distribusi ukuran globul normal), nilai indeks polidispersitas kurang dari 1, dan potensial zeta lebih besar dari (-20) mV. Formula sirup yang paling baik yaitu pada F3 karena sirup yang dihasilkan yang paling mendekati rentang parameter nilai pH yang dipersyaratkan yaitu 6,3
POTENSI MEDICATION ERROR PADA PASIEN ISPA ANAK RAWAT JALAN DI RSD GUNUNG JATI CIREBON TAHUN 2021
Medication errors can occur in the treatment process that can actually be prevented. Errors in prescribing are common and the highest frequency of prescribing errors occurs in children. The purpose of this study was to determine the potential for medication errors in the prescribing phase in outpatient ARI pediatric patients at the Gunug Jati Hospital, Cirebon. This study uses a non-experimental (observational) descriptive analysis method. The data used is prescription data for pediatric patients with a diagnosis of acute respiratory infection at the Gunug Jati Cirebon Hospital in 2021. The number of samples that meet the inclusion criteria are 131 prescriptions. The potential for medication errors in the prescribing phase has met the legality principle based on the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 73 of 2016 and the determination of the Medication Error Index (NCC MERP). The results of the patient characteristics based on the highest age were 1-5 years, the highest sex was male. The total potential incidence of medication errors in the prescribing phase is 99.2% with a total of 130 prescriptions, the potential for medication errors in the prescribing phase in the administrative study is 96.9% with a total of 127 prescriptions, in the pharmaceutical study 12.2% with a total of 16 prescriptions and in clinical studies by 35.9% with a total of 47 prescriptions. The results of this study indicate that there is a potential incidence of medication errors in the prescribing phase of 99.2% with a total of 130 prescriptions for pediatric patients with a diagnosis of acute respiratory infection
PENDAMPINGAN PEMBUATAN CLINICAL PATHWAY DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA
Clinical pathways are used for quality and cost control in health services in hospitals. A clinical pathway is the main requirement for quality control and cost control, especially in cases that have the potential to spend large resources. Research shows that the application of clinical pathways can reduce the length of stay and hospital costs. The existence of clinical pathways in hospitals is sought to refer to the National Guidelines for Medical Services (PNPK). The existence of clinical pathways at dr. Soekardjo does not all meet these criteria. Community service activities are carried out referring to the lecturer roadmap that has been made. The purpose of the activity is to the availability of clinical pathway forms that can be used in hospitals as needed and the preparation of clinical pathways according to PNPK criteria. The method of activity is in the form of FGD and Assistance in making clinical pathways. The activity was carried out well and agreed on a form that refers to the standards of the Hospital Accreditation Committee. Mentoring activities involve all health workers as users, both doctors, nurses, pharmacists, nutritionists, and PMIK so that the results are expected to be by the needs of the hospital. The results of the activity are in the form of an agreement on the form used and the arrangement of 10 clinical pathways according to the needs of the hospital
Pengenalan Makanan Sehat sebagai Antisipasi Tingkat Keparahan Penderita Covid-19 dengan Komorbid Diabetes Melitus
Diabetes melitus atau sering disingkat dengan DM merupakan penyakit yang disebabkan oleg adanya gangguan metabolisme yang bersifat kronis, yang ditandai tingginya kadar gula darah. Gangguan metabolism yang dialami bisa berupa gangguan metabolisme karbohidrat, protein, atau lipid. Gangguan metabolism yang terjadi disebabkan oleh penurunan fungsi sel-sel beta Langerhans pada kelenjar pancreas sehingga kurang responsif. Pada penderita DM sangat dianjurkan untuk melakukan pengaturan pola makan yang baik agar kadar insulin di dalam darah stabil. Perlunya pengetahuan masyarakat tentang penyebab penyakit DM dan bagaimana mengatur pola makan untuk mencegah menderita penyakit DM sangat penting. PkM ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang makanan sehat sebagai antisipasi tingkat keparahan penderita Covid-19 dengan komorbid Diabetes Melitus. Metode yang digunakan adalah melakukan pemeriksaan Kesehatan pada masyarakat yang mengikuti kegiatan penyuluhan, ceramah, diskusi dan tanya jawab saat sesi penyuluhan, pemberian pretes dan postes sebagai evaluasi kegiatan. Pada kegiatan ceramah diberikan penyuluhan tentang makanan sehat yang aman bagi penderita DM dan upaya mengatur pola makan untuk mencegah terjadinya DM. Berdasarkan hasil PkM yang telah dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peningkatan pengetahuan masyarakat tentang makanan sehat yang aman sebagai antisipasi tingkat keparahan penderita Covid-19 dengan komorbid Diabetes Mellitus sebesar 95,12%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berhasil dilaksanakan pada masyarakat Desa Blimbing Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, khususnya ibu-ibu, sehingga memahami bagaimana memilih dan mengolah makanan sehat yang aman sebagai antisipasi tingkat keparahan penderita Covid-19 dengan komorbid Diabetes Melitu
Formulasi dan Evaluasi Nutrasetikal Gummy Candies dari Biji Pepaya
Diare merupakan penyakit yang sering terjadi pada saat bencana alam banjir. Bakteri Escherichia coli paling sering menyebabkan diare. Adanya kandungan flavonoid dalam biji pepaya berpotensi mengatasi bakteri penyebab diare. Nutrasetikal merupakan sediaan yang mengandung bahan fitokimia dari alam yang bermanfaat dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Salah satu contoh bentuk sediaan nutrasetikal adalah gummy candies yang memiliki warna, rasa, dan bentuk yang menarik. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui formulasi dan hasil evaluasi nutrasetikal gummy candies dengan bahan biji pepaya. Metode penelitian ini yaitu experimental laboratorium. Tiga formula gummy candies dikembangkan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak biji pepaya muda 5% (F1); 7,5% (F2) dan 10% (F3). Sediaan dievaluasi meliputi organoleptik, keseragaman bobot, kadar air, nilai pH, dan tingkat kesukaan sesuai SNI Kembang gula 3547.2-2008. Penelitian menunjukkan basis gummy candies yang optimal yaitu 40% gelatin, 40% sukrosa, 0,24% sukralosa, 0,1% kalium sorbat, perisa mocca 2 tetes, dan aquadest. Semua formula memenuhi syarat keseragaman bobot dengan koefisien variasi <5%, F1 sebesar 1,5817%, F2 sebesar 1,0717%, dan F3 sebesar 1,6586%. Kadar air gummy candies tidak memenuhi syarat, F1 memiliki kadar air terkecil sebesar 26,7%. Nilai pH ketiga formula memenuhi syarat yaitu direntang 5-7, F1 sebesar 5,0, F2 sebesar 5,1, dan F3 sebesar 5,3. Berdasarkan hasil evaluasi dan uji hedonik formula terbaik adalah formula 1 dilihat dari parameter rasa, aroma, dan warna. Dilihat dari tekstur responden lebih menyukai formula 3
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Lip tint Beras merah (Oryza nivara s.d.sharma & shastry) dengan Kombinasi Buah naga (Hylocereus costaricensis)
Saat ini banyak produk pewarna bibir yang beredar di pasaran mengandung bahan pewarna sintetis yang dapat berisiko menyebabkan kanker. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menciptakan dan mengevaluasi karakteristik fisik dari pewarna bibir yang mengandung pewarna alami dari buah naga yang dikombinasikan dengan ekstrak beras pewarna merah. Proses pembuatan sediaan pewarna bibir ini dengan maserasi beras merah selama tiga hari dengan etanol 96% dan asam klorida 1% dengan perbandingan 8:2. Selanjutnya, hasil filtrasi buah naga dipekatkan. Sediaan lip tint dibuat dalam tiga konsentrasi berbeda, yaitu 0,5%, 2%, dan 8%. Beberapa pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini, termasuk uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, stabilitas, daya sebar, iritasi, dan uj kesukaan. Hasil dari uji organoleptik menunjukkan bahwa pewarna bibir ini memiliki warna merah muda hingga merah tua, tekstur kental, dan aroma buah strawberry. Uji homogenitas menunjukkan bahwa sediaan pewarna bibir ini homogen secara keseluruhan. Uji daya sebar menunjukkan jarak sebar yang berkisar antara 5 hingga 7 cm. Hasil uji pH rata-rata adalah F1 (5,8), F2 (5,4), dan F3 (4,5). Hasil viskositas menunjukkan hasil yang baik, kecuali pada F1. Uji stabilitas menunjukkan bahwa pewarna bibir ini stabil. Tidak ada reaksi iritasi yang terdeteksi pada panel dalam uji iritasi. Berdasarkan uji kesukaan, formulasi warna lip tint yang paling populer adalah F3
Analisis Beban Kerja (Workload) Pada Program Imunisasi Rutin di Masa Pandemi COVID-19
Pendahuluan: Pandemi COVID-19 berdampak besar pada berbagai bidang kehidupan, termasuk kesehatan. Akibat dari penyebaran COVID-19 banyak masyarakat menolak melakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terutama puskesmas karena ketakutan dan kekhawatiran tertular covid-19. Hal ini menjadi faktor utama yang menyebabkan menurunnya layanan imunisasi rutin pada anak, yang berpengaruh terhadap beban kerja tenaga kesehatan. Beban kerja adalah proses atau aktivitas yang harus dilakukan oleh seorang pekerja dalam jangka waktu tertentu. Tujuan: mengetahui profil imunisasi rutin di Puskesmas Kabupaten Tasikmalaya dan beban kerja tenaga kesehatan pada saat sebelum dan selama pandemi COVID-19. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan studi kohort. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup. Hasil: Pada masa pandemi ini, beban kerja tenaga kesehatan sangat tinggi karena tugas sebagai vaksinator membutuhkan banyak waktu dan tenaga, selain melakukan tugas yangΒ utama. Kesimpulan: Analisis workload pada program imunisasi rutin di masa pandemi COVID-19 berdampak pada penambahan beban kerja, karena adanya perangkapan tugas atau double job, sementara waktu pelayanan dibatasi untuk meminimalisir adanya penyebaran COVID-19
Uji Aktivitas Anti Bakteri Penyebab Jerawat Sediaan Gel Facial Wash Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) terhadap Propionibacterium acnes
Jerawat merupakan masalah wajah yang hampir ditemui pada semua remaja. Jerawat dapat terjadi karena adanya bakteri yang menginfeksi seperti Propionibacterium acnes. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai anti bakteri yaitu bunga kecombrang. Bunga kecombrang mengandung senyawa polifenol, flavonoid, dan saponin yang dapat dijadikan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas anti bakteri dari sediaan gel facial wash ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) terhadap Propionibacterium acnes. Hasil penelitian karakteristik dari sediaan gel facial wash ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack)R.M.Sm.) berupa organoleptik, pH, kemampuan busa, daya sebar, homogenitas serta viskositas telah memenuhi persyaratan. Hasil uji aktivitas terhadap bakteri Propionibacterium acnes dari ekstrak etanol bunga kecombrangΒ (Etlingera elatiorΒ (Jack) R.M.Sm.) sebagai zat aktif memberikan aktivitas pada formula 1 dengan konsentrasi 10% memberikan daya hambat sebesar 16,49 mm.