E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    FORMULASI DEODORAN ROLL ON EKSTRAK METANOL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Staphylococus epidermidis

    Get PDF
    Buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) yang mempunyai kandungan senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran roll on. Deodoran roll on dibuat dengan konsentrasi ekstrak buah mahkota dewa yaitu 6,25%, 7,25%, dan 8,25%. Pembuatan deodoran roll on mempunyai prinsip yaitu dapat melarutkan komponen yang larut dalam air dan dapat larut dalam metanol. Parameter uji fisik pada sediaan deodoran roll on yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, sediaan kemasan, dan uji aktivitas Antibakteri pada sediaan. Hasil evaluasi daya hambat pada sediaan ekstrak buah mahkota dewa dianalisis secara statistik dengan metode ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi Ekstrak buah mahkota dewa pada sediaan maka semakin besar juga kemampuan menghambat bakteri. Daya hambat paling besar pada konsentrasi 8,25% yaitu pada F3 dengan karakteristik sebagai berikut: Homogenitas baik, berwarna coklat, Bau khas esktrak, pH kisaran 5,00-5,64, Viskositas berkisar antara 1746- 3325 cPs, memiliki sifat alir tiksotropik, dan diameter zona hambat yaitu 10,98 mm pada bakteri Staphylococcus aureus, Sedangkan Staphylococcus epidermidis yaitu 13,72 mm

    FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk) DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil)

    Get PDF
    One of the plants used as medicinal plants is Moringa (Moringa oleifera Lamk) which contains flavonoid compounds that are useful for antioxidants. The purpose of this study was to determine the stability of the lotion preparation of Moringa leaf ethanol extract and whether the preparation of Moringa leaf ethanol extract lotion had the potential as an antioxidant. Methods: Moringa leaf simplicia was extracted by maceration method using 70% ethanol as solvent. The extract was formulated in lotion preparations with concentrations of 0.8%, 1.6% and 2.4% then tested for stability using the cycling test method for 6 cycles with organoleptic testing parameters, pH, homogeneity, emulsion type, viscosity,, and flow properties. Antioxidant activity test with DPPH method using UV-Vis Spectrophotometry. Measurement of antioxidant activity was determined based on % inhibition and IC50 value. Results and Conclusions: Moringa leaf ethanol extract lotion with a concentration of 0.8%; 1.6%; and 2.4% had stability on organoleptic test results, homogeneity of pH test, spreadability, emulsion type, and stable flow properties in cycle 6 of all test samples, base, and positive control still had the same flow properties as cycle 0 which was unstable only viscosity. The lotion has the the potential as an antioxidant which is expressed in % inhibition and IC50 value. The results of the antioxidant activity test of the ethanol extract of Moringa leaf lotion with % inhibition values of formula I ranged from 23.89% - 25.25%, formula II 26.73% - 28.21%, formula III 35.26% - 36.63% and IC50 values 562.13 ppm, 491.58 ppm, and 357.86 ppm. Moringa leaf ethanol extract lotion with a concentration of 0.8%; 1.6% and 2.4% have weak antioxidant activity but still have weak antioxidant potential.Keywords: Moringa Leaf, Antioxidant, DPPH, Lotion, Cycling test.

    TINGKAT SEBARAN DAN PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 FARMASI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TERHADAP PENGGUNAAN VAKSIN UNTUK PENCEGAHAN COVID-19

    Get PDF
    Considering that 2019, the world has been shocked by the spread of COVID-19, which is causing a pandemic. COVID-19 pandemic has become a major global health problem, and vaccination is considered one of the most effective ways to control the spread of the virus. The purpose of this study is to assess the prevalence and level of knowledge about the use of vaccines in the prevention of COVID-19 among students of the pharmacy curriculum at Bakti Tunas Husada University. The research method was an online survey, where the respondents were Bachelor of Pharmacy students from Bakti Tunas Husada University. A questionnaire was designed to collect information on prevalence rates and their knowledge about the COVID-19 vaccine. The collected data is then analyzed statistically to get a comprehensive overview of the current situation. The results of the study showed that most pharmacy students in Bakti Tunas Husada University had sufficient information about the COVID-19 vaccine. They understand the benefits of vaccination in preventing COVID-19, the recommended doses and the recommended testing schedule. In addition, most of the respondents also knew  the side effects  after vaccination. However, this study also showed some interest in students\u27 knowledge about the COVID-19 vaccine. Some respondents remain concerned and question the safety and effectiveness of vaccines. In addition, inaccurate information  about the COVID-19 vaccination is spreading among students. The present study suggests the need for more intensive training and research for students in the pharmacy curriculum at Bakti Tunas Husada University. This can be done by providing accurate information from reliable sources and communicating clearly and easily. With better knowledge, students can actively participate in supporting the COVID-19 vaccination program and prevent the spread of the virus

    POTENSI ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KLAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack.) DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)

    Get PDF
    Daun kelapa sawit (Elaeis guineensis Jack.) mengandung senyawa flavonoid yang merupakan golongan terbesar dari senyawa fenol yang berkhasiat sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari pengaruh buruk yang dapat menyebabkan kerusakan kulit yang diakibatkan oleh radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kelapa sawit terhadap potensi antioksidan pada sediaan krim ekstrak etanol daun kelapa sawit tipe m/a. Daun kelapa sawit diesktraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% menghasilkan ekstrak kental. Ekstrak etanol daun kelapa sawit dibuat dalam bentuk sediaan krim dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kelapa sawit yaitu FI (0,5%), FII (1%), dan FIII (1,5%). Sediaan krim dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan menghitung nilai IC50 dan AAI. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 dan AAI yang diperoleh pada krim FI, FII, dan FIII berturut-turut yaitu 143,690 ppm dan 1,253; 115,754 ppm dan 1,555; dan 97,317 ppm dan 1,850. Formula krim terbaik yang memiliki potensi antioksidan yang kuat yaitu formula 3 dengan konsentrasi ekstrak etanol daun kelapa sawit sebesar 1,5%

    PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SERTA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA NANGTANG KECAMATAN CIGALONTANG

    No full text
    Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a form of effort to provide lessons in the form of experience to each individual, family member, and the general public. The majority of the Nangtang Village community in stilt houses do not have private latrines, so they are accustomed to using public latrines made of bamboo (latrine) while poor sanitation and hygiene levels can increase the risk of stunting in children by 3 times. The purpose of this community service activity is to improve the Nangtang Village community regarding PHBS and stunting prevention. The community service method used is lectures and giving questionnaires in the form of pre-test and post-test. The result of the activity is the influence on the understanding of the material received based on age and level of educatio

    MENGUBAH SAMPAH MENJADI PRODAK YANG BERMANFAAT DALAM MENGHADAPI KONDISI RESESI GLOBAL

    No full text
    Ekonomi global mengalami goncangan yang cukup besar di prediksi resesi akan terjadi di tahun 2023. kemiskinan terancam meningkat, daya beli masysrakat mengalami penurunan. Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pemenuhan pangan adalah hak asasi setiap rakyat Indonesia. Negara berkewajiban menjamin terwujudnya ketahanan pangan Sampah di desa cibiru hilir ini masih belum terkelolah samapah organik ini akan dimanfaatkan sebagai media tanam , ekoenzim yang akan digunakan sebagai produk bermanfaat. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat atau mitra pengabdian : Membantu untuk menggugah masyarat untuk memahami pentingnya penanganan sampah pada hulunya yaitu rumah tangga, Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam memanfaatkan sampah untuk menekan timbulan sampah di bank sampah ,Mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman ,Mengajak masyarakat untuk mengubahnya menjadi produk bermanfaat .Kata kunci : Sampah, prodak bermanfaa

    Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Biji Hijau Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Gayo Berbasis Carboxymethyl Cellulose Sodium

    No full text
    Biji hijau kopi (green coffee) Aceh Gayo merupakan biji kopi yang diolah tanpa melalui roasting. Kandungan kadar antioksidan ekstrak biji hijau lebih tinggi dibandingkan dengan biji yang telah melalui proses roasting. Kopi arabika mengandung senyawa antioksidan fenolik diantaranya kandungan asam fenolik yang tinggi yang bersifat sebagai antiaging. Gel memeliki kelebihan diantaranya penampilan gel yang menarik bening transparan, pada saat dioles pada kulit tidak perlu penekanan dan kemudahan dalam penggunaan. Salah satu komponen utama pembentuk sediaan gel adalah Carboxymethyl Cellulose Sodium (CMC-Na) sebagai basis gel. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi sediaan gel gel ekstrak biji hijau kopi arabika (Coffea arabica L.) yang tepat sehingga dihasilkan sediaan gel yang efektif dan stabil dalam penggunaanya. Pada penelitian ini menggunakan 3 formula dengan variasi basis CMC-Na sebesar 3%, 4% dan 5% kemudian dilakukan penapisan fitokimia dan pengujian sifat fisika. Hasil penelitian menunjukan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, terpenoid. Ketiga sediaan menghasilkan warna cokelat, aroma khas kopi, tekstur lembut, homogen, bentuk sediaan gel dengan pH 6,15 - 6,40, viskositas 7300 - 41500 cPas dan stabil. Formula F1 merupakan formula terbaik berdasarkan uji stabilitas fisik dan memiliki stabilitas yang bai

    Pengaruh Ekstrak Etanol Benalu Kopi (Loranthus ferrugineus Jack) Terhadap Organ Hati Tikus Yang Diinduksi Parasetamol

    No full text
    Benalu kopi (Loranthus ferrugineus Jack) adalah tumbuhan parasite  pada tanaman  kopi. Namun, parasite yang ditemukan dalam kopi  memiliki komponen flavonoid aktif antioksidan. Molekul flavonoid dapat melindungi sel hati dari bahaya yang disebabkan oleh obat hepatotoksik seperti parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol benalu kopi terhadap organ hati pada tikus yang di induksi parasetamol. Benalu kopi diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Tikus dikelompokan menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal (Na CMC 0,5%), kontrol negatif (parasetamol 200 mg/200g BB), kontrol positif (curliv-plus 65,5 mg/200g BB), dosis uji diberi sediaan eksrak etanol benalu kopi dengan dosis uji 1 (28 mg/200g BB), dosis uji 2 (56 mg/200g BB), dosis uji 3 (112 mg/200g BB). Pada hari 1 sampai 7, ekstrak etanol benalu kopi dan curliv plus diberikan satu jam sebelum parasetamol. organ hai diambil pada  hari ke 8 untuk pemeriksaan histopatologi. Berdasarkan hasil penelitian pemberian uji dosis 2 ekstrak etanol benalu kopi menyebabkan perbaikan sel hati dengan sel hepatosit normal lebih besar yaitu 89,2 % dibanding kelompok lain. Akibatnya sel hati terlindungi dari induksi parasetamol ketika ekstrak etanol diberikan

    Uji Aktivitas Hepatoprotektor Ekstrak Batang Ashitaba (Angelica keiskei) Terhadap Tikus Jantan Putih Galur Wistar Yang Di Induksi Parasetamol

    No full text
    Parasetamol dapat menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi terus menerus melebihi batas normal. Kerusakan hati ditandai dengan peningkatan kadar enzim Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) dan Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dalam darah. Antioksidan dapat mencegah kerusakan hati akibat parasetamol. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional dan mengandung antioksidan adalah batang ashitaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektif ekstrak etanol batang ashitaba yang diinduksi oleh parasetamol. Penelitian ini dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol negatif yang diinduksi oleh parasetamol, kontrol positif yang diberikan curliv plus®, uji dosis 1 dengan dosis 100 mg/kg BB tikus, uji dosis 2 dengan dosis 200 mg/kg BB tikus dan uji dosis 3 dengan dosis 400 mg/kg BB tikus setelah 1 jam masing-masing perlakuan diinduksi oleh parasetamol untuk 14 hari. Pada hari ke-15, darah tikus diambil dan SGPT dan SGOT diukur menggunakan metode enzimatik menggunakan fotometer. Berdasarkan hasil analisis statistik, ekstrak etanol batang ashitaba dosis 1, 2, 3 dan kontrol positif menunjukkan penurunan SGPT dan SGOT yang berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif tetapi hanya dosis 3 (400 mg/kg BB tikus) yang menunjukkan aktivitas hepatoprotektor setara dengan kontrol positif

    Analisis Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep terhadap Tingkat Kepuasan Pasien pada Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit X

    No full text
    Rumah Sakit adalah institusi kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan lengkap termasuk rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Jaminan Kesehatan, khususnya dalam konteks program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), bertujuan untuk melindungi kesehatan setiap peserta dan memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Beberapa pasien memiliki pengalaman positif dengan pelayanan BPJS, namun ada juga pasien yang mungkin menghadapi tantangan atau ketidaknyamanan dalam menggunakan layanan BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan waktu tunggu pelayanan resep terhadap tingkat kepuasan pasien pada pasien BPJS rawat jalan di Rumah Sakit X. Waktu tunggu pelayanan obat Waktu tunggu pelayanan obat adalah periode antara penyerahan resep oleh pasien hingga penerimaan obat jadi atau racikan. Data dari Rumah Sakit X pada Januari-Mei 2022 menunjukkan bahwa pasien BPJS mendominasi dengan 41%, sementara pasien umum dan peserta asuransi lainnya masing-masing hanya 21% dan 38%. Metode penelitian ini adalah survei deskriptif dengan desain cross-sectional, menggunakan teknik sampling insidental. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit X pada Agustus 2022, dengan 92 responden yang mengisi kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26.0, mencakup uji korelasi pearson, mean, dan standar deviasi. Hasil sosiodemografi menunjukkan bahwa jumlah responden laki-laki dan perempuan seimbang (50%), dengan mayoritas berusia 26-35 tahun (37%). Sebanyak 17.4% responden merupakan pasien berulang dan 70.65% memiliki resep non-racikan. Analisis mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara waktu tunggu pelayanan resep dan kepuasan pasien di Rumah Sakit X. Pada resep non-racikan maupun racikan, nilai p (p-value) ditemukan kurang dari atau sama dengan 0.05 (p-value = 0.049 untuk resep non-racikan dan p-value = 0.024 untuk resep racikan), mengindikasikan korelasi yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penolakan nol hipotesis karena p-value lebih rendah dari 0.05, mengonfirmasi adanya hubungan antara waktu tunggu pelayanan resep dan kepuasan pasien di Rumah Sakit X

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇