E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
Pengaruh Variasi Jenis Gelling Agent (Na-Cmc, Hpmc, Carbopol 940) Terhadap Karakteristik Sediaan Gel Ekstrak Ranting Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) Untuk Penyembuh Luka
Ekstrak ranting patah tulang dalam sediaan salep mampu menyembuhkan luka sayat pada tikus putih. Sediaan salep mempunyai kekurangan yaitu lengket dan sedikit berminyak sehingga dikembangkan menjadi sediaan gel untuk mempermudah penggunaannya. Formulasi gel membutuhkan gelling agent agar menghasilkan gel yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis gelling agent terhadap karakteristik gel ekstrak ranting patah tulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Sediaan gel ekstrak ranting patah tulang dibuat dengan tiga formula menggunakan variasi jenis gelling agent Na-CMC, HPMC, dan Carbopol 940. Sediaan gel yang diperoleh diuji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas dan daya sebar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula F1 (Na-CMC) tekstur agak cair; nilai pH 4,92 ± 0,17; viskositas 448,4 ± 17,6 dan nilai daya sebar 6,8 ± 0,4. Formula F2 (HPMC) menunjukan tekstur agak kental; pH 4,66 ± 0,13; nilai viskositas 703,5 ± 29,3 dan daya sebar 6,6 ± 0,1. Formula F3 (Carbopol 940) dengan tekstur kental ;pH 6,77 ± 0,09; nilai viskositas 2214,8 ± 36,3 dan daya sebar 5,8 ± 0,2. Hasil evaluasi menunjukan bahwa variasi jenis gelling agent berpengaruh terhadap karakteristik sediaan gel ekstrak ranting patah tulang (Euphorbia tirucalli) dan jenis gelling agent yang menghasilkan karakteristik paling baik adalah HPMC dan Carbopol 940
PENERAPAN MANAJEMEN HALUSINASI DENGAN PSIKORELIGIUS PADA KLIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI
Abstrak Halusinasi termasuk gejala yang paling sering muncul pada pasien dengan gangguan jiwa. Seseorang dengan halusinasi sering kali menunjukkan perilaku agresif seperti marah, merasa tertekan, tidak dapat melakukan aktivitas dasar sehari-hari, menarik diri dari lingkungan bahkan resiko terjadinya bunuh diri. Intervensi keperawatan terhadap pasien tidak selalu mengandalkan secara farmakologi namun diberikan secara non- farmakologi yaitu melalui pendekatan religius atau keagamaan yang dikenal sebagai psikoreligius. Tujuan dilakukannya penelitian tesebut yaitu untuk melihat jenis terapi psikoreligus yang diterapkan pada pasien halusinasi. Studi literatur ini menggunakan desain berupa narrative review dengan menggunakan databased PubMed dan search engine google schoolar proses seleksi artikel dengan menggunakan diagram PRISMA flowchart sehingga ditemukan 8 artikel yang relevan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa terapi psikoreligius berpengaruh terhadap pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Terdapat berbagai cara dalam terapi psikoreligius yang digunakan dalam mengontrol gangguan persepsi sensori: halusinasi, yaitu dengan dzikir, dzikir dengan lima jari, membaca surat al-fatihah, dan membaca kitab suci Al-Qur’an. Kata Kunci:Pasien, Halusinasi, Terapi Psikoreligius
Penguatan Community Mental Health Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus Tipe II
Diabetes atau penyakit gula adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Diabetes Melitus tidak hanya mengobati tentang gula darah saja. Ada yang jauh lebih penting yaitu memberikan layanan kesehatan kepada pasien diabetes melitus mulai dari hulu sampai hilir. Hulu dengan aktif melakukan kegiatan promotif preventif sedangkan hilir melakukan upaya maksimal bagi pengobatan pasien. Jika hulunya sudah berjalan dengan baik, maka akan dapat menghemat cost yang sangat besar. Upaya yang harus segera dilakukan agar fenomena ini tidak menimbulkan masalah yang semakin besar dan dampak yang luas adalah dengan menggaungkan pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi terkena diabetes. Cara ini jauh lebih efisien dan efektif untuk menangani pasien daripada saat mereka sudah jatuh sakit. Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah turut serta mengambil andil dalam penguatan kesehatan fisik dan mental penderita Diabetes Melitus Tipe II melalui skema pengabdian masyarakat di LPPM UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yaitu Penguatan Community Mental Health Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Bagi Masyarakat di Kelurahan Buaran Kradenan Kota Pekalongan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata bagi penderita Diabetes Melitus dan masyarakat agar mandiri dalam menjaga kesehatan baik fisik maupun mental. Metode yang dipakai pada kegiatan ini adalah penyuluhan dan edukasi hidup sehat tanpa gula, workshop kesehatan dalam perspektif tasawuf dan program POSBINDU. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dijalankan maka didapatkan hasil bahwa masyarakat di Kelurahan Buaran Kradenan Kota Pekalongan merasa lebih mandiri dan terbuka wawasannya terkait menjaga kesehatan fisik dan mental
Aktivitas Antibakteri Senyawa Fikobiliprotein dari Mikroalga Hijau
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki potensi sumber daya alam kelautan dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat luas. Sumber daya hayati yang potensial belum banyak dieksploriasi adalah mikroalga. Mikroalga hijau dapat hidup baik diperairan tawar, laut ataupun payau. Mikroalga menghasilkan senyawa seperti protein, karbohidrat dan lemak serta memiliki kandungan protein yang tinggi. Turunan protein adalah fikobiliprotein dengan aktivitas nya sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri senyawa fikobiliprotein dari mikroalga hijau. Supernatan dari hasil kultivasi mikroalga diekstraksi menggunakan aquaproinjeksi menghasilkan rendemen ekstrak sebanyak 0,0603 ± 0,0012 g/mL. Bakteri uji menggunakan gram negatif (Escherichia coli) dan gram positif (Staphylococcus aureus). Dengan Konsetrasi Hambat Minimum dan Kadar Bunuh Minimum dari Ekstrak Fikobiliprotein dengan hambat bakteri Escherichia coli 6% dan 12% serta Staphylococcus aureus 8% dan 14%. Dari hasil uji aktivitas antibakteri senyawa fikobiliprotein memiliki aktivitas antibakteri yang kuat dengan diameter zona hambat 10-20 mm
Karakteristik Mutu Simplisia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Beberapa Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
Tanaman mengkudu banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai antihipertensi dan antibakteri oleh karena itu diperlukan karakterisasi mutu simplisia untuk menjadi bahan obat tradisional. Tanaman mengkudu mengandung senyawa flavonoid dan polifenol berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik mutu simplisia serta uji aktivitas antioksidan beberapa ekstrak daun mengkudu menggunakan maserasi bertingkat dan uji aktivitas antioksidan mengunakan metode DPPH. Hasil karakteristik mutu simplisia pada kadar sari larut etanol 19,41 ± 0,34%, kadar sari larut air 17,63 ± 0,19%, susut pengeringan 8,20 ± 0,04%, kadar air 4 ± 0%, kadar abu total 10,53 ± 0,03%, kadar abu tidak larut asam 0,46 ± 0,01%. Kromatografi Lapis Tipis digunakan untuk uji aktivitas antioksidan secara kualitatif, fase gerak yang digunakan n-heksan : etil asetat (8:2) pada ekstrak n-heksan dan etil asetat, fase gerak n-heksan:metanol (3:1) pada ekstrak etanol, disemprot dengan penampak bercak DPPH 0,2% menghasilkan spot yang diduga memiliki aktivitas antioksidan pada ekstrak n-heksan menghasilkan nilai Rf 0,21 dan 0,93, ekstrak etil asetat 0,33 dan 0,81, ekstrak etanol 0,73. Uji kuantitatif antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pada ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol memberikan aktivitas antioksidan, sangat lemah dan lemah dengan nilai IC50 ekstrak n-heksan 234,2 ppm, ekstrak etil asetat 184,55 ppm, ekstrak etanol 163 ppm. Pada vitamin C sebagai pembanding memberikan aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 2,79 ppm.
Simulasi Dinamika Molekuler Senyawa Aktif Akar Pakis Tangkur (Polypodium feei METT) Sebagai Inhibitor Enzim Inducible Nitric Oxide Synthase (iNOS)
Pendahuluan: Inflamasi merupakan respon imun bawaan yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh terhadap benda asing dengan memicu serangkaian aktivitas enzim dan pelepasan mediator. Penyakit yang melibatkan proses inflamasi angka kejadiannya cukup tinggi. Bagian tanaman yang digunakan sebagai penelitian adalah akarnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi mekanisme kerja senyawa kandidat inhibitor enzim iNOS melalui simulasi Molecular Dynamic. Metode: Dilakukan secara in silico terhadap 4 senyawa uji dengan metode molecular docking, prediksi sifat druglikeness, Pre-ADMET, toksisitas dan molecular dynamic. Hasil: Hasil molecular docking menunjukkan keempat senyawa tersebut memiliki afinitas lebih baik terhadap reseptor enzim iNOS yaitu geranin A, (+)-afzelechin-O-β-4’-D-glucopyranoside, 3’-deoxydryopteric acid dan (+)-afzelechin dengan nilai energi bebas ikatan (∆G) lebih rendah dari ligan pembanding ibuprofen yaitu -7,7 kkal/mol. Dari hasil pengujian Pre-ADMET diketahui terdapat 1 senyawa memiliki profil absorpsi dan distribusi yang baik, 2 senyawa memiliki sifat drug likeness yang baik, 2 senyawa yang tidak toksik, dan pada hasil simulasi molecular dynamic menggunakan OpenMM selama 10ns menunjukkan keempat senyawa memiliki kestabilan yang lebih baik. Kesimpulan: Diperoleh senyawa pemandu geranin A, (+)-afzelechin-O-β-4’-D-glucopyranoside, 3’-deoxydryopteric acid dan (+)-afzelechin yang dapat dikembangkan sebagai antiinflamasi
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sabun Mandi Cair Ekstrak Daun Sukun Artocarpus Altilis
Pendahuluan: Bahan dasar sediaan sabun mandi cair yang aman sangat diperlukan. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan alam. Daun sukun (Artocarpus altilis) dapat digunakan sebagai bahan aktif sabun mandi cair. Pemanfaatan sukun masih fokus pada buah dan batang pohonya. Tujuan: Untuk mengetahui ekstrak daun sukun dapat dijadikan formula sabun mandi cair yang memenuhi standar, mengetahui formulasi sabun ekstrak daun sukun yang baik dan mengetahui mutu fisik sediaan sabun mandi cair ekstrak daun sukun. Metode: Penelitian ini berupa ekspermental, ekstrak daun sukun diperoleh dengan metode maserasi mengunakan pelarut metanol kemudiaan dibuat ekstrak kental mengunakan water bath pada suhu 60°C. Ekstrak diformulasikan menjadi tiga formula yang berbeda. Konsentrasi zat aktif yang digunakan sebanyak 6%. Kemudiaan dilakukan evaluasi sediaan. Hasil: Diperoleh rendemen sebesar 18,13%. Hasil organoleptik formula 1 dan 3 memiliki warna hitam kecoklatan, formula 2 hijau tua. bentuk semua formula semi solid dengan bau khas mawar. Uji homogenistas, formula 1 dan 3 homogenitas baik sedangkan formula 2 tidak homogen dengan adanya ekstrak sediaan yang belum bercampur. Uji pH formula 1 memiliki nilai rata-rata 9,31, formula 2 adalah 4,07 dan formila 3 adalah 8,55. Uji tinggi busa, formula 1 memiliki tinggi busa 46-35 mm, formula 2 dengan tinggi busa 6-4 mm dan formula 3 dengan tinggi busa 38-32. Presentasi penurunan tinggi busa formula 1 adalah 23,91%, formula 2 adalah 33,33% dan formula 3 adalah 15,76%. Uji daya sebar, formula 1 adalah 6,7 cm, formula 2 adalah 5,3 cm dan formula 3 adalah 8,1 cm. Uji viskositas semua formula memenuhi syarat dengan kisaran 3191-3395 mPas. Uji bobot jenis, formula 1 sebesar 1,013 g/ml, formula 2 sebesar 0,911 g/ml dan formula 3 sebesar 1,100 g/ml. Uji iritasi kulit tidak timbul gejala selama tiga hari pengujian. Kesimpulan: Ekstrak daun sukun dapat di jadikan formulasi sabun cair yang baik dan memenuhi standar. Formula sediaan sabun yang paling baik adalah formula 3.
Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Kesum (Polygonum minus Huds.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Pendahuluan: Infeksi merupakan salah satu penyakit penyebab mortalitas terbesar di dunia sehingga pencarian kandidat obat antiinfeksi terus dilakukan. Pemanfaatan tanaman sebagai sumber kandidat obat merupakan pilihan menarik karena dipercaya menimbulkan efek samping minimun. Salah satunya daun kesum (Polygonum minus Huds) yang secara tradisional digunakan mengatasi ketombe. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun kesum terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Metode: Pengujian dilakukan dengan metode difusi agar terhadap minyak atsiri daun kesum yang diperoleh dengan destilasi uap Hasil: Minyak atsiri daun kesum menunjukkan nilai KHM 8% (b/v) terhadap Staphylococcus aureus dengan kesetaraan 1:2,136x10-4 terhadap tetrasiklin. Kesimpulan: Minyak atsiri daun kesum menunjukkan aktivitas antibakteri sangat kuat terhadap Staphylococcus aureus.
IDENTIFIKASI VARIASI DAN EKSPRESI GEN PADA STROKE ISKEMIK DENGAN PENDEKATAN BIOINFORMATIKA
Stroke adalah penyebab utama penyakit serebrovaskular (CVD) dan merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang cukup besar dalam masyarakat. Sekitar 80-85% dari seluruh kasus stroke disebabkan oleh iskemik. Faktor genetika memainkan peran penting dalam stroke yang terjadi lebih awal. Riwayat stroke dalam keluarga dikaitkan dengan prevalensi dan kejadian stroke yang lebih tinggi. Hingga saat ini, penelitian mengenai stroke iskemik masih terbatas pada pengidentifikasian variasi gen yang mempengaruhi, namun belum menghasilkan laporan yang secara spesifik menunjukkan variasi gen mana yang paling signifikan dalam menyebabkan stroke iskemik, terutama yang bersifat missense/nonsense. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan database genomik dalam menganalisis bioinformatik untuk mengidentifikasi variasi gen yang memiliki korelasi paling kuat dengan stroke iskemik. Peneliti memanfaatkan sejumlah database, termasuk katalog GWAS, katalog PheWAS, HaploReg (v41.), dan portal GTEx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen GCKR, ALDH2, dan F5 terkait secara signifikan dengan stroke iskemik, serta menunjukkan tingkat ekspresi yang tinggi pada beberapa jenis jaringan seperti hati, adiposa subkutan, ovarium, dan seluruh darah. Variasi gen berdasarkan frekuensi varian alel (rs1260326, rs671, rs6025) terkait stroke iskemik menunjukkan ekspresi jaringan tertinggi di liver. Penelitian ini menekankan pada penggabungan database genomik dan analisis bioinformatik yang mampu mengidentifikasi variasi gen yang memiliki peran penting dalam patogenesis stroke iskemik, terutama yang bersifat missense/nonsense. Peneliti merekomendasikan agar penelitian berikutnya memfokuskan validasi klinis variasi gen tersebut, terutama pada populasi Indonesia
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ANTIVIRUS PADA PASIEN COVID-19 DI RAWAT INAP RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA
Efektivitas biaya antivirus, yang diberikan kepada pasien Covid-19 derajat sedang dan berat selama rawat inap di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya menjadi pokok masalah dalam penelitian ini. Metode analisis efektivitas biaya, sebagai bagian dari ilmu farmakoekonomi, dipergunakan untuk menilai program atau obat terbaik dalam berbagai opsi pengobatan dengan tujuan yang seragam. Penelitian ini dilaksanakan secara cross sectional dan menerapkan pendekatan retrospektif terhadap rekam medis pasien Covid-19 di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, menggunakan data tahun 2021. Partisipasi 330 pasien rawat inap sepanjang Januari–Desember 2021 menjadi fokus penelitian, dengan penelitian lebih lanjut mengarah pada karakteristik subjek berdasarkan tingkat keparahan, yakni 264 pasien dengan tingkat keparahan sedang dan 66 pasien dengan tingkat keparahan berat. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa favipiravir muncul sebagai terapi cost-effective tanpa pergantian untuk kedua tingkat keparahan, dengan biaya sebesar Rp. 629.245,87 untuk derajat sedang dan Rp. 1.005.768,53 untuk derajat berat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan favipiravir sebagai terapi antivirus pada pasien Covid-19, terutama pada tingkat keparahan sedang dan berat, dapat dianggap sebagai pilihan yang efektif secara biaya di lingkungan rawat inap RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya berdasarkan data retrospektif tahun 2021