E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR DAN DAGUSIBU PADA MASYARAKAT RW.04 KELURAHAN SEMANAN, KECAMATAN KALIDERES, JAKARTA BARAT
Pada masyarakat banyak yang belum mengetahui cara penggunaan antibiotik dengan bijak serta cara penggunaan obat yang baik dan benar. Selain itu juga masyarakat RW 04 belum banyak yang mengetahui tentang dagusibu dengan informasi yang kami dapatkan, maka kami melakukan sosialisasi dengan tema “Penggunaan Obat Yang Benar Dan Dagusibu Pada Masyarakat RW.04 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat”. Berdasarkan data kuesioner yang diperoleh yang telah disebarkan terdapat 75 responden yang mengisi kuisioner terdiri dari jenis kelamin wanita sebanyak 81,3% dan laki-laki sebanyak 18,7%. Hasil dari kuesioner tersebut adalah sebanyak 98,7%. telah mengetahui informasi terkait antibiotik, 78,7%. telah memahami informasi mengenai Dagusibu. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengebai penggunaan obat yang benar dan DAGUSIBU dan mulai menerapkan pengetahuan yang didapatkan pada kehidupan sehari-hari dalam merawat kelurga khusus dalam pengguaan obat – obatan terutama antibioti
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Infusa Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis L.) dan Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) terhadap Streptococcus mutans
Teh hijau (Camellia sinensis L.) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) telah dikenal dan diteliti efektivitasnya dalam menghambat Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Kesamaan khasiat tersebut, diharapkan kombinasi teh hijau dan bunga rosella memiliki efek yang sinergis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi infusa daun teh hijau dan kelopak bunga rosella terhadap Streptococcus mutans. Kombinasi infusa dengan perbandingan 1:1, dibuat lima variasi konsentrasi kombinasi yaitu 20% v/v, 40% v/v, 60% v/v, 80% v/v, dan 100% v/v. Uji aktivitas antibakteri kombinasi infusa daun teh hijau dan kelopak bunga rosella terhadap Streptococcus mutans menggunakan metode difusi cakram dan diinkubasi dalam suhu 37oC selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diameter Daerah Hambat yang di peroleh dari masing-masing konsentrasi kombinasi infusa daun teh hijau dan kelopak bunga rosella 20%v/v, 40%v/v, 60%v/v, 80%v/v, dan 100%v/v berturut turut adalah 0,00±0,00 mm; 3,717±3,244 mm; 5,997±0,087 mm; 8,573±0,565 mm; dan 9,877±0,649 mm
Pengaruh Penambahan Obat Golongan ACE Inhibitor terhadap Antihiperglikemia pada Mencit Putih Jantan
Interaksi obat adalah pemberian lebih dari satu obat dalam waktu bersamaan, sehingga memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satu interaksi obat yang sering terjadi yaitu antara obat golongan ACE inhibitor dan antihiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan obat golongan ACE inhibitor (kaptopril, ramipril, lisinopril) dengan antihiperglikemik (metformin dan glimepirid) terhadap kadar glukosa darah dan untuk mengetahui kombinasi obat yang mengakibatkan peningkatan resiko hipoglikemia pada mencit putih jantan. Penelitian dilakukan pada 7 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor mencit yaitu kelompok negatif, uji I diberi metformin 1,3 mg/ 20 g BB mencit, kaptopril 0,13 mg/20 g BB mencit, uji II diberi metformin 1,3 mg/ 20 g BB mencit, ramipril 0,026 mg/20 g BB mencit, uji III diberi metformin 1,3 mg/ 20 g BB mencit, lisinopril 0,026 mg/20 g BB mencit, uji IV diberi glimepirid 0,0104 mg/20 g BB mencit, kaptopril 0,13 mg/20 g BB mencit, uji V diberi glimepirid 0,0104 mg/20 g BB mencit, ramipril 0,026 mg/20 g BB mencit, uji VI diberi glimepirid 0,0104 mg/20 g BB mencit, lisinopril 0,026 mg/20 g BB mencit, hewan diamati selama 14 hari kemuadian setiap 7 hari di cek kadar glukosa darah. Dosis glukosa 195 mg/20 g BB mencit digunakan untuk menginduksi mencit secara oral. Hasil penelitian ACE Inhibitor memberikan interaksi obat dengan antihiperglikemia terhadap penurunan kadar glukosa darah. Kombinasi metformin dan kaptopril memberikan hasil penurunan kadar glukosa darah paling tinggi dengan persentase mencapai 76,61%
Gambaran Pola Penggunaan Obat Antiinfeksi Pada Pasien Covid-19 Berdasarkan Pedoman Tatalaksana Covid-19 Di Rumah Sakit Umum dr Slamet Garut
Ratusan hingga puluhan juta jiwa di dunia telah terkena dampak masalah pandemik yang disebabkan oleh virus COVID-19 yang dapat membuat masyarakat terancam baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia yang terus bertambah membuat pemerintah dan tenaga kesehatan di beberapa daerah terus berupaya melakukan langkah untuk mencegah angka laju penyebaran COVID-19 dengan memberikan terapi pengobatan sebaik mungkin. Namun hingga saat ini belum adanya terapi pengobatan yang sudah teruji secara spesifik terhadap pasien COVID-19 maka perlu ekstra hati-hati dalam melakukan pemberian pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian terapi antiinfeksi COVID-19 di RSUD dr. Slamet Garut dengan penatalaksanannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Sumber data berupa data retrospektif dari rekam medik pasien. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada 180 pasien, terapi antiinfeksi yang sering digunakan yaitu remdesivir injeksi (30,91%), favipiravir tablet (21,01%) dan antibiotik golongan sefalosporin generasi 3 yaitu seftriakson injeksi (15,27%). Terapi pengobatan yang diberikan di RSUD dr. Slamet Garut ditinjau dari pemilihan terapi obat antivirus (100%); antibiotik (100%), bentuk sediaan (100%), dosis (100%) dan frekuensi pemberian obat (100%) sudah sesuai dengan pedoman tatalaksana COVID-19 yang dikeluarkan oleh PDPI Edisi 1-3
Studi Etnomedisin Tumbuhan Sebagai Obat Antihipertensi di Kecamatan Rancah Ciamis Jawa Barat
Etnomedisin adalah presepsi dan konsepsi masyarakat lokal dalam memahami kesehatan atau studi yang mempelajari sistem medis etnis tradisional. Desa Cisontrol, Desa Dadiharja terletak di Kecamatan Rancah Ciamis Jawa Barat terkenal sangat menghormati budaya leluhurnya juga memiliki hukum adat tersendiri dalam pengelolaan sumber daya alam dengan tujuan menciptakan kelestarian bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etnomedisin sebagai obat antihipertensi di Kecamatan Rancah Ciamis Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan berupa observasi, penentuan sampel informan menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara secara mendalam kepada informan. Analisis data dilakukan terhadap frekuensi sitasi dan nilai rasio kesepakatan informan. Terdapat 40 tumbuhan obat yang digunakan di 2 desa Kecamatan Rancah Ciamis. Frekuensi tertinggi penggunaan jenis tanaman yaitu seledri 7,3%, bagian tanaman yang sering digunakan yaitu daun 89.7%, cara pengolahan tertinggi yaitu dengan cara diseduh 82,7%
Pengaruh Waktu Kontak Dan Massa Karbon Aktif Sebagai Adsorben Kafein Pada Kopi Robusta
Pola konsumsi masyarakat pada kopi saat ini cenderung meningkat. Masalah utama dalam konsumsi kopi adalah kandungan kafein, apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan teratur dapat menimbulkan efek samping pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan karbon aktif yang dapat digunakan sebagai adsorben kafein guna mengatasi masalah terhadap kandungan kafein pada kopi robusta. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dekafeinasi dengan proses adsorpsi yang diberikan variasi perlakuan waktu kontak (40, 60 dan 80 menit) dan massa karbon aktif sebagai adsorben (2, 4 dan 6 gram). Hasil penilitian menunjukkan bahwa hubungan antara waktu kontak dan massa adsorben berbanding lurus dengan persentase adsorpsi dimana semakin lama waktu kontak dan semakin bertambahnya massa adsorben karbon aktif persentase adsorpsi kafein pun semakin meningkat dan berdasarkan hasil uji statistik waktu kontak karbon aktif tidak berpengaruh signifikan (Sig. 0,100), sedangkan massa karbon aktif berpengaruh signifikan (Sig. 0,000) terhadap kandungan kafein pada kopi robusta. Pada penelitian ini didapatkan waktu kontak optimum yaitu 40 menit dan massa adsorben karbon aktif yaitu 6 gram. Hasil tersebut menunjukkan bahwa karbon aktif memiliki potensi yang tinggi sebagai adsorben yang efektif untuk penurunan kandungan kafein pada kopi robusta
Formulasi Dan Karakterisasi Sistem Penghantaran Nanopartikel α-mangostin Dengan Kitosan-Alginat Sebagai Polimer
Sistem penghantaran nanopartikel dibuat dengan tujuan untuk menargetkan dan mengoptimalkan efek farmakologis obat serta meminimalisir efek samping obat sehingga diharapkan mampu menjadi alternatif sistem penghantaran obat baru yang dapat memberikan manfaat lebih besar. Sistem penghantaran nanopartikel berbasis kitosan sebagai pembawa bahan aktif isolat α-mangostin yang merupakan turunan xanthon dan diketahui memiliki berbagai aktivitas namun diketahui memiliki sifat mudah terdegradasi yang dapat mempengaruhi bioavailabilitas α-mangostin tersebut. Oleh karena itu sistem penghantaran nanopartikel dibuat untuk memaksimalkan penghantaran zat aktif menuju ke targetnya Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan karakterisasi nanopartikel α-mangostin dengan polimer kitosan-alginat menggunakan metode gelasi ionik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimana isolat α-mangostin yang diformulasikan ke dalam sistem penghantaran nanopartikel dengan variasi konsentrasi kitosan; alginat; TPP ; dan α-mangostin sebagai berikut: F1 (1 mg/mL; 5 mg/mL; 0,75 mg/mL; 0,0125 mg/mL), F2 (1 mg/mL; 5 mg/mL; 0,75 mg/mL; 0,0250 mg/mL) dan F3 (1 mg/mL; 5 mg/mL; 0,75 mg/mL; 0,0500 mg/mL) menggunakan metode gelasi ionik. Kemudian dilakukan karakterisasi berupa uji ukuran partikel, indeks polidispersitas dan efisiensi penjerapan. Hasil karakterisasi nanopartikel α-mangostin menunjukkan bahwa F1 merupakan formula dengan ukuran partikel paling kecil yaitu 728,5 nm dan indeks polidispersitas 0,487 serta efisiensi penjerapan >80%. Peningkatan konsentrasi α-mangostin dapat meningkatkan ukuran partikel yang terbentuk, yang artinya peningkatan konsentrasi zat aktif yang digunakan dapat mempengaruhi ukuran partike
Uji Aktivitas Seduhan Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) terhadap Bakteri Escherichia coli Penyebab Diare
Penggunaan tanaman untuk pengobatan telah menjadi alternatif bagi masyarakat. Kopi arabika diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder seperti golongan polifenol dan alkaloid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas seduhan biji kopi arabika terhadap bakteri Escherichia coli penyebab diare. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan membuat seduhan biji kopi arabika dalam variasi konsentrasi 7,2%; 4,8%; dan 2,4% kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode difusi cakram kertas. Disk kloramfenikol 30µg digunakan sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan bahwa seduhan biji kopi arabika dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Seduhan biji kopi arabika pada konsentrasi 7,2% menunjukkan zona hambat dengan diameter 5,3 mm. Efesiensi zona hambat dibandingkan dengan kontrol positif adalah sebesar 24,02%
Pembuatan Serbuk Instan Minuman Probiotik Labu Kuning (Cucurbita moschata) dengan variasi jenis susu
Probiotik merupakan minuman yang dapat menguntungkan keseimbangan mikroflora pada saluran pencernaan. Labu kuning memiliki senyawa β-karoten, trigonelline, cucurbitine, phenolic acids, vitamin C, B1, B6, niasin, asam folat, asam pantotenat, kalium, zat besi, dan zat gizi yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuat serbuk instan probiotik labu kuning, menentukan formula terbaik dan evaluasi sediaan seperti uji organoleptik, kelarutan, kadar air, pH, kesukaan, kompresibilitas, sifat alir. Pembuatan serbuk instan probiotik labu kuning menggunakan Metode freeze dry. Hasil evalusi sediaan uji organoleptik menujukan sediaan serbuk halus berwarna kuning dengan aroma khas dari labu kuning dan susu Yang meliki rasa manis, uji kelarutan serbuk instan menujukan hasil memenuhi syarat kurang dari 5 menit,uji kadar air di dapat nilai formula I 8,10 %, 7,59 %, 7,28 % dan formula II 7,03 %, 4,07 %, 3,50 % uji pH di dapat nilai formula I 6.0 % dan formula II 5,76, uji kesukaan menujukan bahwa panelis menyukai sediaan serbuk instan labu kuning, uji kompresibilitas formula I 10 % dan formula II 20 %, uji sifat alir formula I 12 detik dan formula II 9 detik, Kesimpulan analisis data dengan metode friedman test menunjukan formula II lebih disukai
Aktivitas Antioksidan Formulasi Sediaan Lip Balm Dari Berbagai Tanaman : Review Artikel
Bibir merupakan salah satu bagian tubuh bagian luar yang sangat rentan akan kerusakan, baik dari pengaruh lingkungan maupun produk kosmetik. Bibir yang rusak, selain menimbulkan rasa tidak nyaman dan perih, juga dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang. Akibat dari bibir yang rusak yaitu pecah-pecah, dan dapat mengalami perubahan warna menjadi kehitaman. Lip balm adalah salah satu kosmetik untuk bibir yang digunakan untuk melembabkan serta melindungi bibir. Oksidan atau radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada bibir dengan adanya reaksi oksidasi, maka dari itu diperlukan sediaan lip balm yang tidak hanya melindungi bibir serta menjaga kelembaban juga sebagai antioksidan. Antioksidan alami banyak dimininati dimana minimnya efek samping apabila digunakan dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari serta memberikan informasi kepada pembaca mengenai berbagai tanaman yang dapat diformulasikan menjadi sediaan lip balm yang juga memiliki aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan adalah Literature Review Article dengan sumber Pustaka pada Google Scholar, PubMed, Google dan Researchgate dari tahun 2013-2023. Hasil yang didapat di dari 8 tanaman, rumput laut (Gracialaria SP) konsentrasi 1% memiliki aktivitas antioksidan terbesar yaitu 8,147 ppm dan tergolong kategori sangat kuat sedangkan daun bidara (Ziziphus spina-christi L.) memiliki nilai IC50 terendah yaitu 339,23 ppm dan tergolong kategori sangat lemah