E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
PENGARUH UKURAN PARTIKEL BIOADSORBEN AKAR ALANG-ALANG (Imperata cylindrica L) TERHADAP KUALITAS MINYAK JELANTAH
Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah digunakan beberapa kali pemakaian. Selain warnanya yang tidak menarik dan berbau tengik, minyak jelantah juga mempunyai potensi gangguan terhadap kesehatan tubuh. Minyak jelantah memiliki kualitas yang tidak memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) 7709:2019 sehingga tidak dapat digunakan untuk mengolah bahan makanan. Penelitian ini dilakukan proses adsorpsi menggunakan bioadsorben akar alang-alang (Imperata cylindrica L) untuk mengadsorpsi senyawa-senyawa yang menyebabkan penurunan kualitas minyak yang mempengaruhi nilai asam lemak bebas, peroksida, kadar air, dan cemaran logam Pb. Bioadsorben digunakan dalam 3 variasi ukuran mesh 60, 80, dan 100 sebanyak 10% dan diadsorpsi selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan minyak jelantah setelah adsorspi dapat meningkatkan kualitas minyak jelantah. Tetapi, pada uji asam lemak bebas dan kadar air minyak belum memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) sedangkan pada uji bilangan peroksida dengan variasi ukuran mesh 100 telah memenuhi syarat tersebut yaitu 8 mEq O2/kg dan pada uji cemaran logam timbal Pb dengan variasi ukuran partikel mesh 60 dan mesh 80 telah memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar Pb yaitu ≤0,01 mg/L. Dengan demikian, minyak jelantah setelah adsorpsi menggunakan bioadsorben akar alang-alang tidak memenuhi standar minyak goreng layak pakai menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 7709:2019
Pelatihan Pemanfaatan Sediaan Farmasi Tradisional Berbasis Bahan Alami dengan Kearifan Lokal Sebagai Bekal Gaya Hidup Back to Nature
A "back to nature lifestyle is currently a trend among people. Back to nature is the use of natural raw materials to be used in various products, such as bedak dingin and scrub. Community service aims to increase public knowledge and understanding of the use of plants as raw materials in products. The methods used are lectures and questions and answers in counseling, while demonstrations and practical work are in training. Materials such as rice, Kaempferia galanga, and turmeric are natural raw materials used in activities. The results of the community service from the outreach activities on the use of traditional medicines by the active participants in the question and answer session indicated that the extension materials were received by the participants. The training activities for bedak dingin of rice, Kaempferia galanga, and turmeric scrub were carried out by the participants and the team. The training ran smoothly, and the participants actively practiced. Products resulting from the training are given to participants. The conclusion from this community service activity is that the participants gave a positive response and showed that their knowledge of medicinal plants increased.ABSTRAKGaya hidup back to nature saat ini menjadi tren dikalangan masyarakat. Back to nature merupakan penggunaan bahan baku alam untuk dimanfaatkan pada berbagai produk, seperti bedak dingin beras kencur dan lulur kunyit. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman untuk digunakan sebagai bahan baku dalam produk. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab dalam penyuluhan sedangkan demonstrasi dan kerja praktek dalam pelatihan. Bahan seperti beras, kencur, dan kunyit merupakan bahan baku alam yang digunakan dalam kegiatan. Hasil pengabdian kepada masyarakat dari kegiatan penyuluhan pemanfaatan obat tradisional peserta aktif dalam sesi tanya jawab menandakan materi penyuluhan diterima peserta. Kegiatan pelatihan bedak dingin beras kencur dan lulur kunyit dilakukan oleh peserta dan tim. Pelatihan berjalan lancar dan peserta aktif mempraktekan langsung. Produk yang dihasilkan dari pelatihan, diberikan pada peserta. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peserta memberikan respon positif, dan menunjukkan pengetahuan mengenai tanaman obat menjadi meningkat
Pendampingan Penyusunan Stándar Prosedur Operasional Bagian Pendaftaran di Puskesmas Mangkubumi
Pendampingan Penyusunan Stándar Prosedur Operasional Bagian Pendaftaran di Puskesmas Mangkubumi Endang Tiyanti1*, Randy Hermawan 2, M.Ihsan Ramdani 3,1Universitas Bakti Tunas Husada2Universitas Bakti Tunas Husada3Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya *Korespondensi: [email protected] Puskesmas wajib untuk diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali, dimana akreditasi merupakan salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS. Dalam rangka pemenuhan akses pelayanan kesehatan di puskesmas dibutuhkan standar prosedur operasional sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan yang sifatnya administratif.. Puskesmas Mangkubumi merupakan puskesmas yang berada di wilayah binaan Universitas Bakti Tunas Husada, yaitu didaerah sekitar desa karikil kecamatan mangkubumi kota Tasikmalaya. Puskemas ini masih membutuhkan perhatian khusus untuk aspek administratifnya termasuk pengadaan Standar Operasional Prosedur (SPO) untuk menunjang mutu pelayanan Puskesmas. Berdasarkan latar belakang di atas maka kami tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan Judul “Pendampingan Penyusunan Standar Prosedur Operasional Bagian Pendaftaran Di Puskesmas Mangkubumi di Kota Tasikmalaya Tahun 2022 Tujuan dari kegiatan ini adalah Petugas dapat membuat Standar Prosedur Operasional ( SPO) serta dapat menerapkannya, sehingga dapat meningkatkan mutu bagian Pendaftaran di Puskesmas Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain, persiapan meliputi pertama adalah koordinasi perijinan dan indentifikasi kebutuhan Puskesmas, kedua adalah sosialisasi kepada staf terkait materi tentang Standar Prosedur Operasional, kemudian yang ketiga adalah pendampingan kepada petugas dalam pembuatan SPO dan yang ke empat adalah evaluasi pengetahuan Petugas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan Berdasarkan proses Pendampingan dihasilkan satu Standar prosedur Operasional yaitu dengan judul standar prosedur Operasinal Pendaftaran Pasien. Standar Prosedur Operasional (SPO) Pendaftaran Pasien dapat digunakan sebagai Pedoman untuk melaksanakan proses kerja di bagian pendaftaran.Keywords : Standar Prosedur Operasional, Puskesmas
Stabilitas Media dan Viabilitas Hansenula polymorpha untuk Produksi Vaksin Hepatitis B rekombinan
Pendahuluan: Salah satu langkah pencegahan terjadinya infeksi akibat virus Hepatitis B adalah dengan pemberian vaksin. Vaksin Hepatitis B rekombinan dapat diproduksi menggunakan sel inang ragi Hansenula polymorpha. Produksi vaksin ini dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya kondisi media dan pertumbuhan sel inang. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui umur media yang masih optimal untuk pertumbuhan H. polymorpha dengan mengamati nilai optical density dan viabilitasnya, serta untuk mengetahui pengaruh proses freeze-thaw terhadap stabilitas H. polymorpha. Metode: Preservasi H. polymorpha dilakukan dengan menyimpanan dalam larutan gliserol 15% pada suhu -80ºC. H. polymorpha diberi perlakuan siklus freeze-thaw sebanyak 1x, 2x, 3x, 4x, 5x. Nilai optical density dan nilai viabilitas H. polymorpha yang ditumbuhkan pada media SYN6 diamati pada hari ke-2, ke-4, ke-6, ke-8, dan ke-10. Hasil: Pada hari ke-8 Hansenula polymorpha telah mencapai batas pertumbuhannya pada pH 4 dengan nilai viabilitas 34x107 cfu. Kesimpulan: Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa media SYN6 dapat digunakan sebagai media pertumbuhan H. polymorpha yang baik hingga hari ke-6 penyimpanan dan H. polymorpha tetap stabil setelah 5 kali siklus freeze-thaw
Efektifitas Penggunaan Ceftriaxone Sebagai Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Postsectio Yang Mengalami Infeksi Luka Operasi (ILO)
Bedah sesar (sectio caesarea) merupakan salah satu prosedur bedah, yang dapat menyelamatkan jiwa pasien ketika komplikasi muncul selama persalinan. Meningkatnya kejadian kelahiran dengan bedah sesar meningkat setiap tahunnya juga diikuti dengan peningkatan morbiditas pasca operasi. Pendahuluan salah satu indikator keselamatan pasien yang berhubungan dengan tindakan medis adalah infeksi luka operasi (ILO) yang merupakan komplikasi utama yang dialami oleh pasien rawat inap dan menjadi salah satu indikator keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas penggunaan Ceftriaxone sebagai antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. sampel pada data rekam medis pasien selama periode Januari -Agustus 2023 sebesar 112 pasien. Hasil Chi Square dengan Fisher’s Excact Test (karena expected count melebihi 5%) diperoleh nilai p value (0,027) < α (0,05) artinya terdapat pengaruh waktu penyuntikan terhadap kejadian ILO. Hal ini berarti waktu penyuntikan < 30 menit lebih efektif untuk mencegah kejadian ILO dibandingkan dengan waktu penyuntikan > 60 menit. Kesimpulan penggunaan antibiotika Ceftriaxone sebagai antibiotika profilaksis efektif untuk menurunkan angka kejadian ILO.
Analisis Cemaran Logam Berat Dan Aflatoksin Dalam Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) sebagai Bahan Baku Obat
Tumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi dan memiliki beragam khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bagian yang banyak dimanfaatkan dari tanaman mengkudu adalah buahnya. Untuk mengetahui kualitas ekstrak, pada ekstrak buah mengkudu perlu dilakukan karakterisasi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan ekstrak yang memenuhi parameter mutu sebagai bahan baku obat melalui analisis cemaran logam berat dan aflatoksin. Logam berat merupakan cemaran berbahaya, diantaranya arsen (As), kadmium (Cd), dan timbal (Pb). Aflatoksin merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus dan diklasifikasikan sebagai senyawa karsinogenik oleh IARC. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel buah mengkudu dari Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan kadar cemaran logam berat Pb yang paling besar terdapat dalam sampel dari Surabaya dengan kadar sebesar 1,9631 mg/kg, sedangkan cemaran logam Cd terbesar terdapat dalam sampel dari Bandung dengan kadar sebesar 0,1171 mg/kg namun kadar tersebut masih berada di bawah batas maksimal yaitu logam Pb 10 mg/kg dan logam Cd 0,3 mg/kg. Cemaran logam berat As dan aflatoksin tidak terdeteksi dalam ketiga sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dari daerah Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya memenuhi standar mutu ekstrak sehingga aman untuk dijadikan sebagai bahan baku obat
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Waru Pamekasan
Instansi pelayanan kefarmasian dituntut untuk menerapkan pelayana yang bermutu di bidang kesehatan. pelanan yang bermutu dapat dilihat dari tingkat kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi rumah sakit waru. Kecamatan pasean, kabupaten pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini mengunakan kuesioner yang kemudian hasil tersebut diolah menjadi data. Hasil penelitian pada tingkat kepuasan pasien pada total semua dimensi dengan persentase sebesar 54,56% dalam katagori tidak puas dan 45,44 puas. Pada dimensi kehandalan memiliki kepuasan paling tinggi terbesar 37,66% dalam katagori cukup puas. dalam dimensi ketanggapan memiliki kepuasan paling tinggi terbesar sebesar 43,25% katagori cukup puas. dimensi empati memiliki kepuasan paling tinggi terbesar 41,5% katagori cukup puas. dimensi bukti langsung memiliki kepuasan paling tinggi terbesar 43,8% cukup puas. dimensi jaminan memiliki kepuasan paling tinggi terbesar 48,5% cukup puas. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari setiap dimensi dapat disimpulankan bahwa pasien terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi rumah sakit waru masih tergolong tinggi dengan persentase ketidak puasan pasien sebesar 54,56%
Screening Anemia remaja Putri di Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Dauh Puri
Dalam rangka mendukung upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita dapat dilakukan melalui pendekatan pada hulu yaitu remaja. Desa mitra (kelurahan Dauh Puri) masuk lokus/lokasi fokus stunting di wilayah kecamatan Denpasar barat. Salah satu sasaran upaya pencegahan stunting adalah dari Hulu yaitu Remaja. Disini Tim menyasar pada remaja di desa mitra, dimana permasalahannya adalah kurang aktifnya remaja mengikuti kegiatan sekaa teruna teruni, banyak remaja yang belum paham tentang stunting, sehingga melalui kegiatan ini tim memberi penyuluhan remaja putri dengan tentang kesehatan dan pengukuran kadar hemoglobin. Tujuan pendampingan kelompok remaja putri meningkatkan pengetahuannya tentang kesehatan remaja dan masalah gizi sehingga remaja bisa merencanakan masa depannya dengan baik dan dapat ikut serta dalam program mencegah stunting. Metoda setelah diberikan motivasi pada remaja, penyuluhan dan pelatihan kepada remaja, kemudian dilakukan screening cek HB pada 53 remaja putri di Desa Dauh Puri. Hasil pada kegiatan pendidikan masyarakat yang dilakukan penyuluhan didapatkan hasil pretest dengan pengetahuan baik 36%, cukup 57% dan kurang 7% dan hasil posttest didapatkan pengetahuan baik 94%, cukup 6% dan kurang 0%. Pada pemeriksaan Hb didapatkan tidak anemia 94% dan anemia 6% Keywords: Anemia; Remaja; Stunting
Pemberdayaan Masyarakat Desa Blimbing dalam Pembuatan Jasimun (Jamu Sistem Imun) sebagai Upaya Peningkatan Imunitas di Masa Pandemi
The body\u27s immune system is a collection of mechanisms that are owned by living things, where the immune system functions to protect the body from infection by identifying and killing pathogenic substances that attack the body in thousands of different ways. The immune system can be known when there is a failure to produce immunity. During a pandemic, very important to maintain the body\u27s immune system properly, so that it can minimize being infected with the Covid-19 virus. One of the efforts to maintain the body\u27s immune system is to consume healthy food and drink. One of the healthy drinks that can be consumed to maintain the body\u27s immune system is Jasimun (Jamu Sistem Imun). Jasimun is a herbal and healthy drink made with selected ingredients of good quality and rich benefits, including ginger, turmeric, cloves, lemon grass, lime, and palm sugar. The purpose of PkM activity is to invite the public to maintain body immunity by consuming the Jasimun herbal drink. The method used in this activity was demonstration how to make Jasimun to the participants in attendance, where it is very easy and simple to make, simply by boiling all the ingredients medium heat until boiling. Based on the activities carried out, the activity participants were very enthusiastic in participating in the activities and liked the taste of Jasimun was made. This Jasimun product can also be an entrepreneurial opportunity for the community because Jasimun herbal drink products can be commercialized and able to improve the community\u27s economy
Pendidikan dan Pemeriksaan Kesehatan pada Lansia di Kampung Gunung Bango Kelurahan Cipawitra Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya
Di masa pandemi Covid-19, lansia merupakan kelompok usia yang paling berisiko meninggal akibat terpapar virus Covid-19. Penilaian kesehatan dan peningkatan kebugaran jasmani merupakan modal yang sangat baik untuk melawan virus dalam tubuh. Tujuan kegiatan untuk mengetahui kondisi kesehatan lansia, mengetahui kadar gula darah, kolesterol dan asam urat pada lansia, memberikan penyuluhan kesehatan tentang pola hidup yang baik pada lansia, melaksanakan kegiatan olahraga (senam lansia). Berdasarkan hasil pengukuran tersebut didapatkan bahwa sebagian besar partisipan (84%) memiliki tekanan darah tinggi (sistolik > 140 mmHg atau diastolik > 90 mmHg) sedangkan 4 orang (16%) memiliki tekanan darah normal, kadar gula darah saat sebagian besar peserta (88%) dalam batas normal (70-140 mb/dL) sekitar 3 orang (12%) memiliki kadar gula darah yang melebihi batas normal. Kadar asam urat lansia masih dalam batas normal yaitu 2,5-7,5 mg/dL untuk wanita, dan 4,0-8,5 mg/dL untuk pria. Sehingga perlu adanya kegiatan edukasi, pemeriksaan kesehatan dan terapi berkelanjutan agar lansia khususnya yang berkaitan dengan hipertensi dan DM dapat memperoleh kondisi tubuh sehat yang optimal