E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    PELATIHAN UMKM PANGAN LOKAL BERGIZI DUKUNG ASI CEGAH STUNTING

    No full text
    Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di Indonesia. Salah satu intervensi penting dalam pencegahan stunting adalah pemberian ASI eksklusif yang optimal, yang sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu menyusui. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengolah pangan lokal bergizi yang mendukung pemberian ASI dan pencegahan stunting. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2025 di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, melibatkan kelompok wanita nelayan “Fatimah Az-Zahrah” yang terdiri dari ibu menyusui dan pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini mencakup penyuluhan dan pelatihan pangan lokal bergizi berbasis video. Hasil kegiatan post-test lebih tinggi dari hasil per-test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam pemanfaatan pangan lokal, serta antusiasme tinggi untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan: Pendekatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan gizi keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal

    PENINGKATAN DAYA JUAL PRODUK MADU KELULUT KHAS KALIMANTAN MELALUI BRANDING DAN PACKAGING

    No full text
    Madu telah lama dikenal dan diketahui manfaatnya oleh manusia. Semua aktivitas dan produk yang dihasilkan oleh madu mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Madu dimanfaatkan dalam berbagai kepentingan, baik sebagai bahan baku obat maupun kosmetik. Cluster peternak madu kelulut di kecamatan karang intan ini bernama Maleponini dimana klaster  ini mengembangkan budidaya madu kelulut. Meskipun produksi madu tergolong melimpah, penjualannya masih sangat terbatas karena strategi pemasarannya yang hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dihadirkan untuk memberikan pendampingan kepada anggota cluster Maleponini  Madu Kelulut dalam hal branding, pengemasan produk. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025. Dengan brand yang menarik, kemasan produk yang berkualitas, dan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan usaha madu kelulut dapat lebih bersaing di pasar. Kegiatan pengabdian ini melibatkan beberapa tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai branding, pengemasan produk, dan pemasaran digital sebesar 75 %. Selain itu, peserta kegiatan juga berhasil menciptakan merek "Honey Kelulut" dengan desain kemasan yang menarik serta konten promosi yang dibagikan melalui media sosial dan platform e-commerce

    UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN CIJUHUNG MELALUI PENGOLAHAN SOFT COOKIES PISANG KEPOK TERFORTIFIKASI DAUN KELOR

    Full text link
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan hasil pertanian lokal di Dusun Cijuhung, terutama pisang kepok dan daun kelor, yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah tanpa diolah menjadi produk bernilai tambah. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya nilai ekonomi yang diterima masyarakat dan terbatasnya keterampilan dalam pengolahan pangan fungsional. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk pangan bergizi dan bernilai ekonomi melalui pelatihan pembuatan soft cookies pisang kepok terfortifikasi daun kelor. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif di Madrasah Imaadul Bilaadh dan melibatkan lima belas peserta yang merupakan ibu rumah tangga. Tahapan kegiatan meliputi edukasi mengenai potensi gizi bahan pangan lokal, penyiapan alat dan bahan, serta praktik langsung pembuatan produk dengan pendampingan tim pelaksana. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pangan lokal serta munculnya antusiasme untuk mencoba produksi mandiri di rumah. Produk soft cookies yang dihasilkan memiliki tekstur baik, cita rasa khas pisang, dan warna kehijauan dari bubuk kelor, sekaligus berpotensi sebagai pangan fungsional karena kandungan protein dan antioksidan alaminya. Kegiatan ini berhasil memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, diversifikasi pangan, dan penguatan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal.Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat; pisang kepok; daun kelor; pangan fungsiona

    PENDAMPINGAN KELUARGA PADA BAYI DENGAN GIZI KURANG MELALUI INTERVENSI EDUKASI DAN DEMONSTRASI MPASI BERGIZI SEIMBANG

    Full text link
    Gizi kurang pada bayi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan menyeluruh melalui edukasi kepada ibu. Tujuan kegiatan pendampingan ini adalah untuk mengetahui intervensi edukasi dan demonstrasi pembuatan MPASI bergizi seimbang dapat berdampak positif pada perbaikan status gizi bayi dengan kondisi gizi yang lebih baik paska mengalami sakit. Metode pengabdian dilakukan melalui pendampingan pada keluarga yang mempunyai bayi dengan status gizi kurang melalui pemberian intervensi berupa edukasi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI. Subjek adalah seorang bayi dengan berat badan awal 6,0 kg yang mengalami penurunan berat badan setelah sakit demam. Intervensi dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan. Kunjungan pertama memberikan penjelasan dengan media leaflet dan video mengenai cara pengolahan MPASI, kunjungan kedua berupa demonstrasi langsung pembuatan MPASI sehat, dan kunjungan ketiga berupa evaluasi pengetahuan ibu serta pengamatan keterampilan memasak. Hasil menunjukkan adanya peningkatan berat badan secara bertahap, yaitu menjadi 6,4 kg pada minggu kedua dan 7,4 kg pada minggu ketiga, yang menunjukkan respons positif terhadap intervensi edukasi. Temuan ini membuktikan bahwa metode edukasi terstruktur yang menggabungkan media visual, praktik langsung, dan penilaian keterampilan dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu dalam pemberian MPASI sehingga berdampak pada perbaikan status gizi bayi

    PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI DAN SIMULASI KEBAKARAN DI DESA CIKUNIR

    Full text link
    Kebakaran permukiman merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia dan masih menjadi permasalahan serius akibat rendahnya pengetahuan serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran, termasuk di Desa Cikunir yang memiliki permukiman padat dan aktivitas rumah tangga berisiko tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan dan penanganan awal kebakaran melalui edukasi dan simulasi kebakaran sederhana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif yang melibatkan masyarakat secara langsung melalui empat tahap kegiatan, yaitu persiapan, edukasi,  simulasi pemadaman api menggunakan kain basah, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata 41% menjadi 89% (+48%) dan kemampuanakan keterampilan praktis sebesar rata-rata 87%, di mana sebagian besar peserta mampu mempraktikkan langkah pemadaman api kecil secara tepat dan aman. Kesimpulannya, kegiatan edukasi dan simulasi sederhana terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kebakaran, serta perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui pelatihan rutin dan pembentukan tim siaga kebakaran desa

    PSIKOEDUKASI LANSIA BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI PANTI WERDHA LASWI KOTA BANDUNG

    Full text link
    Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut perhatian khusus terhadap aspek kesejahteraan psikologis agar mereka dapat menjalani masa tua dengan tenang, mandiri, dan bermakna. Lansia yang tinggal di panti sosial sering menghadapi berbagai permasalahan psikososial seperti kesepian, kehilangan makna hidup, serta rendahnya rasa berharga, meskipun kebutuhan dasar telah terpenuhi. Kegiatan ini bertujuan menganalisis kontribusi psikoedukasi berbasis komunitas terhadap kesejahteraan psikologis lansia di Panti Werdha Laswi. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one group pre-test–post-test melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner WHO-5 Well-Being Index (pre- test dan post-test) serta observasi terhadap ekspresi emosional, partisipasi, dan interaksi sosial peserta selama kegiatan berlangsung. Subjek kegiatan terdiri atas tujuh lansia berusia 60– 80 tahun. Hasil uji Paired Sample t- Test menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik (p < 0,05), denganrata-rata skor kesejahteraan meningkat dari 16,0 menjadi 17,7. Temuan kualitatif juga memperlihatkan peningkatan semangat, keterbukaan dalam berbagi pengalaman, serta hubungan sosial yang lebih positif. Sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan kesejahteraan psikologis, sementara beberapa lainnya tetap stabil dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan latar belakang pribadi. Secara keseluruhan, kegiatan psikoedukasi berbasis komunitas ini berkontribusi positif terhadap kesejahteraan psikologis lansia melalui peningkatan suasana hati, rasa keterhubungan sosial, dansemangat hidup. Program ini dapat dijadikan model intervensi yang aplikatif dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan kesejahteraan psikologis lansia di lingkungan panti sosial

    SKRINING DAN EDUKASI DALAM PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI SMK SURYALAYA KABUPATEN TASIKMALAYA

    No full text
    Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang kini mulai banyak ditemukanpada kelompok usia remaja akibat perubahan gaya hidup. Remaja menjadi kelompok penting dalam upayapencegahan dini karena pada masa ini kebiasaan hidup sehat mulai terbentuk. Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan hipertensi melalui skriningkesehatan dan edukasi gaya hidup sehat di SMK Suryalaya Kabupaten Tasikmalaya. Metode kegiatan meliputiskrining tekanan darah, denyut nadi, dan indeks massa tubuh (IMT), serta pemberian edukasi interaktif mengenaifaktor risiko dan strategi pencegahan hipertensi. Sebanyak 58 siswa jurusan keperawatan mengikuti kegiatan ini.Hasil skrining menunjukkan 9,1% siswa mengalami hipertensi, 34,8% hipotensi, dan 13,6% obesitas. Setelahintervensi edukasi, terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan siswa dari 8,14 menjadi 9,53,atau meningkat sebesar 17%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi interaktif berbasis sekolah efektif dalammeningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran remaja terhadap pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegahhipertensi. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan edukasi promotif dan preventif dilingkungan sekolah

    EDUKASI KESEHATAN MENTAL (MENTAL HEALTH) BAGI SISWA SMK TERPADU AL – IKHWAN KOTA TASIKMALAYA

    No full text
    Kesehatan mental remaja merupakan isu penting mengingat prevalensi gangguan mental emosional pada usia 15-24 tahun terus meningkat. Siswa SMK menghadapi tekanan unik karena tuntutan akademik dan pengembanganketerampilan vokasional yang dapat menjadi sumber stres signifikan. Program pengabdian masyarakat inibertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMK Terpadu Al-Ikhwan Kota Tasikmalaya tentang kesehatanmental melalui edukasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu persiapan, sosialisasi, danevaluasi. Sebanyak 9 siswa kelas X.2 mengikuti program ini. Edukasi diberikan melalui presentasi interaktif,diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan 16pertanyaan terkait kesehatan mental. Hasil kegiatan menunjukkan, terjadi peningkatan pemahaman siswa dengankategori baik dari 56% pada pre-test menjadi 78% pada post-test, sementara kategori cukup menurun dari 44%menjadi 22%. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya kesehatanmental. Edukasi kesehatan mental melalui metode interaktif terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswaSMK. Program ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukungkesejahteraan psikologis siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan kehidupan dengan sehat secaramental

    PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN OSTEOPOROSIS SEJAK DINI : INVESTASI KESEHATAN MASA DEPAN

    Full text link
    Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1% (Riskesdas 2018), sementara risiko osteoporosis meningkatterutama pada perempuan pasca menopause. Di Kota Tasikmalaya, hipertensi merupakan penyakit tidak menularterbesar kedua. Fakta ini menunjukkan perlunya edukasi terpadu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan promosi kesehatan bertema “Cegah Hipertensi danOsteoporosis Sejak Dini” terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan kedua penyakittersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimen (one group pretest-posttestdesign). Kegiatan dilaksanakan pada 6 Oktober 2025 di Masjid Jami Nurul Hidayah, Kecamatan Cibeureum, KotaTasikmalaya, dengan jumlah responden 67 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Intervensidilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan media leaflet. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dengantingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,96 menjadi9,16 setelah intervensi, dengan nilai p = 0,022 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelumdan sesudah penyuluhan. Nilai korelasi yang kuat (r = 0,823) menunjukkan hubungan positif antara hasil pretestdan posttest. Disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah dan leaflet efektifmeningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan hipertensi dan osteoporosis sejak dini melaluipenerapan gaya hidup sehat, konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pemeriksaan kesehatan berkala.Kata Kunci: Hipertensi, Osteoporosis, Promosi Kesehatan, Penyuluhan, Pengetahuan Masyaraka

    POSITIVE AFFIRMATION & SELF-CARE UNTUK PENGUATAN WELL-BEING MAHASISWA DI ERA DIGITAL

    No full text
    Kesejahteraan psikologis mahasiswa di era digital perlu diperkuat karena tingginya tekanan akademik dan overstimulasi digital. Program pengabdian masyarakat ini memperkenalkan positive affirmation dan self-care sebagai strategi promotif untuk meningkatkan regulasi emosi dan keseimbangan mental. Intervensi mencakup psychoeducation, refleksi diri terarah, latihan afirmasi, dan diskusi aplikatif. Sebanyak 70 mahasiswa terlibat dan menyelesaikan instrumen evaluasi yang mencakup tiga domain: tekanan akademik, praktik afirmasi & self-care, serta psychological well-being. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa tekanan akademik berada pada kategori sedang–tinggi (mean 3,78 ± 0,41), sedangkan afirmasi & self-care (mean 3,41 ± 0,38) dan psychological wellbeing (mean 3,56 ± 0,43) berada pada kategori sedang. Korelasi Pearson sebesar r = 0,64 menunjukkan hubungan positif yang kuat antara afirmasi & self-care dan psychological well-being. Refleksi naratif mendukung pola tersebut melalui peningkatan self-awareness, reframing kegagalan, dan komitmen terhadap rutinitas self-care sederhana (digital detox, journaling). Intervensi berbasis afirmasi dan self-care ini dapat direkomendasikan sebagai pendekatan promotif-preventif yang feasible untuk memperkuat resiliensi mental mahasiswa di era digital

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇