E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Jahe Dan Ekstrak Lengkuas Merah Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus
Peningkatan prevalensi global infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus menekan masyarakat untuk menggunakan obat antibiotik. Penggunaan antibiotik dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya oleh karena itu perlu adanya penggunaan obat alternatif alami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas kombinasi ekstrak jahe dan esktrak lengkuas merah sebagai obat alternatif alami dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif. Ekstrak kombinasi jahe dan lengkuas merah diperoleh dari metode maserasi menggunakan etanol 96%. Skrining fitokimia yang dilakukan yaitu uji flavonoid, terpenoid, tanin, dan saponin, sedangkan uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dilakukan menggunakan metode difusi disk dengan variasi konsentrasi ekstrak kombinasi jahe dan lengkuas merah 80%:20%, 50%:50% dan 20%:80%. Hasil skrining fitokimia kedua esktrak positif mengandung flavonoid, terpenoid, tanin dan saponin. Adapun hasil zona hambat antibakteri secara berturut-turut yaitu 11,58±1,18mm, 4,46±0,70mm dan 2,95±0,45mm. Hasil uji statistik Kruskal Wallis didapatkan perbedaan rata – rata diameter zona hambat antar kelompok perlakuan dengan nilai (p 0,001). Selanjutnya pada uji Mann Whitney masing-masing konsentrasi memiliki perbedaan rata – rata zona hambat yang bermakna (p≤0,05) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kombinasi ekstrak jahe dan lengkuas memiliki aktivitas antibakteri dengan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 80%:20% yang masuk kedalam katagori kuat
PELAKSANAAN SENAM NIFAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMULIHAN KESEHATAN IBU POSTPARTUM DI R. MELATI II A RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA
Postpartum merupakan periode setelah melahirkan dimana ibu mengalami adaptasi terhadap perubahan berbagai sistem tubuhnya. Masalah kesehatan dapat dialami oleh ibu postpartum apabila terdapat gangguan adaptasi fisiologis ini. Salah satu upaya untuk mencegah masalah kesehatan tersebut yaitu melalui senam nifas. Senam nifas merupakan serangkaian gerakan atau latihan fisik yang ditujukan untuk mengembalikan kekuatan otot dinding perut, otot punggung, otot vagina dan perineum serta mempercepat involusi uterus. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan senam nifas dan mengidentifikasi masalah kesehatan setelah melakukan senam nifas. Metode kegiatan ini berupa demonstrasi senam nifas yang didukung oleh media leaflet dan video. Sasaran adalah ibu-ibu yang baru melahirkan baik secara spontan maupun seksio sesaria yang dirawat di R. Melati IIA RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Februari – Mei 2024. Evaluasi dilaksanakan setelah demonstrasi untuk menilai keterampilan senam nifas dan status kesehatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat 80 orang ibu postpartum dengan usia minimal 19 tahu maksimal 34 tahun, sebagian besar multipara, dan merupakan postpartum hari ke-1-2. Setelah demonstrasi senam nifas, seluruh peserta (100%) dapat redemonstrasi senam nifas, 81% merasakan nyeri ringan pada pinggang, 41% merasakan kontraksi uterus,dengan kekuatan sedang, 65% tinggi fundus uterus 1-2 jari bawah pusat,66% mampu miring kiri-kanan secara mandiri, 53 % mampu duduk secara mandiri, 50% mampu berjalan dengan dibantu dan50% mampu berjalan secara mandiri. Simpulan kegiatan ini yaitu pelaksanaan senam nifas dapat meningkatkan kemampuan ibu postpartum dalam melaksanakan senam nifas dan menurunkan masalah kesehatan yang terjadi pada masa postpartum. Kata Kunci: Postpartum, Senam Nifa
PEMERIKSAAN STATUS GIZI PADA ANAK DI LEMBAGA KESEJATERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) AMANAH KOTA TASIKMALAYA
Penilaian status gizi dapat memantau penyimpangan tumbuh kembang secara dini sehingga Upaya-upaya pencegahan, stimulasi dan penyembuhan serta pemulihannya. Semua anak memiliki hak yang sama dalam tumbuh dan berkembang, termasuk anak-anak binaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Tujuan: pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penilaian status gizi pada anak-anak binaan di LKSA Amanah. Metode : metode pelaksanaannya dengan pemeriksaan status gizi meliputi menidentifikasi usia anak, pengukuran BB, TB dan perhitungan IMT secara langsung kemudian status gizi dikatagorikan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 tahun 2020, Jumlah anak yang mengikuti kegiatanini adalah 36 orang. Hasil : status gizi anak-anak di LKSA Amanah, sebagian besar yaitu 31 orang (86,11%) dengan status gizi baik (normal). Kesimpulan : Masih terdapat permasalahan gizi di LKSA Amanah dan perlu ditindaklanjti untuk penagananny
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG MAKANAN SEHAT UNTUK MATA DAN DETEKSI DINI MIOPIA DI SDN 2 GOBRAS
Sayuran merupakan salah satu jenis santapan yang berdampak baik untuk kesehatan anak. Kekurangan vitamin A dalam makanan sehari-hari menyebabkan setiap tahunnya sekitar satu juta anak balita di seluruh dunia menderita penyakit mata tingkat berat. Gangguan penglihatan menjadi masalah yang mendapat banyak perhatian, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Siswa SDN 2 Gobras Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya tentang makanan sehat untuk mata dan deteksi dini miopia. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, dengan tes yang digunakan yaitu pre-test dan post-test. Nilai rata-rata pre-test didapat nilai 29,6 dan rata-rata nilai posttest 74,1, dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terjadi kenaikan antara hasil dari pre-test dan post-test sebesar 150.34%.Teknik analisis data yang digunakan untuk menilai peningkatan antara pre-test dan post-test dilakukan melalui analisis gain-ternomalisasi . Sebanyak 4 siswa memperoleh kategori rendah dengan rentang skor gain g < 0.30 kemudian sebanyak 10 siswa memperoleh kategori sedang dengan rentang skor gain sebesar 0.30 ≤ g ≤ 0.70 dan sebanyak 13 siswa mendapatkan kategori tinggi dengan rentang skor gain sebesar g > 0.70. Dengan rata-rata perolehan nilai n-gain sebesar 0.63 dengan kategori sedang. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan Siswa SDN 2 Gobras mengenai makanan sehat untuk mata dan deteksi dini miopia
Efek Ekstrak Etanol Daun Kate Mas (Euphorbia heterophylla L.) terhadap Kadar Malondialdehida (MDA) pada Tikus Obesitas
Consumption of foods high in carbohydrates and fats can cause obesity and increase lipid peroxidation,which is the process of fat oxidation that produces excess free radicals. These free radicals can damagebody cells and trigger increased levels of malondialdehyde (MDA), which is a byproduct of lipidperoxidation and a marker of oxidative stress. Increased MDA is associated with cell damage,inflammation, and increased risk of metabolic diseases, including insulin resistance, diabetes, andcardiovascular disease. The purpose of this study was to determine the activity of kate mas leaf extract(Euphorbia heterophylla L.) on MDA levels in obese mice. The research method used 36male whiteWistar rats which were divided into 6 groups, namely the normal group, induction, comparison (orlistat),and test groups with doses of 50 mg/Kg BW, 100 mg/Kg BW, and 200 mg/Kg BW. The mice wereinduced with high-carbohydrate and fat feed for 6 0 days. The parameters observed were MDA levelsin the blood and liver using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that MDA levels in theliver were higher than MDA levels in the blood. MDA levels in the blood of the normal group were 17.56± 4.86 nmol / ml, the induction group 54.43 ± 6.61 nmol / ml, the comparison group 24.75 ± 5.17 nmol/ ml, the 50 mg dose test 24.44 ± 3.62 nmol / ml, the 100 mg dose test 27.14 ± 5.01 nmol / ml and the200 mg dose test 28.95 ± 6.28 nmol / ml. While the MDA levels in the liver of the normal group were24.37 ± 4.38 nmol / ml, the induction group 56.48 ± 6.10 nmol / ml, the comparison group 25.09 ± 3.54nmol / ml, the 50 mg dose test 26.13 ± 3.21 nmol / ml, the 100 mg dose test 36.61 ± 5.30 nmol / ml andthe 200 mg dose test 34.23 ± 1.48 nmol / ml. The level of ethanol extract of golden kate leaves that canreduce MDA levels most effectively is a dose of 50 mg / Kg BW. The results of statistical tests showedthat the induction group was significantly different from all groups. The conclusion of this study showsthat the ethanol extract of golden kate leaves has activity in reducing MDA levels in obese mice with aneffective dose of 50 mg / Kg BW
Karakterisasi Mutu Simplisia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Ranting Jengkol (Archidendron pauciflorum) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Penyebab Karies Gigi
Introduction: Tooth decay or cavities are a frequent dental health problem found among the publicwhich is formed due to the accumulation of dirt or food waste which is formed due to the activity of the bacteria Streptococcus mutans. Indonesia has many types of plants that have antibacterial potential, one of which is jengkol. According to empirical data, jengkol twigs can overcome dental problems caused by bacterial microorganisms. Objective: To determine the quality characteristics of simplicia and the antibacterial activity of ethanol extract of jengkol (Archidendron pauciflorum) twigs on Streptococcus mutans bacteria. Method: This research is experimental with extraction, checking the quality characteristics of simplicia, and testing antibacterial activity. Result: Simplicia jengkol twigs, in testing the ethanol soluble essence content resulted in 25.5 ± 0.2, water soluble essence content 18.31 ± 0.16, drying loss 3.68 ± 0.015, water content 6 ± 1, total ash content 2, 19 ± 0.08%, acid insolubleash content 1.54 ± 0.80%, specific gravity 1.04 g/mL and positive for saponin; polyphenols; steroids;triterpenoids. In the antibacterial activity test, a 50% concentration produced an average inhibition zone of 17.96%, a 40% concentration of 16.5 mm, a 30% concentration of 15.6 mm, 20% concentration of 15 mm, a 10% concentration of 12 mm, a positive control of 18,4 mm, negative control 7 mm.Conclusion: A concentration of 50% extract was proven to be effective in inhibiting the activity ofStreptococcus mutans bacteria, comparable to the positive control clindamyci
PERAN FITOTERAPI DALAM MENDUKUNG PENGOBATAN DIABETES SECARA ALAMI
Diabetes mellitus is a chronic disease that requires long-term treatment, including through natural approaches such asphytotherapy. This counseling was conducted in the form of a webinar with respondents from various cities in Indonesia,such as Tasikmalaya, Banjar, Majalengka, Ciamis, Kuningan, and Pangandaran. The material presented included anintroduction to phytotherapy, types of plants that have the potential to help manage diabetes, and how to use themsafely. Before and after the counseling, participants were asked to fill out a questionnaire in the form of pretest andposttest questions to measure their level of knowledge. The results of the analysis showed a significant increase inposttest scores compared to the pretest, indicating that the counseling was successful in improving participants\u27understanding of the topics covered. In conclusion, online counseling on phytotherapy can be an effective educationalmethod in improving people\u27s knowledge of natural diabetes management. This webinar also emphasized theimportance of continuous education to support the wise and safe use of herbal therapie
PENINGKATAN KUALITAS PENGLIHATAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PROGRAM KACAMATA GRATIS
Vision impairments, particularly refractive errors, represent a significant challenge affecting students\u27 academic performance in Indonesia, especially in rural areas. This community service program aimed to enhance students\u27 visual quality while supporting their academic achievements through the provision of free eyeglasses at SMKN 1 Cijulang. The program involved comprehensive eye examinations, refractive measurements, and eyeglass distribution for students in need of vision correction, particularly those with myopia, astigmatism, anisometropia, and amblyopia. Among the 52 students identified with refractive errors, 35 students (70 eyes) received free eyeglasses. The program results showed that the majority of refractive errors identified were myopia (51.43%) and astigmatism (40%), with accompanying conditions such as amblyopia (25.71%) and anisometropia (17.15%). Most eyeglass recipients were 10th-grade students (77.14%), with a predominance of female students (57.14%). The program demonstrated a significant positive impact, improving students\u27 visual quality and potentially enhancing their concentration and academic performance. In addition to providing practical solutions for vision correction, this program raised awareness among students and parents about the importance of routine eye examinations. The success of this initiative highlights the potential of school-based interventions as an effective model for addressing vision health challenges in rural areas, with great potential for replication in other regions
SOCIAL MEDIA MARKETING BAGI UMKM
The development of digital technology has brought significant changes to the business world, including for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). One of the most striking changes is the role of social media as an effective and efficient marketing tool. However, even though the potential offered is enormous, there are still many MSMEs who do not fully understand how to utilize social media optimally. Low digital literacy, limited resources, and lack of a structured marketing strategy are the main obstacles. The main aim of this webinar is to increase digital literacy, provide practical guidance in managing social media accounts effectively, and help participants understand how to create content that is interesting and appropriate to the target market. A total of 22 people who live in West Java and are aged 19 - 26 years took part in this activity, and they were equipped with in-depth knowledge about social media marketing for MSMEs through presentations, discussions, and question-and-answer sessions. Evaluation is carried out by filling in the post-test and analyzing obstacles in implementing social media marketing. This webinar activity succeeded in increasing participants\u27 understanding of the importance of marketing strategies via social media for MSMEs. Participants gain new insight into the importance of social media for the business world, creating interesting content, using social media platforms and content effectively for the MSME audience. With these results, it is hoped that participants will understand the importance of digital marketing strategies and implement social media marketing techniques to improve their business development
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI INDONESIA: NARRATIVE REVIEW
ABSTRAKPencetus primer penyakit mengakibatkan kematian secara global di negara maju dan berkembang adalah strok. Menurut statistik Organisasi Kesehatan Dunia, strok menepati urutan ketiga mortalitas sesudah penyakit kardiovaskular dan kanker. Salah satu faktor penyebab terjadinya strok adalah riwayat diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan gangguan yang mempengaruhi cara tubuh menggunakan glukosa yang mengakibatkan tingginya kadar gula darah. Indonesia menepati peringkat ke 5 dalam jumlah peningkatan kasus diabetes melitus mencapai 19,5 juta. Prediksi International Diabetes Federation menyatakan akan terjadi peningkatan populasi pasien diabetes melitus dari 10,5% pada tahun 2021 menjadi 11,3% pada tahun 2023 dan 12,2% tahun 2045. Review artikel bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian strok pada pasien komorbid diabetes melitus di Indonesia. Artikel merupakan naratif review, database primer dalam tinjauan pustaka ini yaitu google scholar. Digunakan kata kunci faktor risiko, stroke dan diabetes melitus untuk memperoleh jurnal yang sesuai dengan topik. Berdasarkan hasil telaah literatur terjadinya strok dengan komorbid diabetes melitus dipengaruhi 4 faktor risiko utama yaitu genetik, usia, hiperglikemia dan mikroalbuminuria. Terdapat korelasi antara pasien strok dengan komorbid diabetes melitus Faktor risiko dominan strok dengan diabetes melitus di indonesia adalah hiperglikemia.Kata kunci: Diabetes melitus, Faktor risiko, Indonesia, Strok