E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    OPTIMASI FORMULA SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL 96% DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL

    Get PDF
    The skin is the outermost part of the body that is susceptible to bacterial infection. Therefore the skin requires a preparation that effectively kills bacteria such as liquid soap. Bandotan leaves are plants that have been known to contain antibacterial properties. The physical properties of liquid soap are affected by the HPMC and castor oil used. The purpose of this study was to determine the effect of varying the concentration of HPMC and castor oil needed on the characteristics of the 96% ethanol extract liquid soap formula of Bandotan leaves (Ageratum conyzoides L) and to determine the optimal composition of castor oil and HPMC in the optimum formula for 96% ethanol extract liquid soap. Bandotan leaves (Ageratum conyzoides L) using a factorial design method. This study used bandotan leaf extract, which was prepared by maceration extraction method using 96% ethanol solvent. Statistical test results obtained <0.05, namely 0.004 for PH, 0.035 foaming power and 0.045 Viscosity, so it can be concluded that variations in the concentration of HPMC and castor oil affect the characteristics of the liquid soap formula with 96% ethanol extract of bandotan leaves.

    ANALISIS ATC/DDD PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KASUS COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA (CAP) ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD CIAMIS

    Get PDF
    ABSTRACTPneumonia is an inflammatory process with consolidation caused by the filling of the alveoli cavity by exudates. The mortality rate due to pneumonia in children is higher at 0.16% than in adults. The main therapy in pneumonia patients is antibiotics. This study aims to evaluate the use of antibiotics in pediatric pneumonia patients hospitalized at RSUD Ciamis from January to December 2022. This research method is descriptive research with retrospective observational data collection. Samples were taken using purposive sampling technique and obtained as many as 150 from medical records. Data analysis used the ATC/DDD method. The most common pediatric patients who suffered from pneumonia and were hospitalized were male patients at 56.7%. The highest age group was 1 month old at 16%. The profile of antibiotic use in pediatric pneumonia patients in the inpatient installation of the Cialis Regional Hospital for the period January-December 2022 obtained four types of single antibiotics used, namely Ceftriaxone (88.03%), Ampicilin (5.98%), Ceftazidine (5.14%), and Cefotaxime (0.85%). The value of DDD/100 days of hospitalization in the use of antibiotic drugs for pediatric pneumonia patients in the inpatient installation of RSUD Ciamis in 2022 obtained a total value of DDD/100 days of hospitalization of 38.58 with the highest antibiotic Ceftriaxone of 17.37.ABSTRAKPneumonia menjadi penyebab kematian utama pada anak-anak di penjuru dunia dan Indonesia menempati urutan ke-8 dari 15 negara di dunia dengan jumlah kematian tertinggi terkait pneumonia pada anak di bawah usia lima tahun. Pengobatan utama penderita pneumonia dengan pemberian antibiotik secara rasional. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai pemakaian antibiotik terhadap penderita pneumonia anak yang dirawat inap di RS Ciamis pada Januari-Desember 2022. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang dilakukan secara observasional retrospektif. Jumlah sampel terdiri dari 150 rekam medis pasien anak yang dirawat akibat pneumonia. Metode ATC/DDD dipakai untuk analisa secara kuantitatif penggunaan antibiotik . Pasien anak anak laki-laki (56,7%) merupakan jenis kelamin pasien yang dirawat inap akibat penyakit pneumonia. Anak pada usia 1 bulan (16%) merupakan kelompok usia yang paling banyak dirawat inap akibat pneumonia. Profil penggunaan antibiotik pada pasien anak pneumonia di instalasi rawat inap RSUD Ciamis pada Januari-Desember 2022 terdiri dari Seftriakson (88,03%), Ampisilin (5,98%), Seftazidim (5,14%), Sefotaksim (0,85%). Nilai DDD/100 hari rawat inap pada penggunaan obat antibiotik untuk pasien anak pneumonia di instalasi rawat inap RSUD Ciamis tahun 2022 adalah sebesar 38,58 dengan antibiotik tertinggi yaitu Seftriakson sebesar 17,37

    GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH 45 KUNINGAN PERIODE TAHUN 2022

    Get PDF
    Salah satu masalah kesehatan utama yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas, terkhusus pada balita (dibawah umur 5 tahun) ialah diare. Menurut WHO dan UNICEF sekitar 2 miliar kasus diare terjadi setiap tahun di seluruh dunia, dan 1,9 juta anak dibawah usia 5 tahun meninggal akibat diare. Balita atau yang sering disingkat sebagai anak bawah lima tahun, balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas 1 tahun sampai 5 tahun atau biasanya digunakan perhitungan dengan usia bulan yakni usia 12-59bulan. Para ahli telah menggolongkan usia balita sebagai tahapan perkembangan anak yang cukup rentan terhadap berbagaimacam serangan penyakit Adapun tujuan dari penelitian kali ini yaitu untuk menganalisis gambaran kesesuian penggunaan obat antidiare pada pasien anak instalasi rawat inap di RSUD 45 Kuningan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif yaitu melakukan penelusuran terhadap tindakan yang diberikan oleh tenaga medis kepada      pasien balita dalam pemberian obat antidiare di instalasi rawat inap RSUD 45 Kuningan pada periode tahun 2022. cara pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 23.0 for windows dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji univariat. Hasil dari penelitian Gambaran Pengobatan Diare pada pasien balita di RSUD 45 Kuningan menggunakan terapi penunjang zinc sebanyak 67 pasien (98,5%), probiotik sebanyak 67 pasien (98,5%). Pasien balita dengan dehidrasi mendapat terapi pengobatan oralit sebanyak 4 pasien (5,9%)

    Sosialisasi dan Edukasi Remaja Sadar Gizi dan Sehat Bebas Dari Anemia Untuk Meningkatkan Sistem Imun Pada Mahasiswa STIKes Bhakti Husada Bengkulu

    No full text
    Masa remaja (adolescence) merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai adanya perubahan fisik, psikis dan psikososial (Dieny, 2021). Menurut World Health Organisation (WHO) batasan kelompok usia remaja adalah usia 12-24 tahun sedangkan menurut Depkes RI, batasan kelompok usia remaja adalah usia 10-19 tahun dan belum menikah (Kemenkes, 2021). Masa Remaja merupakan masa dimana organ reproduksi mulai berfungsi. Tujuan dari pengabdian ini adalah Untuk menjelaskan dan mengedukasi tentang Remaja Sadar Gizi  dan Sehat Bebas Dari Anemia Untuk Meningkatkan sistem Imun Di STIKes Bkati Husada Bengkulu. Metode yang digunakan yaitu berupa Penyebaran leaflet Tentang tentang Sosialisasi dan Edukasi Tentang Remaja Sadar Gizi  dan Sehat Bebas dari Anemia Untuk Meningkatkan sistem Imun Di STIKes Bkati Husada Bengkulu sebanyak 92 orang mahasiswa, dan instrument pengabdian berupa pembagian kuesioner dan diukur dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah mahasiswa STIKes Bhakti Husada Bengkulu. Hasil data frekuensi menunjukkan sebelum penyuluhan didapatkan hasil dalam kategori baik sebesar 88,46% sebanyak 78 responden, kategori sedang sebesar 11,54% sebanyak 12 responden dan kategori kurang sebesar 3,85% sebanyak 2 responden. disimpulkan hasil pre-test dihasilkan sebesar 88,46% berkategori baik dengan kategori kurang sebanyak 1 responden dan kategori sedang sebanyak 12 responden. Hasil post-test dihasilkan sebesar 98,2 % dengan kategori baik sebanyak 91 responden. Dan adanya pengaruh yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan sebesar 0,02. Penyuluhan dan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan Peningkatan pemenuhan kebutuhan gizi pada Mahasiswa, serta edukasi terhadap  remaja terutama mahasiswa akan pentingnya Gizi  dan Sehat Bebas dari Anemia untuk Meningkatkan Sistem Imun

    PENYULUHAN DAN EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DI DUSUN CICADAS DAN JAMPANGMANGGUNG DESA MALABAR KECAMATAN WANAREJA

    No full text
    Stunting, caused by nutritional deficiencies and inhibited infant growth, is a serious issue impacting the health and development of children. The objective of this initiative is to provide counseling and education to the community in Cicadas and Jampangmanggung Hamlets, Malabar Village, Wanareja District, on stunting prevention. The method employed in this activity involves counseling sessions for 34 respondents with varying educational backgrounds (elementary, junior high, high school, undergraduate). Additionally, informative leaflets were distributed to the community, and they were asked to fill out a questionnaire comprising 10 questions related to stunting. The community showed great enthusiasm for this initiative, leading to a paired T-Test analysis yielding a p-value of (0.000), indicating a significant difference in average values before and after the counseling sessions. This demonstrates that the counseling and educational efforts regarding stunting prevention have enhanced the community\u27s understanding of stunting prevention and have the potential to reduce stunting rate

    UPDATE KNOWLEDGE: PERAN GENDER DAN MASA KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT

    No full text
    Quantitative workload can be expressed as the amount of work required to fulfil a patient\u27s medical needs. High-quality workload represents a high level of responsibility in patient care. Nurses\u27 workload is the most important predictor of mental health, stress, job dissatisfaction, fatigue, and the presence of burnout. This service activity aims to provide and increase student knowledge about the Effect of Gender and Years of Service on Work Motivation of Nurses in Hospital Inpatients to Students of the Hospital Administration Study Program, Undergraduate Program, Faculty of Health Sciences, Kusuma Husada University, Surakarta by using a pre-experiment design with a research design of one group pretest and post-test design with a total of 35 students and the activity time in May 2024. This service uses quantitative research with multiple linear regression. There is an increase in the knowledge of participants before and after the provision of material marked by the pre-test and post test which shows that the level of knowledge before being given the material is 69% but after being given the material has increased to 89%. There is a significant difference between students\u27 knowledge about gender roles and tenure on nurses\u27 work motivation in hospital inpatient care.Keywords: Workload, Gender, Work motivation, Nurses, Hospitalisatio

    PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER PKK DESA SANDINGTAMAN KABUPATEN CIAMIS DENGAN WORKSHOP SABUN CUCI PIRING

    No full text
    Sabun merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat untuk mendapatkan standar kebersihan kehidupan sehari-hari. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang pembuatan sabun cuci piring cair dalam rangka pemberdayaan komunitas ibu-ibu PKK serta memenuhi kebutuhan sabun dalam kehidupan sehari-hari dan juga dapat dijadikan sebagai industri rumah tangga. Kegiatan dimulai dengan dilakukan pretest untuk melihat pengetahuan peserta mengenai pengetahuan terhadap sabun cuci piring, selanjutnya dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan sabun cuci piring cair dan terakir dilakukan evaluasi kegiatan dengan melakukan pretest. Hasil kegiatan yang telah dilakukan menunjukan ibu-ibu PKK Desa Sandingtaman tersebut merasa puas dengan hasil produk yang dihasilkan, sesuai dengan hasil kuisioner semua peserta merasakan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai pembuatan sabun cuci piring

    POTENSI DAN PENERAPAN PENGOLAHAN LIMBAH JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK (Analisis Hukum kerjasama dan Dampak Sosial Ekonomi)

    No full text
    Sulawesi Selatan merupakan salah satu penghasil jagung di Indonesia khususnya di Kabupaten Jeneponto. Ketersediaan limbah tanaman jagung akan seiring dengan peningkatan produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan limbah tanaman jagung sebagai pakan ternak. Observasi lapangan dilakukan pada kelompok tani Bonto Manai 1 Kecamatan Taroang. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Taroang belum mengelola limbah tanaman jagung dengan baik karena masyarakat tidak mengetahui proses pengelolaannya hingga menjadi pakan ternak yang mempunyai nilai ekonomi, namun setelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat oleh pihak Dinas. Tim Unismuh Makassar, masyarakat sudah mulai memahami cara mengolahnya. limbah tanaman jagung menjadi pakan ternak, hal ini terlihat dari komitmen masyarakat dalam mengelola limbah setelah dilakukannya pelatihan masyaraka

    Formulasi dan Evaluasi Body Scrub Kombinasi Ekstrak Kulit Pisang Nangka (Musa X Paradisiaca L) dengan Beras Putih (Oryza Sativa L.) sebagai Antioksidan

    No full text
    Background: Body scrub is a semi-solid emulsion preparation that functions to remove dead skin cells,provide moisture, and make the skin soft. One of the essential components in body scrubs isantioxidants. Antioxidants are compounds that can combat free radicals to regenerate the skin.Objective: This study aims to evaluate the nangka banana peel as an antioxidant in the form offlavonoid compounds in body scrub preparations. Methods: The extraction method used is macerationto obtain a thick extract from the nangka banana peel. The concentrations of nangka banana peelextract used in each body scrub formula are 1 gram, 3 gram, and 5 gram. The evaluation of the bodyscrub preparations included homogeneity tests, organoleptic tests, spreadability tests, pH tests,viscosity tests, adhesion tests, cream type tests, stability tests, hedonic tests, and irritation tests.Results: The results of the body scrub evaluation showed that the preparations were homogeneous,stable, had good spreadability, adhesion, and viscosity, with a pH of 5.79-6.55, did not cause irritation,and the formula most preferred by the panelists was formula 2. Conclusion: Extracts of nangka bananapeels can be made into body scrub cream preparations and have antioxidant activity of 16.84144, witha vitamin C standard of 3.73659. For the preparations, it shows that the IC50 value of F1 is 40.23555μg/mL, F2 is 35.05051 μg/mL, and F3 is 30.08351 μg/mL, and the results of the preparation evaluationmeet the requirement

    Formulasi Sediaan Spray Gel Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Sebagai Antijerawat

    No full text
    Background: Bandotan (Ageratum conyzoides L. L. L.) is a type of wild vegetation commonly found inrice fields, home gardens, and even in bushes. Although considered a weed, bandotan leaves possessmedicinal properties, one of which is antibacterial activity. The leaves of Bandotan are recognized fortheir active compounds, including flavonoids, tannins, and triterpenoids.. Objective: The purpose ofthis study was to develop a spray gel containing an ethanol extract of bandotan leaves with optimalphysical properties. Methods:This study utilized a method that varied the gelling agent concentrationacross three formulations: 1%, 1.5%, and 2%. Conclusion: The results indicated that Formula II, witha 1.5% concentration, was the most effective formulation, meeting the standards for physical propertiesand demonstrating antibacterial activity against Propionibacterium acnes, with an inhibition zonediameter of 7.66 mm, which is classified as moderate

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇