E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    SOCIALIZATION OF THE USE OF THE CANVA APPLICATION AS A HEALTH PROMOTION MEDIA AT RSIA DR. HJ. KARMINI TASIKMALAYA CITY

    No full text
    In today\u27s increasingly advanced digital era, digital media is an effective means of conveying information to the public. One very popular application for creating graphic designs is Canva. Canva is a platform that allows users to create visually appealing and professional designs without the need to have deep design skills. In the context of hospitals, Canva can be used as a tool to create health promotion materials in hospitals that are attractive and easy to understand such as creating posters, flyers, brochures, infographics, so as to convey important messages about health to public patients. The purpose of this socialization is to explain the targets that can be used in health promotion, introduce the Canva application in health promotion and determine social media that will be used as health promotion media. The method used is the method by giving lectures and discussions on increasing health promotion knowledge in hospitals. Thus, the results of health promotion efforts at RSIA dr. Hj. Karmini can be one of the effective strategies in improving overall public health so that social media can play an important role in promoting hospitals by utilizing platforms such as Facebook, Instagram, and Tiktok.Keywords: Socialization, Promotion, Canva, Social Media

    Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Anorganik menjadi Produk Ramah Lingkungan Ecobrick di Desa Jayamukti, Cikarang Pusat

    No full text
    Kesadaran tentang pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia menjadi salah satu persoalan mendesak dan memerlukan perhatian lebih. Khususnya di daerah padat penduduk, sampah rumah tangga perlu dikelola lebih bijaksana untuk meminimalisir pencemaran lingkungan yang sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga. Edukasi tentang pengelolaan sampah anorganik rumah tangga dilakukan di Desa Jayamukti, Cikarang Pusat, yang merupakan daerah padat penduduk. Pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah anorganik rumah tangga melalui pembuatan ecobrick, produk ramah lingkungan yang dapat mengurangi dampak negatif sampah plastik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi sosialisasi mengenai dampak sampah anorganik, simulasi sederhana pembuatan ecobrick, dan sesi saran dan tanggapan terhadap edukasi yang telah disampaikan. Terdapat hal-hal positif yang dicatat dalam pelaksanaan pengabdian ini, antara lain peningkatan kesadaran lingkungan warga terkait pengolahan sampah menjadi produk ekonomis dan ketrampilan baru untuk warga RW 007 di Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat

    PEMERIKSAAN REFRAKSI DAN PEMBERIAN KACAMATA GRATIS PADA PELAJAR DI WILAYAH SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA

    No full text
    Penglihatan yang sehat dan tepat merupakan bagian terpenting dari perkembangan anak. Gangguan penglihatan dapat dicegah dan diminimalisir dengan pemeriksaan mata secara teratur sejak dini. Ambliopia sering terjadi pada anak dikarenakan terlambatnya dilakukan pemeriksaan refraksi dan terhambatnya penatalaksanaan kelainan refraksi. Permasalahan kelainan refraksi anak seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisma terjadi di berbagai daerah termasuk wilayah Singaparna. Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk mendeteksi kelainan refraksi pada pelajar di wilayah Singaparna. Kegiatan ini berupa pemeriksaan refraksi lengkap dan pemberian kacamata koreksi secara gratis. Kegiatan laksanakan pada tanggal 12 Desember 2021 di Klinik PKU Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya. Sasaran kegiatan adalah pelajar dari kalangan tidak mampu di wilayah Singaparna sebanyak 150 orang. Hasil pemeriksaan terdapat 82 pelajar dengan penglihatan normal dan 68 siswa dengan kelainan refraksi dan diberi kacamata koreksi gratis. Diagnosa kelainan refraksi dari 68 pelajar (136 mata) didapatkan 5 mata (3,68%) dengan emetropia atau mata normal, 84 mata (61,76 %) dengan kelainan refraksi myopia, 2 mata (1,47%) dengan kelainan refraksi hypermetropia dan 45 mata (33,09%) dengan kelainan refraksi astigmatisma. Dari diagnosa tersebut terdapat 2 siswa (2,94%) dengan kondisi binokuler strabismus dan 12 siswa (17,65%) dengan anisometropia. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini terdapat 68 pelajar yang mendapatkan pelayanan pemeriksaan refraksi lengkap dan mendapatkan kacamata koreksi gratis. Kegiatan ini secara keseluruhan berjalan dengan lancar dan banyak pelajar yang mengalami. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan meningkatnya kesadaran pemeriksaan refraksi sejak dini

    SOSIALISASI SIMPLISIA KERING TANAMAN PENINGKAT SISTEM IMUN DALAM RANGKA PERAWATAN MANDIRI COVID-19 MENGGUNAKAN VIDEO WORKSHOP TERHADAP KADER DI KOTA TASIKMALAYA

    No full text
    Covid-19 merupakan pandemi yang harus diwaspadai karena tingginya jumlah kasus baik secara global, nasional maupun lokal. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan masyarakat dalam menekan angka kematian kasus Covid-19 adalah dengan menggunakan tanaman obat imunostimulan. Bentuk simplisia kering tanaman ini akan memudahkan penggunaannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi simplisia kering tanaman peningkat sistem imun. Kegiatan pengabdian dilakukan terhadap kader PKK Kel. Panglayungan Kec. Cipedes Kota Tasikmalaya dalam rangka perawatan mandiri Covid-19 melalui pemberian informasi tanaman obat imunostimulan, video workshop cara pembuatan, penggunaan dan pembagian sampel produknya. Hasil pengabdian menunjukkan nilai rata-rata kelompok sebelum dan sesudah sosialisasi secara berturut-turut adalah 80 dan 86. Secara statistik data kedua kelompok ini tidak berbeda signifikan (p>0,05). Kegiatan sosialisasi tidak terlalu berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat mengenai simplisia tanaman obat imunostimulan

    Analisis Kejadian Stroke Iskemik Berulang Pada Pasien Yang Menggunakan Antiplatelet Di RSUD Singaparna Medika Citrautama (SMC) Tasikmalaya

    No full text
    Background: Stroke is a serious medical condition that affects brain function. Chronopharmacology is how the timing of drug intake can affect its effectiveness based on the body\u27s biological rhythms. Objective: This study was to analyze the incidence of recurrent ischemic stroke in patients using antiplatelet agents at Singaparna Medika Citrautama Hospital (SMC) Tasikmalaya Regency. Method: Using a descriptive observational method with a cross-sectional design, this study collected primary data through medical records from 549 patients who experienced stroke, of which 42 experienced recurrent strokes. Results: This study showed significant differences in the time interval for recurrent stroke between the use of different drugs. The average time to recurrent stroke in patients using single aspirin was 160.94 days, in patients using single clopidogrel was 97.22 days, while in the combination of both drugs there was no recorded recurrent stroke. Conclusion: Data analysis also showed that theuse of aspirin during the day was more effective in preventing recurrent stroke

    Analisis Penggunaan Obat Antihipertensi pada Ibu Hamil di Rawat Inap RS Bandung

    No full text
    Background: Hypertension in pregnancy is a major cause of pregnancy complications that pose a high risk to maternal and fetal health. Proper management through antihypertensive therapy is crucial to control blood pressure and prevent further complications during pregnancy. Objective: This study aims  to evaluate the profile and accuracy of antihypertensive drug use in pregnant women with hypertension at the inpatient unit of one of the hospitals in Bandung City. Methods: This study used an observational design with retrospective data and total sampling according to the inclusion criteria. The accuracy ofmedication use was evaluated based on the 2016 guidelines of the Indonesian Association of Obstetrics and Gynecology (POGI). Data analysis included descriptive analysis for patient characteristics and drug distribution, and qualitative analysis for therapeutic appropriateness. Results: Of the 97 medical records that met the criteria, most patients were 21-35 years old (76%) with a gestational age of 28-40 weeks (73%). The most used antihypertensive drug was nifedipine (48%). Evaluation of the accuracy of therapy showed an accuracy rate of 95% for drug selection, and the accuracy of dose and frequencyeach reached 100%. Conclusion: The use of antihypertensive drugs in pregnant women with hypertension is dominated by nifedipine, methyldopa, and amlodipine, with a very high level of accuracy in drug selection, dose, and frequency of administration

    Formulasi dan Evaluasi Mie Gluten Free Dari Tepung: Sorgum, Cassava dan Garut dengan Menggunakan Metode Ekstrusi

    No full text
    Simple technology (extruder) can be used to produce gluten free noodles with sorghum flour, cassavaflour, and arrowroot flour. It can be used in making gluten free noodles using the extrusion method.Physical and chemical evaluation, hedonic evaluation Extruder technology can be used in makingnoodles The extrusion process in making gluten-free noodles has a very important influence, especiallyin the formation of noodle structures. Because gluten-free noodles do not contain gluten protein to forma strong and elastic network like wheat noodles. Gluten-free noodles must undergo several processesof gelatinization and pressure to obtain a good noodle structure. The drying shrinkage test for the fiveformulas tested complied with SNI requirements because all water content/drying loss had an averagevalue below 10%. average noodle cooking time of 186 seconds. Noodle elongation average score 16.13cm. The appearance of the noodles was 70%, the noodle color group was 73.3%, the noodle aromagroup was 60%, the noodle taste test group was 60%, and the acceptance test group was 60%. Glutenfree noodle production using sorghum, cassava and arrowroot flour using simple technology (extruder)can be used, with the result of printing in the form of an elongated cylindrical tube. The drying shrinkagefulfills the maximum SNI requirements of 10%, the average cooking time for noodles is 186 seconds.noodle elongation average score 16.13 cm. The appearance of the noodles was 70%, the noodle colorgroup was 73.3%, the noodle scent group was 60%, the noodle taste test group was 60%, and theacceptance test group was 60%

    PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP SKOR IPSWICH TOUCH TES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGEUREUNG TASIKMALAYA

    No full text
    Diabetes mellitus tipe 2 menjadi masalah penting bagi kesehatan masyarakat dengan komplikasi yang banyak dialami salah satunya perubahan sistem saraf perifer atau disebut neuropati perifer. Salah satu cara dalam mencegah neuropati perifer adalah melakukan senam kaki dan rutin memeriksa tingkat sensitifitas kaki diantaranya dengan Ipswich touch test. Tujuan peneliti untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap skor ipswich touch test pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimental. Responden dalam penelitian ini merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya sebanyak 16 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Faderer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar ceklis observasi pretest posttest intervensi senam kaki. Analisa data menggunakan metode T-Test. Hasil penelitian menunjukan p-value 0,000 yang lebih kecil daripada nilai α : 0,05 (p<0,05) ini berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam kaki terhadap skor ipswich touch test pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cigeureung Tasikmalaya tahun 2022

    IDENTIFIKASI BAKTERI INDIKATOR SANITASI PADA ES CAMPUR

    Get PDF
    In general, mixed ice is a type of ready-to-eat snack or prepared meal, sold mainly on the streets, in public places, and other types of food that are liked by the public. Mixed ice with these conditions is suspected to have a low level of sanitation, hygiene, and awareness of health risks due to foodborne illnesses. So research was carried out to determine the total contamination of coliform bacteria as an indicator of sanitation in mixed ice ready-to-eat food products. The research uses descriptive laboratory observations. A total of 12 mixed ice samples were collected using the simple random sampling method. Samples were tested using the most probable number method, which consists of a predictor test, a reinforcement test, and a complementary test. The results of the research on the samples showed the presence of coliform bacteria in all samples from the results of the predictor test, reinforcement test, and complementary tests. This can pose health risks and pose microbiological risks to consumers. It would be better for the micro-food industry and its stakeholders to improve food safety, including sanitation and hygiene. And start to apply the concept of keeping food safe from farm to table

    HUBUNGAN PENGETAHUAN SWAMEDIKASI TERHADAP POLA PENGGUNAAN OBAT MASYARAKAT DI DUSUN SANAN PLERET BANTUL

    Get PDF
    Mengobati diri sendiri dengan obat tanpa resep yang tepat dan rasional dikenal dengan istilah swamedikasi (Pratiwi et al., 2018). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi sebesar 84,34%. Dari 84,34% masyarakat indonesia presentase masyarakat yang melakukan swamedikasi, 82,55% diantaranya masyarakat yogyakarta (BPS,2022). Hasil studi pendahuluan di Dusun Sanan menunjukkan bahwa keterbatasan informasi dan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat rentan terhadap informasi komersial tentang obat, yang dapat menyebabkan pengobatan yang tidak rasional jika tidak diberikan informasi yang benar. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan tentang swamedikasi dan pola penggunaan obat masyarakat di Dusun Sanan, Kelurahan Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Penelitian korelasional    dengan    pendekatan    cross sectional ini, menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 277 responden diminta untuk mengisi kuisioner, dan uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk menganalisis data. Secara keseluruhan, hasil analisis deskriptif variabel menunjukkan bahwa pengetahuan tentang swamedikasi dan pola penggunaan obat adalah baik. Hasil frekuensi swamedikasi, tempat pembelian, jarak lokasi, harga obat, efek samping, dan sumber informasi memiliki hubungan dengan pengetahuan karena nilai signifikansi < 0,05. Sedangkan untuk nama obat, bentuk obat, dan keluhan ringan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan karena nilai signfikansi > 0,05

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇