E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN RENCANA PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN MENSTRUAL CUP

    Get PDF
    Menstrual cup merupakan alat bantu menstruasi yang berbentuk cangkir berguna untuk menampung darah haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dengan minat penggunaan menstrual cup di Universitas Bhakti Kencana PSDKU Tasikmalaya. Metode yang di gunakan yaitu kuantitatif deskriptif untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dengan rencana pengambilan keputusan penggunaan menstrual cup. Sample penelitian sebanyak 88 responden digunakan dengan teknik total sampling, alat ukur yang penelitian menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar mahasiswa sebanyak 41 orang (46,6%) di kategorikan berpengetahuan kurang. Dan sebanyak 48 orang tidak berminat menggunakan menstrual cup. Sedangakan mahasiswi dengan pengetahuan baik akan berencana menggunakan menstrual cup. Maka terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan rencana pengambilan keputusan penggunaan menstrual cup. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya menggunakan metode kualitatif agar bisa lebih meng eksplore mengenai menstrual cup

    PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DAUN MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

    Get PDF
    In traditional medicine, mangosteen leaves (Garcinia mangostana L.) are useful in treating diabetes, hypertension, diarrhea, dysentery, and urinary tract problems. The study aims to determine the levels of flavonoids in mangosteen leaves with 96% ethanol and ethyl acetate. The total flavonoid content was determined by UV-Vis spectrophotometry, and the maceration process on the extract using 96% ethanol and ethyl acetate. The results of phytochemical screening of mangosteen leaf extract with 96% ethanol and ethyl acetate contained flavonoids, alkaloids, saponins, tannins and steroids/triterpenoids. The total flavonoid content in 96% ethanol solvent was 50.110 mgQE/gram extract and the total flavonoid content in ethyl acetate solvent was 118.773 in the extract. Ethyl acetate solvent is more effective in attracting flavonoid compounds in mangosteen leaves

    FORMULASI DAN UJI FISIK SEDIAAN LIP BALM KOMBINASI SARI BUAH NAGA MERAH (Selenicereus monacanthus) DAN MINYAK ZAITUN (Oleum olivea)

    Get PDF
    Recently, people are more inclined to choose cosmetics with natural ingredients because people believe that natural ingredients will be safe to use than cosmetic products that contain harmful chemicals. This is the main reason for making this lip balm using natural ingredients such as red dragon fruit juice and olive oil as cosmetics that are safe to use and environmentally friendly. The research method was experimental. 150 grams of fresh red dragon fruit juice was used and after the extract was made, the yield was 100 grams. After the preparations were made, physical tests and stability tests were carried out. The organoleptic test results for the lip balm preparations experienced a color change due to oxidation, the homogeneity test obtained homogeneous lip balm preparations, and the pH test for the lip balm preparations for the three formulasitions was in the range of 5-7 both before and after the stability test, the melting temperature test for the preparations before the stability test the results obtained were 65 degrees Celsius and after testing the stability of 60 degrees Celsius, the adhesion test was in the range above 60 seconds after testing the stability of the adhesion increased, the spreadability test was in the range of 5-5.8 and after testing the stability the spreadability increased. Lip balm from red dragon fruit (Selenicereus monacanthus) has been made unstable in color because after 2 weeks of storage the color of the lip balm fades and from the three formulasitions the difference in the concentration of the emulsifier does not affect the smell and color of the lip balm, but only affects the consistency of the preparation lip balms. Keywords: Lip balm, red dragon fruit, olive oil, temperature, smel

    PENETAPAN KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL BATANG BAJAKAH TAMPALA (Spatholobus littoralis Hassk.)

    No full text
    Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) merupakan tanaman asli Kalimantan yang berpotensi sebagai obat tradisional. Beberapa penelitian membuktikan bahwa Bajakah Tampala memiliki senyawa metabolit sekunder yakni fenol dan flavonoid yang berperan menghasilkan aktivitas seperti antioksidan, antibakteri, antitrombotik, antivirus, antialergi, antikanker dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah penetapan kadar fenolik total dan flavonoid total dan dari ekstrak etanol 70% batang Bajakah Tampala. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Analisis kualitatif senyawa kimia dengan skrining fitokimia fenol dan flavonoid. Penentuan kadar fenolik total dan flavonoid total dilakukan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian ini diperoleh rendemen ekstrak etanol 70% batang Bajakah Tampala sebesar 3,25%. Hasil identifikasi senyawa fenol dan flavonoid didapatkan ekstrak etanol 70% batang bajakah Tampala positif mengandung senyawa fenol dan flavonoid. Hasil uji kuantitatif kadar fenol total diperoleh sebesar 11.140 mgGAE/g atau 1.114% dan kadar flavonoid total diperoleh sebesar 32,59 mgQE/g atau 3,259%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kadar fenol total lebih tinggi dibandingkan kadar flavonoid total

    DETERMINASI ZAT PARASETAMOL PADA BERBAGAI SEDIAAN OBAT DENGAN METODE HPLC: LITERATURE REVIEW ARTICLE

    Get PDF
    Parasetamol sering digunakan sebagai analgetik dan antipiretik untuk mengobati demam dan berbagai tingkat nyeri, mulai dari yang ringan hingga nyeri pascaoperasi. Parasetamol dianggap sebagai obat antinyeri yang paling aman, sehingga banyak orang yang menggunakannya. Pada penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode LRA atau Literature Review Article dengan tujuan untuk mengetahui kadar determinasi parasetamol menggunakan metode HPLC. Pengukuran konsentrasi suatu obat memerlukan metode pengujian yang memberikan hasil akhir yang baik serta menjamin keakuratan dan presisi. Penetapan kadar parasetamol berdasarkan standar dilakukan dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography) menggunakan fasa gerak air dan metanol p (3:1). HPLC dilengkapi dengan detektor yang memiliki panjang gelombang 243 nm dan kolom 3,9 mm × 30 cm berisi bahan pengisi. Penelitian ini dapat digunakan sebagai tahap awal untuk pengembangan uji obat tersebut dalam plasma manusia. Validasi adalah dilakukan sesuai dengan pedoman International Conference on Harmonization (ICH) yang hasilnya linier, akurat, tepat, spesifik dan kuat.

    EFEKTIVITAS DAUN KELOR DALM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI

    Get PDF
     ABSTRAK Latar Belakang: Salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh remaja adalah anemia, yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin. Anemia merupakan kondisi di mana jumlah sel darah merah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Penanganan anemia pada remaja telah dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah (TTD), namun konsumsi TTD masih kurang optimal karena masalah rasa dan efek samping yang muncul setelah dikonsumsi. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki beragam kandungan gizi, termasuk zat besi, vitamin C, protein, vitamin A, kalsium, dan kalium, sehingga dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi anemia. Kandungan zat besi dalam daun kelor mencapai 28,2 mg. Metode Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan 24 orang sebagai sampel dan menggunakan uji analisis paired t-test untuk mengolah data. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian daun kelor (p<0,05). Rata-rata kadar hemoglobin sebelum perlakuan adalah 10,83 dengan standar deviasi 0,8641, sedangkan setelah perlakuan meningkat menjadi 11,35 dengan standar deviasi 0,9399.Kesimpulan: Ekstrak daun kelor efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri

    PELATIHAN PEMBUATAN TEH HERBAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA CIBIRU WETAN

    No full text
    The current condition of Indonesia can be said to be facing a triple burden. Based on research results from the Central Statistics Agency, the percentage of the population, especially the population of West Java, who had health complaints during the last month in 2022 showed an increase compared to the previous year (2021), this is of course related to the quality of public health. The problem currently faced by partners is the lack of information and education regarding the processing of nutritious plants. So far, the crops obtained have been used in simple ways, eaten directly as fresh vegetables or processed as food.This time the community service program was carried out in Cibiru Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency. Activities include providing education regarding efficacious herbal plants and tutorials on making herbal tea as an effort to improve the quality of health.From the results of implementing this community service activity, the residents of Cibiru Wetan Village, Cileunyi District, Bandung Regency have understood the ingredients that can be used in an effort to improve the quality of health and one way of processing the

    PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN DI KELUARGA UNTUK MELINDUNGI LINGKUNGAN DENGAN CARA EDUKASI DAGUSIBU OBAT DI KELUARGA

    No full text
    Masyarakat Desa Gunungsari masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai cara pengelolaan obat. Cara pengelolaan obat yang tidak tepat dapat berdapampak buruk terhadap kesehatan konsumen dan lingkungan. Kader kesehatan di keluarga merupakan perpanjangan tangan dari pelayanan kesehatan dalam pengelolaan obat di rumah tangga, dimana kader merupakan bagian dari masyarakat dan keberadaannya sangat memungkinkan untuk menjangkau dan lebih dekat dengan masyarakat. Pembentukan kader kesehatan di keluarga dilakukan melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) menggunakan metode FGD (Focus Group Disscusion). Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu membentuk kader kesehatan di keluarga untuk mencapai terapi yang rasional, aman, berkhasiat, dan berdampak baik terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian dilakukan sebanyak dua kali pertemuan terhadap 25 kader PKK Desa Gunungsari. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu observasi, persiapan, edukasi (metode FGD), dan evaluasi. Teknik analisis dilakukan menggunakan uji statistik non parametrik friedman test.  Berdasarkan hasil evaluasi terhadap nilai pretest I, postest I, pretest II, dan postest II diketahui nilai pengetahuan yang diperoleh secara berturut-turut yaitu 83,05±9,8117; 85,88±9,9016; 88,23±7,4035; dan 90,59±7,2059. Hasil uji friedman 0,000 (p < 0,05) menunjukkan terdapat perbedaan secara statistik masing-masing nilai evaluasi yang diperoleh. Peningkatan nilai evaluasi tersebut menunjukkan bahwa kader PKK Desa Gunungsari memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengelolaan obat dengan benar. Kader kesehatan yang terbentuk diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat dengan benar.Kata Kunci: Kader kesehatan di keluarga; DAGUSIBU obat; dan FGD (Focus Group Disscusion)

    PEMBERIAN INFORMASI PENYAKIT MONKEYPOX

    No full text
    Penyebaran penyakit menular merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Monkeypox, penyakit dengan gejala mirip cacar air, menarik perhatian sebagai potensi risiko serius. Meskipun bukan penyakit baru, Monkeypox mendapat sorotan karena potensi penularannya yang berdampak signifikan. Keterbatasan pengetahuan dan kesadaran masyarakat menjadi tantangan serius. Penyakit menular, terutama yang berpotensi menular antar manusia, menjadi isu kesehatan global. Monkeypox menonjol dalam kegiatan pengabdian masyarakat, mengingat mobilitas manusia dapat mempercepat penyebarannya. Kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat di Desa Sakerta Timur, Kabupaten Kuningan, terhadap risiko dan langkah-langkah pencegahan Monkeypox, mengidentifikasi kebutuhan informasi, serta memberikan solusi yang tepat. Sebagai akademisi, kami melibatkan masyarakat dalam pemahaman mendalam mengenai Monkeypox. Melalui pemberian informasi aktif, kami fokus pada pencegahan penyebaran penyakit dengan keyakinan bahwa pengetahuan dan pemahaman yang baik mendorong tindakan preventif efektif. Metode kegiatan pengabdian masyarakat mencakup pembentukan tim, koordinasi dengan desa, riset, serta penyampaian informasi melalui presentasi dan brosur. Evaluasi dilakukan dengan interaksi dan sesi tanya jawab, mengukur pemahaman masyarakat. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan alat bantu leaflet. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner sebelum dan setelah pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat terkait Monkeypox. Dengan rata-rata tingkat pengetahuan setelah pelatihan mencapai 94,59%, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kesimpulannya, pendekatan pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, dengan implikasi positif terhadap kesehatan dan respons terhadap penyakit menular. Sebagai akademisi, kami percaya bahwa melalui kegiatan ini, perguruan tinggi dapat berperan sebagai agen perubahan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan peduli terhadap kesehatan bersama

    Formulasi dan Evaluasi Mutu Sabun Transparan Ekstrak Kulit Nanas dengan Penambahan Variasi Sukrosa

    No full text
    The skin constitutes the body\u27s outermost layer, serving as a barrier to the external environment. Itsstructure is intricate and changes based on factors such as climate, age, gender, race, and anatomicalplacement. The skin, as the body\u27s outermost organ, is more susceptible to bacterial exposure. Thepredominant dermatological condition is a bacterial skin infection. To prevent or cure skin disorders, itis essential to maintain personal cleanliness and provide a sanitary environment by bathing with cleanwater at least twice daily, using soap. Pineapple skin has a natural antibacterial agent. This studyextends prior research on the antibacterial efficacy of clear soap by including pineapple skin extract.This research seeks to ascertain the formation of clear soap derived from pineapple skin extract and toevaluate the quality of these soap preparations with varying sucrose concentrations. This researchconducted quality evaluations including the Organoleptic Test, pH measurement, Water Content Test,Free Alkali Test, Fatty Acid Test, Foam Height Test, and Soap Transparency Level evaluation. Thisstudy concludes that pineapple peel extract can be developed into a transparent soap formulation.Variations in sucrose concentration influence the transparency of the soap. Quality evaluations of thetransparent soap preparations, including organoleptic assessments, pH measurements, foam heightevaluations, free alkali and free fatty acid analyses, and transparency level tests for formulations 1, 2,and 3, indicate that they meet the standards for solid bath soap

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇