E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    SOSIALISASI DAN WORKSHOP PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI INOVASI GIZI MASYARAKAT DIDUSUN SINDANGSARI

    Full text link
    Stunting merupakan manifestasi defisiensi nutrisi kronis yang menyebabkan hambatan pertumbuhan linear dan defisit kognitif ireversibel pada anak. Dusun Sindangsari, sebagai wilayah rural, menghadapi tantangan kerawanan gizi akibat terbatasnya aksesibilitas terhadap pangan hewani dan nabati berkualitas. Daun kelor (Moringa oleifera), yang dikenal memiliki densitas mikronutrien tinggi, menawarkan potensi strategis sebagai bahan fortifikasi pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui transfer teknologi pengolahan pangan fungsional berbasis kelor (nugget). Intervensi dilakukan terhadap 30 responden yang terdiri dari Wanita Usia Subur (WUS), ibu balita, dan kader posyandu. Metode pelaksanaan menerapkan desain pre-experimental one group pretest-posttest yang mencakup penyuluhan gizi dan workshop kuliner sehat. Analisis efektivitas dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample t-Test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya transformasi kognitif yang signifikan, ditandai dengan lonjakan nilai rata-rata pengetahuan dari 46,50 (pre-test) menjadi 91,50 (post-test) dengan nilai signifikansi p < 0,0001. Temuan ini mengonfirmasi bahwa edukasi partisipatif dan diversifikasi produk olahan kelor merupakan strategi intervensi yang efektif dalam meningkatkan literasi gizi serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di tingkat komunitas.Kata kunci: daun kelor; gizi masyarakat; pengerdilan; pangan fungsional; edukasi giz

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT CITUNGGUL MELALUI PEMANFAATAN TOGA, PEMBUATAN COOKIES DAUN KELOR – PISANG RANGGAP SERTA PEMASARAN DIGITAL

    Full text link
    Dusun Citunggul memiliki kekayaan biodiversitas berupa Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan komoditas pangan spesifik lokal seperti daun kelor (Moringa oleifera) dan pisang ranggap (Musa troglodytarum). Namun, potensi tersebut belum divalorisasi secara optimal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengeskalasi keberdayaan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi produk pangan fungsional berupa cookies berbasis kelor dan pisang ranggap, serta akselerasi literasi pemasaran digital. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi penyuluhan urgensi gizi, pelatihan teknis produksi, dan pendampingan digitalisasi usaha. Evaluasi efektivitas program diukur menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mitra yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rerata skor pengetahuan dari 69,06 (kategori Cukup) menjadi 76,56 (kategori Baik). Intervensi ini berhasil mensinergikan aspek preventif kesehatan (pencegahan stunting melalui pangan fungsional) dengan pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis teknologi digital (WhatsApp Business dan Instagram). Disimpulkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kognitif dan psikomotorik masyarakat dalam mengelola potensi lokal, serta layak dijadikan model pemberdayaan berkelanjutan untuk wilayah dengan karakteristik serupa

    EDUKASI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI PADA PANTI ASUHAN KARTINI KABUPATEN MERAUKE

    Full text link
    Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan mereka. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri di Panti Asuhan Kartini Kabupaten Merauke mengenai anemia, termasuk penyebab, gejala, dampak, dan pencegahannya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan ceramah dan diskusi yang melibatkan peserta secara aktif. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan dengan asupan gizi yang cukup dan pemahaman tentang tablet tambah darah sebagai pencegahan anemia. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja putri di panti asuhan tentang anemia, sehingga dapat membantu pencegahan anemia pada kelompok tersebut dan mendukung kesehatan mereka secara keseluruhan

    SIGICI (SIKAT GIGI CERIA ANAK): EDUKASI INTERAKTIF UNTUK PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA DINI

    Full text link
    Kesehatan gigi dan mulut merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup anak, namun prevalensi karies pada anak usia dini di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Survei awal di Desa Wates, Kabupaten Kediri, mengungkapkan 67% dari 70 anak di TK Dharma Wanita dan TPQ Al-Hidayah mengalami karies gigi, yang diduga disebabkan oleh rendahnya kesadaran dan praktik menyikat gigi yang tidak tepat. Sebagai respons terhadap temuan ini, program SIGICI (Sikat Gigi Ceria Anak) dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2025 dengan pendekatan edukasi interaktif yang mengintegrasikan empat metode: penyuluhan interaktif menggunakan media audiovisual, demonstrasi dengan phantom gigi, praktik langsung dengan pendampingan individual, serta permainan edukatif melalui busy book yang dirancang khusus. Evaluasi program melalui observasi sistematis dengan lembar checklist menunjukkan hasil yang signifikan, dimana 95% peserta mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar setelah intervensi, meningkat drastis dari kondisi awal. Keberhasilan program tidak hanya tercermin dari peningkatan keterampilan motorik, tetapi juga dari antusiasme peserta dan kemampuan mereka menjelaskan kembali langkah-langkah menyikat gigi, yang mengindikasikan terjadinya internalisasi pengetahuan. Program SIGICI membuktikan efektivitas pendekatan edukatif yang menyenangkan dan multimodal dalam membentuk perilaku hidup sehat. Untuk memastikan keberlanjutan, diperlukan komitmen bersama melalui integrasi materi ke dalam kurikulum harian, pelatihan guru sebagai kader kesehatan gigi, serta pengembangan sistem pemantauan partisipatif yang melibatkan sekolah dan orang tua. Implementasi berkelanjutan dari model SIGICI diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam menekan prevalensi karies gigi pada anak usia dini

    PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM CEK KESEHATAN GRATIS DI POSYANDU CIMALA

    Full text link
    Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Posyandu Cimala merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah awal pencegahan penyakit tidak menular. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bakti Tunas Husada bekerja sama dengan Puskesmas Sukaratu dan Bidan Desa Indrajaya pada tanggal 5 Agustus 2025. Sebanyak 57 warga Dusun Cimala berpartisipasi dalam pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, dan berat badan, disertai edukasi mengenai gaya hidup sehat. Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 58% peserta berisiko hipertensi, serta ditemukan beberapa kasus hipoglikemia dan hiperglikemia berat. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kontrol kesehatan dan pentingnya deteksi dini. Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan pemahaman lebih baik tentang kondisi kesehatan mereka serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah. Program CKG terbukti menjadi sarana efektif dalam skrining awal, edukasi kesehatan, dan penguatan peran kader posyandu dalam mendorong perilaku hidup sehat di tingkat komunitas

    MENUMBUHKAN BUDAYA BIJAK DALAM PENGELOLAAN OBAT MELALUI PROGRAM EDUKASI DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG) DI AKADEMIK

    No full text
    Kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya mahasiswa nonkesehatan, mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar masih menjadi tantangan dalam peningkatan literasi kesehatan. Kegiatan penyuluhan bertema “Menumbuhkan Budaya Bijak dalam Pengelolaan Obat melaluiProgram Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang)” ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya terhadap prinsip pengelolaan obat yang benar. DAGUSIBU (merupakan program edukasi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan terkait penggunaan obat yang rasional. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Oktober 2024 dengan melibatkan 17 mahasiswa, menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta pemutaran video edukatif berdasarkan pedoman Ikatan Apoteker Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data pretest dan posttest dianalisis secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan 94% peserta berada pada kategori pengetahuan baik setelah penyuluhan, dibandingkan dengan 0% sebelum kegiatan. Edukasi DAGUSIBU terbukti efektif dalam meningkatkan literasi pengelolaan obat dan menumbuhkan perilaku bijak dalam penggunaan obat di kalangan mahasiswa nonkesehatan. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan akademik sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung penggunaan obat yang rasional dan bertanggung jawab

    PERAN KESEHATAN MENTAL POSITIF DALAM MENDUKUNG PRESTASI AKADEMIK REMAJA

    Full text link
    Masa remaja merupakan masa pencarian jadi diri. Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting yangmempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kesehatan mental positif sangat berperan penting dalam menunjangkemampuan belajar dan prestasi akademik remaja. Menambahkan pengetahuan melalui penyuluhan dapatmenjaga kesehatan mental yang baik dan positif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuanremaja mengenai kesehatan mental positif serta mengevaluasi pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuanmereka. Metode yang digunakan adalah ceramah pemaparan materi dan evaluasi menggunakan kuesioner sebelumdan setelah kegiatan. Responden yang mengikuti penyuluhan sebanyak 40 remaja. Berdasarkan hasil evalusimenunjukkan skor jawaban benar pada sebelum kegiatan sebesar 95,75% dan setelah sebesar 98,5%, dengandemikian kenaikan rata-rata pengetahuan remaja meningkat sebesar 2,75%. Kesimpulannya, penyuluhan singkatmengenai kesehatan mental positif efektif meningkatkan pengetahuan remaja dan diharapkan akan mendukungprestasi akademik yang baik

    Gambaran Kadar Alkaline Phosphatase (ALP) Pada Petugas Finishing Rotan yang Terpapar Bahan Kimia

    No full text
    ABSTRAK Kadar hemoglobin rendah selama kehamilan adalah masalahan yang sering muncul pada kesehatan ibu hamil. Kadar hemoglobin yang berada di bawah batas normal dapat menyebabkan anemia, yaitu kondisi yang timbul akibat kekurangan nutrisi penting. Anemia dapat dicegah dengan mencukupinya asupan nutrisi yang diperlukan. Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, terutama makanan seperti hewani kaya zat besi, akan membantu mencegah rendahnya kadar Hb. Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat menurunkan kadar hemoglobin, yang berisiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) dan untuk mengetahui persentase kadar hemoglobin yang rendah pada ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK). Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif kuantitatif. Untuk analisa data menggunakan program SPSS memakai uji statistik deskrtif frequency didapat nilai rata-rata kadar hb 11.84 g/dl, kadar tertinggi 14,8 g/dl, dan kadar terendah10,1 g/dl yang telah dilakukan terhadap 30 sampel darah vena dari ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) di Puskesmas Kiajaran Indramayu. Hasil penelitian pemeriksaan kadar hemoglobin pada Ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) di Puskesmas Kiajaran Wetan Indramayu dengan jumlah 30 orang mempunyai kadar hemoglobin dengan rata- rata 11.84 g/dl, kadar tertinggi 14.8 g/dl dan kadar terendah 10.1 g/dl. Persentase kadar hemoglobin yang rendah sebanyak 16 ibu hamil KEK dengan persentase yaitu 53.3%. Kesimpulan bahwa kadar hb rendah pada ibu hamil KEK dapat berisiko anemia.Kata Kunci : Kadar Hemoglobin, Ibu Hamil, KEK, Anemia, Kekurangan Zat Besi .Bekerja pada industri yang menggunakan bahan kimia dapatmeningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan, terutamagangguan fungsi hati. Petugas finishing yang sering mengabaikanpentingnya menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker saat bekerja dapat menyebabkan paparan bahan kimia berbahayayang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Alkaline phosphatase (ALP) adalah enzim yang ditemukan di hati. ALP terikat ke membran kanalikuli hati, yaitu saluran kecil yang membawa empedu keluar dari hati. ALP berfungsi untukmendetoksifikasi lipopolisakarida (LPS). Cara untuk mengetahuiadanya kerusakan hati yaitu dilakukannya pemeriksaan pada serum darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar alkaline phospatase pada petugas finishing dan untuk mengetahui persentasekadar alkaline phospatase yang diatas normal. Metode penelitianyang digunakan adalah survei deskripif dengan desain penelitiancross sectional dengan metode pemeriksaan kinetik fotometri. Untuk analisa data yang digunakan yaitu dengan aplikasi statistikmenggunakan statistik sederhana. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Kimia Klinik Universitas An Nasher pada tanggal 26 sampai dengan 27 april 2024 nilai normal pada pemeriksaan iniadalah dewasa 98-279 IU/L dan anak-anak 245-768 IU/L. Hasil penelitian pada pemeriksaan kadar alkaline phospatase pada petugas finishing rotan dari 30 sampel yang di periksa dapatdiketahui kadar ALP tertinggi 285,76 IU/L terendah adalah 103,98 IU/L dengan rata-rata 149,74 IU/L dan persentase kadar alkaline phospatase yang diatas normal adalah 6,66%

    PENYULUHAN GANGGUAN PENGLIHATAN DAN PEMERIKSAAN MATA SERTA PEMBERIAN ALAT BANTU PENGLIHATAN DI SMA NEGERI 1 PANGANDARAN

    No full text
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang gangguan penglihatan dan pentingnya pemeriksaan mata rutin di SMA Negeri 1 Pangandaran. Program ini meliputi penyuluhan, pemeriksaan mata, serta pemberian kacamata koreksi kepada siswa dengan kelainan refraksi. Dari 300 siswa yang diskrining, 43 siswa didiagnosis mengalami miopia atau astigmatisma dan menerima kacamata. Program ini terbukti efektif meningkatkan ketajaman visual siswa, yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademik. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mengurangi prevalensi gangguan penglihatan yang tidak terkoreksi di kalangan pelajar

    MENUMBUHKAN PHBS MELALUI KEGIATAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN BERSAMA SISWA SD NEGERI 2 PADAKEMBANG

    No full text
    Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan merupakan tindakan sadar yang dilakukan oleh siswa, guru, dan seluruh warga sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran individu untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui kebiasaan hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi dan praktik langsung mencuci tangan dengan sabun dan air. Hasilnya, siswa Sekolah Dasar mampu memahami dan menerapkan delapan indikator perilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulannya keberhasilan pembiasaan 8 indikator PHBS di sekolah sangat dipengaruhi oleh motivasi dan kesadaran siswa itu sendiri

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇