E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    PROGRAM HIDROPONIK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KETAHANAN PANGAN DESA CILEUNGSI: MIX METHODE

    No full text
    Program ketahanan pangan yang diprakarsai oleh pemerintah desa membutuhkan dukungan berupa. Peneliti melakukan observasi dan Analisa bibliometrik dalam memetakan factor yang mempengaruhi partisipasi Masyarakat. Ditemukan bahwa pengelolaan (governance ) menjadi factor penting didalam mendorong partisipasi Masyarakat. Pengembangan juga menjadi variabel yang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Globalisasi, demokrasi dan media social menjadi topik yang direkomendasikan sebagai topik penelitian lebih lanjut. Dan menjadi pertimbangan penentu kebijakan dalam mendorong partisipasi Masyarakat. penulis yang relefan yang patut dijadikan rukujan adalah Green C, sumber penerbitan Developmen in Practice dengan Lembaga affiliasi Notreported

    Aktivitas Antioksidan Serta Kandungan Senyawa Golongan Fenol Dari Fraksi Daun Puspa (Schima wallichii (DC.) Korth)

    No full text
    Puspa leaves (Schima wallichii (DC.) Korth) possess potential applications in herbal therapy. Themethanol extract of puspa leaves exhibits significant antioxidant activity. Phenolic chemicalssubstantially enhance antioxidant activity.The objective of this research is to assess the antioxidantactivity of the puspa leaf fraction and to evaluate its phenolic component concentration. The liquid-liquidextraction technique performed the fractionation using the solvents n-hexane, ethyl acetate, anddistilled water. We used the colorimetric technique with a UV-Vis spectrophotometer to quantify the totalphenolic and flavonoid content. The research findings indicated that the ethyl acetate fraction exhibitedthe most antioxidant activity, with an IC50 of 6.793 ppm, while the n-hexane fraction demonstrated thelowest activity, with an IC50 of 308.121 ppm. The ethyl acetate fraction exhibits the highest quantitiesof total phenols and flavonoids, measuring 30.22 mg GAE/g and 2.13 mg QE/g, respectively

    Evaluasi Penggunaan Tablet Warfarin Terhadap Nilai Hasil INR Pasien Poli Jantung Kronis di Apotek Salah Satu Rumah Sakit di Karawang

    No full text
    Chronic conditions such as ischemic heart disease, venous thromboembolism, and ischemic strokerequire oral anticoagulant therapy, like warfarin, to prevent thromboembolism. The success of warfarintherapy is measured using the prothrombin time expressed as INR, with an optimal INR target of 2-3for most indications. However, INR has limitations in detecting factors that can affect anticoagulanteffects, such as resistance, patient compliance, and drug or food interactions. This study aims toevaluate the use of warfarin tablets against INR test results in patients with chronic heart disease at ahospital pharmacy in Karawang. The research method used is descriptive observational with bivariateANOVA and T-test. The sampling technique is purposive sampling on a population of 112 patients andthe sample obtained is 33 patients. The study found an average INR of 2.12±0.75. ANOVA showed asignificance value of 0.749, indicating no effect of age on INR values. Mann-Whitney test with aconfidence level of 5% and significance value of 0.130 revealed no average INR difference betweengenders. A t-test with a value < 0.001 showed significant differences in INR values between patients

    PERBEDAAN NILAI HEMATOKRIT MENGGUNAKAN METODE MIKROHEMATOKRIT DENGAN METODE AUTOMATIK HEMATOLOGY ANALYZER BC-2300

    Full text link
    Hematology analyzer merupakan alat otomatis yang digunakan untuk pemeriksaan hematologi rutin termasuk salah satunya hematokrit. Namun di beberapa laboratorium pemeriksaan hematokrit dengan cara konvensional menggunakan alat mikrocentrifuge masih digunakan. Lembaga ICSH (Internasional Council Standardization in Haematology) menetapkan pemeriksaan hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit sebagai gold standard dalam pemeriksaan hematologi rutin. Nilai hematokrit didapatkan dengan cara membaca garis yang terbentuk dari pemisahan sel-sel darah merah dengan plasma menggunakan skala hematokrit. Dengan perkembangan teknologi laboratorium yang menyesuaikan dengan kebutuhan layanan laboratorium. Pemeriksaan hematologi sekarang ini dapat dilakukan menggunakan alat hematology analyzer termasuk pemeriksaan hematokrit. Pada pemeriksaan hematokrit menggunakan alat hematology analyzer tidak memerlukan sentrifugasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nilai hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit dengan alat automatic hematology analyser BC-2300. Jenis penelitian yang digunakan bersifat eksperimen dengan sampel sebanyak 10 responden yang berasal dari mahasiswa/i universitas BTH. Sampel responden kemudian dilakukan pemeriksaan hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit dan alat hematology analyzer. Setelah dilakukan pemeriksaan, nilai Ht terendah pada metode mikrohematokrit 41% sedangkan nilai tertinggi 46% dengan nilai rata-rata 44% sedangkan untuk metode hematologi analyzer nilai hematokrit terendah  45% dan nilai tertinggi 51% dengan rata-rata 48%. Hasil pemeriksaan diolah menggunakan uji statistik T-Test dan menunjukkan nilai p=0,065 bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka pemeriksaan hematokrit dapat dilakukan menggunakan metode microcentrifuge ataupun menggunakan alat hematology analyzer yang disesuaikan dengan keperluan pemeriksaan

    POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK PRATAMA ASTY SUKOHARJO TAHUN 2022

    Full text link
    Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas normal yaitu melebihi 140/90 mmhg yang memerlukan terapi jangka panjang karena dapat menimbulkan komplikasi yang sangat berbahaya hingga menyebabkan kematian. Prevalensi hipertensi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2018 mencapai angka 34,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Klinik Pratama Asty Sukoharjo. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan rancangan penelitian deskriptif non analitik dengan pengambilan data secara retrospektif berupa data rekam medik pasien hipertensi di Klinik Pratama Asty Sukoharjo Tahun 2022. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan dihitung dari jumlah kasus yang diteliti lalu di bagi dengan seluruh jumlah kasus dan dikalikan 100%. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 111 rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan pola peresepan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Klinik Pratama Asty Sukoharjo Tahun 2022 yaitu 62 resep (55,8%) menggunakan terapi tunggal dan 49 resep (44,1%) menggunakan terapi kombinasi. Jenis obat yang paling banyak digunakan yaitu amlodipine sebanyak 37 resep (33,3%) serta golongan obat yang paling banyak digunakan yaitu golongan Calcium Channel Blocker 39 resep (35,1%). Berdasarkan hasil penelitian obat-obat antihipertensi yang digunakan pada pasien hipertensi di Klinik Pratama Asty Sukoharjo meliputi amlodipine, nifedipine, diltiazem, candesartan, losartan, imidapril, captopril, lisinopril, ramipril, bisoprolol, propanolol, furosemide, hidroclortiazid, spironolakto

    Pengaruh Penambahan Natrium Klorida Sebagai Penghilang Rasa Kelat pada Formula Granul Instan Ekstrak Terstandar Daun Jawer Kotok (Plectranthus Scutellarioides L. R.Br.) Terhadap Respon Kesukaan Panelis

    Full text link
    Daun Jawer Kotok (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) dengan ciri khas warna ungu kecoklatan mempunyai khasiat antiinflamasi terbukti secara etnofarmakognosi dan farmakologi. Penelitian telah dilakukan mengenai pengaruh Natrium Klorida sebagai penghilang rasa kelat pada formula granul instan ekstrak terstandar daun jawer kotok (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) terhadap respon kesukaan panelis.  Bahan yang digunakan yaitu berupa ekstrak etanol yang telah distandarisasi. Pada penelitian ini terdapat 4 variasi formula. Formula 3 merupakan formula paling baik karena mempunyai kualitas fisik yang baik dan memberikan respon penilaian “suka” paling banyak dibandingkan formula lainnya. Komponen formula 3 terdiri atas Ekstrak kental 16,8%, PVP 4%, Laktosa 56,5%, Eritritol 10%, Glikosida stevia 2,5%, Xanthan gum 0,2% dan Maltodekstrin 10%

    INTERAKSI OBAT PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT DI RSUD KOTA BANJAR

    Full text link
    The prevalence of acute coronary syndrome disease in Indonesia at 2016 reached 36.3% of the total deaths in Indonesia. In some cases of acute coronary syndrome accompanied by comorbidities, in one prescription using several drugs simultaneously to get the expected therapeutic results. However, the concurrent use of these drugs can result in drug related problems that can affect the patient\u27s therapeutic outcome. The purpose of this study was to determine the profile of acute coronary syndrome drug use and to determine the potential for drug interactions in acute coronary syndrome patients in the inpatient installation of Banjar City Hospital. The research method used is observational research with a descriptive approach and data collection is done retrospectively. The sample used was the medical records of patients with acute coronary syndrome who were hospitalized at the Banjar City Hospital in January-December 2021 as many as 50 patients. Sampling method using purposive sampling technique. The data is processed using Microsoft Excel software and then classified based on the severity of the interactions that occur. The results obtained were that the most widely used acute coronary syndrome drugs were the antiplatelet group as much as 43%, after that the nitrate group was 19%, statins were 16%, anticoagulants were 8%, ACE inhibitors were 6%, beta blockers were 5%, CCBs as much as 2%, and anti angina as much as 1%. The number of patients who have the potential to experience drug interactions are 50 patients or 100%. Of all the drugs, there were 321 potential drug interactions, of which 22% were minor severity, 67% moderate severity, and 11% major severity.ABSTRAKPenyakit Sindrom Koroner Akut (SKA) menyumbang sebanyak 36,3% dari total kematian di Indonesia. Pasien SKA seringkali memiliki kondisi penyakit penyerta lain, yang mengharuskan pemberian 2 hingga 5 jenis obat dalam mencapai hasil terapi yang diinginkan. Penggunaan obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi obat pada pasien SKA yang dirawat inap di RSUD Kota Banjar. Penelitian deskriptif observasional retrospektif dilakukan dengan mengamati rekam medis 50 pasien SKA yang dirawat di rumah sakit tersebut dari Januari hingga Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pasien yang diteliti berisiko mengalami interaksi obat dengan total 321 kejadian potensi interaksi obat. Dari interaksi tersebut, 67% tergolong dalam kategori interaksi obat dengan tingkat keparahan moderat. Dapat disimpulkan bahwa interaksi obat pada semua pasien SKA yang dirawat di RSUD Kota Banjar selama periode tersebut, perpotensi terjadi pada semua pasien dengan lebih dari separuhnya menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada tingkat moderat

    ANALISIS ANTIMIKROBA JAMUR ENDOFIT DAUN DAN BATANG TUMBUHAN KELOR (Moringa oleifera Lam.)

    Full text link
    Jamur endofit adalah mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tumbuhan tanpa merugikannya. Jamur ini mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antibakteri, antioksidan, antidiabetes, antijamur, dan antivirus. Tumbuhan kelor (Moringa oleifera Lam.) dikenal dengan manfaat obat tradisionalnya untuk berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur endofit dari daun dan batang tumbuhan kelor serta mengevaluasi aktivitasnya sebagai agen antimikroba terhadap Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, dan Candida albicans. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sembilan isolat jamur endofit berhasil diisolasi dari daun dan batang tumbuhan kelor, dengan rincian empat isolat dari daun dan lima isolat dari batang. Dari seluruh isolat tersebut, tiga isolat (D2a1a-Ft, B2a-Ft, dan B1b-Ft) menunjukkan potensi sebagai agen antimikroba. Isolat-isolat ini kemudian difermentasi pada media Potato Dextrose Broth selama lima hari pada suhu ruangan dan diuji aktivitas antimikrobanya menggunakan metode difusi agar cara sumuran. Hasil uji menunjukkan bahwa isolat D2a1a-Ft memiliki aktivitas kuat terhadap Staphylococcus epidermidis dengan zona hambat 12,12 mm, dan terhadap Escherichia coli dengan zona hambat 11,71 mm. Isolat B2a-Ft juga menunjukkan aktivitas kuat terhadap Staphylococcus epidermidis dengan zona hambat 10,01 mm. Selain itu, isolat B1b-Ft memiliki aktivitas antimikroba tertinggi dengan zona hambat 14,43 mm terhadap Candida albicans. Kata kunci: Kelor, Moringa oliefera Lam., jamur, endofit

    PENETAPAN KADAR SENYAWA ALKALOID DAN STEROID TOTAL DARI EKSTRAK ETANOL FRAKSI BATANG TEBU TELUR (Saccharum edule Hasskarl)

    Full text link
    Tebu Telur (Saccharum edule Hasskarl) merupakan tanaman yang termasuk ke dalam jenis bunga, namun berbentuk seperti tebu dengan batang beruas-ruas dan berwarna hijau kemerahan. Tanaman Tebu Telur mengandung berbagai macam  metabolit sekunder diantaranya yaitu alkaloid dan steroid. Tebu Telur dapat bermanfaat bagi kesehatan yaitu dapat mencegah penyakit seperti kolesterol dan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar alkaloid dan steroid total pada ektrak etanol dan fraksi batang Tebu Telur. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif ekstrak etanol dan fraksi batang tebu telur  menunjukkan tanaman tersebut mengandung alkaloid dan steroid. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan kadar alkaloid total yaitu sebesar 32,19 mg/g pada ekstrak etanol, 20,54 mg/g pada fraksi air, 38,61 mg/g pada fraksi etil asetat dan 32,94 mg/g pada fraksi n-heksan.  Sedangkan kadar steroid total yaitu sebesar 15,893 mg/g pada ekstrak etanol, 10,655 mg/g pada fraksi air, 15,893 mg/g pada fraksi etil asetat dan 26,250 mg/g pada fraksi n-heksan.  Hasil aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol batang Tebu Telur sebesar 185,782 ppm

    MOLECULAR DOCKING SENYAWA AR-TUMERON PADA TUMBUHAN KUNYIT (Curcuma Longa Linn.) SEBAGAI ANTIINFLAMASI PADA ATEROSKLEROSIS SECARA IN SILICO

    Full text link
    Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit akibat gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang banyak memiliki manfaat dan banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Kandungan senyawa bermanfaat dalam rimpang kunyit, diantaranya minyak atsiri, pati, resin, selulosa, dan beberapa mineral. Reseptor Antiinflamasi di download dari Protein Data Bank (PDB). Pengamatan obat dilakukan terhadap ligan yang memiliki energi ikatan yang rendah dan interaksi yang baik dengan enzim target. Berdasarkan hasil docking antara ligan dengan reseptor di peroleh konformasi ligan dengan energi terkecil. Binding affinity merupakan ukuran kemampuan obat untuk berikatan pada reseptor. Ikatan kovalen menghasilkan afinitas kuat, interaksi stabil dan ireversibe

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇