E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
INOVASI PRODUK HERBAL LOKAL TEH CELUP DAN PUDDING SIKUNJA BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)
Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah, termasuk berbagai tanaman obat yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Dusun Sinagar, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) yang membudidayakan tanaman jahe (Zingiber officinale) dan kunyit (Curcuma longa), namun pemanfaatannya masih terbatas untuk konsumsi rumah tangga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengolah tanaman obat menjadi produk pangan fungsional berupa teh celup dan puding “SIKUNJA”, serta meningkatkan nilai ekonomi hasil TOGA. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui wawancara, observasi, lokakarya, dan demonstrasi pembuatan produk. Proses pembuatan teh meliputi sortasi, pencucian, perajangan, pengeringan, penghalusan, dan pengemasan, sedangkan puding dikembangkan sebagai diversifikasi olahan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang manfaat TOGA sebesar 95%, peningkatan keterampilan pengolahan 85%, dan minat berwirausaha 90%. Uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan rata-rata terhadap produk mencapai 85–90%, dengan penilaian terbaik pada aroma dan rasa. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas KWT dalam pengolahan herbal, memperkuat ketahanan pangan keluarga, dan membuka peluang usaha berbasis potensi lokal. Inovasi produk teh celup dan puding “SIKUNJA” menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat yang memadukan kearifan lokal dengan inovasi pangan fungsional berkelanjutan
PENYULUHAN PEMBUATAN JAMBAN SEHAT DI RT 03 RW 12 DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2025
Daniel, D. et al. (2023) ‘Access to inclusive sanitation and participation in sanitation programs forpeople with disabilities in Indonesia’, Scientific Reports. Nature Publishing Group UK, 13(1),pp. 1–12. doi: 10.1038/s41598-023-30586-z.Fahreza, M. and Hakim, A. (2024) ‘Peningkatan Kualitas Sanitasi Masyarakat melalui PembangunanFasilitas Sanitasi di Kecamatan Tomo’, E-Coops-Day, 5(2), pp. 397–408.Gautama, B. P. et al. (2020) ‘Pengembangan desa wisata melalui pendekatan pemberdayaanmasyarakat’, BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), pp. 355–369.Iskandar, I., Horiza, H. and Yuhesti, M. (2022) ‘Penyediaan Jamban Sehat Menuju Masyarakat StopBuang Air Besar Sembarangan Di Rt 06 Desa Pengudang Kabupaten Bintan Tahun 2022’,Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), pp. 1367–1370. doi:10.31004/cdj.v3i3.7640.205Kementrian Kesehatan (2023) Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: KementerianKesehatan.Kolpakova, V. et al. (2024) ‘Design and construction of wastewater treatment facilities for smallsewerage facilities’, Case Studies in Chemical and Environmental Engineering, 9, p. 100774.doi: https://doi.org/10.1016/j.cscee.2024.100774.Labibi, S. and Sukmana, H. (2025) ‘Implementasi Program Sanitasi Jamban Sehat Di’, 13(1), pp. 45–57.Nastiti, A. et al. (2025) ‘Contextual and psychosocial factors predicting sanitation behaviours in ruralIndonesia.’, BMC public health. England, 25(1), p. 633. doi: 10.1186/s12889-025-21893-3.Noor, M. S. et al. (2021) ‘Pengabdian Masyarakat: Pemberian Edukasi Stop BABS dan Penggunaanjamban Sehat Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan pada Masyarakat Rt. 003 desa Pemurus’.Penerbit Insan Cendekia Mandiri.Notoatmodjo, S. (2019) Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.Sapei, A., Purwanto, M. Y. J. and Kurniawan, A. (2011) ‘Desain instalasi pengolah limbah WCkomunal masyarakat pinggir sungai desa Lingkar Kampus’, Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia,16(2), pp. 91–99.Syam, D. M. and Bungawati, A. (2025) ‘The effectiveness of community-led total sanitation cadreintervention in improving stunting knowledge and behavior’, Healthcare in Low-ResourceSettings, 13(s1). doi: 10.4081/hls.2024.13109.UNICEF Indonesia (2024) WASH Acts 2024: Clean Water and Sanitation Progress in Indonesia.Available at: https://www.unicef.org/indonesia/id/wash/laporan/wash-acts-edisi-2024.Wiratama, R. and Wulandari, E. S. (2024) ‘Analisis Kesiapsiagaan Ibu Rumah Tangga dalamPencegahan Stunting Ditinjau Pemberian ASI Eksklusif dan Sanitasi: Analisis Kesiapsiagaan IbuRumah Tangga dalam Pencegahan Stunting Ditinjau Pemberian ASI Eksklusif dan Sanitasi’,Afiasi: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), pp. 224–232.Yulyani, V. et al. (2025) ‘Successful open defecation-free intervention in low- and middle-incomecountries: a qualitative synthesis systematic review protocol.’, BMJ open. England, 15(1), p.e091478. doi: 10.1136/bmjopen-2024-091478
EDUKASI DAN SIMULASI PEMERIKSAAN TYPOID METODE WIDAL KEPADA SISWA SMA TUNAS BANGSA SUNTER
Uji serologis dalam laboratorium klinis terhadap kasus suspect demam tifoid salah satunya adalah widal. Pemeriksaan widal digunakan untuk mendeteksi antibody terhadap Salmonella typhi. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat berpengaruh terhadap penularan demam tifoid terutama siswa ketika berada di lingkungan sekolah. Kegiatan edukasi dan pelatihan pemeriksaan widal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dasar siswa dalam memahami konsep, prosedur, dan interpretasi hasil pemeriksaan serologis. Pemahaman mengenai prinsip kerja dan prosedur pemeriksaan ini perlu diperkenalkan, khususnya bagi siswa yang memiliki minat di bidang kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan materiteori menggunakan media power point selama 30 menit, demonstrasi pemeriksaan, serta praktik langsung dengan menggunakan widal test kit dan serum simulasi. Kegiatan di evaluasi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan selama praktik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai prinsip pemeriksaan Widal dengan rata-rata peningkatan nilai sebesar 25.60.% dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu melaksanakan prosedur pemeriksaan secara mandiri dengan bimbingan minimal. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi laboratorium dan keterampilan dasar siswa SMAterhadap pemeriksaan serologis, serta berpotensi menumbuhkan minat terhadap profesi teknologi laboratorium medis di masa mendatang
WORKSHOP GENERASI MUDA PARENTAS CIGALONTANG TASIKMALAYA: DIGITAL, DISIPLIN, KREATIF
Workshop Generasi Muda Parentas Cigalontang Tasikmalaya: Digital, Disiplin, Kreatif”, merupakan kegiatan workshop yang mengintegrasikan tiga aspek dalam pengembangan potensi generasi muda, yaitu: peningkatan kemampuan digital dan teknologi, penguatan pemahaman strukturisasi dan manajemen organisasi, serta penanaman sikap kreatif dan kesadaran menabung sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital, kedisiplinan, serta kreativitas generasi muda di Desa Parentas, Cigalontang, Tasikmalaya. Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa-siswi SMA Tunas Nusantara, SMPN Satu Atap 2 Cigalontang, serta SDN Parentas, yang dibuat dalam rangkaian workshop tematik. Program ini terdiri dari tiga topik utama: (1) pelatihan Microsoft Office dan pembuatan poster digital menggunakan Canva di tingkat SMA; (2) pelatihan strukturisasi dan manajemen organisasi OSIS di tingkat SMP. (3) edukasi gemar menabung sejak dini dan praktik pembuatan celengan di tingkat SD. Metode yang digunakan adalah partisipatif-edukatif dengan pendekatan pembelajaran aktif partisipatif. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam penggunaan Microsoft Office dan pembuatan poster digital dengan desain canva, disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola organisasi siswa sekolah (OSIS), serta sadar akan pentingnya menabung sejak dini dan kreatif dalam pembuatan celengan tabungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa peningkatan keterampilan digital, disiplin dan kreatif melalui pelatihan tematik terintegrasi dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi berbagai tantangan
PERAN HUTA SIALLAGAN DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA BATAK DI ERA GLOBALISASI MELALUI MEDIA SOSIAL DAN PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL
Globalisasi telah menghadirkan tantangan serius bagi pelestarian identitas budaya lokal di Indonesia. Data menunjukkan penurunan drastis penggunaan bahasa Batak di kalangan generasi muda dari 78% pada tahun 2010 menjadi hanya 42% pada tahun 2023, mengindikasikan adanya degradasi pemahaman dan penggunaan budaya Batak. Meskipun berbagai upaya pelestarian budaya telah dilakukan, belum ada kajian komprehensif yang mengintegrasikan pendekatan digital dan tradisional secara spesifik, serta belum ada pemahaman mendalam tentang mekanisme bagaimana kedua strategi ini saling berinteraksi dan memperkuat efektivitas pelestarian budaya dalam praktiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pelestarian identitas budaya Batak melalui integrasi media sosial dan pertunjukan seni tradisional di Huta Siallagan, mengembangkan 440 model teoretis "Digital-Traditional Cultural Preservation Synergy", mengidentifikasi mekanisme sinergi antara kedua pendekatan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat direplikasi di situs budaya lain di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain concurrent embedded strategy yang menggabungkan analisis big data media sosial (Instagram dan YouTube) selama 12 bulan, etnografi digital, observasi partisipatif pada 36 pertunjukan tradisional, wawancara mendalam terhadap 70 informan, survei kepada 300 generasi muda Batak (150 terpapar dan 150 tidak terpapar media sosial), dan 4 sesi Focus Group Discussion. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (SPSS), thematic analysis (NVivo), dan social network analysis (Python). Media sosial Huta Siallagan berhasil menjangkau 28.500 followers di Instagram dengan engagement rate 6,8% dan 1,2 juta views di YouTube, dengan 48-55% audiens adalah generasi muda. Generasi muda yang terpapar media sosial menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kelompok tidak terpapar pada berbagai indikator: pemahaman sistem dalihan na tolu (+28%), penggunaan bahasa Batak aktif (+19%), pengetahuan ritual adat (+30%), apresiasi seni tradisional (+27%), minat menghadiri pertunjukan tradisional (+35%), dan kebanggaan identitas budaya (+23%). Analisis regresi menunjukkan paparan media sosial (β=0,412) dan pengalaman langsung pertunjukan (β=0,386) merupakan dua faktor terkuat yang mempengaruhi apresiasi budaya. Konten video pertunjukan Tor-tor memiliki engagement tertinggi (8,5%), diikuti storytelling sejarah (7,2%). Sentiment analysis menunjukkan 78% komentar bersifat positif dengan tema dominan kebanggaan budaya dan minat berkunjung. Strategi pelestarian budaya yang mengintegrasikan media sosial dan pertunjukan tradisional di Huta Siallagan terbukti efektif dalam mempertahankan identitas budaya Batak di era globalisasi. Model "Digital-Traditional Cultural Preservation Synergy" menjelaskan bahwa media sosial berfungsi sebagai "gerbang awal" menciptakan kesadaran massal, sementara pertunjukan tradisional memberikan pengalaman autentik yang memperdalam pemahaman budaya. Kedua strategi tidak bekerja secara terpisah melainkan saling memperkuat dalam setiap tahap pelestarian budaya. Model dan best practice yang dihasilkan dapat direplikasi di 1.340+ situs budaya lain di Indonesia untuk menghadapi tantangan pelestarian budaya di era digita
INOVASI PRODUK GUMMY HERBAL SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KAPASITAS UMKM BERBASIS POTENSI LOKAL
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Indrajaya, Kabupaten Tasikmalaya, dalam memanfaatkan potensi lokal daun kelor (Moringa oleifera L.) sebagai bahan baku inovasi produk pangan fungsional berbentuk gummy herbal. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi gizi dan manfaat daun kelor, pelatihan pembuatan gummy herbal, serta pelatihan desain dan pengemasan produk. Metode pelaksanaan meliputi survei ketersediaan bahan baku, demonstrasi langsung proses pembuatan gummy, dan pendampingan peserta dalam praktik pengemasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan daun kelor menjadi produk bernilai ekonomi tinggi serta kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi dalam pencegahan stunting. Produk gummy yang dihasilkan memiliki tekstur lembut, cita rasa manis alami dari madu, dan dikemas menggunakan bahan food grade dengan label informatif. Secara keseluruhan, program ini berhasil memberdayakan masyarakat melalui penerapan teknologi sederhana berbasis potensi lokal, membuka peluang wirausaha baru, dan mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat desa
PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PENTINGNYA KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
Anemia merupakan suatu keadaan seseorang yang mengalami kekurangan cadangan zat besi, sehingga menyebabkan kurangnya pengiriman zat besi ke berbagai jaringan dalam tubuh. Kejadian anemia sering dialami seorang wanita terutama pada saat menstruasi. Anemia dapat menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh, membuat sulit untuk berkonsentrasi, mengurangi kesehatan dan produktivitas, meningkatkan risiko kematian saat melahirkan, serta berpotensi menjadi penyebab kelahiran bayi prematur dan bayi dengan berat badan rendah. Hal tersebut dapat berdampak negatif pada pertumbuhan, perkembangan, dan produktivitas generasi muda, sehingga perlu dilakukan pencegahan awal dengan cara memberikan Pendidikan Kesehatan berupa penyuluhan tentang anemia pada remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer informasi kesehatan tentang pencegahan anemia dengan edukasi manfaat konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Metode kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan bantuan media berupa materi SAP, power point, LCD, laptop. Pelaksanaan pengabdian Masyarakat dilaksanakan pada hari Jumat 31 Januari 2025 jam 09.00 WIB di SMP N 2 Gatak Sukoharjo. Hasil akhir kegiatan pendidikan kesehatan didapatkan kegiatan berjalan lancar dan adanya tanggapan yang positif serta keaktifan peserta dalam menjawab pertanyaan dan ada beberapa yang bertanya cara meminum tablet tambah darah supaya tidak terasa mual serta contoh sayuran yang dapat membantu mencegah terjadinya anemia
PEMBERDAYAAN KADER SEBAYA DALAM PENCEGAHAN TBC PADA MASYARAKAT KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG
Tuberculosis (TBC) tetap menjadi tantangan kesehatan global sebagai penyakit menular penyebab utama kematian. Penyakit kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis ini memerlukan penanganan kompleks. Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, data menunjukkan konsentrasi kasus TBC yang tinggi. Tingginya angka insidensi ini diidentifikasi memiliki korelasi kuat dengan rendahnya tingkat literasi kesehatan masyarakat, terutama pemahaman mengenai gejala klinis, mekanisme penularan, dan pentingnya kepatuhan pengobatan. Permasalahan tersebut akan diberikan intervensi hingga implementasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap preventif remaja terhadap TBC. Intervensi ini dirancang sebagai program pemberdayaan komprehensif, yang mengintegrasikan metode penyuluhan kesehatan, konseling individual, dan pemberdayaan remaja sebagai kader sebaya penggerak kesehatan. Pelaksanaan kegiatan mengadopsi pendekatan partisipatif, mencakup penyuluhan interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pelatihan intensif bagi kader sebaya. Remaja tidak hanya menjadi target penerima informasi, tetapi juga dilibatkan secara aktif sebagai agen perubahan dalam diseminasi informasi serta pemantauan proaktif terhadap individu bergejala TBC di komunitas, dengan perhatian khusus pada populasi anak-anak yang rentan. Evaluasi pasca-intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman TBC remaja yang sangat signifikan, dari 35% (pra-tes) menjadi 85% (pasca-tes). Kader sebaya yang terlatih terbukti mampu menyampaikan informasi pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan sosial mereka. Studi ini mengkonfirmasi bahwa model pemberdayaan remaja melalui edukasi dan pelatihan terstruktur efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran kolektif. Kader sebaya diharapkan berfungsi sebagai pionir penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta akselerator dalam upaya pencegahan penularan TBC di masyarakat
PERANCANGAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK BERBASIS WEB DENGAN PLATFORM INDONESIA HEALTH SERVICE (IHC) DI PUSKESMAS TAROGONG GARUT
Rekam Medis di puskesmas harus diselenggarakan dengan baik dan sesuai peraturan. PMK no 24 tahun 2022 menjadi landasan bagi puskesmas untuk mempersiapkan dalam merencang dan mengimplementasikan rekam medis elektronik. Pendaftaran rawat jalan sudah menggunakan aplikasi sikda generik dan p-care sebagai pendataan pasien lama dan baru. Namun, data pasien tidak masuk ke poliklinik. Hal tersebut petugas harus memasukkan kembali data pasien yang telah terdaftar ketika akan dilakukan tindakan. Metode pada penelitian ini adalah desain aplikasi Rapid Application Development, dengan membuat sebuah model yang dapat mengelola data pasien untuk pelayanan rawat jalan dan pelaporan rekam medis. Berdasarkan Hasil penelitian yang sudah dilakukan di Puskesmas Tarogong Standar Operasional Prosedur diperlukan dalam ebutuhan sistem (fungsional dan nonfungsional) mengenai pelayanan pasien rawat jalan secara elektronik. Sumber daya pada kebutuhan nonfungsional adalah diberian pelatihan untuk memaksimalkan perangkat komputer. Mengadakan perangkat keras bagi pelayanan yang tidak memiliki perangkat. Hasil Perncangan sistem bagian Data Flow Diagram bisa menjadi acuan untuk perubahan alur atau kegiatan yang sedang berjalan. Entity Relationship Diagram menjadikan panduan untuk data yang harus berelasi. Desain Antar muka memberikan gambaran bagaimana proses dari rekam medis elektronik itu berjalan. Aplikasi dapat didaftarkan ke dalam platform satu sehat, upaya mendukung kebijakan interoprabilitas pelayanan kesehatan di indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Alur dari kegiatan yang akan berjalan selama ini harus mulai diubah. Mulai dari pendaftaran rawat jalan tidak hanya sekedar keperluan menghitung kunjungan pasien setiap periodenya, tetapi data tersebut dapat berkelanjutan ke pelayanan medis sampai bagian pelaporan dan menjadikan interoprabilitas menjadi prioritas pengembangan sistem.Kata Kunci : Rekam Medis Elektroni, Interoprabilitas, Puskesma
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL-AIR dan EKSTRAK ETIL ASETAT TERPURIFIKASI DAUN PECUT KUDA SECARA KLT AUTOGRAFI
Tanaman pecut kuda Stachytarpheta jamaeicensis termasuk tumbuhan berpotensi antikanker, antiinflamasi dan antioksidan. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan adanya aktivitas antioksidan ekstrak daun pecut kuda terhadap DPPH dengan metode KLT-autografi. Metode penelitian ini termasuk penelitian eksperimen laboratorium bersifat kualitatif terdiri dari ekstraksi sampel dengan etanol-air 70% secara maserasi, ekstrak kental dipurifikasi dan dibebas klorofil dan lemak, kemudian difraksinasi dengan etil asetat. Selanjutnya diidentifikasi kandungan kimia secara KLT menggunakan pereaksi spesifik : Dragendorf, Liberman-Buchard, Sitroborat, dan FeCl3.. Tahap terakhir dilakukan uji aktivitas antioksidan secara KLT autografi terhadap DPPH. Hasil penelitian: identifikasi kandungan kimia ekstrak secara KLT terbukti mengandung senyawa fenol, flavonoid, dan steroid/terpen. Hasil uji KLT antioksidan dengan DPPH terdapat 1 bercak berwarna kuning pada ekstrak etanol-air 70% (EEA-70%) dengan Rf=0,91 dan 2 bercak pada ekstrak etil asetat terpurifikasi (EEAT) dengan Rf= 0,75, dan Rf=0,54 yang dapat menghambat radikal bebas DPPH. Kesimpulan: Daun pecut kuda berpotensi digunakan sebagai bahan baku obat tradisional untuk antioksidan