E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
22393 research outputs found
Sort by
Pengaruh Terapi Brain Gym Diiringi Musik Religi Terhadap Burn Out Belajar Siswa Kelas Viii Tasikmalaya
Pada siswa, burn out belajar dapat menghambat proses pendidikan sehingga belajar tidak maksimal. Aspek dari burn out belajar diantaranya kelelahan emosional, fisik, kognitif, dan kehilangan motivasi. Terapi brain gym diiringi musik religi merupakan terapi non-farmakologi yang dapat menurunkan skor burn out dengan memperlancar aliran darah dan oksigen ke otak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi brain gym diiringi musik religi terhadap burn out belajar siswa kelas VIII di MTS Mu’min Mashum Tasikmalaya. Metode quasy eksperimen dengan pretest-posttest with control group. Sampel pada penelitian ini adalah 15 responden untuk kelompok intervensi dan kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Uji statistik yang digunakan Dependent T-Test dan Independen T-Test. Hasil terdapat perbedaan signifikan rerata skor burn out pada kelompok intervensi, sebelum intervensi rerata skor burn out 10.07 menurun menjadi 4.73 (p-value 0,000). Sedangkan pada kelompok kontrol, skor burn out sebelum intervensi 10.87 menurun menjadi 8.53 (p-value 0,000). Terdapat perbedaan signifikan dalam rerata skor burn out antara kedua kelompok, dengan nilai p-value 0.001. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terapi brain gym diiringi musik religi mampu menurunkan skor burn out pada siswa. Sehubungan dengan hasil penelitian diharapkan pendidik dapat mengaplikasikan terapi ini untuk meningkatkan belajar siswa baik di sekolah
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Salam Dan Daun Sambiloto Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus
Prevalensi angka kejadian kasus penyakit infeksi bakteri menunjukan rentang antara 25-65% dengan rata-rata nasional 38% disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan umumnya menggunakan antibiotik, tetapi penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi, oleh karena itu dikembangkan pengobatan alternatif dari bahan alam. Tanaman yang dimanfaatkan yaitu daun salam dan daun sambiloto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) daun sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Wall. ex Nees) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode pada penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Ekstrak daun salam dan daun sambiloto dieksraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Skrining fitokimia yang dilakukan yaitu uji alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi disk dengan varian konsentrasi 80%:20%, 50%:50%% dan 20%:80%. Hasil penelitian skrining fitokimia kedua ekstrak menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Adapun hasil pengujian antibakteri ekstrak daun salam dan daun sambiloto pada rata-rata diameter zona hambat 9,15 mm ; 5,02 mm ; 2,96 mm. Kesimpulan kombinasi ekstrak daun salam dan daun sambiloto mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan daya hambat tertinggi didapatkan pada konsentrasi 80%:20% dengan nilai rata-rata diameter 9,15 mm yang termasuk dalam kategori sedang
OPTIMASI SISTEM PENGHANTARAN OBAT ANTIDIABETES ORAL MELALUI POMPA OSMOTIK UNTUK PENINGKATAN BIOAVAILABILITAS DAN EFEKTIVITAS TERAPI
Peningkatan prevalensi Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia memerlukan pengobatan yang efektif untuk mengontrol kadar glukosa darah. Obat antidiabetes oral semakin disukai karena kemudahan penggunaannya, meskipun sering kali menyebabkan fluktuasi kadar glukosa darah. Review artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi sistem pompa osmotik sebagai metode penghantaran obat yang dapat memberikan pelepasan obat yang lebih stabil, meningkatkan bioavailabilitas obat, dan efektivitas terapi. PubMed, Science Direct dan Google scholar adalah beberapa sumber artikel yang digunakan dalam pencarian informasi mengenai sistem penghantaran obat baru untuk antidiabetes oral. Artikel-artikel yang digunakan mayoritas adalah artikel terbaru yang ditulis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir yaitu dari tahun 2014-2024. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian jurnal-jurnal tersebut adalah "drug design diabetes" “new drug delivery diabetes” “drug delivery system for oral antidiabetes” “osmotic pump capsule”. Melalui pencarian yang komprehensif, 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dipilih untuk dianalisis. Artikel-artikel ini memberikan wawasan yang berharga mengenai perkembangan terbaru dalam bidang ini, termasuk desain formulasi, evaluasi kinerja, dan potensi klinis. Formulasi yang dioptimalkan menunjukkan laju pelepasan obat yang konstan dan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan formulasi yang ada di pasaran, serta meningkatkan bioavailabilitas obat antidiabetes. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif dalam pengobatan DMT2, dengan potensi untuk meningkatkan efektivitas terapi dan mengurangi frekuensi dosis
PENGARUH MADU HUTAN TERHADAP KADAR GULA DARAH MENCIT PUTIH (Musmuscullus) JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN
Diabetes is a group of chronic metabolic diseases associated with disorders of carbohydrate, fat and protein metabolism. It is hoped that this research will enable the public and patients suffering from Diabetes Mellitus to use other medicines as alternatives, such as traditional medicines that utilize the natural potential that exists in Indonesia, such as the use of honey, the honey used is taken from the Kuningan area and has not yet been tested for the potential for supportive therapy for DM sufferers. lowers the patient\u27s blood sugar levels. Even though honey contains sugar, people believe that honey can be used as a medicine to lower type 1 and type 2 blood sugar levels, so for this reason it is necessary to scientifically test the potential of honey to reduce blood sugar levels in DM patients. This study aims to determine the effect of honey on the blood sugar levels of male white mice (Mus musculus) induced by alloxan. The research used was an experimental method. The research results show that the difference in antidiabetic effects with the most effectiveness is the positive control (Glibenclamide 0.05%) namely 127.2 mg/dL followed by honey treatment group III (honey 42 mg/20g BW) namely 122.6 mg/dL. Honey has an antidiabetic effect in mice induced by alloxan at a dose of 42mg/20g BW which has the best reducing effect
Tinjauan Pustaka Bioaktivitas Massoi (Cryptocarya massoy) meliputi : Etnofarmasi, Aktivitas Farmakologi, Toksisitas, Persebaran, dan Prospek Aplikasinya
Massoi (Cryptocarya massoy) merupakan tumbuhan endemik asal Papua dan Maluku yang kaya akan manfaat. Hampir setiap bagian dari tanaman ini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, baik lokal maupun mancanegara. Diperkirakan kebutuhan massoi di dunia mencapai 500 ribu ton/tahun. Tanaman ini biasa diekspor ke negara-negara seperti Eropa, Amerika, Jepang, India dan Cina. Tingginya kandungan massoia lakton yang ada pada tanaman tersebut merupakan salah satu penyebab aroma wangi yang khas, sehingga tak heran jika angka permintaan (minyak) massoi menjadi cukup tinggi. Tujuan Review Artikel ini ialah mengetahui bioaktivitas, persebaran dan prospek aplikasi dari tanaman massoi. Review artikel ini disusun berdasarkan studi literatur dari total 35 jurnal ilmiah nasional serta internasional dari tahun 2012 sampai 2023 melalui google scholar dan jurnal berbasis sinta serta menggunakan metode Boolean System (AND dan OR). Hasil yang didapatkan dari beberapa studi menunjukan bahwa massoi dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung minyak atsiri, flavonoid, tannin, polifenol, steroid, triterpenoid dan kumarin. Diketahui bahwa massoi memiliki aktivitas farmakologi sebagai agen antibakteri dan antiinflamasi. Berdasarkan review artikel yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan berupa ulasan singkat mengenai bioaktivitas, aktivitas farmakologi, identifikasi komponen kimia, toksisitas dan persebaran serta aplikasi dari tanaman Massoi. Dari pengujian antibakteri massoi mampu membunuh beberapa bakteri seperti Streptococcus mutans, Candida albicans, Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli. Aplikasi sediaan tanaman massoi ini berbeda-beda di setiap daerah. Selain untuk dijual sebagai obat, massoi juga bisa digunakan sebagai bahan pewarna campuran batik dan aromatikum
ANALISIS KADAR KAFEIN DALAM TEH HIJAU, TEH HITAM DAN TEH OLONG MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI
Teh, terkenal sebagai tanaman yang dapat dikonsumsi dengan cara diseduh. Berdasarkan pengolahannya jenis teh dibagi menjadi teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Kafein merupakan alkaloid purin yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan juga menjadi dorongan energi ekstra. Kafein dapat ditemukan di biji kopi dan daun teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pengolahan terhadap kadar kafein dalam seduhan teh hijau, teh oolong, dan teh hitam menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Metode KCKT dipilih karena kemampuan analisisnya yang tinggi dalam memisahkan dan mengkuantifikasi komponen-komponen dalam sampel yang kompleks. Validasi meliputi uji kesesuaian sistem, selektivitas, linieritas, sensitivitas, akurasi, dan presisi. Hasil uji kesesuaian sistem menunjukkan parameter yang memenuhi syarat dengan %RSD rata-rata di bawah 2%. Selektivitas diuji dengan membandingkan kromatogram dari pelarut, sampel, standar, dan campuran sampel dengan standar. Hasil linieritas didapatkan persamaan regresi Y = 67410x + 10247 dengan nilai (r) sebesar 0.9993. Batas deteksi (BD) dan batas kuantisasi (BK) masing-masing adalah 0.44 µg/mL dan 1.47 µg/mL. Akurasi menggunakan metode standar adisi hasil analisis menunjukkan rata-rata %recovery antara 90.40% hingga 82.35%. Presisi diuji selama tiga hari berturut-turut dengan hasil rata-rata konsentrasi yang menunjukkan konsistensi yang baik. Hasil penetapan kadar kafein dalam teh hijau, teh oolong, dan teh hitam masing-masing adalah 14,05±0,16 mg, 11,98±0,22 mg, dan 9,56±0,01 mg per seduhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengolahan berpengaruh terhadap kadar kafein dalam teh seduha
PENGUATAN PENGETAHUAN MENGENAI PENCEGAHAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT RT 02/ RW 01 KECAMATAN PARIGI
ABSTRACTDiabetes mellitus is a serious concern because its prevalence continues to increase, thereby adding to the negative impacts caused by diabetes mellitus. In Pangandaran Diabetes Mellitus is a disease with a high prevalence. This is caused by factors such as unhealthy eating patterns, lack of physical activity, and stress levels which are contributors to Diabetes Mellitus. Based on the understanding that prevention is better than cure, it is hoped that this education can make a positive contribution to the prevention of Diabetes Mellitus. This extension is carried out using the two way traffic method, where in this context there is two-way communication and exchange of information between the extension agent and the extension correspondent. Counseling held on December 24, 2023 at the target residence. The aim of health education for DM patients and their families is to increase knowledge because knowledge is the starting point for changes in attitudes and lifestyle. Based on the outreach that has been carried out, it can be seen that the residents of Parigi, Pangandaran. the target of the outreach, mostly do not understand about Diabetes Mellitus, where as many as 30% know while the remaining 70% do not know or understand. Keywords: Diabetes Mellitus; Prevention; Education ABSTRAKDiabetes mellitus menjadi perhatian serius karena prevalensinya terus meningkat sehingga menambah buruk dampak yang diakibatkan oleh diabetes mellitus. Di kabupaten Pangandaran Diabetes Mellitus meruapakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi. Hal tersebut diakibatkan oleh faktor-faktor seperti pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan tingkat stress menjadi kontributor terhadap penyakit Diabetes Mellitus, dengan dasar pemahaman bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati maka penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pencegahan penyakit Diabetes Mellitus. Penyuluhan ini dilakukan dengan metode two way traffic, dimana dalam konteks ini terjadi komunikasi dan pertukaran informasi secara dua arah antara penyuluh dan koresponden penyuluhan. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2023 yang bertempat kediaman sasaran. Tujuan pendidikan kesehatan bagi pasien DM dan keluarga adalah meningkatkan pengetahuan karena pengetahuan merupakan titik tolak perubahan sikap dan gaya hidup. Berdasarkan penyuluhan yang telah dilakukan terlihat bahwa warga dusun Parigi, kabupaten Pangandaran yang menjadi target penyuluhan kebanyakan belum paham tentang Diabetes Mellitus, dimana sebanyak 30% mengetahui sedangkan 70% sisanya belum tau atau paham.Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Pencegahan; Penyuluha
Formulasi Sediaan Liptint Dari Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Sebagai Pewarna Alami Dikombinasikan Dengan Lesitin
Liptint is a cosmetic product used to apply lip color. Liptint is often liquid and has a natural color.Mangosteen peel contains mangosteen, flavonoids and tannins. It has antioxidant activity that has theability to prevent lip skin from becoming black. The aim of this study was to determine the concentrationof mangosteen peel extract liptint formula (Garcinia mangostana L.) that was most liked by respondents,to determine the results of the evaluation of liptint preparations from mangosteen peel (Garciniamangostana L.) and to determine the level of lip moisture in the formula of mangosteen peel extractliptint preparation (Garcinia mangostana L.). Using maceration extraction method. The concentration ofliptint preparation extract in each formula F1 (2%) b/v, F2 (4%) b/v and F3 (6%) b/v. The mangosteenpeel extract liptint preparation has met the evaluation requirements of organoleptic test, homogeneitytest, pH test, irritation test, spreadability test, stability test, viscosity and rheology test, moisture test andhedonic test. The data obtained was analyzed by Friedman test with the result of <0.05 which meansthere is a significant difference between each treatment. In the moisture effectiveness test, it wasanalyzed by paired sample T test with the result <0.05 that there was a significant difference in moisturebefore and after using the liptint preparation
Perbandingan Karakteristik Nanopartikel Kolagen dari Limbah Tulang Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan Menggunakan Ball Mill dan Magnetic Stirrer
Tuna fish bones have a protein content of around 24-35%, which can be processed into collagen. Collagen from fish bones is classified as type I collagen, which contains large amounts of the amino acids glycine, alanine, proline, and hydroxyproline. Nano collagen is a form of collagen reduced to nanoparticle size that has rapid treatment capabilities to improve healing and cell growth. The method for making collagen nanoparticles uses two methods, namely, the top-down method using a ball mill and salting out using a magnetic stirrer. This study aims to compare the characteristics of collagen nanoparticles from tuna bone waste (Euthynnus affinis) made using a ball mill and a magnetic stirrer. Making nanoparticles using a magnetic stirrer with acetic acid solvent and salting out with ammonium hydroxide produces the smallest particle size, namely 528 nm with a polydispersity index of 0.4932 and a potential of -18.29 mV. In comparison, nanoparticles made using a ball mill have a particle size index of 542.3 nm. polydispersity 0.511 and potential -15.43 mV. Morphological analysis using SEM shows that collagen nanoparticles have a spherical or round and irregular shape. It can be concluded that making collagen nanoparticles using the magnetic stirrer method produces better characteristics than the ball mill method
MEDIA SOSIAL SEBAGAI KATALISATOR PEMBELAJARAN: ANALISIS BIBLIOMETRIK DAN PRAKTIS TERHADAP KONTRIBUSI GENERASI Z
This study intends to reveal existing research topics and predict future research avenues in terms of Gen-Z participation.This research uses Scopus AI to design and explore ideas, with bibliometric analysis to map literature on literature related to Generation Z participation in developing countries. Data from 136 scholarly works was obtained through Boolean keywords, then processed using Biblioshiny R4.3.1 and visualized with VOS viewers to identify co-occurrence patterns and further research opportunities. Results of R4.3.1 revealed the important role of Gen Z in the use of social networks, collaboration, and e-learning. The co-occurrence analysis with VOS viewers reveals the gap between social media and learning systems, which opens up further research opportunities. opens further research opportunities. Some Researchers\u27 countries of origin that have not collaborated with foreign researchers include Indonesia, Turkey, Poland, the Czech Republic, and the Philippines. A total of 49 scientific papers can be published and indexed by Scopus in 2024, with an increasing trend from year to year, which is increasing from year to year. In practice, the utilization of digital media such as YouTube and Quizizz has proven effective in increasing student participation and learning interaction. This strategy creates a learning experience that is dynamic and in line with the characteristics of Generation Z, which is familiar with technology. familiar with technology. The integration of such media reinforces concept understanding and encourages collaboration in the classroom