E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
Not a member yet
    22393 research outputs found

    Family Involvement In Enhancing Self-Care Management Among Type 2 Diabetes Patients In A Rural Community: A Qualitative Case Study in a Rural Indonesian Setting

    No full text
      ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is an increasing public health concern in Indonesia, particularly in rural areas with limited access to healthcare services. Successful diabetes management relies on consistent self-care behaviors, including adhering to medication, regulating diet, engaging in physical activity, and monitoring glucose levels. Family involvement plays a crucial role in supporting these behaviors; however, evidence from rural Indonesian contexts remains limited. This study aimed to describe how family involvement contributes to improving self-care management among patients with T2DM in a rural community. A qualitative case study was conducted with five families in Cigunung Village through semi-structured interviews, direct observations, and document reviews. Thematic analysis identified five major themes: family perceptions and responsibilities, emotional–instrumental–spiritual support, family strategies in assisting self-care, challenges encountered, and behavioral changes in patients. Family involvement enhanced medication adherence, dietary management, motivation, and emotional well-being despite socioeconomic barriers. These findings highlight the pivotal role of family support in effective diabetes management. Community nurses are encouraged to adopt family-centered and culturally sensitive approaches in health education and home-based empowerment programs to strengthen sustainable self-care practices

    Capaian Nilai Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat Beberapa Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung

    Full text link
    Capaian mutu pelayanan kefarmasian mencerminkan tingkat keunggulan serta menjadi jaminan penggunaan obat yang rasional dan keselamatan pasien. Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yang dekat dengan masyarakat adalah Instalasi Farmasi Puskesmas. Oleh karena itu, kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas penting diukur untuk memastikan terpenuhinya standar pelayanan. Salah satu ukuran kualitas pelayanan kefarmasian adalah indikator mutu evaluasi penggunaan obat. Untuk saat ini, kajian tentang penilaian capaian indikator mutu evaluasi penggunaan obat Puskesmas, khususnya wilayah Bandung, masih terbatas. Secara kuantitatif, mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas dapat dinilai menggunakan metode Delphi termodifikasi. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji capaian mutu evaluasi penggunaan obat pada 4 Puskesmas yang berada di wilayah Kota maupun Kabupaten Bandung menggunakan metode Dephi termodifikasi. Capaian mutu yang dinilai terdiri dari 7 standar indikator mutu evaluasi penggunaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dirancang mengikuti desain cross-sectional. Data yang dianalisis adalah data retrospektif berupa seluruh data resep yang dilayani masing-masing Puskesmas selama periode Oktober – Desember 2024. Data disajikan dalam bentuk deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun Puskesmas yang menjadi objek penelitian ini memenuhi standar semua indikator mutu Delphi termodifikasi. Puskesmas nomor 2 memenuhi maksimal 5 standar indikator mutu penggunaan obat (71,43%). Puskesmas nomor 4 memenuhi 4 standar indikator mutu (57,14%) dan 2 Puskesmas lainnya hanya memenuhi 3 standar indikator mutu (42,86%). Indikator mutu yang dicapai yaitu peresepan Obat Generik, peresepan antibiotik pada kasus diare non-spesifik, peresepan antibiotik pada ispa non- pneumonia, jumlah obat per resep, dan peresepan Oralit serta Zink pada kasus diare non-spesifik

    Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Kulit Pisang Tongka Langit (Musa Troglodytarum L) Menggunakan Model Protektif

    Full text link
    Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya pada anak usia di bawah lima tahun, dan tergolong penyakit endemik yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa. Oleh karena itu, eksplorasi bahan alam sebagai agen antidiare terus dikembangkan. Kulit pisang Tongka Langit (Musa troglodytarum L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif, antara lain flavonoid dan steroid, yang berpotensi memiliki aktivitas antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiare ekstrak etanol kulit Musa troglodytarum menggunakan metode proteksi pada tikus putih jantan galur Wistar. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal yang diberi air suling, kontrol negatif yang diberi suspensi Na-CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi loperamide HCl, serta tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberi ekstrak dengan dosis 100 mg/200 gBB, 150mg/200gBB, dan 200mg/200gBB. Diare diinduksi menggunakan oleum ricini, dan aktivitas antidiare dievaluasi berdasarkan frekuensi diare, lama diare, serta konsistensi feses. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi P<0,05, dilanjutkan dengan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis tertinggi (200 mg/200 g berat badan) memberikan aktivitas antidiare yang sebanding dengan loperamide. Nilai signifikansi metode proteksi sebesar 1,000 (P>0,05) menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara dosis tertinggi ekstrak dan kontrol positif. Dengan demikian, ekstrak etanol kulit Musa troglodytarum berpotensi dikembangkan sebagai agen antidiare berbasis bahan alam

    Formulasi Dan Evaluasi Mutu Fisik Body Scrub Beras Merah Dan Madu Kelulut Kalimantan Tengah

    Full text link
    ABSTRAK Paparan radikal bebas dan penumpukan sel kulit mati secara terus-menerus dapat menyebabkan kondisi kulit kusam, kering, dan penuaan dini, sehingga diperlukan perawatan eksfoliasi fisik secara berkala menggunakan sediaan body scrub. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan body scrub inovatif dengan memanfaatkan potensi bahan alami lokal berupa beras merah dan madu kelulut khas Kalimantan Tengah, serta mengevaluasi mutu fisik sediaannya sebagai produk perawatan kulit. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengolahan biji beras merah menjadi butiran eksfoliator. Pengujian mutu fisik dilakukan melalui replikasi sebanyak tiga kali yang mencakup parameter organoleptik, homogenitas, nilai pH, daya lekat, daya sebar, dan identifikasi tipe emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan memiliki karakteristik visual warna putih pucat, konsistensi semi-solid, dan aroma khas beras merah dengan tekstur butiran scrub yang kasar. Sediaan terbukti homogen dengan nilai pH rata-rata sebesar 7,06 ± 0,02, yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) 16-4399-1996 untuk sediaan kosmetik kulit. Selain itu, sediaan memiliki daya lekat rata-rata 7,6 ± 0,7 detik dan daya sebar 6,48 ± 0,15 cm, dimana keduanya masuk dalam kriteria ideal sediaan topikal yang memberikan kenyamanan penggunaan. Pengujian menggunakan metilen biru mengonfirmasi tipe emulsi M/A, yang memberikan keuntungan berupa sensasi dingin dan kemudahan saat dibersihkan dengan air. Kesimpulan utama penelitian ini adalah beras merah dan madu kelulut berhasil diformulasikan menjadi body scrub yang memenuhi seluruh parameter standar mutu fisik sediaan farmasi. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan kosmetik berbasis kekayaan hayati daerah sebagai agen eksfoliator dan antioksidan alami yang potensial bagi masyarakat. Kata Kunci : beras merah, body scrub, madu kelulut, mutu fisik, Kalimantan Tengah   ABSTRACT Prolonged exposure to free radicals and the accumulation of dead skin cells contribute to dullness, dryness, and premature aging, necessitating regular physical exfoliation with effective body scrub formulations. This study aimed to develop an innovative body scrub utilizing local biodiversity from Central Kalimantan—specifically red rice (Oryza nivara) and stingless bee honey (kelulut honey)—and to evaluate the physical quality of the resulting preparation. The research methods involved processing red rice grains into exfoliating granules, which were then incorporated into the formulation. Physical quality evaluations were conducted in triplicate, including organoleptic properties, homogeneity, pH value, adhesion, spreadability, and emulsion type. The results revealed that the formulated body scrub exhibited a pale white color, semi-solid consistency, a characteristic red rice aroma, and a coarse texture suitable for exfoliation. The preparation was homogeneous with an average pH value of 7.06 ± 0.02, meeting the Indonesian National Standard (SNI) 16-4399-1996 for skin cosmetic preparations. Furthermore, the preparation demonstrated an average adhesion time of 7.6 ± 0.7 seconds and a spreadability of 6.48 ± 0.15 cm, both of which fall within the ideal range for topical applications to ensure user comfort. Methylene blue testing confirmed an oil-in-water (O/W) emulsion type, which is characterized by a cooling sensation and ease of rinsing. In conclusion, red rice and kelulut honey were successfully formulated into a body scrub that meets all standard physical quality requirements for topical cosmetic preparations. The implications of this research support the potential of regional natural resources as sustainable sources of exfoliating agents and antioxidants in cosmetic development. Keywords: body scrub, Central Kalimantan, physical quality, red rice, stingless bee hone

    Optimasi Formulasi Emulgel Topikal Berbasis Minyak Zaitun: Peran Gelling Agent terhadap Viskositas, pH, Daya Sebar, dan Keamanan

    Full text link
    ABSTRAKMinyak zaitun dikenal luas sebagai bahan aktif alami yang efektif dalam sediaan topikal karena sifat antioksidan, antiinflamasi, dan emoliennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga jenis gelling agent—Natrium Karboksimetilselulosa, Viscolam®, dan karbomer—terhadap stabilitas fisik, keamanan, dan preferensi pengguna terhadap emulgel minyak zaitun. Emulgel diformulasikan dalam tiga variasi, kemudian dievaluasi melalui uji pH, viskositas, daya sebar, organoleptik, cycling test, uji iritasi pada hewan, dan uji hedonik pada panelis manusia. Hasil menunjukkan bahwa formula dengan basis Natrium Karboksimetilselulosa memiliki viskositas tertinggi dan kestabilan pH optimal, namun daya sebarnya paling rendah. Formula dengan Viscolam® menunjukkan daya sebar terbaik, viskositas rendah, serta skor tertinggi dalam uji hedonik, menandakan kenyamanan penggunaan yang lebih baik. Formula karbomer menunjukkan stabilitas yang cukup baik secara keseluruhan. Semua formula dinyatakan aman karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit hewan uji. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan gelling agent dalam pengembangan emulgel berbasis minyak zaitun yang optimal dan diterima pengguna. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sediaan topikal berbahan alami yang lebih efektif, stabil, dan nyaman digunakan.Kata Kunci : emulgel, minyak zaitun, gelling agent, stabilitas fisik, uji hedonikMinyak zaitun dikenal luas sebagai bahan aktif alami yang efektif dalam sediaan topikal karena sifat antioksidan, antiinflamasi, dan emoliennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga jenis gelling agent—Natrium Karboksimetilselulosa, Viscolam®, dan karbomer—terhadap stabilitas fisik, keamanan, dan preferensi pengguna terhadap emulgel minyak zaitun. Emulgel diformulasikan dalam tiga variasi, kemudian dievaluasi melalui uji pH, viskositas, daya sebar, organoleptik, cycling test, uji iritasi pada hewan, dan uji hedonik pada panelis manusia. Hasil menunjukkan bahwa formula dengan basis Natrium Karboksimetilselulosa memiliki viskositas tertinggi dan kestabilan pH optimal, namun daya sebarnya paling rendah. Formula dengan Viscolam® menunjukkan daya sebar terbaik, viskositas rendah, serta skor tertinggi dalam uji hedonik, menandakan kenyamanan penggunaan yang lebih baik. Formula karbomer menunjukkan stabilitas yang cukup baik secara keseluruhan. Semua formula dinyatakan aman karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit hewan uji. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan gelling agent dalam pengembangan emulgel berbasis minyak zaitun yang optimal dan diterima pengguna. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sediaan topikal berbahan alami yang lebih efektif, stabil, dan nyaman digunakan

    GAMBARAN STUNTING DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW: GAMBARAN STUNTING DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW

    No full text
    ABSTRACT  Stunting is one of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs), which is included in the second sustainable development goal, namely eliminating hunger and all forms of malnutrition by 2030 and achieving food security. The target set is to reduce the stunting rate to 18.8% by 2025. Stunting can occur as a result of malnutrition, especially during the First 1000 Days of Life (HPK). The method used in this research is to use a literature study with a method of searching, combining essences and analyzing facts from several scientific sources that are accurate and valid. Stunting is a very serious problem because it is associated with a greater risk of morbidity and mortality, obesity and non-communicable diseases in the future, stunting in adulthood, poor cognitive development and lower productivity and income. To prevent stunting, exclusive breastfeeding in the first 6 months, especially for babies from poor families, must be optimized through nutritional education programs and breastfeeding support groups. Furthermore, it is hoped that the results of this literature can be used as additional information to develop further research regarding the picture of stunting in Indonesia. Keywords: Toddlers, Malnutrition, Stunting.      ABSTRAK    Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka stunting hingga 18,8 % pada tahun 2025. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan studi literatur dengan metode mencari, menggabungkan inti sari serta menganalisis fakta dari beberapa sumber ilmiah yang akurat dan valid. Stunting menjadi masalah yang sangat serius karena dikaitkan dengan risiko kesakitan dan kematian yang lebih besar, obesitas, dan penyakit tidak menular di masa depan, orang dewasa yang pendek, buruknya perkembangan kognitif dan rendahnya produktivitas dan pendapatan. Untuk mencegah kejadian stunting, pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama, khususnya pada bayi yang berasal dari keluarga miskin, harus dioptimalkan melalui program edukasi gizi dan kelompok pendukung ASI. Selanjutnya, diharapkan hasil literature ini dapat dijadikan sebagai tambahan informasi untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai gambaran stunting di Indonesia.  Kata Kunci: Balita, Kekurangan Gizi, Stunting

    MENGENAL OBAT DENGAN BIJAK: PROGRAM APOTEKER CILIK DI PANTI ASUHAN AMANAH KOTA TASIKMALAYA

    No full text
    Apoteker Cilik adalah sebuah inisiatif edukasi yang bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar profesi kefarmasian kepada anak-anak sejak usia dini. Apoteker cilik diciptakan agar mereka dapat memahami serta menumbuhkan minat terhadap bidang kefarmasian. Tujuan lain program ini yaitu agar adanya peningkatan wawasan anak-anak Panti Asuhan Amanah Kota Tasikmalaya mengenai apoteker cilik. Ceramah, tanya jawab, dan doorprize digunakan dalam kegiatan ini. Jumlah peserta pada acara ini sebanyak 25 orang. Hasil data Analisa pretest dan posttest menggunakan aplikasi SPSS dengan uji t berpasangan (paired t-test) dengan perolehan nilai dari p-value sebesar 0,001. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa anak-anak mampu menerima materi dan memahami pembelajaran dengan baik, hal tersebut sejalan dari hasil posttest yang mengalami perubahan dan mampu menjawab pertanyaan dengan lebih baik dan benar

    PENYULUHAN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT PERSPEKTIF ISLAM PADA JAMAAH YASIN AL HIDAYAH KABUPATEN MADIUN

    No full text
    Kesehatan dan kebersihan merupakan salah satu kebutuhan manusia. Sehat yaitu sebuah rahmat yang wajib untuk disyukuri, akan tetapi banyak orang yang tidak peduli terhadap kesehatan dan kurang akan dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kesadaran akan pentingnya kebersihan dan menjaga kesehatan belum sepenuhnya menjadi tujuan utama. Islam mengutamakan kebersihan dan Islam menyukai sehat karena dalam diri seorang yang sehat maka secara otomatis jiwa akan kuat. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan yang dirancang untuk mendorong setiap individu agar dapat hidup di lingkungan yang bersih dan sehat melalui terciptanya kondisi yang mendukung. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dalam perspektif Islam. Metode pelaksanaan kegiatan adalah berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Lokasi kegiatan di Dusun Sidorejo,Kecamatan Sawahan, Madiun, Jawa Timur. Peserta sebanyak 72 orang yang terdiri dari komunitas Ibu-ibu Jama’ah Yasin Al Hidayah. Hasil kegiatan memberikan bekal pada peserta bagaimana menjaga kesehatan dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hidup bersih dan sehat menjaga pondasi kuat dalam produktivitas dan kualitas sumber daya manusia

    REVITALISASI PENGOBATAN TRADISIONAL MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT LOKAL UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI MODERN

    No full text
    Penggunaan tanaman obat lokal sebagai alternatif pengobatan untuk kesehatan reproduksi memiliki potensi yang besar, namun pemanfaatannya masih terbatas di masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi penggunaan pengobatan tradisional melalui pelatihan pemanfaatan tanaman obat lokal dalam konteks kesehatan reproduksi modern. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah interaktif dan video edukasi yang melibatkan 25 peserta dari Kelompok Wanita Melatam Fatimah Azzahra. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 61,50%, dengan kategori identifikasi tanaman obat mencapai peningkatan tertinggi sebesar 81,30%. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat, pengolahan, dan penggunaan tanaman obat lokal dengan aman. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan kearifan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dengan cara yang lebih terjangkau dan aman

    PENERAPAN PLATFORM EDUKASI DIGITAL WINGKOSMART SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI PROGRAM WINGKO DI KOTA SEMARANG

    No full text
    Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kasus yang cukup tinggi di Kota Semarang. Salah satu upaya inovatif untuk pengendalian vector penyakit DBD adalah penerapan teknologi Wolbachia melalui Program WINGKO (Wolbachia Ing Kota). Namun, tingkat pemahaman masyarakat terhadap program ini masih beragam, sehingga diperlukan strategi edukasi yang lebih efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus memperkenalkan WINGKOSmart, sebagai platform digital yang dikembangkan sebagai edukasi tentang teknologi Wolbachia. Sosialisasi dilaksanakan pada 4 September 2025 di Aula Kelurahan Muktiharjo Kidul, dengan peserta sebanyak 70 orang yang terdiri atas ibu-ibu PKK, dosen dan mahasiswa, perwakilan Puskesmas Tlogosari Kulon, serta Dinas Kesehatan Kota Semarang. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif mengenai Program WINGKO, demonstrasi langsung penggunaan platform WINGKOSmart, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai Program WINGKO serta respon positif masyarakat terhadap penggunaan WINGKOSmart. Platform ini dinilai membantu menjawab keraguan masyarakat, memberikan akses informasi yang mudah dan akurat, serta berpotensi mendukung komunikasi publik yang lebih luas. Dengan demikian, WINGKOSmart dapat menjadi media inovatif dalam mendukung keberhasilan implementasi Program WINGKO dan pengendalian DBD berbasis partisipasi masyarakat di Kota Semaran

    784

    full texts

    22,393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Tunas Husada Tasikmalaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇