Institut Penelitian Matematika Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE): Open Journal System
Not a member yet
11378 research outputs found
Sort by
PERAN SERTIFIKAT BADAN USAHA (SBU) DALAM PENENTUAN TARIF PPH FINAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PROYEK PEMERINTAH
Sektor konstruksi memainkan peran penting dalam pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, berkontribusi signifikan terhadap kemajuan infrastruktur dan pendapatan negara melalui berbagai jenis pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Final atas jasa konstruksi untuk proyek pemerintah, dengan fokus pada basis pajak, tarif yang berlaku, dan kewajiban pembayaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis mekanisme penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Final atas jasa konstruksi pada proyek transportasi darat yang didanai pemerintah dan berada di bawah naungan Dinas Perhubungan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Final antara perusahaan dan kantor pajak. Perusahaan menggunakan tarif 1,75% sesuai PMK 251/PMK.03/2008 karena memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU), sehingga pajak sebesar Rp 175 juta. Namun, kantor pajak menerapkan tarif 4% karena menilai perusahaan tidak ber-SBU, sehingga pajak terutang menjadi Rp 400 juta. Akibatnya, perusahaan membayar kelebihan pajak sebesar Rp 225 juta
PENGARUH QUICK RATIO, NET PROFIT MARGIN, PERPUTARAN PERSEDIAAN DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN TRANSPORTASI DAN LOGISTIK PERIODE 2020-2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh quick ratio, net profit margin, perputaran persediaan, dan debt to equity ratio terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor transportasi dan logistik, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi 35 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan melalui metode purposive sampling diperoleh 8 perusahaan sebagai sampel dengan total 40 observasi selama lima tahun. Analisis data dilakukan menggunakan uji deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quick ratio dan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, sementara net profit margin dan perputaran persediaan tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, keempat variabel tersebut terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan temuan ini, peneliti merekomendasikan agar investor mempertimbangkan rasio keuangan tersebut sebelum melakukan investasi, serta mendorong penelitian selanjutnya untuk menambahkan variabel lain seperti inflasi atau ukuran perusahaan guna memperluas hasil penelitian di masa depan
IMPLEMENTASI BANTUAN HUKUM KEJAKSAAN NEGERI DALAM MENYELESAIKAN TUNGGAKAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) DI KABUPATEN BANTAENG
Tingginya tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bantaeng menimbulkan tekanan terhadap kapasitas fiskal daerah serta menghambat pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Untuk mengatasi hal tersebut, Kejaksaan Negeri Bantaeng melalui peran Jaksa Pengacara Negara (JPN) berpartisipasi aktif dalam pemberian bantuan hukum non-litigasi guna mendukung penyelesaian tunggakan pajak dan memperkuat efektivitas penegakan hukum administrasi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi bantuan hukum oleh Kejaksaan Negeri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menilai dampaknya terhadap kepatuhan wajib pajak dan kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Informan penelitian terdiri atas aparat Kejaksaan Negeri, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), aparatur pemerintah desa/kelurahan, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan masyarakat wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bantuan hukum dilakukan melalui mekanisme Surat Kuasa Khusus (SKK) yang menjadi dasar koordinasi antara Kejaksaan dan BPKD, dengan tahapan berupa koordinasi lintas lembaga, sosialisasi, mediasi, dan pemanggilan wajib pajak. Faktor penghambat utama mencakup keterbatasan sumber daya manusia, ketidakakuratan data objek pajak, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, dan ketiadaan SOP baku. Sebaliknya, faktor pendukung meliputi dasar hukum yang kuat, komitmen antarlembaga, dan dukungan pemerintah daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran aktif Kejaksaan Negeri dalam fungsi bantuan hukum non-litigasi berkontribusi signifikan terhadap penurunan tunggakan PBB-P2 serta penguatan kemandirian fiskal daerah. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya penguatan kapasitas SDM, digitalisasi data perpajakan, dan literasi hukum masyarakat untuk menjamin keberlanjutan progra
ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, FINANCIAL DISTRESS, FIRM SIZE PADA MANAJEMEN LABA DENGAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA PERIODE 2019-2023
This study examines the effect of profitability, leverage, financial distress, and firm size on earnings management with institutional ownership as a moderating variable. The focus of the study is on food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2019–2023, including the Covid-19 pandemic period. Using a descriptive quantitative approach and purposive sampling, 16 companies were selected from a population of 30, resulting in 80 observations. The results show that these variables individually do not have a significant effect on earnings management. However, institutional ownership was found to significantly moderate the relationship between firm size and earnings management, while the other variables did not show a moderating effect
PERSEPSI MAHASISWA BARU MEMILIH PTN ATAU PTS: STUDI NETNOGRAFI DI JAWA TENGAH-DIY
Media sosial saat ini berfungsi sebagai platform utama bagi calon siswa untuk memeriksa dan mempertimbangkan pilihan mereka antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Dengan menggunakan metode netnografi, penelitian ini meneliti persepsi dan pertimbangan mahasiswa baru di Jawa Tengah dan DIY ketika mereka memilih antara PTN atau PTS. Data dengan tagar populer seperti #UTBK, #SNBT, #PTSUnggulan, dan #PejuangPTN dikumpulkan dari interaksi publik di Twitter, Instagram, dan TikTok dari tahun 2023 hingga 2025. Tema-tema utama dalam percakapan digital diidentifikasi melalui analisis isi kualitatif. Studi ini menemukan enam komponen utama yang memengaruhi pertimbangan mahasiswa baru: biaya kuliah, akreditasi dan kualitas, prospek kerja, prestise, lokasi, dan fasilitas kampus. PTS berusaha untuk menonjolkan fasilitas modern, fleksibel, dan kualitas tertentu melalui strategi promosi digital, sedangkan PTN biasanya dianggap lebih baik dalam hal biaya, prestise, dan prospek karir. Hasilnya menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang signifikan dalam membentuk persepsi kolektif siswa yang akan masuk universitas. PTN harus mempertahankan kualitas meskipun ada peningkatan daya tampung, sementara PTS harus memperkuat strategi beasiswa dan citra kualitas, menurut penelitian ini. Implikasi praktis ditujukan kepada pembuat kebijakan untuk membuat ekosistem pendidikan tinggi yang mengimbangi PTN dan PTS
INTEGRASI STRATEGIC MANAGEMENT ACCOUNTING DENGAN SUSTAINABILITY REPORTING: STUDI LITERATUR SISTEMATIS
Penelitian ini membahas integrasi Strategic Management Accounting (SMA) dengan Sustainability Reporting (SR) sebagai respons terhadap tuntutan bisnis berkelanjutan. Tujuannya untuk mengidentifikasi teori-teori yang digunakan, peran SMA dalam implementasi SR, serta faktor pendorong dan penghambat integrasinya. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 30 jurnal internasional dan nasional. Hasil menunjukkan bahwa Stakeholder Theory menjadi teori dominan, dan SMA berperan penting dalam menghubungkan strategi bisnis dengan pelaporan keberlanjutan. Kesimpulannya, integrasi SMA– SR memperkuat akuntabilitas dan kinerja keberlanjutan organisasi melalui dukungan manajerial, regulasi, dan inovasi teknologi
IMPLEMENTATION OF BANK OPERATIONAL RISK MANAGEMENT IN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT AT BANK SYARIAH INDONESIA
This study examines the integration of Islamic economics and the digitalization of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) as a strategic approach to achieving economic inclusion within the framework of the Sustainable Development Goals (SDGs). The rapid advancement of digital technologies has transformed business ecosystems globally, offering new opportunities for MSMEs to enhance efficiency, expand market access, and improve financial management. Simultaneously, Islamic economics provides an ethical and justice-oriented foundation that promotes transparency, equitable distribution, and financial inclusion through Sharia-compliant principles. By combining these two frameworks, this study explores how digital innovation and Islamic values can jointly support inclusive and sustainable economic growth. Using a qualitative descriptive approach, data were sourced from academic journals, institutional reports, and policy documents to analyze the impact of digital transformation and Islamic economic practices on MSME development. The findings reveal that the adoption of digital tools such as e-commerce platforms, digital payments, accounting applications, and Islamic fintech significantly enhances MSME competitiveness and financial accessibility. Furthermore, Islamic financial instruments based on profit-and-loss sharing, fairness, and risk-sharing offer ethical alternatives that support business resilience and long-term sustainability. The integration of Islamic economics and digitalization aligns strongly with SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), demonstrating its potential to advance inclusive economic participation, especially among marginalized groups. The study concludes that a synergistic approach combining digital transformation and Islamic economic principles is essential for building an equitable and resilient economic system. It recommends strengthening cross-sector collaboration, enhancing digital and financial literacy, and expanding access to Sharia-compliant digital infrastructure to maximize the inclusive impact of MSMEs in the digital era
DETERMINANTS OF PROFITABILITY OF ISLAMIC COMMERCIAL BANKS (BUS): AN EMPIRICAL STUDY OF THE EFFECT OF FDR, CAR, AND NPF IN THE 2020-2024 PERIOD
The growth of Islamic banking assets in Indonesia during 2020–2024 does not align with profitability, which has shown volatility. This phenomenon indicates the need for a reassessment of the determinants of profitability in the post-pandemic period. Within the context of restructuring policies, this study evaluates the determinants of profitability (ROA) of Islamic Commercial Banks. A quantitative-associative analysis was applied using a multiple linear regression model based on secondary financial report data to examine the roles of the Financing to Deposit Ratio, Capital Adequacy Ratio, and Non-Performing Financing Ratio. The findings reveal results that differ from most previous studies. It was found that FDR has a positive and significant effect, confirming the importance of intermediation activities. Conversely, CAR has a negative and significant effect, indicating potential inefficiency caused by excess capital. Furthermore, NPF was found to have no significant effect, a finding identified as a consequence of financing restructuring policies. These results demonstrate that the determinants of Islamic bank profitability have shifted, where the efficiency of capital management is now a more influential factor compared to credit risk, whose impact has been mitigated by policy interventions
ANALISIS PENGUMPULAN BEHAVIOR-BASED SAFETY OBSERVATION (BBSO) DAN LOST TIME INJURY (LTI) STUDI KASUS: DI PROYEK SUMBAWA LIQUEFIED NATURAL GAS (LNG) TERMINAL & REGASIFICATION FACILITY
Penelitian ini menelaah hubungan antara implementasi Behavior-Based Safety Observation (BBSO) dan kejadian Lost Time Injury (LTI) pada proyek EPC sektor energi, dengan studi kasus Sumbawa LNG Terminal & Regasification (SLTR). Desain penelitian bersifat kuantitatif-eksplanatori (potong lintang) menggunakan PLS-SEM. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert (n = 153 responden), dilengkapi esai wawancara tertulis (n = 28) dan dokumen pendukung terbatas (rekam BBSO pra-insiden). Hasil menunjukkan bahwa kuantitas pengumpulan observasi (X1) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja keselamatan terhadap kecelakaan LTI (Y). Sebaliknya, konteks kerja (X2) dan terutama tindak lanjut observasi (X3) berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko kecelakaan LTI. X1 berasosiasi dengan peningkatan X2 dan X3, namun tanpa mutu isi dan tindak lanjut yang tepat, peningkatan jumlah kartu tidak bermakna bagi outcome keselamatan. Temuan kualitatif menegaskan adanya kendala pada konsistensi tindak lanjut, keterbatasan personel dedikasi, serta kecenderungan administratif dalam pelaporan. Rekomendasi mencakup penunjukan pengelola BBSO khusus, penerapan komitmen waktu dan kualitas tindak lanjut berbasis risiko, serta penguatan kualitas dokumentasi dan analisis bahaya agar observasi menjadi landasan tindakan pencegahan yang terukur
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL, LEVERAGE, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR CONSUMER NON- CYLICAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2023)
Riset ini berfokus pada penentuan dampak dari Intellectual Capital, Leverage, Kepemilikan Institusional, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Studi ini berbasis pada metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari populasi 385 perusahaan manufaktur non-siklus di BEI. Sampel akhir yang dianalisis adalah 168 unit data, yang didapatkan dengan purposive sampling dari 175 observasi panel awal (35 perusahaan selama 2019-2023) setelah dilakukan penghapusan tujuh outlier. Metodologi pengujian melibatkan verifikasi asumsi klasik sebagai prasyarat, diikuti dengan analisis regresi linear berganda. Perangkat lunak statistik yang diaplikasikan yakni SPSS versi 25. Metode perhitungan menggunakan rumus VAICTM untuk Intellectual Capital (X1), DER untuk Leverage (X2), Rasio KI unttuk Kepemilikan Institusional (X3), Rasio KM untuk Kepemilikan Manajerial (X4), dan ROA untuk Kinerja Keuangan Perusahaan (Y). Studi mengindikasikan bahwasannya variabel Intellectual Capital (X1) dan Kepemilikan Institusional (X3) ditemukan tidak relevan dalam memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Namun, Leverage (X2) dan Kepemilikan Manajerial (X4) terbukti menjadi faktor penentu yang signifikan terhadap kinerja keuangan