Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
Not a member yet
    1014 research outputs found

    PENINGKATAN PERSEN EKSTRAKSI PROSES PELINDIAN EMAS DAN PERAK MENGGUNAKAN VARIASI TEKNIK PENINGKATAN OKSIGEN TERLARUT SPARGER LANCE, PEROXIDE INJECTION DAN HIGH SHEAR REACTOR

    No full text
    Cyanidation leaching has become the most intriguing technique for extracting gold and silver. In the gold and silver cyanidation process, PT Indo Muro Kencana (IMK) implements three (3) dissolved oxygen (DO) enhancement techniques. The concentration of DO typically becomes the limiting factor in the gold cyanidation process. The use of a pressurized system can also increase the DO concentration in water. Oxygen injection techniques with a sparger lance (standard/STD), peroxide injection (PRX), and high shear reactor (Aachen assisted leach/AAL) are employed to optimize the cyanidation process due to the increasingly complex characteristics of the processed ore since 2021. The use of a high shear reactor is the latest technique implemented since April 2022, following the previous implementation of peroxide injection and sparger lance by PT IMK. The objective of this study is to determine the extraction percentage and its stability in producing extraction percentages with different ore compositions. The oxygen used for each technique is the same, approximately 548 kg/hour flow rate, 90%-93% purity, and 4-6 KPa pressure. A series of leach tests are conducted to observe the extraction percentage of gold and silver. Based on the conducted tests, the reactor high shear technique yields the highest extraction percentages for gold and silver, namely 97.06% and 82.82% respectively. Leaching with the high shear reactor technique resulted in a higher percent extraction stability than the leaching process using the other two techniques.Pelindian sianidasi sudah menjadi teknik yang paling menarik untuk mengekstraksi emas dan perak. Dalam proses sianidasi emas dan perak, PT Indo Muro Kencana (IMK) menerapkan 3 (tiga) teknik peningkatan oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO). Konsentrasi DO biasanya menjadi faktor pembatas laju dalam proses sianidasi emas. Penggunaan sistem bertekanan juga mampu meningkatkan konsentrasi DO dalam air. Teknik injeksi oksigen dengan sparger lance (standard/STD), peroxide injection (PRX) dan reaktor high shear (Aachen assisted leach/AAL) digunakan untuk mengoptimalkan proses sianidasi karena karakteristik bijih yang diproses yang semakin kompleks sejak 2021. Penggunaan reaktor high shear merupakan teknik terbaru yang diimplementasikan sejak April 2022, setelah sebelumnya PT IMK mengimplementasikan penggunaan peroxide injection dan sparger lance. Mengetahui persen ekstraksi yang dihasilkan dan kestabilannya dalam menghasilkan persen ekstraksi dengan komposisi bijih yang berbeda merupakan tujuan dari penelitian ini. Oksigen yang digunakan untuk masing-masing teknik tersebut adalah sama yaitu sekitar flow 548 kg/jam; kadar 90%-93%; tekanan 4-6 Kpa. Serangkaian leach test dilakukan untuk melihat persen ekstraksi emas dan perak. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, teknik reaktor high shear ini menghasilkan ekstraksi emas dan perak tertinggi secara berturut-turut yaitu 97,06% dan 82,82%. Perbedaan komposisi bijih yang diumpankan pada setiap percobaan berpengaruh terhadap proses pelindian. Pelindian dengan teknik reaktor high shear menghasilkan persen ekstraksi dengan stabilitas lebih tinggi dibandingkan dengan proses pelindian menggunakan dua teknnik lainnya

    PEMETAAN SEBARAN MINERAL HEMATIT (Fe2O3) PADA ENDAPAN BAUKSIT DI KECAMATAN SANDAI, KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Hematite (Fe2O3) is one of the minerals in bauxite deposits with a content of 20-45%. Estimation of hematite (Fe2O3) distribution over a large area with limited sample availability can be conducted using the interpolation method. This study aims to map and estimate the distribution of hematite (Fe2O3), ore thickness, and overburden thickness at Bukit Zahra, Sandai District, Ketapang Regency, West Kalimantan Province. The interpolation method in this study uses the inverse distance weighted (IDW) method, while the power test uses the calculation of the smallest root mean squared error (RMSE). The estimation results show the highest hematite (Fe2O3) content in the bauxite deposit of 20-25% is located at an elevation of 22-62 m, while the lowest hematite (Fe2O3) content of 0-6% is located at an elevation of 22-30 m. The mapping results show a maximum ore thickness of 7-9 m at an elevation of 46-62 m, while the minimum ore thickness of 0-1 m is at an elevation of 22-54 m. The maximum thickness of overburden is 6-8 m at an elevation of 38-46 m, while the minimum thickness of overburden is 0-1 m at an elevation of 22-62 m. The mapping results also show that the distribution of hematite (Fe2O3), ore, and overburden in the research site is on a gentle to steep slope.Hematit (Fe2O3) merupakan salah satu mineral pada endapan bauksit dengan kadar 20-45%. Estimasi sebaran hematit (Fe2O3) pada area yang luas dengan ketersediaan sampel yang terbatas dapat dilakukan dengan metode interpolasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengestimasi sebaran hematit (Fe2O3), ketebalan bijih, dan ketebalan tanah penutup di Bukit Zahra, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Metode interpolasi pada penelitian ini menggunakan metode inverse distance weighted (IDW), sedangkan pengujian power menggunakan perhitungan root mean squared error (RMSE) terkecil. Hasil estimasi menunjukkan hematit (Fe2O3) pada endapan bauksit dengan kadar yang paling tinggi sebesar 20-25% berada pada elevasi 22-62 m, sedangkan hematit (Fe2O3) dengan kadar yang paling rendah yaitu 0-6% berada pada elevasi 22-30 m. Hasil pemetaan menunjukkan ketebalan maksimum bijih sebesar 7-9 m berada pada elevasi 46-62 m, sedangkan ketebalan minimum bijih sebesar 0-1 m berada pada elevasi 22-54 m. Estimasi ketebalan maksimum tanah penutup sebesar 6-8 m dengan elevasi 38-46 m, sedangkan ketebalan minimum tanah penutup sebesar 0-1 m dengan elevasi 22-62 m. Hasil pemetaan juga menunjukkan sebaran hematit (Fe2O3), bijih, dan tanah penutup di lokasi penelitian berada pada kelerengan landai hingga curam

    Lampiran

    No full text

    SEBARAN DAN KARAKTERISTIK BATUAN ULTRAMAFIK SEBAGAI POTENSI NIKEL LATERIT SERTA KAITANNYA DENGAN PENYIMPANAN KARBON PADA DAERAH SOROWAKO

    No full text
    Ultramafic rocks, as the main raw material for the formation of nickel laterite in nature, are important object to study and explore for their availability since nickel is very important mineral in producing batteries for electric cars which is expected to reduce carbon emissions in the future. Along with that, the storage of carbon dioxide in ultramafic rocks is considered as one of the safest storage method because carbon dioxide reacts naturally with magnesium-rich minerals contained in these rocks. The reaction between carbon dioxide and magnesium-rich minerals such as olivine, pyroxene, and serpentine will produce magnesite (MgCO3), which is more stable in nature. Ultramafic rocks have wide distribution in southeastern arm of Sulawesi Island, especially in Sorowako and the surrounding areas. The method used in this research is an observation method on outcrops and supported by laboratory analysis. Ultramafic rocks in Sorowako area have wide distribution and have varying degrees of serpentinization. The magnesium (Mg) element contained in the research area is widely spread as well as the development of geological structure allows the potential development of ultramafic rocks as carbon storage.Batuan ultramafik sebagai bahan baku utama pembentukan nikel laterit di alam menjadi objek yang penting untuk dikaji dan dieksplorasi keterdapatannya karena nikel merupakan mineral yang sangat penting dalam pembuatan baterai mobil listrik yang mana diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dimasa depan. Sejalan dengan itu, penyimpanan karbon dioksida pada batuan ultramafik dianggap sebagai salah satu metode penyimpanan yang aman karena karbon dioksida direaksikan secara alami dengan mineral yang kaya unsur magnesium (Mg) yang terkandung dalam batuan tersebut. Reaksi antara karbon dioksida dengan mineral kaya magnesium seperti olivin, piroksen, dan serpentin menghasilkan mineral magnesit (MgCO3) yang bersifat lebih stabil di alam. Batuan ultramafik memiliki sebaran yang luas di lengan tenggara pulau Sulawesi khususnya daerah Sorowako dan sekitarnya. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda pengamatan pada singkapan batuan di daerah Sorowako dan sekitarnya, didukung dengan analisis laboratorium. Batuan ultramafik daerah Sorowako dan sekitarnya memiliki sebaran yang luas serta memiliki derajat serpentinisasi yang bervariasi. Unsur magnesium (Mg) yang terkandung di daerah penelitian yang tersebar luas serta struktur geologi yang berkembang memungkinkan pengembangan potensi batuan ultramafik sebagai penyimpan karbon

    Tabel of Contents

    No full text

    Front Cover

    No full text

    RESISTENSI AZOTOBACTER TERHADAP MERKURI DAN PENGARUHNYA PADA PERTUMBUHAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) DI TAILING TAMBANG EMAS

    Full text link
    Rhizobacteria from the N-fixing Azotobacter genera can be used as bioremediation agents. Azotobacter produces exopolysaccharides (EPS) that chelate heavy metals and synthesize metabolites to promote plant growth. This research aimed to analyze the resistance of the Azotobacter consortium isolated from tailings contaminated with mercury (Hg) in synthesizing secondary metabolites in liquid cultures contaminated with Hg, as well as the effect of the Azotobacter consortium on corn growth in various tailings-based media compositions containing Hg. The Hg resistance test was carried out using a completely randomized design with 100, 200, and 400 mg/L HgCl2 in N-free media. The greenhouse experiment was designed in a randomized block design to treat various concentrations of organic matter in the tailings. The results showed that Azotobacter isolates were able to survive in Ashby broth containing Hg up to 400 mg/L, and the consortium produced significant amounts of auxin, gibberellin, cytokinin, oxalic acid, citric acid, and EPS. In addition, Azotobacter increased corn growth in Hg-contaminated tailings with the addition of 6:4 compost (tailings: compost). Azotobacter is resistant to Hg up to 400 mg/L; as a consortium, it can produce secondary metabolites and has a good influence on the growth of corn in tailings containing Hg.Rizobakteri dari genera Azotobacter pemfikasasi N berpotensi digunakan sebagai agen bioremediasi. Azotobacter memproduksi eksopolisakarida (EPS) yang mengkelat logam berat, dan mensintesis metabolit untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis resistensi konsorsium Azotobacter yang diisolasi dari tailing terkontaminasi merkuri (Hg) dalam mensintesis metabolit sekunder dalam kultur cair terkontaminasi Hg, serta pengaruh konsorsium Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung pada berbagai komposisi media berbasis tailing yang mengandung Hg. Uji ketahanan terhadap Hg dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 100, 200, dan 400 mg/L HgCl2 di dalam media bebas N. Percobaan rumah kaca dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan berbagai konsentrasi bahan organik di dalam tailing. Hasil penelitian menunjukkan isolat Azotobacter mampu bertahan pada kaldu Ashby mengandung Hg hingga 400 mg/L, konsorsium menghasilkan auksin, giberelin, sitokinin, asam oksalat, asam sitrat dan EPS dalam jumlah yang signifikan. Selain itu, Azotobacter meningkatkan pertumbuhan jagung di tailing terkontaminasi Hg dengan penambahan kompos 6:4 (tailing:kompos). Azotobacter tahan terhadap Hg hingga 400 mg/L, secara konsorsium mampu menghasilkan metabolit sekunder dan memberikan pengaruh baik pada pertumbuhan jagung di tailing mengandung Hg

    Cover Belakang

    No full text

    From the Editor

    No full text

    Note for Contributor

    No full text

    50

    full texts

    1,014

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇