Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
Not a member yet
    1014 research outputs found

    PRESISI PENGUKURAN PRODUK SAMPING TAMBANG TIMAH NUDUR MENGGUNAKAN ANALISIS XRF DAN PELUANG EKONOMI PRODUKNYA

    No full text
    Penambangan timah hasil intrusi granit tipe-S di Pulau Bangka yang dimulai sejak periode kolonial Belanda menghasilkan produk samping. Presisi, akurasi, dan reproduktivitas dibutuhkan untuk memverifikasi hasil pengukuran perangkat analisis yang memang diperlukan dalam perkembangan ilmu kebumian. Perangkat X-ray fluorescence pada umumnya diaplikasikan untuk mengukur kandungan oksida utama dan beberapa unsur jejak yang memiliki kelimpahan tinggi. Presisi pengukuran oksida utama, unsur jejak, berikut logam tanah jarang pada percontoh produk samping penambangan timah milik PT Timah di Nudur, Pulau Bangka, menggunakan XRF adalah tujuan penelitian ini. Informasi mengenai manfaat ekonomis material sisa penambangan tersebut juga dapat diketahui melalui studi ini sehingga dapat menjadi landasan kebijakan bagi pemerintah maupun PT Timah. Seluruh analit terbukti presisi berdasarkan prinsip RSD <2/3 kali RSDHorwitz, kecuali MgO, CaO, Mo, Cr, dan Zn. Bahan sisa penambangan ini masih cukup ekonomis. Terdapat indikasi awal bahwa titanit dan malayait hadir bersama pada granit pembawa timah di Nudur berdasarkan komposisi geokimia percontoh yang dipelajari

    THE KINETICS OF INDONESIAN GALENA CONCENTRATE LEACHING IN FLUOROSILICIC ACID AND HYDROGEN PEROXIDE AS ITS OXIDANTS

    No full text
    Lead smelting is known as a lead extraction technique which has negative impact to environment because it produces emissions of dust, SO2 gas and lead. The leaching is conducted to reduce the smelting’s weaknesses by extracting the lead without damaging the environment. This technique, often called hydrometallurgical lead extraction, uses liquid media to extract the lead and separate it from the elemental sulphur (S0) by filtration. Particle size, slurry density (solid percentage) and acid concentration affect the dissolution of Indonesian galena concentrate with fluorosilicic acid and hydrogen peroxide as oxidants. By means of these reagents, it is expected that the Pb extraction process from galena concentrate resulted from flotation of sulfide ore can be carried out at low temperatures and lead recovery can be accomplished from the leach solution by electrowining. Studying galena leaching kinetics is required to perform galena leaching with high Pb extraction percentages. Two kinetics models are commonly used to study leaching kinetics, namely shrinking core model (SCM) and shrinking particle model (SPM). These models are used to determine the mechanism which controls leach reaction and reaction rate constant or diffusion constant of the reacting species. Total plotting of sulfide fraction dissolves with time adjusted to the existing mathematical model, and fitting the curve from the dummy model to the experimental data, are two techniques that are utilized to obtain the best kinetics model which important in controlling the leaching reaction rate. Applying the Arrhenius equation, the relation of the reaction rate constant or the diffusion constant and the temperature is determined to calculate the leaching activation energy. The result from kinetics analysis showed that the leaching of Indonesian galena concentrate in fluorosilicic acid with hydrogen peroxide as oxidants followed the shrinking core model with diffusion through porous solid product layer as the reaction controller with activation energy of 45.81 kJ/mol or 10.91 kcal/mol

    EFFECT OF THE MOISTURE INCREASE IN THE TESTINGS OF DENSITY AND SATURATION DEGREE FOR MINE SOIL AT A CONSTANT SPECIFIC GRAVITY CONDITION

    No full text
    The degree of density and saturation in soil sample under constant specific gravity conditions are influenced by the addition of water content. To find out its effect, it is necessary to test the samples which include compaction, moisture content, specific gravity and density testing. By recognizing the soil properties through a testing and calculation; dry density, saturation density, dry soil volume, pore volume, degree of saturation, porosity, and void ratio can be evaluated. The test shows that the optimum moisture content and dry density are 53,25% and 1.08g/cm3 respectively. The tests were conducted to five samples that have a specific gravity of 2.67. The obtained saturation degree were S-01: 79.05%, S-02: 92.40%, S-03: 95.06%, S-04: 94.64% and S-05: 93.12%. The value of water content in the five samples was S-01: 48.87%, S-02: 51.04 %, S-03: 53.25 %, S-04: 55.32 %, S-05: 57.24%. The densities in five samples were S-01: 1.50 g/cm³, S-02: 1.63 g/cm³, S-03: 1.64 g/cm³, S-04: 1.62 g/cm³, S-0 5: 1.59 g/cm³. The saturation degree will increase along with the addition of the water content and the density. However, beyond the optimum addition of the moisture content, the saturation degree will decrease in line with the density even though if the water content increase. This occurred in the constant condition of the specific gravity

    A SHEAR TEST OF DEBRIS ROCK AT LABORATORY SCALE

    Get PDF
    As one of rock’s mechanical properties, the shear strength is one of the most significant factors that affect rock-dump slope stability. On previous research, one of the tests that needs to be conducted for shear strength characteristic estimation is the field-scale tilt test that requires a lot of expense and material. In this research, a direct shear test was conducted to 3 different mudstone specimens for modeling the Barton and Kjaernsli shear strength at laboratory-scale, using the fragment size of coarse (50 mm - 1 mm), medium (<1 mm – 0.25 mm), and fine (<0.25mm). Then, the results was compared to the shear strength of the debris rock that was come from the value of the equivalent roughness (R) both derived from back-calculated and empirical calculation. This research delivers the estimated shear strength that is more representative because the specimens were controllable in regards to its fragment size and composition. The more predominant big rock fragment in a composition, the bigger its back-calculated R-value. The obtained crushed rock shear strength with empirical R was lower in value compared to the one with back-calculated R

    From the Editor

    Get PDF

    Abstract Indext

    Get PDF

    ANALISIS DAMPAK SEKTOR PERTAMBANGAN MINERAL LOGAM TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO

    No full text
    Sektor pertambangan mineral logam, walaupun kontribusinya kecil, akan tetapi masih menjadi salah satu sektor andalan dalam menggerakkan roda perekonomian Nasional. Dengan semakin berkurangnya sumber daya di sektor ini, diduga perannya semakin berkurang pula. Tujuan analisis ini adalah mengukur dampak kontribusi sektor terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto di masa lalu, saat ini dan di masa yang akan datang. Untuk mengukur hubungan antara sumberdaya dengan peran sektor digunakan model regresi linear, sedangkan untuk mengetahui keberartian kontribusi sektor ini dilakukan dengan menguji koefisien regresinya. Data yang digunakan untuk mendukung perhitungan dan analisis adalah data Produk Domestik Bruto dari tahun 2000-2015, atas dasar harga konstan tahun 2000. Hasil perhitungan dan analisis menunjukkan bahwa besarnya kontribusi sektor ini sangat kecil dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto. Selama ini, usaha pertambangan yang hanya menjual bahan baku mineral memberikan dampak yang kecil terhadap Produk Domestik Bruto. Agar sektor ini dapat menjadi penggerak ekonomi yang lebih besar, harus dilakukan studi lanjut mengenai pembangunan industri pengolahan dan pemurnian (smelter) logam untuk meningkatkan nilai tambah sektor tersebut, sehingga mampu memberikan peran yang lebih besar terhadap Produk Domestik Bruto

    KESTABILAN TEBING BATAS UNTUK MENERAPKAN METODE PENAMBANGAN GURDI PADA CADANGAN BATUBARA MARGINAL DI PASER, KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Penambangan gurdi adalah metode yang sesuai untuk mengambil bahan galian pada dinding-dinding tebing batas dan dioperasikan tanpa melakukan pengupasan tanah penutup. Pada kasus ini, kestabilan batuan adalah aspek yang penting untuk dikaji. Pada studi ini dilakukan pemodelan numerik dengan metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak Ansys untuk menemukan kondisi yang stabil dan recovery penambangan yang optimum. Lubang bor gurdi dibuat dengan variasi kedalaman 50, 80, 120, dan 200 m, sedangkan geometri penambangan gurdi dirancang dengan spasi antar panel sebesar 0,5 m, barrier pillar 3 m, jumlah panel 5, dan kemiringan bor penambangan gurdi sebesar 6° menggunakan kepala pemotong (cutter head) berdiameter 8 m. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ini aman dan baik untuk diterapkan dilihat dari hasil analisis faktor keamanan dan deformasi yang terjadi setelah disimulasikan lubang gurdi pada tebing batas untuk nilai faktor keamanan menunjukkan nilai yang stabil. Kedalaman 50 m, nilai faktor keamanannya sebesar 1,9804; kedalaman 80 m nilai faktor keamanannya sebesar 1,8603, kedalaman 120 m nilai faktor keamanannya sebesar 1,8279, dan kedalaman 200 m nilai faktor keamanannya sebesar 1,6623. Total deformasi menunjukkan nilai yang tidak besar. Pada kedalaman 50 m, total deformasi maksimal sebesar 0,013438 m, kedalaman 80 m total deformasi maksimal sebesar 0,013436 m, kedalaman 120 m total deformasi maksimal sebesar 0,013520 m, dan kedalaman 200 m total deformasi maksimal sebesar 0,013883 m

    PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP KADAR PLATINA DAN PALADIUM NIKEL LATERIT KONAWE UTARA

    No full text
    Platinum Group Element (PGE) merupakan logam transisi dengan kelimpahan sangat rendah yang terdiri dari platina (Pt), paladium (Pd), rodium (Rh), osmium (Os), dan rutenium (Ru). Selain terkait dengan sulfida, kelompok logam ini bersifat siderofil (mudah larut dalam besi) dan kalkofil (mudah bercampur dengan belerang). Proses pelapukan batuan menghasilkan beberapa lapisan sejajar permukaan tanah namun dengan kenampakan megaskopis berbeda dan disebut sebagai horizon. Studi mengenai PGE cukup banyak dilaksanakan pada wilayah batuan ultramafik dan lapukannya. Tingkat pelapukan dapat dihitung menggunakan beberapa formula berdasarkan komposisi geokimianya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar Pt dan Pd pada pelapukan batuan ultramafik Andowia dan Asera yang merupakan bagian dari Kabupaten Konawe Utara. Chemical index of alteration (CIA) dan chemical index of alteration without potash (CIA-K) adalah dua jenis indeks pelapukan berbasis geokimia yang dikalkulasi untuk mengetahui korelasinya terhadap komposisi PGE masing-masing horizon. Pengukuran Pt dan Pd dilaksanakan menggunakan perangkat ICP-MS setelah tahap prakonsentrasi dengan teknik uji kadar logam (fire assay). Hasil analisis menunjukkan bahwa Pt dan Pd tertinggi terdapat pada horizon yang berada tepat di bawah lapisan tanah bagian atas (top soil) yang diduga terkait dengan komposisi Fe dan S pada setiap horizon di kedua profil studi. Indeks CIA dan CIA-K di sini sangat mirip akibat kandungan oksida kalium yang sangat rendah pada setiap percontoh. Indeks pelapukan berbanding lurus dengan kelimpahan Pt dan Pd pada setiap profil dengan korelasi sangat kuat. Perubahan CIA dan CIA-K yang drastis pada salah satu horizon di Asera menunjukkan bahwa pelapukan di sini ini telah terganggu oleh endapan lepas dari tempat lain. Pada sisi lain, pelapukan berjalan normal di Andowia berdasarkan pada kenaikan teratur CIA dan CIA-K dari horizon paling bawah menuju ke atas

    ANALISIS DATA MAGNETIK BAWAH PERMUKAAN UNTUK IDENTIFIKASI SEBARAN MINERAL MANGAN DESA TOLNAKU, KECAMATAN FATULEU, KABUPATEN KUPANG

    No full text
    Dengan metode base-rover, telah dilakukan penelitian magnetik bawah permukaan di wilayah blok satu IUP PT. Bhakti Alam Indonesia Timur menggunakan dua buah alat proton procession magnetometer (PPM) GSM 19 T. Data yang diperoleh berupa nilai medan magnet total sedangkan data variasi harian diperoleh dari Stasiun Geomagnetic Bumi Baumata, BMKG Kupang. Data tersebut dikoreksi menggunakan koreksi harian dan IGRF sehingga menghasilkan nilai anomali magnetik. Selanjutnya dilakukan interpretasi kualitatif dan kuantitatif anomali tersebut. Hasil interpretasi kualitatif diperoleh anomali magnetik pada kisaran -2056,50 - 925,51 nano Tesla. Nilai anomali magnetik yang terbesar adalah 925,51 nano Tesla. Anomali ini diduga mengandung batuan dengan densitas tinggi, rapat massa kompak, sangat keras dan berumur lebih tua dari batuan sekitar. Sedangkan nilai anomali magnetik terendah adalah -2056,50 nano Tesla. Anomali ini diduga mengandung batuan densitas rendah, rapat massa batuan sangat berongga, dan berumur paling muda dari batuan sekitar. Dari hasil interpretasi kuantitatif di Desa Tolnaku Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang terdapat tiga jenis batuan yaitu lempung dengan suseptibilitas 0,0001 dan 0,0006 satuan cgs, sedimen dengan suseptibilitas 0,0031 satuan cgs, basalt dengan suseptibilitas 0,0121 dan 0,133 satuan cgs, dan mineral pirotit dengan suseptibilitas 0,0193 satuan cgs. Berdasarkan hasil interpretasi ini disimpulkan bahwa indikasi keberadaan lapisan batuan yang mengandung mangan di daerah penelitian semakin membesar ke arah selatan

    50

    full texts

    1,014

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇