Jurnal Puslitbang tekMira (Teknologi Mineral dan Batubara)
Not a member yet
1014 research outputs found
Sort by
GIS APPLICATION FOR MONITORING THE MINE AREAS
Technology development is growing fast, such as satellite imagery and GIS for various applications, one of them is mining technology. Several regulations for the mining sector regarding the mandatory use of satellite imagery have been stated in some regulations to be implemented in mining sectors. Some mine environmental studies showed that the remote sensing and the GIS analysis could detect the small changes in its environment area with effective cost as the coverage of the sensory images is quite broad. The purpose is to monitor land alteration by observing the changes at the taking place, in either the number of voids or their area, using the 2019 and 2020 SPOT 6/7 image data. The algorithm change detection analyzes the number and void changing, mainly to provide a visual description of the void image trend and other applications. The trend of void numbers and its area can be predictable and correlated with the coal mine activities yearly. The results of 2019 SPOT 6/7 image showed that the total area of coal mine pit increased from 2% of the total area of the IUP to 2.53% in 2020. But, its allegation of environmental changes due to the mining activities will be strengthened by a ground check survey that cannot be conducted now
ANALYSIS OF EXPLOSIVE ENERGY DISTRIBUTION AT PIT 7 WEST PT. MAKMUR MANDIRI UTAMA BINUNGAN SUARAN - BERAU, EAST KALIMANTAN PROVINCE
Blasting geometry and blasting material filling are closely related to the rock mass characteristics and the geological conditions to obtain ideal fragmentation. Blastability Index analysis, including Description of Rock Mass, Combined Plane Spacing, Combined Plane Orientation, Specific Gravity Influencey, and Hardness, are the alternative geometry experiment conducted to overcome the problem of rock fragmentation so that the speed of excavation equipment can increase according to the productivity of Komatsu PC2000 plan at PT. BUMA Jobsite BINSUA. Furthermore, the actual rock values obtained from blasting location and alternative geometry recommendations using R.L.Ash theory combined with Vertical Energy Distribution theory. In the C2 layer with a rock factor value of 5.95, the recommended load is 7.2 m, space is 8.3 m, and the VED explosive power is 48%. In layer D2 the rock factor value is 6.89 with a load of 7.5 m, space of 8.3 m, and 55% VED explosive charge. While in the DU layer, the rock factor value is 6.39 with a load of 7.3 m, 8.4 m space, and 51% VED filling of explosives. Prediction of blasting fragmentation analysis using Kuz-ram theory obtained fragmentation > 100 cm, namely 14.99% for the C2 layer, 14.84% for the D2 layer, and 14.82% for the DU layer
PENGARUH MUTASI TERHADAP AKTIVITAS BIOLEACHING MANGAN BAKTERI PENGOKSIDASI SULFUR
Mangan merupakan jenis logam berat yang banyak digunakan dalam aktivitas manusia. Saat ini teknologi bioleaching menjadi alternatif dalam penambangan mangan karena dinilai lebih efektif dan ramah lingkungan. Kelompok bakteri pengoksidasi sulfur diketahui berpotensi dalam melakukan bioleaching mangan. Bakteri pengoksidasi sulfur dengan kode isolat MN1E telah berhasil diperoleh dari sumber air panas di Candi Gedong Songo, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutasi sinar ultraviolet (UV), sodium nitrit (NaNO2), dan dietil sulfat (DES), serta kombinasinya dengan berbagai waktu paparan (5,10, 15 menit) terhadap kemampuan bioleaching mangan dan ketahanan terhadap H2O2 dari isolat MN1E tersebut. Kemampuan bioleaching mangan diukur menggunakan metode Atomic Absorption Spechtrofotometry (AAS) selama 18 hari. Aktivitas bioleaching mangan tertinggi dilakukan oleh isolat mutan N5 dan D10 pada hari ke-18 dengan nilai persentase pelarutan masing-masing sebesar 14,22% dan 14,09%. Isolat mutan N5 memiliki ketahanan paling baik terhadap paparan H2O2. Isolat MN1E teridentifikasi sebagai anggota spesies Staphylococcus pasteuri dan potensial untuk diaplikasikan pada proses penambangan bijih mangan
PENGELOLAAN AIR LIMBAH TAMBANG DENGAN METODE BIOADSORBSI MENGGUNAKAN KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA
Air limbah tambang merupakan dampak dari kegiatan penambangan. Salah satu metode pengelolaan air limbah tambang yang belum banyak dikaji adalah bioadsorbsi menggunakan karbon aktif tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh bioadsorbsi karbon aktif tempurung kelapa terhadap pH, Fe, Mn dan TSS pada air limbah tambang. Digunakan metode eksperimen dengan 2 variabel, yaitu konsentrasi karbon aktif dan waktu kontak. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa karbon aktif tempurung kelapa yang diaktivasi H3PO4 20%, mengandung unsur karbon sebesar 98,20%, air 9,75%, zat menguap 20,52%, abu 10,02% dan karbon terikat 69,46 %. Hasil optimal peningkatan pH didapatkan pada konsentrasi karbon aktif 5 g/L dengan waktu kontak 10 menit yaitu pH 7,01. Penurunan konsentrasi Fe dan Mn yang terbaik diperoleh ketika menggunakan karbon aktif 5 g/L dan waktu kontak 60 menit dan 20 menit sehingga didapatkan konsentrasi Fe 0,3570 mg/L dan Mn 0,0344 mg/L serta penurunan TSS yang optimal menjadi 0,078 mg/L. Karbon aktif tempurung kelapa terbukti mampu meningkatkan pH serta menurunkan konsentrasi Fe, Mn dan kadar TSS sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif pengelolaan air limbah tambang
KEMAMPUGALIAN KUARI ANDESIT GUNUNG GEULIS, KECAMATAN JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWA BARAT
Kebutuhan bahan baku batu andesit semakin meningkat seiring dengan perkembangan dan percepatan infrastruktur di Indonesia. Batu andesit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan trotoar jalan, pondasi bangunan atau dapat dijadikan sebagai bahan campuran beton. Dalam kegiatan penambangan batu andesit, diperlukan analisis untuk ketepatan penggunaan metode penambangan agar tercipta usaha pertambangan yang berdaya guna, menunjang efektivitas dan efesiensi pekerjaan serta biaya operasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelas massa batuan, tingkat kemampugalian batuan dan rekomendasi bentuk lereng untuk kegiatan penambangan agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah klasifikasi geomekanik dengan sistem rock mass rating (RMR), slope mass rating (SMR) dan analisis kemampugalian batuan. Berdasarkan klasifikasi geomekanik tersebut, diketahui kelas massa batuan memiliki kategori good rock dengan nilai RMR 69 – 79 dan SMR 53° - 65°. Metode penggalian yang disarankan berupa ripping-blasting
HUBUNGAN ANTARA TEKSTUR DAN KOMPOSISI SEDIMEN DI PERAIRAN BINTAN SELATAN DAN SEKITARNYA
Latar belakang pengetahuan tentang tekstur sedimen merupakan isu utama dalam penelitian lingkungan laut. Sedimen pada lingkungan pesisir akan mengalami proses pengikisan, transportasi serta pengendapan dalam skala spasial maupun temporal. Daerah penelitian secara geografis terletak pada koordinat 0° 46' - 0° 50' Lintang Utara dan 104° 28' 30" - 104° 37' 30" Bujur Timur, merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengambilan data posisi, pengukuran kedalaman dasar laut pengambilan percontoh sedimen dasar laut, analisis besar butir dan penamaan tekstur sedimen. Total lintasan survey batimetri sejumlah 504 kiloline dengan arah lintasan utama timurlaut-baratdaya dan arah crossline baratlaut-tenggara. Berdasarkan hasil pengukuran dasar laut yang digambarkan pada peta kedalaman dasar laut (batimetri) di daerah penelitian, kedalamannya berkisar antara 2 - 40 meter. Pengambilan percontoh sedimen dilakukan pada 93 percontoh laut dengan menggunakan pemercontohan comot (SB) sebanyak 75 lokasi, sedangkan dengan penginti gaya berat (SC) sebanyak 18 lokasi, 5 jenis sedimen berdasarkan persentase ukuran butir sedimen yaitu kerikil, kerikil pasiran, pasir kerikilan, pasir sedikit kerikilan, dan pasir. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keberadaan dan proses pengendapan yang terjadi pada sedimen pasir laut serta hubungannya dengan tekstur sedimen di Perairan Bintan