Jurnal Mangifera Edu
Not a member yet
    139 research outputs found

    Keanekaragaman Makrozoobenthos di Perairan Pantai Krokowolon Desa Walara Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur

    Full text link
    Makrozoobentos yang berhabitat di pantai merupakan salah satu kelompok terpenting dalam ekosistem perairan.Secara visual sebaran makrozoobentos yang ada di perairan pantai Krokowolon Desa Waiara Kab.Sikka Nusa Tenggara Timur cukup luas dengan kondisi yang juga cukup beragam.Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi tentag kelimpahan dan keanekaragaman serta potensi di perairan pantai Krokowolon, jenis-jenis makrozoobenthos yang mempunyai nilai ekonomis dan untuk pelestarian makrozoobenthos di perairan pantai Krokowolon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan observasi langsung yaitu dengan cara mengamati jenis Makrozoobentos yang ditemukan di Perairan Pantai Krokowolon Desa Waiara serta kondisi kualitas perairan sebagai data pendukung. Hasil penelitian jenis makrozoobentos yang ditemukan di perairan pantai krokowolon untuk tiga stasiun penelitian terdiri dari 2 filum yakni filum Mollusca dan filum Echinodermata.Dari filum Mollusca terdapat 2 kelas yakni kelas gastropoda dan bivalvia.Kelas Gastropoda terdiri dari 8 spesies yakni, Pisania striata, Nerita costata, Strombus sp, Viviparus sp, Valvata piscinalis, Rhinocavis vertagus dan Chicoreus palmarosae.Kelas Bivalvia terdiri dari 6 spesies yakni, Trachycardium subrogosum, Chama reflexa, Perglypta purpurea, Anadara sp, Meretrix meretrix, Striarca lactea. Filum Echinodermata ditemukan 4 jenis Echinodermata yaitu jenis Asteria sp (Bintang laut), jenis Ophiotrix fragilis (Bintang mengular), jenis Diadema sp (Bulu babi), jenis Holothuria sp (Teripang). Kisaran suhu untuk stasiun I,II, III berkisar antara 290 – 300C dengan pH yang dinyatakan netral untuk stasiun I – III sedangkan data salinitas pada stasiun I – III berkisar antara 32 – 33‰ dimana kisaran ini masih dalam kondisioptimal untuk pertumbuhan makrozoobento

    Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Model Problem Solving Untuk Meningkatkan High Order Thinking Skill pada Pelajaran IPA Pokok Bahasan Fluida Pelajaran IPAPokok Bahasan Fluida Statis Siswa Kelas VIII SMPN 7 Cirebon

    No full text
    Dalam menghadapi dunia globalisasi siswa dituntut berpikiran Higher Order Thinking Skill (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan yang mencakup berpikir kritis, logis, reflektif, dan metacognitive dalam segala bidang terutama dalam bidang IPA. Pada penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian pengembangan modul pembelajaran berbasis model problem solving untuk meningkatkan High Order Thinking Skill (HOTS) dalam materi fluida statis. Peneliti tertarik membuat modul sederhana dengan pokok pembahasan fluida statis agar siswa tertarik dan memahami materi fluida statis. Di dalam modul tersebut peneliti merancang modul dengan merangsang pemikiran siswa untuk aktif menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan fluida statis di sekitar kehidupan sehari-hari. Modul ini di dalamnya terdapat lembar praktikum dan soal-soal yang berkaitan dengan fluida statis. Perancangan modul ini divalidasi oleh teman sejawat yang berkompeten sehingga menghasilkan modul yang berkualitas. Hasil penelitian ini perancangan modul yang dihasilkan adalah kategori bagus dinilai para validator dan positif bisa diterima dikalangan siswa tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan metode perancangan modul yang dihasilkan bisa meningkatkan nilai hasil belajar siswa dengan 28 siswa dengan nilai di atas KKM dan hanya 3 siswa di bawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) hal tersebut jauh lebih baik ketika hasil belajar siswa tanpa menggunakan modul yang tidak ada siswa seorang pun yang nilai nya di atas nilai KKM

    Pengaruh Model Learning Cycle 7E terhadap Keterampilan Generik Sains Siswa pada Materi Pencemaran Lingkungan di SMP NEGERI 1 Balongan Indramayu

    Full text link
    oai:jurnal.biounwir.ac.id:article/8Generic science skills of students are still rarely measured by teachers and learning models Learning Cycle 7E was still rarely applied by teachers as a model of learning in schools, then conducted research with the aim to determine the effect of learning cycle model 7E on generic skills science students on environmental pollution material in SMP Negeri 1 Balongan Indramayu. This research was a quantitative research using True-Experimental Design design with Posttest-Only Control Group design. The population in this study is the entire class VII SMP Negeri 1 Balongan indramayu consisting of 11 classes with a total of 352 students. Sampling technique using Probability Sampling technique Cluster Random Sampling type obtained grade VII H as experimental group and grade VII A as control group. Instrument in this research in the form of test of skill of generic science skill student which amounted to 5 problem. Based on the research result, it was found that the average in the experimental class is 74 and the control class is 63,75. With a significant level (α) = 0.05 and degrees of freedom (db) 62 obtained tcount = 28.29 and ttable = 2,000. Because tcount> ttable, then reject Ho. This means that the 7E learning cycle model influences the generic skills of students' science on environmental pollution material in SMP Negeri 1 Balongan Indramayu

    Uji Kualitas Mikrobiologi Angka Lempeng Total pada Produk Industri Jamu di Kab. Pekalongan

    Full text link
    Minat masyarakat Indonesia menggunaan sediaan obat tradisonal atau yang dikenal dengan jamu belakangan ini mengalami kenaikan. Minimnya efek samping dari sediaan bahan alam ini menjadikan penggunaan jamu menjadi pilihan  pengobatan alternative. Jamu merupakan tradisi pengobatan yang diwariskan secara turun temurun di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi , perkembangan jamu juga mengalami pergeseran terutama dalam jenis sediaan, yang ditujukan untuk mempermudah penggunaan dan menjamin produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan. Semua produk jamu yang telah terdaftar di BPOM RI diwajibkan  memenuhi persaratan BPOM RI No.12 Tahun 2014 tentang persaratan mutu obat tradisional yang didalamnya memuat persaratan mutu obat dalam bentuk serbuk simplisia yang diseduh dengan air panas dipersaratkan nilai ALT ≤106 cfu/gram . Panjangnya rantai distribusi,lama waktu simpan, dan cara penyimpananseringkali menjadi faktor penurunan kualitas jamu. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap produk jamu yang telah mengalami masa penyimpanan. Sampel diambil dari salah satu produk industri jamu di Kab.Pekalongan terdiri dari 12 merek. Dari hasil penelitian didapatkan nilai ALT untuk 12 sampel semuanya ≤106 cfu/gram yang artinya semua sampel tersebut memenuhi Peraturan Kepala BPOM RI No.12 Tahun 2014  tentang Persaratan Mutu Obat Tradisional, sehingga dapat disimpulkan sampel produk jamu  memiliki kualitas mikrobiologi yang baik dan memenuhi sarat keamanan untuk dikonsumsi

    Penerapan Perangkat Pembelajaran Berbasis Praktikum Invertebrata untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Siswa SMA

    Full text link
    Belajar dipandang sebagai proses merumuskan pengetahuan pengalaman konkret, aktivitas kolaboratif dan refleksi dan interpretasi. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis praktik dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk belajar aktif untuk merekonstruksi pemahaman konseptual penelitian ini menerapkan laboratorium pembelajaran berbasis masalah sehingga sulit untuk belajar akan konkret dan mudah dimengerti. Upaya ini dilakukan agar siswa dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah mahasiswa. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Daar El Qolam Boarding School Jayanti Tangerang. etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dengan "pretest-posttest control group design". Nilai pengembangan awal sikap ilmiah untuk rata-rata kelas eksperimen adalah 76,68 sedangkan kelas kontrol adalah 75,18. Setelah proses pembelajaran menunjukan siswa telah memiliki sikap ilmiah dalam pembelajaran biologi hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil nilai rata-rata sikap ilmiah siswa yaitu 84,5 untuk kelas eksperimen dan 77,88 untuk kelas kontrol. Kemudian di uji beda 2 rata-rata dengan hasil sikap ilmiah awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol terhadap pembelajaran berbeda signifikan. Hal ini juga didukung dari hasil angket dan wawancara guru dengan siswa

    Penggunaan Media Kunci Determinasi terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Hewan di SMAN 1 Sindang

    Full text link
    Keterampilan proses sains siswa dalam proses pembelajaran masih kurang terlatih. Penggunaan media di proses pembelajaran menjadi salah satu faktor kurangnya keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kunci determinasi terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi hewan kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Sindang Indramayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah True Experimental Design dengan teknik statistik Uji Mann Withney. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Sindang Indramayu yang berjumlah 432 siswa, sampelnya adalah kelas X MIPA 1 berjumlah 40 siswa dan X MIPA 2 berjumlah 37 siswa dengan teknik sampling cluster random sampling. Instrumen yang digunakan essay dengan jumlah 5 butir. Setelah pengolahan dan analisis data, rata-rata skor keterampilan proses sains siswa di kelas dengan pembelajaran media kunci determinasi X MIPA 1 adalah 85,25> 77,68 kelas dengan pembelajaran media konvensional X MIPA 2 dan Zhitung = 2,50 Ztable (0,05) (77) = 1,65. Karena Zhitung>Ztable maka Ho ditolak. Artinya ada pengaruh penggunaan media kunci determinasi terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi hewan kelas X MIPA SMA Negeri 1 Sindang 2016/2017

    Peer Assessment untuk menilai Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa melalui Optimalisasi Kelompok Presentasi Mikrobiologi

    Full text link
    Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk memperoleh keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa calon guru biologi menggunakan lembar peer assessment melalui optimalisasi kelompok presentasi mikrobiologi. Subjek penelitian adalah 24 orang mahasiswa program studi pendidikan biologi semester 3 tahun akademik 2017/2018 yang mengontrak mata kuliah mikrobiologi. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian peer asesmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kelompok presentasi 3 (85%), 7 (88,3%), dan 8 (90%) dengan kategori sangat baik. Rerata persentase peer assessment untuk ciri atau indikator kemampuan komunikasi interpersonal yang meliputi: (1) Keterbukaan aspek yang dinilainya kemampuan menyajikan materi presentasi dengan lengkap, jelas, dan kreatif menggunakan media power point sebesar 91,7% (sangat baik); (2) Empati aspek yang dinilainya kemampuan menggunakan gaya bahasa tubuh pada saat presentasi sehingga terjadi interaksi antara penyaji dan audience sebesar 91,7% (sangat baik); (3) Dukungan aspek yang dinilainya kemampuan berkolaboratif dengan kelompok presentasi dalam menjawab pertanyaan dari audience sebesar 91,7% (Sangat baik); (4) Kepositifan aspek yang dinilainya Kemampuan menyampaikan materi presentasi dengan intonansi dan dimensi yang baik sehingga menarik perhatian audience sebesar 91,7% (Sangat baik); (5) Kesamaan aspek yang dinilainya Kemampuan sebagai tutor sebaya memberikan penjelasan materi presentasi sehingga menjadi mudah diterima dan  dipahami audience (teman sejawat) sebesar 83,3% (baik).  Jadi kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa calon guru biologi melalui optimalisasi kelompok presentasi mikrobiologi dapat menilai secara baik menggunakan lembar peer assessment

    Pemodelan dan Rekonstruksi Metabolisme: Tinjauan dari Perkembangan Sistem Biologi

    Full text link
    Metabolisme merupakan salah satu proses yang sangat penting pada makhluk hidup. Proses rangkaian reaksi antara substrat, enzim, protein ini berjalan simultan tanpa kesalahan karena diregulasi oleh DNA pada setiap level gen (genomic) dan dapat menghasilkan ekspresi gen berbeda yang dipengaruhi oleh proses penterjemahan RNA (transkriptomic) dari nucleus; namun demikian proses ini belum menentukan nasib dan arah produk (ekspresi) gen yang dihasilkan (proteomic). Interaksi proteomic dalam membangun suatu network yang saling berhubungan dan berjalan simultan belum dapat dideskripsikan karena masih terbatasnya pemahaman tentang interaksi antar protein tersebut dan perannya dalam metabolisme (metabolomic). Searah dengan perkembangan sistem biologi, maka proses ini kemudian dikuantifikasi menggunakan pemodelan metabolisme regulatory network (MRN) yang menggabungkan perspektif matematika, kimia dan biologi (genomic). Salah satu contoh MRN adalah rekonstruksi metabolisme E.coli yang melibatkan 95 reaksi, mengkatalisis transformasi 72 metabolit yaitu glikolisis, TCA cycle, jalur penthosa fosfat, jalur secondary pathway glukoneogenesis dan anapleurotic reaction. Keberhasilan identifikasi proses metabolisme yang kompleks pada tiap level ini selanjutnya dapat menghasilkan reaksi yang terkendali dengan hasil hasil yang diinginkan. Pengembangan aplikasi MRN di masa depan dapat digunakan dalam metabolic enginering, penyempurnaan alogaritma ORF enzim dan prediksi evaluasi fenotip organisme

    Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan Menggunakan Pancing Tonda di Perairan Teluk Maumere

    Full text link
    Salah satu perikanan tangkap tradisional di perairan laut Teluk Maumere adalah perikanan pancing tonda (trolling line), memiliki konstruksi sederhana dengan metode pengoperasian yang mudah serta tidak memerlukan modal yang besar, dimana masyarakat yang selama ini menggunakan pancing tonda dengan 1 jenis mata pancing dalam 1 kapal tidak efektif, sehingga peneliti mencoba menggunakan alternatif lain, yaitu menggunakan tiga perahu jukung dimana masing-masing perahu mewakili setiap perlakuan yaitu 2 mata pancing, 6 mata pancing dan 10 mata pancing. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis produktifitas pancing tonda dengan jumlah mata pancing yang berbeda. Penelitian menggunakan metode eksperimental fishing dengan Fishing base Pulau Pemana-Desa Pemana dimana pengambilan sampel/ulangan dilakukan sebanyak 60 kali pemancingan (trip) pada pagi hari kemudian hasil tangkapan dari trip dikelompokan berdasarkan ketiga perlakuan (2 MP, 6 MP dan 10 MP). Berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis dapat diketahui bahwa nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa hipotesis H1 ditolak artinya tidak ada perbedaan jumlah (ekor), berat (kg) dan panjang (cm) dari hasil tangkapan ikan cakalang di Teluk Maumere menggunakan Trolling Line dengan jumlah mata pancing yang berbeda (2 MP, 6 MP dan 10 MP). Pengukuran parameter oseanografi di lokasi penelitian, menunjukkan suhu pada pagi hari berkisar antara 24 - 25 °C dengan kadar salinitas 33 - 34 o/oo serta kecepatan arus 0,039 meter/detik

    Sikap Wirausaha Mahasiswa pada Perkuliahan Bioteknologi Bermuatan Bioenterpreneurship

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap wirausaha mahasiswa pada program perkuliahan bioteknologi bermuatan bioentrepreneurship. Satu kelompok diberi perlakuan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya. Satu kelas mahasiswa yang mengontrak mata kuliah bioteknologi semester genap 2016/2017 terlibat sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah 50 item angket sikap wirausaha yang kemudian diberi skor serta dihitung nilai total rata-ratanya, dan penilaian sosialisasi produk, dimana kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan kemudian didokumentasikan, lalu dinilai dengan cara pemberian skor berdasarkan kriteria pada rubrik yang telah ada. Pada penelitian ini didapatkan nilai sikap wirausaha mahasiswa yang dijaring melalui instrumen termasuk kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap wirausaha mahasiswa juga dapat memiliki nilai yang tinggi apabila dilatih melalui program bioteknologi bermuatan bioentrepreneurship.Secara umum nilai yang ada telah menunjukkan bahwa sikap wirausaha mahasiswa telah mencukupi sebagai bagi mereka menjadi guru biologi yang berjiwa wirausaha. Melalui angket respon, kebanyakan mahasiswa menyatakan bahwa perkuliahan Bioteknologi bermuatan bioentrepreneurship dapat membuat mereka memiliki sikap wirausaha yang baik, lebih menyadari besarnya kaitan antara bioteknologi dengan kewirausahaan, mampu membuat produk dan mensosialisasikannya, serta dapat meningkatkan minat terhadap bioteknologi.Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat diajukan beberapa saran, yaitu diperlukannya pendampingan supaya produk-produk yang dihasilkan dapat terjual. Produk yang terjual tersebut dapat memberikan manfaat finansial bagi mahasiswa sehingga diharapkan dapat menjaga atau bahkan meningkatkan sikap wirausaha mahasiswa ke depannya

    128

    full texts

    139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mangifera Edu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇