Jurnal Mangifera Edu
Not a member yet
139 research outputs found
Sort by
Perubahan Fungsi Pekarangan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Diperumahan Kota Kecamatan Indramayu
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran buku ajar PesisirPenelitian ini didasari oleh terjadinya peprubahan fungsi “Pekarangan” sebagai RuangTerbuka Hijau (RTH) di Perumahan Kota Kecamatan Indramayu. Tujuan Penelitian untukmengetahui penyebab perubahan fungsi pekarangan sebagai ruang terbuka hijau (RTH)yang berkaitan dengan tipe rumah, luas lahan pekarangan, jumlah penghuni rumah, waktuperubahan pekarangan dan jumlah jenis tanaman. Metode penelitian yang digunakanadalah metode survei deskriptif, hasil penelitian menunjukan perubahan fungsipekarangan sebagai RTH ada hubungannya dengan tipe rumah, luas lahan pekarangan,jumlah penghuni rumah, waktu perubahan pekarangan dan jumlah jenis tanama
Kajian Bioetika Tanaman Transgenik
Bioetika bukanlah suatu disiplin ilmu, tetapi lebih kepada penerapan etika, moral, bahkanhukum dan nilai sosial ke dalam pembahasan ilmiah biologi. Dan pentingnya etika dalamkonteks biologi digunakan untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan baik yangberkaitan dengan hewan dan tumbuhan, bahkan manusia. Sejarah penemuan tanamantransgenik dimulai pada tahun 1977 ketika bakteri Agrobacterium tumefaciens diketahuidapat mentransfer DNA atau gen yang dimilikinya ke dalam tanaman. Tanamantransgenik adalah tanaman hasil rekayasa gen dengan cara disisipi satu atau sejumlahgen (transgene) yang merupakan salah satu kemajuan bioteknologi yaitu GeneticallyModified Organism (GMO), untuk mengatasi masalah pangan, kesehatan dan kualitashidup. Pandangan masyarakat terhadap tanaman transgenik, yaitu potensi pemanfaatantanaman transgenik untuk mengatasi krisis pangan, dan cenderung berpendapatpenggunaan transgenik tidak berbahaya, tetapi tanaman transgenik belum dievaluasimendetail untuk keamanan tingkat konsumsinya bagi manusia, bagi lingkungan danmempertanyakan asal-usul gen yang diintroduksi ke dalam tanaman
Eksplanasi Ilmiah dampak El Nino La Nina
Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki pulau pulau besar dan kecil berada di daerah tropis, menerima radiasi matahari paling banyak serta dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer menyebabkan wilayah ini rentan terhadap variabilitas dan perubahan iklim. Iklim di Indonesia tidak akan selalu berjalan secara normal setiap tahunnya, ada suatu saat terjadi penurunan curah hujan namun di saat yang lain terjadi curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan banjir. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa terjadinya banjir dan kemarau panjang diakibatkan oleh dosa-dosa manusia, diantaranya adanya berjudi, membunuh, merampok dll. Hal ini memerlukan Eksplanasi Ilmiah agar dapat memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tentang adanya penyebab penurunan curah hujan atau terjadi nya kekeringan dan terjadinya curah hujan atau bencana banjir di Indonesia. Sesuatu dieksplanasi secara ilmiah jika memenuhi dua syarat, yaitu syarat relevan eksplantori dan syarat testabilitas, syarat pertama eksplanasi ilmiah dapat terpenuhi dengan menggunakan penjelasan dan pengertian El Nino dan La Nina yang merupakan salah satu bentuk penyimpangan iklim di Samudera Pasifik yang ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut di daerah katulistiwa bagian tengah dan timur, Sedangkan La Nina sebaliknya dari El Nino. Dengan penjelasan dan pengertian El Nino dan La Nina yang memenuhi syarat kedua eksplanasi ilmiah yaitu dampak El Nino adalah terjadinya kekeringan dan dampak El Nina adalah terjadinya musim hujan. Hal ini sesuai dengan hakikat pembuktian keilmuan adalah kepercayaan bahwa suatu pernyataan dan pengertian mempunyai peluang besar untuk terbukti ataubenar
Back to Nature: Kemajuan atau Kemunduran
Seiring dengan perkembangan teknologi, peradaban, dan jumlah penduduk, maka konsumen jamu tradisional mulai berkurang. Masyarakat cenderung untuk memilih obat-obatan kimia yang lebih praktis dari jamu tradisional dan khasiatnya yang berlangsung cepat. Penemuan-penemuan obat baru menghasilkan lebih dari 500 macam obat setiap tahunnya. Namun saat ini, kesadaran masyarakat akan back to nature semakin meningkat, dilihat dari penggunaan obat tradisional/obat herbal, baik di negara yang sedang berkembang maupun negara maju cenderung terus meningkat. Obat herbal Indonesia, yang dikenal sebagai jamu, sejak berabad-abad telah digunakan secara luas oleh bangsa Indonesia untuk memelihara kesehatan dan mengobati penyakit. Pengembangan dan penggunaan obat herbal Indonesia ke depannya, harus didasarkan bukti-bukti ilmiah yang kuat, terutama melalui penelitian dan pengembangan, serta terstandarisasi, sehingga dapat diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan nasional
Penerapan Model Kooperatif Jigsaw Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa
Berdasarkan observasi pada Matakuliah Strategi Belajar Mengajar Kelas B 2013 diUM, didapatkan kondisi pembelajaran yang baik. Namun, 65% mahasiwa tidak memilikitanggung jawab akan tugas, 75% kurangnya komunikasi dan kerjasama antarkelompok.45% mahasiswa kurang fokus dalam menerima pembelajaran, 80% posisi duduk belummencerminkan adanya interaksi antarkelompok. 40% terdapat nilai mahasiswa kurangpada ulangan harian sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk meningkatkankeaktifan mahasiswa melalui jigsaw berbasis LS. Jenis penelitian ini adalah penelitiantindakan kelas berbasis Lesson Study (PTK_LS). Pendekatan penelitian deskriptifkualitatif. Prosedur penelitian PTK_LS sebanyak 2 siklus. Subyek penelitian adalahmahasiswa biologi UM Kelas B. Instrumen penelitian meliputi lembar instrumenpenilaian keterlaksanaan LS, intrumen penilaian lembar observasi keaktifan siswa. Hasilpenelitian ini adalah keterlaksanaan jigsaw_LS sebesar 100%. Penerapan modelJigsaw_LS dapat meningkatkan keaktifan siswa sebesar 3,75% dari siklus I ke siklus II.Kesimpulan dari penelitian ini penerapan Jigsaw_LS dapat meningkatkan keaktifanmahasiswa
Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat oleh Masyarakat di Desa Nanggeleng Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat
Etnobotani menggambarkan dan menjelaskan kaitan antara budaya manusia dankegunaan tumbuhan. Penelitian dilakukan di Desa Nanggeleng Kecamatan CipeundeuyKabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengetahuitumbuhan obat yang dimanfaatkan dan terdapat di Desa Nanggeleng. Metode yangdigunakan deskriptif kualitatif. Pengambilan data bersifat survei eksploratif danParticipatory Rural Appraisal. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancaradengan Snowball sampling. Profesi informan pada umumnya yaitu petani sebanyak 50%,tumbuhan obat yang dimanfaatkan adalah warisan leluhur sebanyak 67%, tingkatpendidikan paling tinggi yaitu Sekolah Dasar sebanyak 50%, umur tertinggi 40 tahunsebanyak 30%. Hasil penelitian ditemukan 31 famili dan 58 spesies. Famili Zingiberaceaemerupakan famili terbanyak 17 % (9 spesies). Masyarakat kebanyakan memanfaatkantumbuhan obat yaitu bagian organ daun 45 % (35 spesies). Tumbuhan obat yangditemukan berkhasiat untuk penyakit tidak menular sebanyak 81% (39 spesies). Carapengolahan tumbuhan obat pada umumnya dengan cara direbus sebanyak 66% (39spesies). Tumbuhan obat dapat ditemukan di halaman rumah sebanyak 57% (33 spesies).Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mempraktekkan penanaman tumbuhanobat di area kultivasi seperti pekarangan rumah dan kebun
Pengembangan Bahan Ajar Evolusi Berbantuan Aplikasi Camtasia Studio 8 sebagai Sarana Pembelajaran IPA Biologi SMA
Kontroversi permasalahan teori evolusi juga terjadi pada pembelajaran materi evolusidisekolah. Dalam hal ini pembelajaran di sekolah menengah atas (SMA) yangkurikulumnya memuat materi ini sebagai bahan acuan pembelajaran. Penelitian iniadalah penelitian pendahuluan berupa studi kasus untuk mengetahui pemahaman gurutentang pembuatan bahan ajar biologi pada materi evolusi di Kota Bogor. Informan kuncidalam penelitan ini adalah guru biologi di sekolah menengah atas Kota Bogor. Penelitiandilakukan dengan mewawancarai guru pada lima sekolah dengan berbagai latar belakangpengalaman mengajar, pendidikan dan letak sekolah di Kota Bogor. Dari data hasilpenelitian didapatkan informasi berupa fakta-fakta yakni Hasil wawancara mengenaitingkat pengetahuan guru terhadap materi evolusi, didapatkan bahwa pengetahuan gurumasih sangat rendah terhadap materi evolusi, serta guru cenderung merasa tidak tertarikuntuk mengajarkan materi evolusi mengenai kemampuan dan pengetahuan tentang materievolusi ini, didapatkan bahwa salah satu guru berada pada tingkat pemahaman data, duaguru biologi lainya berada pada kategori Information, serta dua guru sisanya beradapada level Knowledge. Sementara pemahaman dan pengetahuan guru tentang bahan ajardapat dikategorikan dalam level “Baik”. Dikarenakan hampir semua guru memahamitentang bahan ajar biologi yang baik. Berdasarkan tingkat pendidikan, semua guru yangmerupakan informan kunci dalam penelitian ini memiliki kualifikasi akademik padatingkatan sarjana. Sehingga dari temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembuatanbahan ajar yang menarik bagi pembelajaran biologi pada materi evolusi sangatdiperlukan, karenanya penelitian pengembangan sebagai kelanjutan dari hasil temuanpenelitian ini sangat diperlukan
Pandangan Aksiologi Terhadap Bioetika dalam Memanfaatkan Hewan Coba (Animal Research) di Laboratorium
Aksiologi mengandung pengertian lebih luas dari etika atau higher value of life yangmampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang berkaitan kegunaan ilmupengetahuan, hubungan antara kegunaan dan kaidah moral, penentuan objek sesuaikaidah moral, dan hubungan antara teknik dan prosedur metode ilmiah dengan normanorma moral. Etika merupakan induk dari bioetika, sebab fokus bioetika adalahmenyelidiki dimensi etis dari masalah-masalah teknologi dan makhluk hidup yang terkaitdengan penerapannya dalam kehidupan. Pemanfaatan hewan coba di laboratoriumdigunakan untuk suatu tujuan penelitian dan model tertentu, harus mengacu pada prinsipdasar etik pelaksanaan penelitian menggunakan hewan percobaan baik secara peraturannational maupun internationa
Metode Demonstrasi Interaktif Berbasis Inkuiri dalam Pembelajaran Konsep Metabolisme pada Siswa Kelas XII SMA Angkasa Bandung
Telah dilakukan penelitian tentang penerapan metode demonstrasi interaktif berbasisinkuiri pada konsep metabolisme pada siswa kelas XII IPA. Penelitian ini merupakanmerupakan penelitian deskriptif sehingga tidak memerlukan kelas kontrol. Hasilpenerapan metode demonstrasi interaktif berbasis inkuiri pada konsep metabolisme,menunjukkan bahwa 11 siswa (27%) menjawab dengan benar dan mendapatkan nilai 100,25 siswa (61%) mendapat nilai 80, dan 5 siswa (12%) mendapat nilai 60. Hasilpengolahan angket siswa menunjukkan bahwa dari 41 responden sebanyak 95% siswamenyatakan belum pernah mendapatkan metode demonstrasi interaktif dalampembelajaran biologi, sedangkan 6 orang siswa menyatakan sudah pernah mendapatkanmetode demonstrasi tetapi bukan demonstrasi interaktif seperti yang dilaksanakan padapenelitian ini. Sebanyak 100% siswa menyatakan setuju ketika ditanyakan bahwa metodedemonstrasi interaktif membantu siswa lebih memahami materi pembelajaran, dansebanyak 100% dari 41 orang siswa menyatakan setuju ketika ditanyakan apakah metodedemonstrasi interaktif membuat belajar lebih menyenangkan