E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
1979 research outputs found
Sort by
Upaya kepala keluarga penyandang disabilitas dalam menafkahi keluarga
Keluarga merupakan sebuah unit terkecil dalam kelompok masyarakat, didalam keluarga terdapat anggota keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak. Pada kali ini peneliti membahas mengenai upaya kepala keluarga penyandang disabilitas dalam menafkahi keluarga. disabilitas sendiri ialah keadaan seseorang dengan kondisi memiliki kekurangan atau keterbatasan dalam melakukan aktivitas dan tidak dapat melakukan perannya seperti orang normal. Para penyandang disabilitas ini, juga memiliki kesamaan dengan orang normal pada umunya yang membutuhkan makan, pakaian, dan tempat tinggal yang nyaman. Tujuan dari prnrlitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang dikerjakan oleh kepala keluarga yang menyandang disabilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan secara langsung melalui pengamatan terhadap fenomena yang diangkat
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR DI KECAMATAN CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Ayam ras petelur yang diternakan masih rendah dibandingkan dengan ras ayam pedaging dan ayam kampung. Rendahnya usaha peternakan ayam ras petelur dipengaruhi oleh banyaknya faktor permasalahan diantaranya iklim, lingkungan peternakan dan pakan. Ayam petelur sensitif terhadap cuaca panas dan keributan. Kendala utama rata-rata adalah modal yang minim, perawatan ayam ras petelur masih terbatas, bau yang dicemarkan ayam ras petelur terkadang mengganggu lingkungan sekitar, ayam ras petelur yang terjangkit penyakit dan bisa saja mati akan menjadi kerugian bagi peternak. Analisis dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur dan menentukan faktor internal dan faktor eksternal dalam peternakan ayam ras petelur. Klasifikasi faktor–faktor yang ditemukan pada peternakan ayam ras petelur, maka akan dilakukan analisis Strenght, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) yang difokuskan untuk mengidentifikasi baik faktor internal maupun faktor eksternalnya guna menghasilkan strategi pengembangan kualitas dan produksi dari usaha peternakan tersebut dengan metode Internal Factor Analisis Strategic (IFAS) dan Eksternal Factor Analisis Strategic (EFAS) serta pada tahap akhir SWOT. Hasil rumusan strategi pengembangan usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Campalagian berdasarkan SWOT yaitu SO (Strenght-Opportunity) dengan strategi yang dihasilkan meningkatkan produksi ayam ras petelur agar menghasilkan telur yang berkualitas, pengembangan pasar keluar daerah dan menjalin kerja sama dengan perusahaan besar peternakan ayam ras petelur agar lebih berkembang serta membuat surat penawaran atau brosur tentang produk-produk ayam ras petelur untuk di promosikan ke masyarakat baik melalui media sosial atau langsung ke konsumen atau masyarakat setempat.Ayam ras petelur yang diternakan masih rendah dibandingkan dengan ras ayam pedaging dan ayam kampung. Rendahnya usaha peternakan ayam ras petelur dipengaruhi oleh banyaknya faktor permasalahan diantaranya iklim, lingkungan peternakan dan pakan. Ayam petelur sensitif terhadap cuaca panas dan keributan. Kendala utama rata-rata adalah modal yang minim, perawatan ayam ras petelur masih terbatas, bau yang dicemarkan ayam ras petelur terkadang mengganggu lingkungan sekitar, ayam ras petelur yang terjangkit penyakit dan bisa saja mati akan menjadi kerugian bagi peternak. Analisis dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur dan menentukan faktor internal dan faktor eksternal dalam peternakan ayam ras petelur. Klasifikasi faktor–faktor yang ditemukan pada peternakan ayam ras petelur, maka akan dilakukan analisis Strenght, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) yang difokuskan untuk mengidentifikasi baik faktor internal maupun faktor eksternalnya guna menghasilkan strategi pengembangan kualitas dan produksi dari usaha peternakan tersebut dengan metode Internal Factor Analisis Strategic (IFAS) dan Eksternal Factor Analisis Strategic (EFAS) serta pada tahap akhir SWOT. Hasil rumusan strategi pengembangan usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Campalagian berdasarkan SWOT yaitu SO (Strenght-Opportunity) dengan strategi yang dihasilkan meningkatkan produksi ayam ras petelur agar menghasilkan telur yang berkualitas, pengembangan pasar keluar daerah dan menjalin kerja sama dengan perusahaan besar peternakan ayam ras petelur agar lebih berkembang serta membuat surat penawaran atau brosur tentang produk-produk ayam ras petelur untuk di promosikan ke masyarakat baik melalui media sosial atau langsung ke konsumen atau masyarakat setempat
ANALISIS METODE PENETAPAN HUKUM BITCOIN DALAM FATWA MUI
Bitcoin merupakan komoditas digital yang berbasis pada kriptografi, atau dapat disebut sebagai mata uang virtual atau mata uang digital, yang itu dipakai oleh para penggunanya untuk alat dalam bertransaksi dan berinvestasi. Di Indonesia sendiri penggunaan bitcoin tidak hanya persoalan dalam perkembangan pengetahuan dan teknologi, akan tetapi sudah memasuki area pembahasan fikih. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Ijtima Komisi Fatwa yang menetapkan bahwasanya penggunaan bitcoin sebagai alat tukar adalah haram disebabkan terdapat unsur gharar dan dharar, tidak diakui oleh Pemerintah sebagai alat tukar dan rawan dijadikan tindak kejahatan terutama cyber crime. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa apa dasar pertimbangan hukum MUI tentang menetapkan hukum bitcoin dan metode penetapan hukum apa yang digunakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif atau penelitian pustaka yaitu dengan menjadikan referensi pustaka dan dokumen yang relevan dalam penelitian ini. Adapun sumber data berupa sumber data primer dan sekunder. Teknik dalam pengumpulan data penulis memakai studi kepustakaan dan dianalisis menggunakan deskritif analisis. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa MUI secara tegas mengharamkan bitcoin dikarenakan terkandung gharar, dharar dan qimar didalamnya. Dan dalam metode penetapan hukumnya, MUI menggunakan al-Qur’an, Sunnah dan Pendapat Ulama.Kata Kunci: Bitcoin, MUI, Istinbath, Fatw
PEMBERDAYAAN WANITA LANSIA DESA ARJOSARI MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PERCA MENJADI PELUANG USAHA
Lansia adalah seseorang yang telah berusia di atas 60 tahun dan tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari (Ratnawati, 2017). Usia lanjut ditandai dengan penurunan produktivitas kerja dan dihadapkan pada berbagai kebutuhan yang semakin meningkat seperti kebutuhan akan makanan yang bergizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, kebutuhan sosial, rekreasi dan menjadi tanggungan anggota keluarga (Suardiman, 2011). Memberdayakan wanita lansia merupakan salah satu upaya membantu mereka memiliki aktivitas yang dapat memunculkan peluang usaha yang ringan mereka kerjakan, seperti memanfaatkan limbah kain perca menjadi produk berupa keset. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan emosional dalam bentuk dampingan secara langsung di lapangan, dengan itu pelatihan pemanfaatan limbah kain perca dilaksanakan di sekretariat karang taruna sabanusa Desa Arjosari.. Dalam hal ini dimulai dengan survei lapangan, sosialisasi program, pemberian motivasi, demonstrasi dan tutorial pembuatan produk, praktek dan evaluasi. Pelatihan pemanfaatan limbah kain perca bermanfaat untuk memberdayakan wanita lansia demi mengoptimalkan kain perca menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomi serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan peluang usah
PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK PASAR MELALUI BIOKONVERSI MAGGOT LALAT TENTARA HITAM (HERMETIA ILLUCENS) MENJADI PUPUK KASGOT
Penambahan jumlah penduduk mempengaruhi pola konsumsi masyarakat yang semakin meningkat, tumbuhnya industri kuliner, perhotelan, serta minimnya kesadaran masyarakat membuang sampah organik disegala tempat menjadi penyumbang terbesar menumpuknya sampah di beberapa area Kota Majaene. Pengelolaan sampah seperti pemisahan sampah organik dan anorganik, serta pengolahan sampah di hilir belum ada. Menjadi faktor pengelolaan sampah di Majene belum mampu mengurangi sampah sesuai dengan empat prinsif pengelolaan sampah yaitu reduce, reuse, recyle dan replace. Pengelolaan dan pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan sangat membantu mengurai sampah rumah tangga dan pasar, metode biokonversi maggot lalat tentara hitam (hermetia illucens). Dimana sampah organik rumah tangga dan pasar mampu diurai oleh maggot menjadi pupuk kasgot. Hasil pelatihan pengolahan sampah organik di kelompok tani Radang Balisang Kel. Tande Kec. Banggae Kab. Majene dengan metode biokonversi maggot, dengan 1 kilo gram maggot mampu mendegradasi sampah organik 1-1,5 kg sampah organik selama 24 jam. Proses perkembangbiakan bibit larva maggot dilokasi PkM sebanyak 300 gram telur maggot, dapat menghasilkan 1.500 gram larva maggot. Dengan potensi kemampuan mengurai sampah organik sebanyak 2,250 kg per hari. Pencapaian tujuan kegiatan PKM dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan kelompok tani teknik budidaya maggot, proses pengolahan sampah organik melalui biokonversi maggot menjadi pupuk kasgot, dan menghasilkan produksi kasgot, dan pakan ternak
PENYULUHAN CEGAH STUNTING CIPTAKAN GENERASI SEHAT, CERDAS, AKTIF DAN PRODUKTIF DIDESA BAKKA-BAKKA
stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan karena kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang. Balita yang menderita penyakit stunting seringkali dikenali dengan bentuk tubuhnya yang jauh lebih pendek atau kerdil jika dibandingkan dengan tinggi badan anak se-usia nya. Berdasarkan riset kesehatan dasar kementrian kesehatan tahun 2018 menunjukan bahwa 1 dari 3 anak di Indonesia mengidap penyakit stunting. Kondisi ini tentu menjadi sebuah masalah besar bagi kita semua, bukan hanya PR bagi pemerintah ataupun tenaga medis melainkan juga masyarakat luas terutama ibu rumah tangga untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak nya. Oleh sebab itu, tujuan kami mengadakan penyuluhan bahaya pernikahan dini adalah sebagai salah satu upaya pencegahan angka stunting di wilayah Desa Bakka-Bakka. Karena seperti yang telah kita ketahui, salah satu faktor penyebab stunting adalah pernikahan di usia dini. Untuk metode pelaksanaan dari kegiatan ini berupa penyuluhan mengenai pencegahan stunting dan pernikahan dini dengan remaja dan ibu hamil. Kegiatan penyuluhan mendapat dukungan dari bidan setempat, puskesmas wonomulyo dan juga pemerintah Desa Bakka-Bakka. Kegiatan ini telah berjalan dengan baik dan lancar. Kesimpulan : pernikahan dini berdampak terhadap pola asuh yang kurang memadai sebagai akibat keterbatasan pengetahuan sang ibu serta berpotensi timbulnya perebutan gizi antara ibu dengan janin semasahamil. Oleh sebab itu, pernikahan dinidianggap menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya stuntin
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN KADER POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR
Posbindu penyakit tidak menular (PTM) merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Faktor risiko PTM meliputi merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperglikemi, hiperkolesterol serta menindak lanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Kelompok PTM Utama adalah diabetes melitus (DM), kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan (Kemenkes RI, 2012). Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam pengabdian ini yakni dengan melakukan penyuluhan dan pendampingan Posbindu PTM. Sampel dalam pengabdian ini adalah total sampling yakni seluruh populasi sejumlah 30 orang. Peningkatan pemahaman kader dan tenaga kesehatan tentang Posbindu sesuai dengan pedoman umum dan petunjuk teknis Posbindu PTM sebagai acuan pelaksanaan kegiata
Strategi Pengembangan Ayam Kampung Kelurahan Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar
Nenek moyang ayam kampung adalah ayam hutan (genus Gallus), yang terdiri dari ayam hutan merah (Gallus gallu atau Gallus bankiva), ayam hutan Ceylon (Gallus lavayeti), ayam hutan abu-abu (Gallu sonerati), dan ayam hutan hijau. unggas (Gallus varius atau Gallus javanicus). Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) dalam strategi pengembangan ayam kampung di Desa Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan ayam buras di Desa Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Madatte Village dari tanggal 1 April sampai dengan 4 Mei 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis SWOT yaitu Matriks IFAS, Matriks EFAS dan Matriks SWOT. Faktor dari lingkungan Eksternal dan Internal yang merupakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha pengembangan ayam kampung. Untuk menganalisis strategi pengembangan ayam kampung yaitu kekuatan dengan nilai total 1,94 lebih besar dari faktor kelemahan yaitu 0,96, hal ini dapat menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki ayam kampung menguntungkan masyarakat. Sedangkan faktor eksternal memiliki peluang dengan total nilai 1,46 lebih besar dari faktor ancaman dengan total nilai 1,41 hal ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan ayam buras memiliki potensi peluang yang besar. Hasil analisis peluang pengembangan ayam kampung berada pada kuadran I. (Agresif)
RESPON PENGGUNAAN BERBAGAI SUMBER TANAH DENGAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Aracis hypogaea L.)
Kacang tanah menjadi salah satu sumber gizi bagi masyarakat karena mengandung protein nabati. Kacang tanah menjadi primadona komsumsi rumah tangga. produktifitas kacang tanah secara Nasional mengalami penurun 13,21 ton/ha, pada tahun sebelumnya 13,33 ton/ha turun 0,90%. hal tersebut disebabkan oleh teknik budidaya yang belum dikelolah secara baik, diantaranya dengan teknologi pemupukan, dan tidak memperhatikan media tanah yang akan digunakan. Penelitian ini di laksanakan di Desa Pasabu, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, berlangsung pada pada bulan Mei 2021 sampai Agustus 2021. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah bentuk faktorial yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor pertama adalah penggunaan berbagai sumber tanah yaitu: Tanah podzolik (tanah yang berada dipegunungan), Tanah Aluvial (tanah yang berada dipinggiran sungai), Tanah berpasir (tanah yang berada dipinggiran pantai), Faktor kedua adalah Penggunaan pupuk kandang ayam yang terdiri atas 3 taraf yaitu:10 gr/tanaman, 20 gr/tanaman, 30 gr/tanaman. Adapun hasil penelitian ini yaitu: Interaksi antara Penggunaan berbagai sumber tanah dengan pupuk kandang ayam tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter yang diamati, Penggunaan berbagai sumber tanah tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter yang diamati, Penggunaan pupuk kandang ayam dosis 30 g/tanaman memberikan pengaruh baik pada parameter tinggi tanaman umur 28, dan berat produksi biji kering. Kata Kunci: Kacang Tanah, Pupuk Kotoran Ayam, Sumber Tana
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L)
Sawi (Brassica juncea L.) merupakan satu-satunya jenis daging yang berpotensi untuk dibudidayakan karena tingginya permintaan daging di masyarakat. Tanaman sawi digunakan sebagai bahan dasar atau isian dalam berbagai masakan, antara lain lodeh, capcay, mie rebus, dan bakso. Untuk meningkatkan pemahaman tentang teknik budidaya tanaman, perlu dilakukan penelitian untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tanaman yang bersangkutan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi produksi dan pertumbuhan, termasuk NASA Liquid Organics dan Goat Puppies. Pada bulan Juni sampai Juli 2022, penelitian ini dilaksanakan di Desa Panetean, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan format Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama nomor satu: Kotoran Kambing (P), yang terdiri dari tiga kategori berat: (P1) 50 gram kotoran kambing, (P2) kotoran kambing 100 gram, dan (P3) kandang kambing 150 gram. Faktor kedua adalah aplikasi Pupuk Organik NASA (N) yang terdiri dari tiga kadar berbeda yaitu (N0) tanpa pemicu, (N1) Nasa Poc 5 ml/liter udara, dan (N2) PoC NASA 10 ml/liter udara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa baik interaksi antara aplikasi pupuk kandang NASA dan pupuk organik cair, maupun pemberian pupuk organik NASA, tidak memberikan informasi baru. Namun, 150 gram kotoran kambing memberikan panduan yang jelas mengenai produksi dan pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat dilihat pada parameter tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan laju basal tanaman