E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
    1979 research outputs found

    Efisiensi Pemasaran Kopi Di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar

    No full text
    Skripsi ini Berjudul Efesiensi Pemasaran Kopi Di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar  Di bawa bimbingan Haeruddin,SPi.M.Si dan Ir. Andi baso,M.Si. Budidaya tanaman Kopi telah lama dilaksanakan oleh masyarakat, namun pemasaran hasil Kopi masih dihadapkan pada berbagai masalah yang antara lain adalah lemahnya posisi tawar petani sehingga harga jual Kopi lebih banyak ditentukan oleh pedagang tanpa banyak melibatkan petani selaku produsen. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah margin pemasaran. berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Saluran pemasaran Produk Kopi di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar menghasilkan dua saluran  pemasaran di antaranya saluran pemasaran I yaitu pada tingkat Produsen ke pedagan pengumpul, dari pedagan pengumpul kemudian ke pedagan besar dan dari pedagan besar ke konsumen akhir. Sedangkan pada saluran pemasaran II yaitu pada tingkat produsen ke pedagang pengumpul kemudian ke konsumen akhir, Efesiensi pemasaran Produk Kopi di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten. Polewali Mandar yang dihasilkan yaitu pada saluran pemasaran I sebesar 25% sedangkan pada saluran pemasaran II nilai efesiensi yang dihasilkan yaitu 28%. Berdasarkan hasil tesebut maka tingkat efesiensi pemasaran Kopi di Desa Kaleok yaitu pada saluran pemasaran I dan II efisien karena < 33%, Nilai margin pemasaran Kopi di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten. Polewali Mandar yaitu hanya terdapat pada saluran pemasaran I dengan margin pemasaran sebesar Rp. 5.000/kl. Hal ini disebabkan karena harga jual pada tingkat produsen ke pedagang kecil lebih kecil dibandingkan dari produsen ke konsumen akhir. Dan pada saluran I biaya transportasi juga lebih murah

    Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Kelor dan Pupuk Kompos Kulit Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicium frutescensL.)

    No full text
    Cabai rawit merupakan tanaman yang sangat dikenal dan diminati oleh masyarakat Indonesia, yang dapat dibuat menjadi berbagai jenis bumbu dapur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Maret hingga Mei 2021.Metode penelitian dilakukan dalam bentuk Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang terdiri dari petak utama aplikasi kompos kulit pisang (k) yang meliputi 2 taraf yaitu: 300 dan 600 gram/tanaman, pada anak petak yaitu pemberian POC daun kelor yang terdiri dari 3 aras yaitu: tanpa pemberian poc/kontrol daun kelor yaitu 200 dan 400 ml /liter air/petak. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 6 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga terdapat 18 unit penelitian. Setiap unit penelitian terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah seluruhnya adalah 72 tanaman. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan dosis POC daun kelor dan pupuk kompos kulit pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit, disarankan penggunaan POC daun kelor 200 ml/liter air/petak dengan dosis 400 ml/liter air/petak pada tanaman cabai rawit.Kata Kunci: Cabe Rawit ,Pengaruh Pemberian POC daun Kelor dan PupukKompos Kulit Pisang

    Pengaruh Waktu Dan Panjang Pemangkasan Pucuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

    No full text
    Cabai  rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh petani karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat, tidak hanya dalam skala rumah tangga dan industri tetapi juga diekspor ke luar negeri. Sehubungan dengan meningkatnya permintaan terhadap cabai rawit, maka produksi cabai rawit perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil cabai rawit adalah dengan melakukan pemangkasan pucuk. Percobaan dua faktor meliputi waktu pemangkasan pucuk (14, 21 dan 28 hari setelah pindah) dan panjang pemangkasan pucuk (0.5, 1.0 dan 1.5 cm dari pucuk) disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dan ulangi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemangkasan pucuk berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Pemangkasan pada umur 28 hsp membantu tanaman cabai rawit tumbuh dan memiliki rata-rata hasil tertinggi. Panjang pemangkasan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan kecuali laju pertumbuhan pada umur 30 hsp. Panjang pemangkasan 1.5 cm menunjukkan tingkat pertumbuhan rata-rata tertinggi. Terdapat interaksi  nyata hingga sangat nyata antara waktu pemangkasan pucuk dengan panjang pemangkasan pucuk. Panjang pangkasan 1.5 cm pada umur 28 hsp memberikan hasil tertinggi yaitu 65.92 tangkai buah dengan berat 169.77 gram/pohon

    INTENSITAS SERANGAN BERBAGAI ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN UTAMA PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI (Oriza sativa.L) DI KECAMATAN BALLA KABUPATEN MAMASA

    No full text
    Identifikasi serta penghitungan intensitas dan tingkat serangan organisme pengganggu tanaman merupakan hal yang penting dalam budidaya tanaman padi untuk dapat membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dalam pengelolaan maupun pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Informasi mengenai keragaman organisme pengganggu tanaman pada tanaman padi hingga saat ini belum banyak dilaporkan, padahal informasi ini penting untuk diketahui dalam rangka pengendalian organisme pengganggu tumbuhan untuk menyangga stabilitas produksi tanaman padi.Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Februari 2023 sampai Juni 2023. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui intensitas serangan dan jenis-jenis OPT utama pada budidaya tanaman padi di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, dan mengetahui jenis OPT utama yang terdapat dan menyerang pada tanaman padi di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa.Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan dan penemuan langsung di lapangan terhadap intensitas dan jenis organisme pengganggu tumbuhan yang terdapat pada pertanaman budidaya tanaman padi. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan metode  sistematik acak bentuk zig-zag, pengambilan sampel dilakukan pada 4 (empat) petak sawah dengan mengamati 10 rumpun tanaman sebagai sampel disetiap petak. Pengamatan dilakukan dengan membagi 2 masa pengamatan yaitu pada masa vegetatif dan masa generatif pertumbuhan tanaman dengan interval waktu pengamatan setiap 10 hari 1 kali pengamatan pada setiap sampel.Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis OPT utama yang menyerang tanaman padi yaitu (PBP) penggerek batang padi dengan intensitas serangan tertinggi 7,17% (tingkat serangan ringan), Tikus dengan intesitas serangan tertinggi 14,38% (tingkat serangan ringan ), neck blas dengan intesitas serangan tertinggi 18,07% (tingkat serangan sedang), BLB (Bacterial Leaf Blight) intesitas serangan tertinggi 23,33% (tingkat serangan sedang), Blas dengan intensitas serangan tertinggi 36,66% (tingkat serangan berat

    PRAKTIK PENGEMBALIAN SISA HARGA DIGANTI DENGAN BARANG PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS PASAR SENTRAL PEKKABATA KECAMATAN POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR)

    No full text
    Tujuan Penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui praktik pengembalian sisa harga diganti dengan barang di pasar sentral Pekkabata Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar agar terjalin suka sama suka, 2) Untuk mengetahui praktik pengembalian sisa harga diganti dengan barang di pasar sentral Pekkabata Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar dalam persfektif ekonomi Islam agar sejalan dengan norma agama. Jenis penelitian yang digunakan field research kualitatif. Lokasi penelitian ini bertempat di Pasar Sentral Pekkabata Kecamatan Polewali Kabupate Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, sumber data sekunder dalam penelitian ini, yaitu buku tentang jual beli, buku tentang ekonomi Islam, penelitian terdahulu, serta literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data terdiri dari Observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan keikutsertaan, dan triangulasi. Hasil penelitian skripsi praktik pengembalian sisa harga diganti dengan barang di pasar Sentral Pekkabata Kecamatan Polewali dilakukan dengan beberapa pertimbangan diantaranya saat tidak adanya uang kecil atau recehan dan sipembeli sendiri yang menginginkan sisa harga diganti dengan barang. Akad jual beli yang terjadi di pasar Sentral Pekkabata Kecamatan Polewali yaitu  dengan pengembalian sisa harga diganti dengan barang baik diucapkan       dengan lisan ataupun tidak serta baik dituliskan maupun tidak ketika dilihat dari persfektif ekonomi Islam maka diperbolehkan sesuai dengan prinsip maslahah. Karena kebijakan ini dibuat untuk kenyamanan transaksi pada saat penjual di pasar Sentral Pekkabata Kecamatan Polewali tidak mempunyai uang kecil atau recehan, maka dapat mengambil alternatif transaksi tersebut dan di samping itu dapat menghindari perbuatan riba karena pihak penjual tidak mengambil sisa kembalian dari pihak pembeli

    PEMANFAATAN IKAN LELE MENJADI KERUPUK DI KELURAHAN PEKAN ARBA KECAMATAN TEMBILAHAN

    No full text
    Ikan lele merupakan ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tingginya tingkat konsumsi ikan lele di Indonesia menyebabkan ketersediaannya juga melimpah. Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pemanfaatan Ikan Lele Menjadi Kerupuk dan bagaimana Faktor penghambat dan faktor pendukung Pemanfaatan Ikan Lele Menjadi Kerupuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif kualitatif dimana peneliti melakukan observasi, wawancara dan diskusi secara langsung di Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan selama melaksanakan KKN Tematik.Dalam hal Pemanfaatan Ikan Lele Untuk Pemulihan UMKM Masyarakat Kelurahan Pekan Arba Dimasa Pasca Pandemi Covid-19 dalam melakukan pemanfaatan ikan lele masyarakat yang ada di keluraha pekan arba menggunakan ikan lele sebagai bahan kerupuk ikan lele, amplang lele dan menjual ikan lele tersebut ke warung atau pengepul pecel lele sehingga permintaan banyak.Faktor pendukung dalam Pemanfaatan Ikan Lele Untuk Pemulihan UMKM Masyarakat Kelurahan Pekan Arba Dimasa Pasca Pandemi Covid-19 adalah adanya dukungan dari semua pihak yang menjadikan penerapan pemanfaatan ini dapat di laksanakan dengan baik dan faktor penghambat Pemanfaatan Ikan Lele Untuk Pemulihan UMKM Masyarakat Kelurahan Pekan Arba Dimasa Pasca Pandemi Covid-19 bukanlah adanya kepengurusan tersendiri yang mengurus atau memberikan sosialisasi seperti kalau didesa kana da bumdes nya kalau di kelurahan belum ada hanya masyarakat secara mandiri saja mengembangkan kegiatan tersebut

    Peningkatan Produksi Daun dan Kadar Protein Kelor (Moringa oleifera) dengan Aplikasi Pupuk Organik pada Lahan Spesifik Lokasi

    Get PDF
    Analisis potensi kandungan metabolit sekunder bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa yang terkandung di dalam daun kelor dan menguji kemampuan antioksidan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Penelitian di lapangan dengan memberikan perlakuan pupuk hayati dan asupan asam amino melalui foliar spray untuk memacu fotositesis sehingga terbentuk protein dan kalsium yang lebih tinggi. Lokasi sumber benih berasal dari pohon induk kelor di Kecamatan Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan. Metode penelitian di lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 perlakuan. Faktor perlakuan pertama adalah pupuk Ecofarming dengan 4 taraf: E0 (0 ml/ha); E1 (2 ml/L); E2 (3 ml/L); E3 (4 ml/L). Faktor kedua adalah Asam Amino Plus terdiri dari 4 taraf: A0 (0 ml/L); A1 (10 ml/L); A2 (15 ml/L); A3 (20 ml/L). Terdapat 16 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah komponen vegetatif: tinggi tanaman, diameter batang dan bobot produksi daun. Selanjutnya daun kelor dianalisis di laboratorium untuk mengidentifikasi senyawa protein. Analisis tanah awal dilakukan satu minggu setelah aplikasi Ecofarming dan sesudah penelitian selesai dilaksanakan. Pengamatan organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan secara berkala setiap minggu dengan mencatat jenis hama dan tingkat serangan yang ditimbulkan. Hasil penelitian menunjukkan Ecofarming berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan daun kelor. Asam amino berpengaruh nyata terhadap diameter dan pertambahan besar batang kelor. Kombinasi perlakuan Ecofarming dan Asam amino menyebabkan perbedaan nyata terhadap pertumbuhan dan produksi daun kelor

    PELATIHAN GAYA KEPEMIMPINAN DAN TEAM WORK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA ORGANISASI KARANG TARUNA KELURAHAN MANDING

    No full text
    Organisasi karang taruna bersinergi berada di kelurahan manding kecamatan polewali yang beranggotakan 26 orang pemuda, masa kepengurusan 2022-2026 yang terdiri atas mahasiswa, pekerja, dan pengangguran. Hasil wawancara dengan ketua organisasi yaitu masih kurangnya komunikasi antar anggota organisasi disebabkan masih dalam kepengurusan yang baru, kurangnya kerja sama disebabkan kesibukan masing-masing, dan jiwa kepemimpinan masih perlu ditingkatkan. PKM ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada seluruh pengurus organisasi karang taruna bersinergi kelurahan manding priode 2022-2026 terkait pentingnya gaya kepemimpinan dan team work dalam menunjang kinerja organisasi dilaksanakan di Aula Kelurahan Manding. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap persiapan berupa wawancara dengan ketua karang taruna terkait permasalahan yang ada, mengurus administrasi dan sarana prasarana kegiatan. Tahap pelaksanaan yaitu pemberian pelatihan gaya kepemimpinan dan team work untuk meningkatkan kinerja organisasi karang taruna. Tahap evaluasi yaitu mengevaluasi proses kegiatan, kelancaran kegiatan, partisipasi anggota, dan kendala yang dihadapi. Hasilnya yaitu anggota organisasi hadir lengkap dan memberikan pertanyaan kepada pemateri. Peserta sangat antusias dan bersemangat karena menambah pengetahuan mereka terkait gaya kepemimpinan dan team work yang solid untuk mencapai kinerja organiasai. Peserta memahami apa yang menjadi kendala dari anggota organisasi dalam menjalankan perannya dan bagaimana bersikap terhadap seorang pemimpin dalam organisasi

    Analisis Kromosom Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens) Terhadap Lama Perendaman Hidroksiquinolin

    Get PDF
    Penghitungan jumlah kromosom dapat dilakukan dengan cara analisis kromosom dengan perlakuan pretretment. Merupakan suatu metode pembuatan preparate kromosom yang tepat dalam menghasilkan pemisahan kromosom yang jelas baik, sehinggah memudahkan dalam penghitungan kromosom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemberian hidroksiquinolin pada pembuatan preparate akar tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens). Penelitian ini meliputi dua kegiatan yaitu persiapan bahan serta pembuatan preparat kromosom akar cabai. Ada dua hal yang diamati pada preparat kromosom akar cabai, yaitu kemampuan pemisahan kromosom dan ketajaman pewarnaan kromosom dibandingkan dengan sitoplasma sekelilingnya. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adalah jumlah kromosom cabai rawit 2n=2x=24,  analisis kromosom akar maristematis pada tanaman cabai rawit dengan pemberian perlakuan lama perendaman hidroksiquinolin selama 4 jam setelah di fiksasi menggunakan larutan farmer dapat menghasilkan tampilan pemisahan kromosom terbaik dibawah mikroskop lebih jelas dan memudahkan dalam penghitungan jumlah kromosom

    ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA KAYUARA KECAMATAN MENYUKE

    Get PDF
    Petani swadaya di Desa Kayuara tidak memiliki catatan pengeluaran dan pendapatan dalam menjalankan usahatani kelapa sawit. Hal ini menyulitkan petani untuk menghitung pendapatannya. Di sisi lain, petani belum memiliki kemampuan dalam menghitung pendapatannya, sehingga petani belum dapat menentukan usahatani kelapa sawit ini memberikan keuntungan atau tidak. Penelitian bertujuan untuk 1) mengetahui biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usaha tani swadaya kelapa sawit di Desa Kayuara, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.; dan 2) mengetahui R/C ratio usaha tani swadaya kelapa sawit di Desa Kayuara, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling), yaitu sampel dipilih secara cermat dengan mengidentifikasi seseorang atau subjek penelitian dan memiliki karakteristik tertentu. Sampel diambil memiliki karakteristik khusus yaitu petani yang memiliki umur tanaman kelapa sawit 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total rata-rata biaya yang dikeluarkan 12 responden usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp. 41.340.167/tahun. Total rata-rata penerimaan yang diterima sebesar Rp. 113.430.000/tahun. Total rata-rata pendapatan diterima petani swadaya sebesar Rp. 72.089.833/tahun. Kemudian hasil dari R/C ratio adalah sebesar 2,77. Artinya usahatani swadaya kelapa sawit di Desa Kayuara Kecamatan Menyuke layak untuk diusahakan. Keywords : Biaya, Pendapatan, R/C ratio, Petani Swadaya, Kelapa Sawit Desa Kayuara. 

    659

    full texts

    1,979

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇