E-Journal Universitas Al Asyariah Mandar
Not a member yet
1979 research outputs found
Sort by
Analisis Kepuasan Calon Pengantin Terhadap Edukasi Kesehatan Reproduksi di Puskesmas Bua Kabupaten Luwu 2024
Di Indonesia permasalahan Kesehatan reproduksi dapat dipandang dari beberapa indikator diantaranya angka perceraian, AKI dan AKB. Upaya yang dilaksanakan yaitu peningkatan kespro melalui Pendidikan Kesehatan. kepuasan adalah adalah cerminan penilaian pasien terhadap hasil dibandingkan dengan harapan mereka sebelum berpartisipasi dalam program. Jika kepuasan klien terhadap konseling pranikah baik, kemungkinan tercapainya tujuan konseling pranikah semakin besar. Jenis Penelitian adalah penelitian mix method kuantitatif dan kualitatif dengan desain dominant less dominan design. Dimana penelitian kuantitatif menjadi penelitian yang dominan atau utama sedangkan penelitian kualitatif menjadi penelitian tambahan menggunakan desain cross sectional study dengan Total sampel 42 orang.Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan angket atau kusioner . Analisis data kuantitatif berupa analisis deskriptif dan analisis servqual. Penelitian kualitatif dilakukan dengan FGD dan indepth interview. Berdasarkan Pertanyaan kuesioner servqual sebanyak 22, beberapa Catin yang memberikan penilaian kurang puas dan tidak puas. Berdasarkan penilaian gap, didpatkan gap antara persepsi dan harapan. Pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi di Puskesmas Bua masih kurang efektif karena belum adanya kebijakan ditingkat kabupaten dan standar kompetensi dan pelatihan bagi sumber daya pelaksana, serta tidak adanya evaluasi untuk catin setelah pelaksanaan konseling pranika
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA KATATONIK
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan yang menyebabkan distorsi dalam berpikir, persepsi, emosi dan perilaku individu. Seperti kanker, skizofrenia dianggap sebagai sindrom atau proses penyakit dengan perubahan dan gejala yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mengetahui dukungan keluarga pada penderita psikosis (katalitik skizofrenia) dan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan pada penderita skizofrenia katatonik. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan lintas sektoral. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien skizofrenia yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Massenga, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan menggunakan teknik sampling target yaitu I was. Periode survei adalah dari 12 April-19 April 2023. Lembar observasi dan wawancara digunakan sebagai alat penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Pada pasien skizofrenia katatonik di wilayah kerja Puskesmas Masenga terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepat uhan minum obat (p=0,029 dan <0,05; ) dan (2). Dukungan keluarga dan skizofrenia katatonik di wilayah kerja Puskesmas Masenga (p=0,001 dan <0,05)
GAMBARAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP PREVALENSI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 06 - 24 BULAN DI DESA SALUALO KECAMATAN MAMBI
Stunting merupakan hambatan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Hal ini ditandai dengan tingginya badan anak yang berada di bawah standar metode penelitian, yang dalam hal ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini digunakan ketika data empiris yang diperoleh bersifat kualitatif, berupa kumpulan kata-kata, bukan angka, dan tidak dapat dirangkai dalam kategori atau struktur klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak masih mendapatkan ASI. Meskipun bentuk MP-ASI yang diberikan pada usia 7 bulan dan 12 bulan sesuai, pada usia 9 bulan masih diberikan makanan lumat. MP-ASI pada usia 6 bulan disajikan dalam bentuk encer.Teknik dan strategi dalam pemberian MP-ASI tercermin dari informan yang mengatur makan anak berdasarkan persepsi (1 informan), mengatur waktu makan anak (3 informan), dan tidak mengatur waktu makan (1 informan). Apabila anak tidak menghabiskan makanannya, informan melakukan berbagai tindakan, seperti mengharuskan anak menghabiskan makanan (2 informan), mengganti dengan jenis makanan lain (1 informan), atau membiarkan saja (2 informan).Sebagai saran, penelitian menyarankan untuk melakukan konseling MP-ASI secara berkala, yaitu setiap 2 minggu, dengan pembagian berdasarkan kelompok umur. Konseling tersebut mencakup bentuk, jumlah, variasi, dan frekuensi pemberian MP-ASI, sehingga ibu dapat memiliki pengetahuan yang memadai dalam memberikan MP-ASI sesuai dengan kebutuhan anak sesuai dengan usianya
ANALISIS CEMARAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA ES BATU KRISTAL DI KELURAHAN PEKKABATA
Menurut WHO, sebuah lembaga kesehatan global, air yang ideal adalah air yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk penggunaan rumah tangga, konsumsi sebagai air minum, dan tentu saja keperluan dalam pengolahan makanan. Bahan alami yang digunakan untuk membuat es kristal adalah air murni yang harus melalui proses pembekuan terlebih dahulu agar steril dan memenuhi standar kebersihan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya cemaran bakteri Escherichia Coli pada es batu Kristal yang di jual di Kelurahan Pekkabata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif yang bersifat eskperimen untuk mengamatai ada tidaknya bakteri Coliform pada es batu Kristal dengan menggunakan metode perhitungan MPN (Most Probable Number) . Hasil penelitian yang telah dilakukan secara mikrobiologi terhadap es Kristal yang diperjualbelikan di sekitar Kelurahan Pekkabata diperoleh hasil bahwa 3 dari 5 sampel positif mengandung bakteri Escherichia Coli dengan angka MPN yang bervariasi. Ini dikarenakan factor perbedaan dalam penyajian dan sanitasi serta kebersihan dalam penyimpanan es Kristal
OBSERVASI PEDULI LINGKUNGAN DAN SUMBER DAYA LAHAN MELALUI PENDEKATAN EKOLOGI FAKTORAL DI DISTRIK HUBIKIAK KABUPATEN JAYAWIJAYA
Tujuan untuk mengetahui observasi peduli lingkungan dan pemetaan sumber daya lahan di kabupaten Jayawijaya. Karena tidak diketahui sebaran dan luasan potensi lahan yang ada, perencanaan penggunaan lahan belum optimal dilakukan, dan potensi sumber daya lahan di Distrik Hubikiak cukup luas, namun belum terinventarisasi dan dikelola dengan maksimal. Aparat pemerintah kampung juga harus lebih memahami peta. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman Aparat Pemerintahan Kampung tentang pemetaan sumber daya lahan, kepedulian lingkungan, dan proses pembuatan peta. Survei pendahuluan, sosialisasi, penyuluhan, Forum Grup Diskusi (FGD), survey lapangan, observasi, dan evaluasi adalah semua metode yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat bagus, dan pemahaman mereka tentang lingkungan dapat meningkat. Menghasilkan Peta Potensi Sumber Daya Lahan di Kampung Musaima I distrik Hubikiak, yang memiliki potensi sumber daya lahan yang paling luas yang dapat dikelola dengan baik, adalah langkah akhir dari kegiatan pengabdian
Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan & Pemasaran Digital Dalam Upaya Mendukung Peningkatan Penjualan Kelompok Usaha UMKM pada plutsulsel
UMKM adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri, dimiliki oleh orang perorangan yang memenuhi kriteria tertentu dan menjadi penopang ekonomi bangsa. Tak terkecuali UMKM yang berada di plutsulsel merupakan aset ekonomi khususnya di provinsi Sulawesi selatan dan kota makassar namun keberadaannya dapat terancam dikarenakan tidak mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Beberapa permasalahan yang ditemukan seperti UMKM terkendala dalam menyusun laporan keuangan, kendala pemasaran berbasis teknologi hingga tidak tersedianya media jualan yang mandiri dimana skill dalam pengelolaan yang juga masih minim. Dalam program Pengabdian ini dilakukan pendekatan metode sosialisasi, pendampingan dan pengembangan sistem dimana pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan pemasaran digital ini bertujuan untuk memberikan dukungan teknologi, manajemen promosi, pemasaran digital. Kegiatan kemitraan yang dilakukan terkait Peningkatan Penjualan Kelompok Usaha UMKM Pusat Layanan Usaha Terpadu melalui : (a) Pendekatan pendampingan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam memudahkan manajemen usaha, pemasaran hingga peningkatan penjualan, (b) pendekatan Pendampingan Penerapan Sistem Informasi website yang dibangun menjadi marketplace lokal bersama mitra sebagai media dalam pemasaran digital (c) Pendekatan manajemen dan pelaporan keuangan digital sehingga memudahkan UMKM dalam mengelola manajemen pendapatan. Luaran kegiatan ini berupa peningkatan kompetensi dalam manajemen pemasaran, penjualan menggunakan tools kecerdasan buatan seperti chatgpt, aplikasi Marketplace lokal UMKM plutsulsel, dan manajemen keuangan menggunakan tools SIAPIK
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN TRAMBESI SEBAGAI SANITASI ALAMI DENGAN METODE PENGELAPAN TERHADAP KUALITAS TELUR ITIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan ekstrak daun trambesi (Samanea saman) dengan menggunakan metode pengelapan terhadap daya tetas, bobot tetas dan mortalitas itik lokal. Daya tetas telur itik dipengaruhi oleh kebersihan telur. Kebersihan kerabang telur harus diperhatikan karena telur merupakan bagian terluar telur yang berpotensi sebagai sumber bakteri patogen. Metode penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan masing-masing ulangan terdiri dari 30 butir telur itik lokal (Anas domesticus). Setiap perlakuan menggunakan 90 butir telur itik. Hasil analisis menunjukkan persentase daya tetas yang dihasilkan selama proses penelitian yaitu P0 (79,22%), P1 (87,00%), P2 (85,16%), P3 (76,81%), rata-rata bobot tetas yang dihasilkan yaitu P0 (43,56 gram), P1 (43,94 gram), P2 (43,64 gram), P3 (43,89 gram), persentase mortalitas yang dihasilkan yaitu P0 (20,77%), P1 (12,99%), P2 (14,83%) dan P3 (23,18%). Kesimpulan penelitian ini yaitu pemberian ekstrak daun trambesi (Samanea saman) berpengaruh nyata terhadap daya tetas dan mortalitas telur itik, sedangkan pemberian ekstrak daun trambesi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot tetas telur itik lokal (Anas domesticus)
PENGARUH KONSENTRASI EM4 DAN WAKTU FERMENTASI SABUT KELAPA (Cocos nucifera L.)TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN LOBAK ( Raphanus sativus L.)
Lobak (Raphanus sativus L) adalah sayuran ini berbentuk umbi yang berwarna putih. Selain sebagai bahan sayuran lobak juga dapat digunakan sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaru konsentrasi EM4 dan waktu fermentasi sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Lobak.Penelitian ini dilakukan di Desa Taora, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung dari Oktober hingga November 2020. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sampel terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi EM4 dan waktu fermentasi sabut kelapa Faktor 1. Konsentrasi EM4 (K ) 50,100,150/liter air. Faktor 2. waktu fermentasi sabut kelapa (L) 14,21,28 hari Fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan pada parameter panjang daun K1L2 (61,00cm) memberikan pengaruh dengan rataan tertinggi,pada parameter luas daun dengan rataan tertinggi terdapat pada perlakuan K1L2 (21,25cm), pada parameter jumlah daun dengan rataan tertinggi terdapat pada K1L2 (36,25). Pada parameter panjang umbi dengan rataan tertinggi terdapat pada K3L1 (48,63gr),pada parameter bobot umbi perlakuan dengan rataan tertinggi terdapat pada K3L1 (509,75 gr). Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa pada paramter panjang daun, lebar daun dan jumlah daun perlakuan terbaik adalah K1L2 dan pada parameter Panjang Umbi dan Bobot Umbi perlakuan terbaik adalah K3L1
ANALISIS PENDAPATAN USAHA MADU TRIGONA SP DI DESA MIRRING KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR
SYAHRAN RAMADHAN (2020205029). Analisis Pendapatan Usaha Madu Trigona Sp di Desa Mirring Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Di bimbing oleh Bapak Haeruddin dan Ibu Hj. Siadina. Lebah Trigona Sp merupakan salah satu serangga sosial yang hidup berkelompok membentuk koloni. Satu koloni lebah antara 300-80.000 ekor lebah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis pendapatan Usaha Madu Trigona Sp di Desa Mirring Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar dan untuk mengetahui Bagaimana Distribusi Pemasaran dalam Usaha Lebah Madu Trigona Sp di Desa Mirring Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei sampai Juni 2024 di Desa Mirring Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif dan Kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis besarnya total biaya dan penerimaan usaha dalam menerapkan Usaha Madu Trigona Sp dan Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui bagaimana Distribusi Pemasaran Lebah Madu Trigona Sp.Berdasarkan Hasil Penelitian pendapatan Usaha Madu Trigona Sp di Desa Mirring Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar, total penerimaan sebesar Rp2.200.000, dan total biaya sebesar Rp1.126.000, sehingga pendapatan Usaha Madu Trigona Sp sebesar Rp1.074.000 per produksi.R/C Ratio usaha madu trigona sp sebesar 1,953. Distribusi Pemasaran berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada pemilik Usaha Madu Trigona Sp dapat diketahui bahwa pemasaran yang dilakukan yaitu dari produsen langsung ke konsumen
KESESUAIAN IKLIM DAN TANAH BERBAGAI KLON KAKAO (Theobrom cacao L) DI DESA RAPPANG KECAMATAN TAPANGO
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas sub-sektor perkebunan penting di banyak negara dan memainkan peran penting dalam pasar pangan internasional (Aziziah & Setiawina, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengindentifikasi kesesuaian iklim dan tanah berbagai klon kakao (Theobroma cacao L.). Kegunaan dari penelitian ini sebagai bahan informasi dan acuan untuk mahasiswa pertanian dalam mengenali penyakit bususk busah pada tanaman kakao. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh Dari observasi langsung di lapangan dengan wawancara untuk mendapatkan informasi yang efektif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa produksi klon kakao Sulawesi 1 dipengaruhi oleh keadaan iklim dikarenakan peningkatan serangan penyakit busuk buah terjadi apabila memasuki musim kemarau. Klon kakao Sulawesi 2 mengalami penurunan produksi pada saat memasuki musim kemarau akibat dari serangan hama PBK. Untuk klon MCC01 sendiri mengalami penurunan produksi apabila kondisi tanah masam. Kata Kunci : Tanaman kakao, Iklim, Tanah, Klo