e-Journal Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan / National Institute of Health Research and Development
Not a member yet
4975 research outputs found
Sort by
Pelatihan Soft Skill Caring Meningkatkan Kualitas Pelayanan Keperawatan dan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Kota Bandung
Kualitas perawat ditentukan oleh kompetensi hard dan soft skill. Caring sebagai bagian dari soft skill adalah esensi mendasar pada profesi perawat. Penilaian pasien mengenai soft skill caring perawat adalah indikator dari kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengembangkan model pelatihan soft skill caring dan mengidentifikasi model tersebut terhadap kualitas keperawatan dan kepuasan pasien. Desain pra-eksperimen dengan pretest-posttest tanpa kontrol dengan melibatkan 53 perawat dan 53 pasien pada dua rumah sakit swasta di Kota Bandung. Instrumen penelitian diadaptasi dari Caring Nurse Patient Interactions Scale (CNPI) dan kepuasan pasien diadaptasi dari patient satisfaction with nursing care. Intervensi terdiri dari (1) pemberian materi selama 3 hari, (2) post pelatihan 2, 4 dan 6 minggu. Analisis data dilakukan untuk melihat perubahan penilaian soft skill caring perawat serta kepuasan pasien sebelum dan sesudah intervensi-pelatihan menggunakan uji paired t-test. Analisis General Linier Model Repeated Measure (GLM-RM) dipergunakan untuk analisis follow-up 4 dan 6 minggu. Hasil penelitian menunjukkan model pelatihan soft skill caring terbukti efektif meningkatkan penilaian perawat dan kepuasan pasien, serta dapat dimanfaatkan bagi perawat di rumah sakit
Observasi Klinik Guna Mengetahui Keamanan Jamu yang Digunakan untuk Diabetes mellitus
Diabetes Mellitus (DM) is characterized by levels of glucose that exceeds the normal value ofinsulin deficiency whether it is absolute or relative. The community utilizes medicinal plants asan alternative to DM treatment, as it is considered relatively safe and minimal side effects. Theobjective of this study was to evaluate the safety and tolerability of of herbs DM in healthy people.The formula consisted of Syzygium polyanthum dried leaves, Andrographis paniculata dried leaves,Cinnamomum burmani, and Curcuma xanthoriza rhizomes. Phase I clinical trial involved 45 healthysubjects divided into 3 (three) groups with pre experimental methods and post-test. The evaluationwas based on parameters of liver function, kidney function, routine blood, and subject complaints.The results showed that there was no significant difference (p > 0.05) on routine kidney, liver, andbloodfunction tests, between before and after administration of herbal medicine DM in group I, II,and III. The subject complained about the biiter taste of herbal medicine but it was still acceptable.Herbal ingredients DM showed no signs of toxicity that it is safe to use. AbstrakDiabetes mellitus (DM) ditandai dengan adanya kadar glukosa yang melebihi nilai normal akibatkekurangan insulin baik yang bersifat absolut ataupun relatif. Masyarakat memanfaatkan tanamanobat sebagai alternatif pengobatan DM, karena dianggap relatif aman dan efek samping yangminimal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi keamanan dan tolerabilitas ramuan jamu DMpada orang sehat. Ramuan jamu DM terdiri dari simplisia daun salam (Syzygium polyanthum),sambiloto (Andrographis paniculata), kayu manis (Cinnamomum burmani), dan temulawak(Curcuma xanthoriza). Penelitian uji klinik fase I ini melibatkan 45 subjek sehat yang dibagi menjadi3 (tiga) kelompok dengan metode quasi eksperimental pre dan post-test. Evaluasi didasarkan atasparameter fungsi hati, ginjal, darah rutin, dan keluhan subjek. Hasil menunjukkan bahwa secaraumum tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05) pada pemeriksaan fungsi ginjal, hati,dan darah rutin antara sebelum dan sesudah pemberian ramuan jamu DM pada kelompok I, II, danIII. Subjek mengeluhkan rasa pahit dari jamu namun masih dapat diterima. Ramuan jamu DM tidakmenunjukkan tanda-tanda toksisitas sehingga aman digunakan
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN IBU DALAM KELAS IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN DI KOTA BOGOR
AbstractBackground: Maternal death occurs due to complications. Knowledge of pregnancy and the danger signs of pregnancy need to be possessed by every pregnant woman to prevent and avoid maternal death. Maternal and Child Health books contain information about knowledge and danger signs of pregnancy. In an effort to improve the knowledge of pregnant women and families, the Ministry of Health has developed pregnancy class program. Pregnancy class is a way to learn about health for pregnant women.Objective: Thes study aims to obtain information on the relationship of participation in pregnancy class with improved knowledge and attitude of mother towards danger signs of pregnancy.Method: Cross sectional design with a sample of 96 people taken from proportional random sampling. Data collection was conducted by interview using questionnaire. Dependent variables are knowledge and attitude toward danger signs of pregnancy, whereas independent variables are participation in pregnancy class and characteristic (age, education, gravida, insurance ownership, source of information and family support). Data analysis used Chi Square test.Results: There was a significant association between mother’s participation in pregnancy class with knowledge and attitudes of pregnant women toward danger signs of pregnancy (p <0.05).Conclusion: Pregnant women who attended pregnancy class will have better knowledge and positive attitude in recognizing the danger signs of pregnancy.Keywords: Pregnant women class, Knowledge, Attitude, Danger signs AbstrakLatar belakang: Kematian ibu terjadi karena adanya komplikasi. Pengetahuan tentang kehamilan dan tanda bahaya kehamilan perlu dimiliki oleh setiap ibu hamil untuk mencegah dan menghindari terjadinya kematian ibu. Buku kesehatan ibu dan anak (KIA) mengandung muatan informasi tentang pengetahuan dan tanda-tanda bahaya kehamilan. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga Kementerian Kesehatan mengembangkan program kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil adalah sarana untuk belajar tentang kesehatan bagi ibu hamil.Tujuan: Diperoleh informasi hubungan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan dan sikap ibu terhadap tanda bahaya kehamilan.Metode: Desain potong lintang, sampel 96 orang yang diambil secara proportional random sampling. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Variabel terikat adalah pengetahuan dan sikap terhadap tanda bahaya kehamilan, variabel bebas adalah keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dan karakteristik (umur, pendidikan, gravida, kepemilikan asuransi, sumber informasi dan dukungan keluarga). Analisis data dengan uji Chi Square.Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara keikutsertaan ibu dalam kelas ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan (p<0,05).Kesimpulan: Ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil akan memiliki pengetahuan yang lebih baik dan sikap yang positif dalam mengenali tanda bahaya kehamilan.Kata kunci: Kelas ibu hamil, Pengetahuan, Sikap, Tanda bahaya AbstractBackground: Maternal death occurs due to complications. Knowledge of pregnancy and the danger signs of pregnancy need to be possessed by every pregnant woman to prevent and avoid maternal death. Maternal and Child Health books contain information about knowledge and danger signs of pregnancy. In an effort to improve the knowledge of pregnant women and families, the Ministry of Health has developed pregnancy class program. Pregnancy class is a way to learn about health for pregnant women.Objective: Thes study aims to obtain information on the relationship of participation in pregnancy class with improved knowledge and attitude of mother towards danger signs of pregnancy.Method: Cross sectional design with a sample of 96 people taken from proportional random sampling. Data collection was conducted by interview using questionnaire. Dependent variables are knowledge and attitude toward danger signs of pregnancy, whereas independent variables are participation in pregnancy class and characteristic (age, education, gravida, insurance ownership, source of information and family support). Data analysis used Chi Square test.Results: There was a significant association between mother’s participation in pregnancy class with knowledge and attitudes of pregnant women toward danger signs of pregnancy (p <0.05).Conclusion: Pregnant women who attended pregnancy class will have better knowledge and positive attitude in recognizing the danger signs of pregnancy.Keywords: Pregnant women class, Knowledge, Attitude, Danger signsAbstrakLatar belakang: Kematian ibu terjadi karena adanya komplikasi. Pengetahuan tentang kehamilan dan tanda bahaya kehamilan perlu dimiliki oleh setiap ibu hamil untuk mencegah dan menghindari terjadinya kematian ibu. Buku kesehatan ibu dan anak (KIA) mengandung muatan informasi tentang pengetahuan dan tanda-tanda bahaya kehamilan. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga Kementerian Kesehatan mengembangkan program kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil adalah sarana untuk belajar tentang kesehatan bagi ibu hamil.Tujuan: Diperoleh informasi hubungan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan dan sikap ibu terhadap tanda bahaya kehamilan.Metode: Desain potong lintang, sampel 96 orang yang diambil secara proportional random sampling. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Variabel terikat adalah pengetahuan dan sikap terhadap tanda bahaya kehamilan, variabel bebas adalah keikutsertaan dalam kelas ibu hamil dan karakteristik (umur, pendidikan, gravida, kepemilikan asuransi, sumber informasi dan dukungan keluarga). Analisis data dengan uji Chi Square.Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara keikutsertaan ibu dalam kelas ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap tanda bahaya kehamilan (p<0,05).Kesimpulan: Ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil akan memiliki pengetahuan yang lebih baik dan sikap yang positif dalam mengenali tanda bahaya kehamilan.Kata kunci: Kelas ibu hamil, Pengetahuan, Sikap, Tanda bahay
Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma terhadap Kandungan Flavonoid dan Tanin Total Teh Putih (Camellia sinensis L.) dan Benalu Teh (Scurulla atropurpurea BL. Dans)
Camellia sinensis L. leaves, commonly known as white tea, are cultivated from unfurled bud leaves and protected from the sun while were handpicked. Scurulla atropurpurea [BL] Dans is well-known as loranthus of tea. The active compounds of both samples are flavonoid (flavanol, flavonol) and tannin. High humidity conditions can damage the simplicia of medicinal plants in the long-term storage process.The irradiation process with gamma rays can extent the shelf life of simplicia.Gamma irradiation is one of the most effective methods to extend the shelf life of simplicia. Both simplicia were irradiated in room temperature at 60Co source at doses of 0; 2.5; 5; 7.5; 10 and 12.5 kGy. Irradiation simplicia was immediately extracted with microwave assisted extraction (MAE) using 60% ethanol solvent to produce white tea and loranthus of tea extract. Flavonoid and total tannin content were determined using aluminium chloride and folin-ciocalteau methods. Flavonoids and total tannin in the tea samples were 2.56; 2.50; 3.73; 3.14; 2.68; 2.34 mgQE/g and 109.67; 132.87; 149.40; 107.29; 141.82;134.95 mgGAE/g, respectively. Meanwhile in the loranthus of tea were 7.10; 5.68; 5.79; 8.84; 5.01; 5.44 mgQE/g and 60.34; 58.61; 58.59; 71.37; 54.16; 65.99 mgGAE/g, consecutively. Results of the research showed that radiation dose of 5 kGy was found to be effective dose for white tea whilest 7.5 kGy for loranthus of tea to reach highest flavonoid and total tannin content
KINERJA TEMULAWAK (C. xanthorrhiza Roxb.) DALAM TABUT BLOK DAN KONSENTRAT TERHADAP PRODUKSI SUSU DAN LEMAK SUSU RUMINANSIA LAKTASI The effect of Curcuma rhizome in Tabut Blok and concentrate on milk and fatmilk production by ruminant lactation
ABSTRACTThis research was aimed to evaluate the effect of different levels of Tabut Blok on milk production of lactatingFH cross. The Blok Tabut contained of 40% fermented cassava, 15% temulawak fluid, 15% ground corn, 15%rice hulls, 3% limestone, 3% NaCl, 1% TSP, 3.5% cement, 1.5% Premix, and 3% urea, and is sized in 300 g/block.The Tabut Blok with Temulawak, containing curcuminoid and essential oil, which were maintaining lactationand milk let down, was also maintaining the rumen microbes balance; then synergically worked together withreadiable carbohydrate from tape and others like mineral and urea would increase the biosynthesis of nutrientsinto milk production. It may be concluded that the increasing supplementation of Tabut Blok would increase milkproduction of FH cows.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi Tabut Blok pada produksi sususapi Friesen Holland (FH). Tabut blok terdiri atas tape singkong 40%, larutan temulawak (C. xanthorrhiza,Roxb) 15%, jagung giling 15%, dedak 15%, kapur 3%, garam 3%, TSP 1%, semen 3,5%, Premix 1,5%, dan urea3%, dibuat dalam bentuk blok dengan ukuran 300 g/blok. Temulawak mengandung kurkuminoid dan minyakatsiri yang berfungsi menjaga laktasi dan keluarnya susu, bekerja secara sinergis dengan bahan lainnya dalammemproduksi susu pada ternak ruminansia laktasi.Kata kunci: pasta tape, temulawak, tabut blok, produksi susu, sapi FH
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSITUNGAU (MITE) PADA TIKUS KOMENSAL DI PELABUHAN TENAU KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Penyakit yang ditularkan oleh tikus komensal dan ektoparasitnya saat ini telah menjadi masalahinternasional. Tikus komensal dan ektoparasitnya memainkan peranan penting dalam menyebarkan penyakitArbovirusis, infeksi bakteri streptococcus, choriomeningitis,pes, tularemia, spirochaetosis dan lain-lain. Penelitianini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung prevalensi tungau pada tikus komensal di Pelabuhan TenauKupang. Metode penelitian adalah survei dengan melakukan penangkapan tikus di daerah perimeter dan bufferPelabuhan Tenau Kupang, pengumpulan dan identifikasi tungau tikus. Hasil penelitian menunjukkan tingkatkeberhasilan penangkapan tikus menggunakan perangkap sebesar17,5%, jumlah tungau yang berhasil dikoleksi 651ekor, jenis tungau yang ditemukan adalah Laelaps nuttali dan Laelaps echidninus dengan prevalensi tungau secarakeseluruhan 32,28% dari tikus yang tertangkap, dan secara spesifik prevalensi tikus terinfestasi oleh Laelaps nuttali18,09%, Laelaps echidninus 6,67%. Disimpulkan bahwa terdapat potensi penularan penyakit bersumber tikus danekotoparasitnya terjadi di daerah perimeter dan buffer dari Pelabuhan Tenau Kupang
Potensi Daya Tolak Ekstrak Daun Marigold (Tagetes erecta L.) terhadap Nyamuk Aedes aegypti
Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Marigold (T. erecta L.) jenis tanaman yang populer di masyarakat dan banyak digunakan sebagai obat tradisional serta sebagai tanaman pengusir nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk menilai daya proteksi ekstrak etanol daun marigold sebagai repelen terhadap nyamuk Ae. aegypti. Tanaman marigold (T. erecta L.) diperoleh dari kebun petani di Desa Kerinjing Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan. Proses ekstraksi dilakukan di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium Genetika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya pada bulan Juni 2016 dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji daya proteksi nyamuk dilakukan di Laboratorium Entomologi Loka Litbang P2B2 Baturaja pada bulan Agustus-Oktober 2016. Repelen dibuat dengan campuran cleansing milk sebagai pengencer dengan konsentrasi 25%, 30%, 35%, 40%, dan 45%. Metode pengujian repelen mengacu pada WHOPES 2009 dengan modifikasi. Hasil uji fitokimia menggunakan metode uji warna terhadap ekstrak daun marigold berhasil mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil pengujian daya proteksi menunjukkan bahwa losion ekstrak daun marigold tidak efektif sebagai repelen terhadap nyamuk Ae. aegypti dengan daya proteksi diatas 90% hanya bertahan selama dua jam setelah pengolesan, yaitu pada konsentrasi 30%. Kata kunci: ekstrak daun, marigold, repelen, demam berdarah dengue, Aedes aegypti ABSTRACT Aedes aegypti is vector of Dengue Hemorrhagic fever (DHF) which still considered as important health problem in Indonesia. The marigold (T. erecta L.) is a well-known plant in the community and widely used as traditional medicines and repellent mosquitoes plant. This study aims to assess the repellency effect of ethanol extract of marigold leaves againts Ae. aegypti. The marigold were obtained from the farmers’ garden in Kerinjing Village, Pagaralam, Sumatera Selatan Province. The extraction process was carried out in Pharmaceutical Laboratory and Genetics Laboratory Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University in June 2016. Maceration process used solvent ethanol 70%. The repellency test was done in Entomology Laboratory of Loka Litbang P2B2 Baturaja in August to October 2016. The repellent was made with mixture of cleansing milk as diluent with concentration of 25%, 30%, 35%, 40%, and 45%. The method of repellent test was referred to WHOPES 2009 with modification. The phytochemical test showed that marigold leaf extract had compound of alkaloid, flavonoid, saponin, and tannin. The repellency test showed that the lotion of marigold leaf extract was ineffective as repellent againts Ae. aegypti with complete protection above 90% after two hours aplication at concentration 30%. Keywords: leaf extract, marigold, repellent, dengue hemorrhagic fever, Aedes aegypt