e-Journal Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan / National Institute of Health Research and Development
Not a member yet
4975 research outputs found
Sort by
MIKROPROPAGASI JAHE (Zingiber officinale Rosc.) SEBAGAI BAHAN FITOFARMAKA POTENSIAL Micropropagation of Ginger (Zingiber officinale Rosc.) as potential material for phytopharmaca
ABSTRACTGinger is one of the potential phytopharmaca which contains: essential oil i.e. oleorecin, and zingiberen; vitaminA, B1, and C; lipid; protein, and organic acid. Ginger may eliminate toothache, malaria, rheumatic, and digestivedysfunction. A zingibain used as proteolysis enzyme, while curcuminoid used as anti-inflammatory. The availabilityof healthy seedlings could be produced through an in vitro propagation. Shoot proliferation were stimulated inculture medium with succrose of 6% and agar powder of 0.8% (6 shoots/explant). Plantlet regeneration wasoccured in MS medium with BAP of 3.51 ppm and NAA of 5 ppm. Micro-rhizome formation was stimulated inmedium with MS macro nutrient of 83.5%. Micro-rhizome was formed in 12.5 days after culture. Results of theexperiment showed that in vitro propagation technique had a prospective benefit in order to solve the problem ofplant cultivation, especially to enhance the high multiplication of diseases-free plantlets of ginger in Bengkulu inorder to improve plant quality and production.Key words: ginger, phytopharmaca, anti-inflammatory ABSTRAKJahe merupakan salah satu fitofarmaka potensial yang mengandung minyak atsiri seperti oleoresin danzingiberen; vitamin A,B1 dan C; lemak; protein dan asam organik. Jahe dapat menghilangkan sakit gigi, malaria,rematik dan disfungsi pencernaan. Zingibain digunakan sebagai enzim proteolisis sementara kurkuminoiddigunakan sebagai anti inflamasi. Ketersediaan bibit yang baik dapat diproduksi melalui propagasi in vitro.Proliferase tunas dirangsang dalam media kultur dengan sukrosa 6% dan bubuk agar 0,8% (6 tunas/ eksplan).Regenerasi plantlet terjadi di media MS dengan BAP 3,51 ppm dan NAA 5 ppm. Pembentukan rimpang mikrodirangsang dalam media MS yang mengandung makro nutrient 83,5%. Rimpang mikro terbentuk setelah12,5 hari mengkultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik propagasi invitro mempunyai prospekmenguntungkan untuk mengatasi masalah budidaya tanaman, terutama meningkatkan planlet Jahe diBengkulu untuk mengembangkan kualitas produksi
Bionomik Mansonia uniformis dan Mansonia dives sebagai Vektor Filariasis pada Beberapa Wilayah di Kalimantan
Nyamuk Mansonia tersebar di seluruh dunia dan beberapa spesies berperan sebagai vektor penyakit. Mansonia uniformis diketahui berperan sebagai vektor Rift Valley Fever (RVF) dan filariasis, sedangkan Ma. dives berperan sebagai vektor filariasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas menghisap darah, perilaku istirahat, dan kepadatan fluktuasi setiap jam Ma. uniformis dan Ma. dives. Penangkapan nyamuk dilakukan di dalam dan luar rumah dengan metode human landing collection dan resting collection dari pukul 18.00 sampai 06.00. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas menghisap darah Ma. uniformis dan Ma. dives di semua daerah penelitian bersifat eksofagik, sedangkan perilaku istirahat Ma. uniformis di Desa Dadahup, Pulau Ku’u dan Bangkal Ulu bersifat indoor resting, sedangkan di Kelurahan Mandomai bersifat outdoor resting. Perilaku istirahat Ma. dives di daerah penelitian lebih banyak yang bersifat indoor resting yaitu Kelurahan Mandomai dan Desa Bangkal Ulu, sedangkan Desa Dadahup bersifat outdoor resting. Fluktuasi puncak aktivitas menghisap darah dan istirahat pada Ma. uniformis di dalam dan luar rumah umumnya pada pukul 19.00-22.00, sedangkan pada Ma. dives pada pukul 23.00-01.00. Perilaku nyamuk pada suatu daerah berbeda, sehingga metode pengendalian juga berbeda. Kata kunci: bionomik, Mansonia uniformis, Mansonia dives, filariasis, Kalimantan ABSTRACT Mansonia mosquitoes spread across the globe and several species as a vector. Ma. uniformis were known a vectors of Rift Valley Fever (RVF) and filariasis, while Ma. dives is vector of filariasis. This research aims to behavior of Ma. uniformis and Ma. dives in the form habits of blood sucking activity, resting behavior, and fluctuations density in several areas of Borneo. Natural population of Ma. uniformis and Ma. dives were collected by human landing collection and resting collection from 18:00 to 06:00 outdoor and indoor. The results showed bite activities. Ma. uniformis and Ma. dives in all areas of research are exophagic, while the rest conduct Ma. uniformis in the village Dadahup, Pulau Ku’u and Bangkal Ulu is indoor resting, while in Mandomai is outdoor resting. Behavior breaks Ma. dives in the area a lot more research that is indoor resting namely Mandomai and Bangkal Ulu Village, while the Dadahup village is exophilic. Highest fluctuations activity suck blood and rest on Ma. Uniformis in and out the house generally at 19.00-22.00, while at Ma. dives at 23.00-01.00. The behavior of mosquitoes is a difference, so the controlling method is also different. Keywords: bionomic, Mansonia uniformis, Mansonia dives, filariasis, Kalimanta
Resistensi Aedes aegypti terhadap Insektisida Kelompok Organopospat dan Sintetik Piretroid di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Jambi
Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan di Provinsi Sumatera Utara dan Jambi. Pengendalian vektor menggunakan insektisida merupakan upaya andalan untuk menekan angka insiden DBD. Penggunaan insektisida yang kurang terkontrol dapat berakibat terjadi resistensi pada Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan mengetahui status resistensi Aedes aegypti terhadap insektisida yang digunakan meliputi: malathion, deltametrin, cypermethrin, lambda cyhalothrin dan alpha cypermethrin. Desain penelitian adalah cross sectional, penelitian tahun 2015. Lokasi penelitian meliputi wilayah Sumatera Utara (Tebing Tinggi, Deli Serdang, dan Pematang Siantar) dan Jambi (Muaro Jambi, Jambi, dan Batang Hari). Uji resistensi menggunakan kit standar WHO diterapkan pada Ae. aegypti betina dewasa generasi F1. Wawancara dengan pengelola program di Dinas Kesehatan Kabupaten dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang penggunaan insektisida pada program pengendalian Ae. aegypti di kedua provinsi. Hasil pengujian Aedes aegypti sudah resisten terhadap malathion, cypermethrin, dan lambda cyhalothrin di semua lokasi penelitian. Di Deli Serdang Ae.aegypti masih toleran terhadap deltamethrin dan Ae.aegypti masih toleran terhadap alpha cypermethrin di semua lokasi penelitian. Insektisida yang sering digunakan di kedua provinsi adalah malathion dan cypermethrin. Kesimpulan penelitian yaitu alpha cypermethrin masih efektif untuk mengendalikan Ae.aegypti dan bisa dijadikan insektisida alternatif untuk program pengendalian demam berdarah Provinsi Sumatera Utara dan Jambi. Kata kunci: resistensi, Aedes aegypti, organofosfat, sintetik piretroid ABSTRACT Vector control using insecticide is a major effort to control Dengue Haemorrhagic Fever. The excessive use of insecticides leads to insecticide resistance in Aedes aegypti. This study aimed to determine the resistance status of Aedes aegypti in North Sumatra and Jambi Province to malathion, deltametrin, cypermethrin, lambda cyhalothrin and alpha cypermethrin. A cross sectional study was conducted during 2015, the research location covers North Sumatera area (Tebing Tinggi, Deli Serdang, and Pematang Siantar) and Jambi (Muaro Jambi, Jambi, and Batang Hari). Susceptibility test using WHO kits was applied on F1 generation and interview with Local Public Health Officer was carried out to obtain information about the usage of insecticide in both provinces. Resistance to malathion, cypermethrin, and lambda cyhaltorhin was observed in Ae. aegypti populations from all study area. Tolerant status to deltamethrin only found in Aedes aegypti from Deli Serdang, whilst the other strains were resistant. Ae. aegypti population from all study area were tolerant to alpha cypermethrin. Malathion and cypermethrin were the only insecticide ever used in both provinces. We conclude that alpha cypermethrin was effective to combat Ae. aegypti and can be used as an alternative insecticide for dengue control program in Northern Sumatera and Jambi Province. Keywords: resistance, Aedes aegypti, organophosphat, synthetic pyrethroid
Pemilihan Metode Sosialisasi sebagai Upaya Peningkatan Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Mandiri
Universal Health Coverage (UHC) is targeted to achieved in 2019. However, until March 2016 thenumber of participants was 163,327,183, or 63% from total population of Indonesia. The low participation because of the uneven distribution of information received by the community especially the potential participants of individual BPJS. The main problem faced by the potential BPJS participants is the lack of information in respect of the registration procedure, payment of contributions and utilization of servicesin health facilities. This research was aimed at analyzing the information sources accessed by the potential BPJS participants and information channel utilized by BPJS provider. This research used aqualitative descriptive approach by analyzing facebook and twitter member discussion in October 2016.The results indicated that most of the community member has not received comprehensive information about BPJS Kesehatan. This phenomenon was identified from the presence of difficulties in obtaining membership card (34.1%), contribution payment (75%) and less frequent of dissemination on television (15%). The recommendation proposed from the results of this study is the need to formulate information dissemination methods suited to the segments or targets of potential individual BPJS participants.The formulation of the dissemination methods should involve the cooperation between the related stakeholders as such Ministry of Transportation and Directorate General of Taxes of Ministry of Finance (in the management of Vehicle Tax for middle and upper segment of society) and Ministry of Internal Affairs (Community Empowerment division) for low to middle class with the utilization of Posyandu cadres.AbstrakUniversal Health Coverage (UHC) ditargetkan tercapai pada tahun 2019. Namun, sampai dengan Maret 2016 jumlah peserta adalah 163.327.183 jiwa atau 63% dari total penduduk Indonesia. Masih rendahnya cakupan kepesertaan tersebut diakibatkan belum meratanya informasi yang diterima oleh masyarakat khususnya calon peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Mandiri. Masalah utama yang dihadapi calon peserta BPJS Kesehatan adalah kurangnya informasi tentang prosedur pendaftaran, pembayaran iuran maupun pemanfaatan pelayanan di fasilitas kesehatan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis sumber informasi yang biasa diakses oleh calon peserta dan media sosialisasi yang digunakan oleh BPJS Kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis diskusi pada facebook dan twitter dengan kata kunci BPJS selama rentang waktu Oktober2016. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat belum menerima informasi yang disampaikan secara utuh (komprehensif), hal ini terlihat dari masih adanya kendala dalam memperoleh kartu keanggotaan (34,1%), pembayaran iuran (75%) dan rendahnya sosialisasi melalui media TV (15%). Rekomendasiyang dirumuskan dari hasil kajian ini adalah penyusunan metode sosialisasi yang disesuaikan dengan segmen atau sasaran calon peserta BPJS Mandiri. Penyusunan bahan sosialisasi memerlukan kerjasama lintas sektor yang terkait, yaitu Kementerian Perhubungan dan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (dalam pengurusan pajak kendaraan untuk segmen masyarakat menengah ke atas) dan Kementerian Dalam Negeri (Bidang Pemberdayaan Masyarakat) untuk segmen menengah ke bawah yaitu dengan pemanfaatan kader Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
Studi Klinis Ramuan Jamu Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Derajat I
Hypertension is a risk factor for cardiovascular disease. Hypertension is one of the main causes of high mortality and morbidity in Indonesia. Utilization of medicinal herbs is an alternative for the treatment of hypertension. The study aimed to determine the efficacy of the herbs combination compared to HCT and evaluated the safety for hypertention stage I. This research method using an open-label randomized clinical trials with intervention for 56 days. Measurement of day-56 (D-56) showed that herbs decreased sistolic blood pressure to 130.15 + 17.59 mmHg and diastolic at 83.82+9.53 mmHg. There was a significant decrease p = 0.000 (p <0.05) in both systolic and diastolic at the end of intervention. In comparison between combination herbs and HCT, there was not significant difference (p> 0.05), with p mean systolic blood pressure (p = 0.370) and mean diastolic blood pressure (p = 0.412). Liver function parameters (SGOT, SGPT) and renal function (urea, creatinine) is still in normal range at the end of intervention. This study showed that herbs combination was an equally effective compared to HCT and safe for hypertension stag
Keanekaragaman Jenis dan Perilaku Nyamuk pada Daerah Endemis Filariasis di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan
Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu daerah endemis filariasis tipe Brugia malayi dengan 2 spesies nyamuk sebagai vektor yaitu Culex quinquefasciatus dan Mansonia uniformis. Perlu dilakukan penelitian di daerah endemis filariasis di Kabupaten Barito Kuala untuk mengetahui lebih lanjut keanekaragaman jenis nyamuk dan aktivitas nyamuk menghisap darah. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain potong lintang, dilakukan di dua desa endemis filariasis. Nyamuk dikumpulkan dengan metode Hand Catches dan Human Landing Collection. Jenis nyamuk yang ditemukan di Desa Antar Raya terdiri atas 12 spesies dari 3 genus. Spesies yang paling mendominasi adalah Cx. tritaeniorhynchus sedangkan di Desa Karya Jadi ditemukan sebanyak 10 spesies nyamuk dari 4 genus dengan spesies yang paling mendominasi yaitu Ma. uniformis. Ditemukannya Ma. Uniformis dan Cx. quinquefasciatus di wilayah penelitian mengindikasi daerah tersebut berisiko terjadi penularan filariasis. Aktivitas nyamuk Ma. uniformis menghisap darah pada sore dan pagi hari, sedangkan Cx. quinquefasciatus bervariasi dan bersifat endofilik dan eksofilik. Kata kunci: keanekaragaman, nyamuk, filariasis ABSTRACT Barito Kuala District is one of filariasis endemic area with two mosquito species known as Brugia malayi vector: Culex quinquefasciatus and Mansonia uniformis. Hence, it was necessary to conduct a study in endemic areas of filariasis in Barito Kuala to explore further about diversity of mosquito species and their biting activity. This was an observational study with cross-sectional design performed in two filariasis endemic villages. Mosquitoes were collected by Hand Catches and Human Landing Collection method. There were 12 mosquitoes species of 3 genus found in Antar Raya Village with Cx. tritaeniorhynchus as the most dominant species, while 10 mosquitoes species of 4 genus found in Karya Jadi Village with Ma. uniformis as dominant species. Mansonia uniformis and Cx. quinquefasciatus which found in this study indicated as risk factor for filariasis transmission. Biting activity of Ma. uniformis increased in the afternoon and the morning, while Cx. quinquefasciatus was vary, both endophilic and exophilic. Keywords: diversity, mosquitoes, filariasis
EFIKASI IODIUM DOSIS RENDAH DITAMBAH BETA KAROTEN PADA IBU HAMIL TERHADAP TSH NEONATAL DI DAERAH ENDEMIK GAKI
Ibu hamil yang menderita Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) mempunyai risiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan hipotiroid kongenital. Saat ini program penanggulangan GAKI menggunakan iodisasi garam dan kapsul iodium dosis tinggi (iodiol) tidak lagi diberikan untuk ibu hamil di daerah endemik. Penelitian ini untuk mempelajari efikasi iodium dosis rendah ditambah beta karoten pada perbaikan serum TSH neonatal. Lokasi penelitian di enam puskesmas endemik di Kabupaten Magelang. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen dengan sampel ibu hamil trimester pertama dan tidak hipertiroid. Sampel dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan: kelompok dosis tinggi (200 mg iodium), kelompok dosis rendah (30 mg iodium) dan dosis rendah ditambah beta karoten (30 mg iodium ditambah 30 mg beta-karoten). Pemberian dilakukan melalui suplemen dalam bentuk kapsul selama enam bulan selama kehamilan. Data yang dikumpulkan adalah serum Thyroid Stimulating Hormone (TSH), Free T4 dan vitamin A, hemoglobin, sosial ekonomi, lingkar lengan atas, asupan gizi, asupan sianida, dan pengetahuan GAKI, dan dari bayi: TSH neonatal. Data dianalisa menggunakan uji anova, kai kuadrat dan regresi logistik. Penelitian menunjukkan bahwa setelah enam bulan intervensi, kadar serum TSH ibu nifas dalam kelompok dosis rendah ditambah beta karoten, kelompok dosis rendah dan dosis tinggi menurun sekitar 1,74 μU/ml; 1,59 μU/ml dan 1,39 μU/ml. Ibu hamil yang menerima dosis rendah ditambah beta karoten secara signifikan memiliki risiko lebih rendah untuk memiliki bayi dengan TSH neonatal yang tidak normal dibandingkan dengan ibu hamil yang mendapat dosis tinggi (p <0,05; OR = 0,31, 95% Cl OR 0.11 -0.86)
Kekerabatan Filogenetik Buah Makassar (Brucea javanica) Berdasar - kan Gen Ribulosa -1,5-bifosfa T Karboksilase /Oksigenase Phylogenetic relationship of Brucea javanica based on molecular marker ribulose- 1,5-biphosphate carboxylase/oxyigenase gene
ABSTRACTBuah makassar (Brucea javanica) is one of medicinal plant collections in Medicinal plant and Traditional MedicineResearch Center (B2P2TO-OT) Tawangmangu. Phyllogenetic relationship data of B. javanica is important informationas a database for further research. The objective of this study was to provide phylogenetic relationshipof B. javanica based on molecular marker ribulose-1,5-biphosphate carboxylase/oxyigenase gene(rbcL). The rbcLsequence in this research was taken from National Center for Biotechnology Information (NCBI) and the sequencewas aligned by using ClustalW program to construct phylogenetic tree. The result showed that B. javanica has aclosed relationship with some species of Anacardiaceae.Key words: Brucea javanica, phylogenetic relationship, rbcL ABSTRAKBuah makassar (Brucea javanica) adalah salah satu tanaman obat yang dikoleksi Balai Besar Penelitian danPengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT), Tawangmangu. Salah satu aspek daritanaman obat tersebut yang datanya belum terkoleksi di B2P2TO-OT adalah kekerabatan. Oleh karena itu,tujuan dari studi kekerabatan B. javanica adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan buah B.javanicaberdasarkan penanda molekuler gen ribulosa-1,5-bifosfat karboksilase/oksigenase (rbcL). Hubungan kekerabatantersebut dapat dilihat dari pohon filogeni yang dkonstruksi berdasarkan sequence nukleotida pada rbcL.Sequence rbcL diperoleh dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) dan aligment sequence untukkonstruksi pohon filogenetik menggunakan program ClustalW yang diakses dari DNA Data Bank of Japan(DDBJ) secara online. Pohon filogenetik menunjukkan bahwa B. javanica berkerabat dengan beberapa spesiestanaman anggota familia Anacardiaceae
FAKTOR DETERMINAN DEPRESI POSTPARTUM DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Perbaikan kesehatan ibu dan bayi menjadi prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia. Perbaikan tersebut diarahkan kepada kesehatan fisik dan psikologis. Masalah psikologis ibu postpartum di antaranya kejadian depresi postpartum. Depresi postpartum merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kesehatan ibu secara tidak langsung. Depresi postpartum atau depresi postnatal adalah gangguan kejiwaan utama yang terjadi pada wanita setelah 4 minggu postpartum. Penelitian ini bertujuan menentukan determinan kejadian depresi postpartum di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan mulai Juni sampai Agustus 2016 menggunakan dua kuesioner yaitu kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) meliputi 10 pertanyaan dan kuesioner tentang karakteristik responden. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu yang mengalami depresi postpartum berusia 20–35 tahun, berpendidikan dasar, tidak bekerja, multipara, berpenghasilan di bawah UMR dan memiliki pengetahuan kurang tentang depresi tersebut. Dukungan keluarga berpengaruh terhadap kejadian depresi postpartum di Kabupaten Lombok timur (p = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin rendah risiko untuk terjadinya depresi postpartum, dan sebaliknya sehingga pelayanan kesehatan perlu deteksi dini atau skrining kepada semua ibu melahirkan.ABSTRACTImproved mothers and babies health is a health development priority in Indonesia. The improvement is for the Physical and psychological health. The Psychologic problem of postpartum mother is as postpartum depression is one of factors that contribute to postpartum or postnatal depression is a major psychiatric disorder that occurs in women after 4 weeks postpartum. This study aimed to determine determinant factor of postpartum depression in East Lombok, West Nusa Tenggara. It was an observational study with a cross sectional design. Data collection were done by two questionnaires Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), which contains 10 questions and a questionnaire on characteristics of respondents. Results showed the majority of mothers who get depression postpartum are 20–35 years old, elementary school educated, non-employment, multipara, income below Regional Minimum Wages and have low knowledge on the depression. Family support was associated to postpartum depression in East Lombok District (p = 0.000), it shows that the higher support of family, the lower risk of postpartum depression and conversely