Jurnal Universitas Tidar
Not a member yet
1097 research outputs found
Sort by
THE EVALUATION OF SUSTAINABLE TOURISM VILLAGES THROUGH MANAGEMENT STRUCTURE AND FRAMEWORK IN SURABAYA CITY
Sustainable tourism development has become a positive trend in every region, especially in densely populated urban areas. Surabaya is one of the cities that has shown special attention to the development of sustainable villages through the tourism sector. Since 2005, Surabaya City has implemented a green village policy or program to realize Surabaya Green and Clean. The paper focused on discussing sustainable tourism villages through the existing structure and management framework in Surabaya City. The method used in this paper was descriptive evaluative with triangulation data wetness techniques in tourist villages in Nginden Village, Surabaya. The results of the evaluation of the structure and management framework of Kampong Herbal Nginden Surabaya have an evaluation result of 92% which is oriented as a smart village because it is used as a forum for learning communities
Eksistensi Play dan Labour dalam Penggunaan In-App Game pada Aplikasi Lokapasar Shopee
This study aims to describe the practice of play and labour in the use of in-app games on marketplace applications. Various researchers have viewed in-app games or games within marketplace mobile applications such as Shopee as gamification efforts that have the potential to improve the consumer experience and thus encourage transactions. Nevertheless, gamification within marketplace applications has the potential to blur the boundaries between "play" practices and transform them into "labour" practices. However, there has been no research that reveals the practice of labour disguised by the practice of play in the use of game features in marketplace applications by consumers. This study uses the literature study method and adopts the concept of play and labor to identify play and labor practices that are intertwined with the use of game features in the Shopee mobile application. This study found that the practice of “play” is reflected by Shopee application users, who always feel challenged to continue playing to achieve the awards that the game promises. Shopee application users also engage in social interaction with other users as an implication of the playing process that requires involvement with other individuals. Meanwhile, “labour” practices are reflected in individual playing practices that take place over a certain period of time or frequency, thereby increasing financial benefits for platform owners. Although game users indirectly contribute to providing benefits to the Shopee company, they only get rewards in the form of game prizes whose amount is not commensurate with the total profits that Shopee gets
The Dynamics of Indonesia\u27s Population Regulation in the Child Identity Card Policy
In terms of the concept of the State which has constitutive and declarative elements, of course, citizens and residents in the context of the people who inhabit the territory of the State include constitutive elements that absolutely must be fulfilled by the State, in terms of having been discussed in depth relating to the concepts of Citizens, Residents, Citizenship and Population in the theoretical review and juridical review of legislation. In addition, there are studies that show national laws and regulations that do not prioritize “equalization” of perceptions in the context of child age limits, which indirectly correlate to discrimination and even violations of children\u27s rights, especially regarding aspects of norm clarity that cause legal uncertainty in the context of differences in the formulation of age limits from the perspective of one legislative regulation to another. This needs to be researched through this paper based on normative juridical research methods supported by statutory, conceptual, and legal fact approaches, with literature studies and analytical juridical analysis
Pembagian Harta Waris Terhadap Anak Perempuan Tunggal Berdasarkan Perspektif Hukum Waris Adat Bali
Penelitian ini dibuat untuk mengetahui bagaimana pembagian waris bagi anak Perempuan Tunggal pada Masyarakat adat bali dan bagaimana kedudukan setelah adanya MUDP Bali. Tulisan ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan dalam penulisan penelitiannya dilakukan secara evaluatif, argumentatif, dan sistematis. Bahan hukum yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Penggunaan bahan hukum penelitian ini dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dan analisis datanya didasarkan pada temuan-temuan untuk menghasilkan gagasan atau hipotesis. Hasil dari tulisan ini menunjukkan bahwa anak perempuan tunggal dalam pewarisa, kedudukannya dapat mendapat bagian waris dengan cara menjadi sentana rajeg, menghadiahkan Jiwa Dana. Dan setelah adanya Keputusan MUDP Bali No. 01/Kep/Psm- 3/MDP Bali/X/2010, anak perempuan termasuk sebagai ahli waris meskipun dalam implementasinya masih terdapat hambatan-hambarannya berupa ketidakmerataan sosialisasi sehingga beberapa desa di masyarakat adat belum mengetahui adanya keputusan tersebut. Meskipun begitu pengimplementasian keputusan MUDP tersebut tidak sepenuhnya ditolak dan menjumpai hambatan, adapun beberapa masyarakat yang mulai menerapkan keputusan tersebut
Smart Market (Semar) Sebagai Upaya Meningkatkan Transaksi Penjualan Pasca Pandemi di Pasar Beringharjo Yogayakarta
Pandemi ini tidak hanya berdampak besar pada kesehatan tetapi berbagai sektor lainnya.Salah satu upaya pemanfaatan teknologi untuk membantu kehidupan masyarakat dan sektor publik. Salah satu yang tergerus oleh arus modernisasi adalah pasar tradisional. Salah satu pasar Tradisional yang ada di Indonesia adalah Pasar Beringharjo Pemerintah Kota Yogyakarta telah meluncurkan program Smart market di Pasar Tradisional Beringharjo pada tahun 2020. Penerapan Smart market ini dalam rangka untuk membantu pedagang untuk menjual dagangan secara online dan transaksi pembayaran secara non tunai di Pasar Beringharjo. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan smart market (SEMAR) di Pasar Tradisional Beringharjo Kota Yogyakarta. Manfaat peneliti secara praktis yaitu memberikan bahan masukan bagi Dinas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep smart market adalah pasar tradisional yang mempercepat implementasi digitalisasi atau elektronik transaksi. pembeli yang memegang kendali serta penjual yang berhasil apabila produk ataupun jasanya dipandang menawarkan manfaat yang nyata. Uraian terhadap perilaku pembeli ialah sesuatu perihal yang sangat berarti untuk perusahaan yang menginginkan agar program pemasarannya berhasil. Kepentingan pedagang dan pembeli yang terpengaruh oleh program smart market telah berjalan namun belum dilaksanakan secara merata oleh pedagang pasar beringharjo. Program smart market memberikan manfaat bagi para pedagang dalam memasarkan produknya dan meningkatkan pendapatan, pembeli juga mendapatkan manfaat dari program smart market dengan kemudahan dalam transaksi secara non tunai. Strategi yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta dalam menangani pemasaran secara digital berjalan optimal pada situasi PPKM saja dan untuk saat ini belum dibilang optimal dikarenakan pedagang mulai melakukan secara konvensional. Daya tanggap pemerintah dalam mengelola program dapat dilihat dari konsistensi penyelenggara program smart market. Untuk mewujudkan good governance diperlukan pemerintah yang memiliki daya tanggap akan persoalan-persoalan masyarakat. Penerapan program menjadikan pemerintah tanggap dan patuh terhadap program dengan dijalankan secara optimal.
Kata kunci: Implementasi, Smart Market, Pasar Tradisional Beringharj
Studi Evaluasi Keandalan pada Aspek Kesehatan Bangunan Gedung Perindustrian PT X
Bangunan Gedung merupakan sarana penunjang yang dimanfaatkan manusia untuk melakukan aktivitasnya. Namun demikian, terdapat risiko-resiko yang dapat timbul dari suatu Bangunan. Beberapa permasalahan yang dapat terjadi pada Bangunan Gedung adalah Sick Building Syndrome (SBS). Pemerintah telah mengatur Bangunan Gedung sehingga suatu Bangunan dapat mempunyai fungsi sebagaimana mestinya untuk selanjutnya dapat mengurangi risiko-resiko dari penggunaan Bangunan. Bangunan PT. X merupakan Bangunan dengan fungsi Perindustrian pengolahan bahan logam. Bangunan Gedung masuk kedalam kategori Gedung tidak sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keandalan Bangunan pada Aspek Kesehatan Bangunan PT. X. Parameter yang digunakan adalah persyaratan mengenai Kesehatan Bangunan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 29 Tahun 2006 tentang Pedoman Persyartaan teknis Bangunan Gedung dan Lampiran II Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 27/PRT/M/2018 Tentang Sertifikat Layak Fungsi Bangunan. Obsevasi dilakukan dengan melakukan pengamatam visual dan penggunaan alat untuk mengukur kadar karbonmonoksida dan karbondioksida serta Tingkat luminasi. Hasil penelitian ini didapat nilai keseluruhan keandalan adalah 95,05% dimana nilai masuk ke dalam kategori “Kurang Andal
Pemanfaatan Sumber Daya Lingkungan Eksisting Untuk Pengembangan Potensi Wilayah Sekitar Kampus
Beringin Raya Village\u27s position, near the Bengkulu University campus and directly adjacent to Central Bengkulu Regency, should allow it to flourish as a satellite area. This location has the potential to become a new hub of activity, serving as a gateway between Bengkulu City and its neighboring districts. However, the development of the area surrounding the school in Beringin Raya Village is slower than that of neighboring villages nearby. The restrictions of regional expansion in the Beringin Raya sub-district resulted in the formation of spaces between residential settlements with a high potential for agricultural, livestock, and home industry development. The agricultural and livestock sectors are not the primary economic drivers in the Beringin Raya sub-district. The realities on the ground demonstrate that some individuals earn a living as farmers, particularly vegetable and horticulture growers who work in settlements. Identification of surrounding environmental resources in Beringin Raya Village is the first step toward understanding the potential problems, possibilities, and risks that will arise in the area. Field observations and conversations with community leaders are part of the data collection process. The next stage following identification is to establish priorities. The development of the area surrounding the Bengkulu University campus is a difficult task that necessitates a collaborative approach. Various variables are interconnected and impact one another in attempts to solve existing problems. The study programs of Bengkulu University play a vital role in contributing ideas, research, devotion, and solutions to help overcome or decrease current difficulties. Collaboration with the government, stakeholders, and local communities is essential for developing and executing effective policies
Rancang Desain Interaktif Pattern Kebudayaan Kabupaten Blitar Sebagai Wujud Pemajuan Budaya Berbasis Steam
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan Republik Indonesia memberikan uraian bahwa kebudayaan sebagai investasi untuk membangun masa depan dan peradaban bangsa. Menjawab visi pemajuan budaya berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Jika dilihat secara rinci keberagaman produk budaya di Indonesia ada 10 jenis, meliputi: manuskrip, bahasa, adat istiadat, ritus, tradisi lisan, pengetahuan tradisional, permainan tradisional, olahraga tradisional, seni, teknologi tradisional. Akan tetapi, permasalahan tentu menjadi bagian dari dinamika pemajuan budaya di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya 10 Permasalahan dalam pemajuan kebudayaan nasional yang dimuat dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia. Merespon pemajuan budaya berbasis STEAM dalam undang-undang Nomor 5 Tahun 2017, inkubasi rancang desain pattern kebudayaan Kabupaten Blitar berbasis augmented reality sebagai bentuk konektifitas inkubator pemuda dalam mengembangkan soft skill desain dan pemberdayaan sektor produktif dalam menciptakan aplikasi interaktif kebudayaan berbasis augmented reality. Inkubasi rancang desain ini yang dikemas dengan metode pendekatan asset-based community development (ABCD), yang terdiri dari discovery, dream, design, define, dan destiny untuk memberikan hasil signifikan terhadap pemahaman dan soft skill pemajuan kebudayaan berbasis STEAM
Multiplier Effect Pengembangan Wisata Pasar Papringan Ngadiprono Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat
Pasar Papringan Ngadiprono yang berada di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung turut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi, dampak langsung, dampak tidak langsung dan dampak induce wisata Pasar Papringan Ngadiprono terhadap masyarakat sekitar. Data yang digunakan merupakan data primer berupa kuesioner dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan diambil sampel kelompok wisatawan terdiri dari responden wisatawan, kelompok pertama terdiri dari responden penjual kuliner, kelompok kedua terdiri dari responden pengelola, responden tenaga kerja lokal (kebersihan) yang, responden tenaga kerja lokal (Penukaran uang bambu), responden tenaga kerja lokal (tim asah-asah), dan responden penjual kemasan dan kerajinan, dan kelompok ketiga terdiri dari responden petani, responden masyarakat sekitar, responden tukang parkir, responden penginapan, dan responden pemilik toilet. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa potensi pariwisata Pasar Papringan Ngadiprono yang menarik dengan beragam kuliner tradisionalnya, tempat pasar yang berada di bawah rumpunan bambu dan sangat asri, ketersediaan fasilitas yang memadai dan menarik namun kondisinya masih kurang, ketersediaan moda transportasi yang cukup dan kualitas jalan yang sedang. Berdasarkan hasil perhitungan multiplier effect, nilai Ratio Income Multiplier tipe I di kawasan wisata Pasar Papringan Ngadiprono sebesar 1.57, dan berdasarkan hasil perhitungan Multiplier Effect, nilai Ratio Income Multiplier tipe II di kawasan wisata Pasar Papringan Ngadiprono sebesar 2.19.
Kata kunci: Multiplier Effect, Dampak Ekonomi, Wisat
Tinjauan Kedwibahasaan Buku Cerita Anak ‘The Foos’ dari Pandangan Metode Penerjemahan
Bilingual children\u27s story books in Indonesian and English are now being published in Indonesia, providing them as reading options for mothers, caregivers, storytellers, and the children themselves. This study aims to analyze, identify, describe, and classify the forms of translation methods found in a bilingual children\u27s storybook entitled \u27The Foos\u27 by Arleen Amidjaja, as well as to analyze the translation methods applied to determine the success in achieving equivalence of meaning in the target language (TL). This study uses a qualitative descriptive method and a documentation method. Employing text analysis, careful reading, and note taking techniques for research constitutes the stages of data collection. Text analysis uses Newmark\u27s translation method theory with data sources from English texts as the source language text (SL) and Indonesian as the TL from the storybook \u27The Foos.\u27 The results of the analysis are presented in the form of a comparison of the two languages , along with the results of identifying SL and TL text translation techniques. The interpretation of the identification results is then presented in the form of a descriptive presentation by considering the translation techniques of the identification results. The results of this study indicate that 12 translation method data are oriented to the SL, and eight are oriented to the TL. The translation techniques that are often used are semantic and communicative translation techniques. There are no faithful, adaptation, or idiomatic translation techniques because the children\u27s storybook \u27The Foos\u27 does not have proverbial sentences or other foreign language terms. The SL uses simple sentence structures and vocabulary. The translation method that is oriented to the SL with semantic and communicative translation techniques is effective for translating children\u27s storybooks, ensuring that readers understand the content of the stories