Jurnal Universitas Tidar
Not a member yet
1097 research outputs found
Sort by
Relevansi Penerapan Asas Nebis In Idem dalam Penyelesaian Sengketa Proses Pemilihan Umum
The settlement of the general election process is carried out by several institutions, namely Bawaslu. Meanwhile, the appeal is the authority of the PTUN, because there is a requirement to have gone through the administrative process at Bawaslu. However, recently, the Constitutional Court in several of its decisions stated that it has the authority to examine the stages of the election. Based on the 1945 Constitution, the Constitutional Court is only given the authority to decide PHPU. For this reason, in this study there will be 2 problem formulations, namely how the separation of authority between Bawaslu and PTUN for disputes over the electoral process and the Constitutional Court for election results can guarantee the principle of justice? and how the application of the nebis in idem principle in resolving disputes over the electoral process in Bawaslu, PTUN and the Constitutional Court can increase efficiency and legal certainty? This research uses normative research methods with a statute approach, conceptual approach, and case approach. This research found that Bawaslu, PTUN and MK must have clear authority to handle election-related disputes. This is necessary to guarantee the principle of fairness and ensure that each institution only handles disputes in accordance with its jurisdiction in the legislation. In addition, it was found that the application of the nebis in idem principle in Bawaslu, PTUN and MK is very important to improve efficiency and legal certainty. This is so that there is no repetition of testing the same case with the same or even different decisions.
Analisis Faktor Yang Memiliki Pengaruh Besar Terhadap Penetapan Upah Di Karesidenan Semarang
Keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara dapat dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat yang merupakan cerminan dari tingkat upah yang diterima para tenaga kerja. Standar minimum yang digunakan para pelaku industri atau pengusaha dalam memberikan upah kepada para pekerja adalah Upah Minimum Kabupaten/Kota yang ditetapkan oleh pemerintah pada suatu daerah dalam suatu periode tertentu. Upah Minimum Kabupaten/Kota di Karesidenan Semarang memiliki nilai yang tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Karesidenan Semarang tahun 2017-2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan diolah menggunakan analisis regresi data panel dengan metode Ordinary Least Square (OLS) menggunakan software E-Views. Hasil penelitian berdasarkan uji chow dan uji hausman menunjukan bahwa model yang paling tepat yaitu Fixxed Effect Model (FEM). Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa: 1) Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Upah Minimum Kabupaten/Kota; 2) Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap Upah Minimum Kabupaten/Kota; 3) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Upah Minimum Kabupaten/Kota; 4) PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap Upah Minimum Kabupaten/Kota. Secara stimultan atau bersama-sama Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dan PDRB per kapita berpengaruh signifikan terhadap Upah Minimum Kabupaten/Kota. Kontribusi seluruh variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat yaitu sebesar 97,45%. Sisanya sebesar 2,55% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Upah Minimum Kabupaten/Kota di karesidenan Semarang dipengaruhi oleh Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Pengangguran Terbuka, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, dan PDRB per kapita. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi edukasi tentang beberpa faktor yang memiliki pengaruh terhadap penetapan upah minimum kabupaten/kota di karesidenan Semarang tahun 2017-2022
Analisis Pengaruh Angkatan Kerja, RLS, UHH, dan PDRB terhadap Upah di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat Tahun 2019-2022
Hak-hak buruh atau pekerja yang dinyatakan dan diterima dalam bentuk uang sebagai pembayaran dari pemilik usaha atau pemberi kerja disebut dengan upah. Bagi dunia usaha, pendapatan atau upah rata-rata merupakan biaya produksi yang harus ditekan seminimal mungkin. Sementara itu, para karyawan menginginkan gaji yang lebih tinggi untuk menutupi biaya hidup mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh angkatan kerja, rata-rata lama sekolah (RLS), angka harapan hidup (UHH), dan produk regional bruto (GRP) terhadap rata-rata upah atau gaji bulanan pekerja atau pegawai di Provinsi Sumatera Barat. kabupaten dan kota antara tahun 2019 hingga 2022. Alat analisis regresi data panel digunakan dalam penelitian ini di 19 kabupaten dan kota di provinsi Sumatera Barat pada tahun 2019 hingga 2022. Model estimasi Fixed Effect Model (FEM) terpilih sebagai hasil estimasi terbaik , menurut temuan penelitian. Secara parsial Umur Harapan Hidup (UHH) berpengaruh positif terhadap rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat selama periode 2019-2022. Sementara, angkatan kerja, RLS dan PDRB tidak berpengaruh terhadap rata-rata upah/gaji sebulan buruh/karyawan di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat selama periode 2019-2022. Pemerintah harus terus menaikkan upah agar pekerja dapat memenuhi kebutuhan finansialnya di tengah kesulitan dan ketidakstabilan perekonomian yang dihadapi masyarakat Provinsi Sumatera Barat
Analisis Nilai Pendidikan Moral Cerpen “Istriku” Karya Etik, ST (Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud)
Based on Sigmund Freud\u27s psychoanalytic theory, the "id, ego and superego" perspective, this research aims to explain the value of moral education in the ST story "My Wife by Ethics". Statements or quotations from texts that contain moral educational value are the data sources for this research. This study is qualitative in nature. The 4-page short story entitled My Ethics Work, ST, which was first published by the Student Press Institute PENDAPA Tamansiswa, is the data source for this research. Reading and note-taking methods were used to collect research data. Next, data analysis is carried out by reducing, presenting and drawing conclusions. The research results show that in the short story Istriku, the perspectives of the id, ego and superego are very important for moral education. In Totok\u27s impulsiveness to borrow money and his threat to Ajik, the id perspective is reflected. Ego is shown when Totok cannot balance his needs with moral reality, such as in killing his wife. The superego is reflected in Totok\u27s regret and Ajik\u27s actions, which show awareness of social and moral norms. This research increases our understanding of the value of moral education in the short story Istriku, as well as its contribution to psychoanalysis and literary studies
FROM LIABILITY TO SUSTAINABILITY: HOW COST OF DEBT AND AUDIT COMMITTEE CHARACTERISTICS DRIVE GREEN INNOVATION?
This study aims to investigate the impact of the cost of debt and audit committee characteristics on green innovation. The successful implementation of green innovation in the modern era has become essential for improving the overall quality of the sustainable environment. This study focuses on a sample of industrial sector entities listed on the Indonesia Stock Exchange that issued sustainability reports during the 2021–2022 period. Logistic regression analysis is employed as the primary analytical method. The findings reveal that the cost of debt and the characteristics of the audit committee do not significantly influence green innovation. This outcome may be explained by the limited data availability regarding the extent of research and development disclosures provided by industrial firms. The study aims to contribute meaningful insights to encourage listed industrial companies on the Indonesia Stock Exchange to enhance the comprehensiveness of their sustainability-related innovation disclosures
Tingkat Pendapatan Ekonomi Masyarakat Desa Trangsan Ditinjau dari Status Desa Wisata dan Produk Kepariwisataan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status desa wisata dan produk kepariwisataan terhadap tingkat pendapatan. Tingkat pendapatan menjadi variabel dependen, sedangkan status desa wisata dan produk kepariwisataan menjadi variabel independen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pengrajin rotan Desa Wisata Trangsan sebanyak 194 pengrajin dan yang dijadikan sampel sebanyak 30 responden. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan penetapan jumlah responden mengggunakan teori Roscoe yaitu jumlah variabel dikali 10. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan variabel produk kepariwisataan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. Sedangkan status desa wisata tidak berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. Melalui analisis koefisien determinasi kedua variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 19,4%, sedangkan sisanya di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini
Adat (Budaya) Carok dalam Hukum Pidana di Indonesia
Adat (budaya) carok yang terjadi baru-baru ini sudah menyita perhatian masyarakat maupun aparat berwajib, karena dianggap budaya yang bersifat kekerasan. Carok sering disebut budaya yang sebenarnya merupakan bagian dari adat. Perhatian publik terhadap budaya ini adalah timbulnya korban jiwa. Untuk masyarakat Madura, budaya carok merupakan pembelaan/pemulihan harga diri yang berhubungan dengan harta, tahta, dan wanita. Sedangkan budaya carok bagi masyarakat umum merupakan tindakan ”main hakim” sendiri sekaligus tindakan yang tidak akan dibenarkan oleh negara karena tindakan yang bertentangan dengan hukum positif di Indonesia. Apabila suatu kebudayaan atau tradisi tidak bertentangan dengan hukum positif di Indonesia maka pelaksanaannya bisa diteruskan ataupun dilestarikan, tetapi jika terjadi pertentangan atau benturan antara hukum Negara dengan hukum yang ada di suatu masyarakat maka masyarakat tersebut harus patuh dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Pada dasarnya budaya ini sudah menjadi tradisi dan kebiasaan masyarakat Madura untuk menyelesaikan permasalahan tertentu dan pada saat ini masih mejadi polemik antara masyarakat adat setempat dengan pemerintahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap mengenai budaya carok yang merupakan tindak pidana kekerasan menurut hukum di Indonesia dan sanksi bagi pelaku tindakan tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode yuridis normatif dengan tipe penelitian doktrinal. Pendekatan yang dilakukan adalah konseptual. Sehingga penulis dalam kajian ini akan menguraikan bagaimana budaya carok dalam hukum yang berlaku di Indonesia dan menguraikan bagaimana sanksi bagi pelaku yang menggunakan alternatif carok untuk melakukan upaya penyelesaian masalah/sengketa
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Tenaga Pendidik UGM
Proyek Pembangunan Rumah Susun Tenaga Pendidik UGM merupakan proyek dengan kategori risiko keselamatan besar berdasarkan Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Penelitian ini membahas tentang bagaimana tingkat implementasi SMKK dan pengaruh dari penerapan elemen SMKK terhadap pengendalian risiko pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Tenaga Pendidik UGM. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Proyek Pembangunan Rumah Susun Tenaga Pendidik UGM memiliki nilai rata-rata tingkat implementasi SMKK sebesar 64,36 %, artinya memiliki tingkat penerapan yang baik. Korelasi antar elemen SMKK memiliki hubungan yang kuat dengan nilai 0,916. Serta koefisien determinasi menjelaskan bahwa elemen SMKK secara bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 91,6% terhadap pengendalian risiko
EARNINGS PER SHARE, RETURN ON EQUITY, INFLATION, AND INTEREST RATES ON STOCK PRICE
This study aims to test and analyze the effect of earnings per share (EPS), return on equity (ROE), inflation, and interest rates on stock prices. The research population consists of consumer goods industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2018 to 2022. This study used a purposive sampling technique with specific criteria. The samples of this study consist of 29 companies with a total of 126 observations. The analysis was carried out using a multiple linear regression approach. The results showed that earnings per share (EPS) has a positive effect on stock prices meanwhile return on equity (ROE) has a negative effect on stock prices. On the other side, inflation and interest rates do not affect stock prices
Transforming The Marketing Landscape: Igniting Growth for Agricultural Input Companies Through Digital Marketing
Latar Belakang: Tujuannya adalah untuk menyajikan pemasaran digital yang sesuai untuk perusahaan input dan strategi untuk meningkatkan penjualan pertanian menggunakan saluran digital. Rumusan Masalah: Pandemi COVID-19 mengganggu kegiatan pemasaran offline tradisional untuk perusahaan input pertanian, yang menyebabkan ketergantungan yang lebih besar pada pemasaran digital. Petani semakin beralih ke internet untuk informasi, didorong oleh peningkatan akses internet yang lebih baik dan adopsi ponsel pintar. Namun, adopsi pemasaran digital di sektor pertanian terbatas karena tantangan yang dirasakan dan kurangnya kesadaran akan manfaatnya. Kebaruan Penelitian (Novelty): Menangani keterbatasan ketersediaan informasi dan penelitian mengenai pemasaran digital di sektor pertanian di berbagai sektor komoditas. Metodologi: Metode penelitian melibatkan melakukan survei dan wawancara dengan 19 manajer pemasaran perusahaan input pertanian yang mencakup 7 sektor (sapi, beras, susu, perlakuan tanah, mekanisasi, babi, dan kacang hijau) di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, dan Nusa Tenggara. Hasil Temuan: COVID-19 menghasilkan permintaan yang lebih tinggi untuk implementasi strategi pemasaran digital di sektor pertanian. Namun, tujuan yang diperjuangkan oleh masing-masing perusahaan dalam upaya pemasaran digital mereka bervariasi, tergantung pada kapasitas investasi mereka dan jenis produk yang mereka promosikan. Perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pakan, pupuk, dan produk mekanisasi terutama bertujuan untuk membangun kesadaran merek, sementara perusahaan perlindungan tanaman mengadopsi tujuan yang lebih maju yang difokuskan pada pembentukan dan pemeliharaan hubungan dan keterlibatan pelanggan. Namun, tantangan signifikan dalam implementasi pemasaran digital di industri pertanian terletak pada mendapatkan pengukuran yang dapat diukur dengan akurat yang mencerminkan dampak upaya pemasaran digital pada konversi penjualan. Kesimpulan: Memperbaiki kampanye pemasaran digital memerlukan pengoptimalan aset digital yang sudah ada daripada hanya menambah saluran promosi baru. Perusahaan input harus fokus pada penyesuaian konten yang relevan untuk segmen pasar target tertentu dan mempertimbangkan karakteristik produk mereka untuk logistik dan pengiriman. Saluran pemasaran yang berbeda harus dikembangkan berdasarkan jenis produk yang dipromosikan, dengan transaksi offline lebih disukai untuk produk berukuran besar. Strategi pemasaran digital harus disesuaikan, berfokus pada produk, dan didukung oleh analisis mendalam dan komunikasi dua arah. Konten informatif dan edukatif, penjelasan, dan iklan terarah di platform seperti Facebook efektif untuk meningkatkan kesadaran. Perusahaan harus mengukur dampak pemasaran digital melalui survei dan melacak saluran pelanggan untuk meningkatkan penilaian ROI