Jurnal Universitas Tidar
Not a member yet
    1097 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budi Daya Ikan Pada Kelompok Mina Sejahtera di Dusun Patokbeusi, Subang

    Get PDF
    Community empowerment is a strategic effort to improve people’s welfare through capacity development and skill enhancement. This program was carried out in Patokbeusi Hamlet, Subang Regency, West Java, focusing on catfish farming as a practical and accessible livelihood alternative. Implemented by the Department of Aquaculture at the Karawang Polytechnic of Marine and Fisheries, the program involved training and mentoring activities for the local community, specifically the Mina Sejahtera group. The empowerment activities included technical training in fish pond construction, fish feeding, disease control, and marketing strategies. A total of 15 participants joined the program. The catfish farming was conducted using simple pond systems with tarpaulin-lined structures, making it feasible for communities with limited capital. During the mentoring phase, 6,000 catfish were cultivated across three ponds and yielded approximately 1,000 kg of harvest. The program not only increased the knowledge and technical skills of the community members but also contributed to their entrepreneurial capacity. Evaluation results indicated a significant improvement in participants’ understanding and implementation of aquaculture practices. Moreover, the formation of formal fish farming groups (Pokdakan) enhanced their access to markets and strengthened community organization. The success of this initiative demonstrates that integrated and participatory empowerment models, when supported by technical guidance and government collaboration, can lead to sustainable socio-economic development. This model can be replicated in other rural communities to tackle unemployment, food insecurity, and low income through accessible aquaculture-based entrepreneurship

    EDUKASI KESEHATAN MENTAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP ODGJ

    Get PDF
    Latar Belakang: Masalah kesehatan mental di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, mengalami prevalensi yang tinggi, disertai dengan stigma negatif yang memperburuk situasi. Hal tersebut juga terjadi di Desa Tlahab Lor, Karangreja Purbalingga. Tujuan: pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengurangi stigma terkait kesehatan mental melalui edukasi bagi masyarakat di Desa Tlahab Lor, Kabupaten Purbalingga. Metodologi: metode yang digunakan melibatkan kegiatan luring, mencakup edukasi, studi kasus, dan diskusi interaktif yang dilaksanakan dengan melibatkan 58 peserta. Hasil: hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dengan rata-rata pengetahuan meningkat dari 24,6 menjadi 64,2 poin, dan sikap meningkat dari 43,5 menjadi 67,4 poin. Kesimpulan: edukasi terbukti efektif dalam mengubah persepsi dan mengurangi stigma terhadap ODGJ, sehingga diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup mereka serta mendorong penerimaan sosial yang lebih baik. Kesimpulannya, pendekatan edukatif yang digunakan dalam pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap ODGJ, dan dapat dijadikan model intervensi serupa untuk mengatasi stigma di komunitas lain

    Pengaruh Emulgator Terhadap Stabilitas dan Aktivitas Tabir Surya Krim Ekstrak Mahkota Dewa dan Kencur

    Get PDF
    Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan kulit, mempercepat penuaan, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Upaya pencegahan dilakukan melalui penggunaan tabir surya untuk membatasi penetrasi UV ke kulit. Dua sumber bahan aktif alami yang prospektif digunakan yaitu buah mahkota dewa dan rimpang kencur, buah mahkota dewa mengandung senyawa glukosida benzofenon yaitu phalerin dan rimpang kencur mengandung etil-parametoksisinamat yang merupakan senyawa turunan sinamat. Tujuan penelitian untuk menemukan konsentrasi emulgator yang optimal yang dapat meningkatkan stabilitas produk serta memperbaiki kinerja perlindungan terhadap sinar UV. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol96%, selanjutnya diformulasi dalam bentuk sediaan krim sebanyak 9 formula dengan variasi konsentrasi berbagai emulgator yaitu novemer, viscolam dan  tween 80-span 80 lalu dilakukan pengujian efektivitas tabir surya dari krim ekstrak dengan menghitung nilai %Te, %Tp, dan SPF. Hasil penelitian menunjukkan emulgator viscolam dengan konsentrasi 4% (formula VI) merupakan formula krim yang paling stabil berdasarkan parameter organoleptis, homogenitas, pH, tipe emulsi, viskositas, daya sebar serta daya lekat dan hasil pengujian tabir surya  dikategorikan sebagai proteksi ekstra dengan nilai %Te 3,83854 dan sunblock dengan nilai %Tp 2,703703 sedangkan nilai SPF 74,4323 yang memberikan efek proteksi ultra. Kata kunci: Ekstrak, Mahkota Dewa, Kencur, Emulgator, Tabir surya

    Carpalizer: Edukasi Inovasi Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome pada Pegiat Esports

    No full text
    Pandemi COVID-19 telah mendorong peningkatan signifikan dalam industri game online, yang kini menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan remaja. E-sport, sebagai cabang olahraga baru, telah menarik banyak perhatian, dengan semakin banyak orang bercita-cita menjadi atlet e-sport. Namun, latihan intensif yang diperlukan dalam e-sport, yang sering melibatkan gerakan berulang dengan kecepatan tinggi, meningkatkan risiko cedera seperti Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tangan di kalangan atlet e-sport Unesa. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi dan pendampingan dalam penggunaan Carpalizer, sebuah alat berbasis EMG yang dirancang untuk mendeteksi tanda-tanda awal CTS. Tahapan pelaksanaan meliputi identifikasi masalah melalui kuesioner, sosialisasi alat Carpalizer, serta pendampingan dalam penggunaannya. Hasilnya menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para atlet dalam mencegah CTS. Kesimpulannya, program ini memberikan kontribusi positif dalam menjaga kesehatan tangan para atlet e-sport, serta menawarkan solusi teknologi inovatif yang dapat digunakan dalam jangka panjang

    Pemberdayaan Santri dengan Metode Design Thinking: Membangun Generasi Kritis dan Kreatif

    Get PDF
    Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada santri dalam Upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Pondok pesantren dianggap memiliki peran strategis dalam mencetak generasi emas sehingga pembentukan karekter santri yang berfikir kritis dan peka terhadap lingkungan perlu dilaksanakan untuk mengisi gap skill antara santri yang belajar di pondok dan kebutuhan zaman.  Pengabdian ini dilaksanakan di pondok pesantren An-Nur, sebuah pondok pesantren yang berlokasi di kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.  Materi yang diajarkan dalam pengabdian ini berupa design thinking sebuah metode untuk mengasah kemampuan berfikir tersetruktur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa ceramah dan praktik langsung melalui study case. Hasil dari kegiatan ini berupa bertambahnya kemampuan santri dalam menemukan Solusi kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan antusiasme 65 santri dalam berdiskusi menggambarkan keberhasilan pengabdian ini. Pengabdian ini juga dilaksanakan dalam rangka membekali santri untuk mempersiapkan diri ketika terjun di Masyarakat nanti

    Beyond The Dragon’s Magic: Eksplorasi Nilai Moral Anak dalam Film Wish Dragon: Beyond the Dragon’s Magic: Exploration of Children’s Moral Values in the Movie of Wish Dragon

    Get PDF
    In the moden era, there have been various advancements in many aspects, one of which is technology. The rapid development of technology has provided convenience and somfort in people’s daily lives. However, such progress also brings new challenges, such as the decline of moral values in society, especially among children. Children now tend to use technology more as a form of entertainment, whish increases the importance of parental roles in guiding and supervising them. Technology plays a significant role in children’s development, including in supporting moral education. Since children are generally more attracted to visual entertainment, animated films serves as an effective medium for delivering moral messages. Children are not only entertained by engaging visuals but also able to understand the moral messages conveyed through the storyline. The researcher conducted an exploration of moral values in the animated film Wish Dragon, produced by Sony Pictures Animation. The film tells the story of a young boy and a magical dragon who attempts to fulfill his wish to reunite with his childhood friend. This study uses a descriptive qualitative method by analyzing dialogues and events in the film Wish Dragon. The results show that moral values can be implicity conveyed through the film’s intrinsic elements, such as charaters, plot, and setting

    Dinamika Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi

    Get PDF
    Penelitian ini membahas mengenai dinamika SMK Negeri yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan penyesuaian yang dihadapi selama menjadi SMK BLUD, khususnya dalam meningkatkan kemandirian di bidang ekonomi. Perubahan menjadi BLUD di SMK Negeri 5 Yogyakarta telah berjalan selama dua tahun sehingga menimbulkan penyesuaian dari berbagai aspek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pemilihan informan tersebut menggunakan purposif sampling dengan mempertimbangkan wewenang, tanggung jawab, dan tupoksi dari pengelola SMK BLUD. Informan terdiri dari kepala sekolah, bendahara sekolah, dan beberapa guru yang menjadi pengelola BLUD. Analisis data menggunakan Miles dan Hubermen flow model yaitu reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan. Triangulasi metodologi dan data dilakukan untuk memastikan keabsahan data dalam penelitian ini. Analisis data Hasil dari penelitian ini adalah: (1) sumber dana yang salah satunya berasal dari APBD harus digunakan dengan baik agar menghasilkan surplus yang nantinya dikelola lagi untuk memenuhi kebutuhan sekolah. SMK menjadi lebih fleksibel mengelola keuangannya, namun terdapat target pendapatan yang harus dihasilkan dalam satu tahun pelajaran yang dipenuhi melalui penjualan produk secara online serta pameran rutin; (2) target yang telah ditentukan sebelumnya harus tercapai dari hasil penjualan produk praktikum tujuh jurusan secara akumulatif; (3) terdapat permasalahan dalam pengelolaan program ini seperti administrasi yang rumit, target yang tidak tercapai dalam triwulan, peralatan kurang memadai sehingga mengakibatkan produk karya siswa tidak dapat bersaing dengan rumah produksi non sekolah, dan adanya iuran wali siswa perbulan maupun pengeluaran lain-lain

    Majas Hiperbola pada Puisi Karya Polanco S Achri sebagai Alternatif Materi Ajar dalam Pembelajaran Unsur Puisi Siswa SMP

    Get PDF
    This article aims to describe the form of hyperbole in Polanco S Achri\u27s poems. which are included in Suara Merdeka, Sunday edition, February 18, 2024. The method used in this study is descriptive qualitative using a stylistic approach. The data collection technique in this study uses the Library Technique, this technique is a technique by understanding the contents of Polanco S Achri\u27s poems, namely recording various words, phrases, and sentences that contain figures of speech into written form then reading the poem carefully and selecting relevant parts of the poem to be used as data then the data is studied. The source of research data comes from a collection of poems by Polanco S Achri which are included in Suara Merdeka, Sunday edition, February 18, 2024. The results of this study show that every poem by Polanco S Achri contains hyperbole

    Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Pendidikan Multikultural dan Literasi Multikultural dalam Pembelajaran

    Get PDF
    The use of technology to increase multicultural literacy in language and literature learning is an effective strategy for developing students\u27 language skills and cultural understanding. Technology allows broad access to diverse information sources, such as online learning platforms, educational applications, and social media, which help students understand and appreciate cultural differences. Platforms such as Google Classroom, Edmodo, and Zoom allow students from diverse backgrounds to learn together virtually , without being limited by geographic location. By using this technology, teachers can create more engaging and relevant learning experiences for all students. Technology also allows students to access information in multiple languages, so they can learn about other cultures without being limited by language. Social media such as Facebook, Instagram, and Twitter can be used to broaden cultural horizons and encourage cross-cultural understanding. Implementation of this technology increases student motivation and engagement, and helps them develop critical thinking and problem-solving skills. Therefore, the integration of technology in a multicultural education system is very important to achieve sustainable development goals (SDGs)

    Pelanggaran Kesantunan Berbahasa pada Acara Rakyat Bersuara: Orang Besar di Balik Gaduh Ijazah Jokowi: Violation of Language Politeness at the People\u27s Voice Event: The Big Man Behind the Jokowi Diploma Uproar

    Get PDF
    This study aims to describe the forms of language politeness violations found in the Rakyat Bersuara program entitled "The Big Man Behind the Noise of Jokowi\u27s Diploma." This study uses a pragmatic approach with a descriptive qualitative research type. The data for this study are speeches containing violations of language politeness. The data source for this study is the Rakyat Bersuara program, July 30, 2025 edition, entitled "The Big Man Behind the Noise of Jokowi\u27s Diploma" on the INEWS YouTube channel. The data collection technique in this study uses the listening and note-taking method. Data validity is checked using the theory and method triangulation technique. This study uses Leech\u27s (1993) politeness theory as the basis for analysis. The data analysis technique in this study uses the Miles and Huberman interactive model which includes three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study showed that there were violations of politeness in six maxims, namely 2 violations of the maxim of wisdom, 1 violation of the maxim of generosity, 5 violations of the maxim of praise, 1 violation of the maxim of humility, 1 violation of the maxim of agreement, and 2 violations of the maxim of sympathy. Violations of politeness in language were used to defend arguments, to attack interlocutors who disagreed, and also to enhance one\u27s positive image and to maximize losses to interlocutors

    1,015

    full texts

    1,097

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Tidar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇