Jurnal Universitas Tidar
Not a member yet
1097 research outputs found
Sort by
Bibliometric Analysis: Problem-Based Learning, Problem-Solving Skills, Self-Regulated Learning Assisted by Geogebra in Vocational High School
This study aims to analyze the bibliometric mapping of vocational high school mathematics research from 2020 to 2024 to address the research gap on problem-solving skills in the problem-based learning model assisted by GeoGebra, with a focus on students’ self-regulated learning in vocational high school. The data collected focuses on the keywords "mathematics, problem-solving, self-regulated learning, GeoGebra" to identify journals published between 2020 and 2024, using Google Scholar as the data source through Publish or Perish to gather data and Harzing\u27s VOSviewer for bibliometric mapping. This study identified seven articles related to the keywords. The research follows the PRISMA systematic review method. The findings indicate that publications on problem-solving skills within the problem-based learning model assisted by GeoGebra, viewed from students\u27 self-regulated learning in vocational high school, still have the potential to grow in the coming years. Moreover, problem-based learning positively impacts students\u27 self-regulated learning and problem-solving skills in vocational high school
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Berbasis Budaya Lokal Bali Menyama Braya Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Ditinjau Dari Motivasi Berprestasi Siswa Kelas V Di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PjBL berbasis budaya lokal Bali Menyama Braya dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi beprestasi siswa kelas V di SD Gugus 2 Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring tahun pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan Non Equivalent posttest only control group design dengan rancangan faktorial 2 × 2. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus 2 Tampaksiring Kecamatan Tampaksiring tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 176 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner untuk mengukur motivasi berprestasi dan tes untuk mengukur hasil belajar. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: 1) terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran PjBL berbasis budaya lokal Bali Menyama Braya dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, hal ini dibuktikan dengan nilai (sign = 0,030, p<0,05). 2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia, hal ini dibuktikan dengan nilai (sign = 0,000, p < 0,05). 3) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran PjBL berbasis budaya lokal Bali Menyama Braya dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, hal ini dibuktikan dengan nilai (sign = 0,000, p < 0,05). 4) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran PjBL berbasis budaya lokal Bali Menyama Braya dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional, hal ini dibuktikan dengan nilai (sign = 0,031, p < 0,05)
THE EFFECT OF BOARD DIVERSITY, SUSTAINABILITY RISK RATING, ENVIRONMENTAL PERFORMANCE, AND MEDIA EXPOSURE ON ESG DISCLOSURE
The impact of environmental performance, media attention, board diversity, and sustainability risk rating on the ESG disclosure of Kompas100 businesses listed on the BEI in 2021–2023 is investigated in this study. The ESG disclosure is the dependent variable. Media exposure, environmental performance, sustainability risk rating, and board diversity are examples of independent variables. The company\u27s website has sustainability and annual reports, which provide secondary data for this study. Purposive sampling with preset criteria was the method employed, yielding a sample of 79 businesses with 175 data points. Multiple linear regression using SPSS is the data analysis method. The study\u27s findings show that while environmental performance has little bearing on ESG disclosure, board diversity, sustainability risk rating, and media exposure all have a favorable impact
Partisipasi Perempuan dalam Politik dan Pengambilan Keputusan di Kabupaten Gunungkidul
Partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan di Kabupaten Gunungkidul menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan perempuan di politik serta menganalisis kebijakan dan inisiatif yang telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis kritis terhadap data dan informasi dari berbagai sumber. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori partisipasi politik menurut Nimmon (dalam Miaz, 2012) dimana keterlibatan seseorang dalam partisipasi politik dipengaruhi oleh faktor peluang resmi, sumber daya sosial, dan motivasi personal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan partisipasi perempuan dari tahun ke tahun, pencapaian kuota 30% perempuan di parlemen masih belum tercapai, dengan angka partisipasi hanya mencapai 24,44%. Tantangan utama meliputi stereotipe yang menganggap perempuan kurang kompeten, keterbatasan pendidikan, dan kendala finansial dalam kampanye. Strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi politik dan pengambilan keputusan antara lain peningkatan program edukasi dan pelatihan, kampanye penghapusan stereotip gender, kebijakan afirmasi finansial, serta sinergitas kerjasama dengan LSM dan organisasi perempuan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan partisipasi perempuan akan terus meningkat dan mencapai kesetaraan gender yang diinginkan.
 
PENGEMBANGAN AREA BALIK CILIK SEBAGAI PELESTARIAN PERMAINAN ANAK TRADISIONAL MELALUI PPK ORMAWA
Program Pengembangan Area Balik Cilik di Kampung Citrucoffee merupakan inisiatif yang bertujuan melestarikan permainan tradisional di tengah modernisasi. Permainan tradisional memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak, termasuk peningkatan keterampilan motorik, sosial, dan budaya. Namun, kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup telah menyebabkan permainan ini hampir punah. Untuk mengatasi hal ini, metode sosialisasi dan edukasi digunakan, dengan fokus pada pembuatan alat permainan tradisional dan pembangunan sarana yang aman bagi anak-anak di Desa Japan. Kegiatan ini melibatkan pembersihan lahan dan pembuatan berbagai alat permainan tradisional seperti bakiak dan egrang. Hasil dari program ini menunjukkan dampak positif, yaitu meningkatnya minat anak-anak terhadap permainan tradisional, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Kesimpulannya, program ini tidak hanya berhasil menghidupkan kembali permainan tradisional, tetapi juga memperkuat identitas budaya di kalangan generasi muda, sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga warisan budaya di era modern
Peningkatan Manajemen Olahraga Unggulan Desa Treko
Kegiatan olahraga tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, tetapi juga berperan dalam membangun karakter, meningkatkan disiplin, serta memupuk kerja sama tim. Desa Treko di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Desa Olahraga Binaan, mengingat fasilitas yang memadai dan minat masyarakat terhadap olahraga seperti bola voli, bulu tangkis, dan karate. Namun, pengelolaan olahraga di desa ini masih belum optimal. Oleh karena itu, program PPK Ormawa UKM Olahraga dan Beladiri Universitas Tidar tahun 2024 bertujuan untuk meningkatkan manajemen olahraga melalui penerapan prinsip-prinsip Sport Management Principles. Program ini meliputi sosialisasi cabang olahraga unggulan, pembentukan komunitas olahraga, perbaikan infrastruktur, pelatihan rutin, pembuatan website Desa Treko Sport Village, dan penyelenggaraan turnamen. Metode yang digunakan adalah Strategic Sport Management yang dirancang untuk memaksimalkan potensi olahraga desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi masyarakat, terbentuknya komunitas olahraga yang solid, perbaikan infrastruktur yang mendukung kegiatan olahraga, serta pengembangan atlet-atlet berprestasi. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan potensi olahraga di Desa Treko tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan olahraga yang terorganisir dengan baik
Peran Edukasi Literasi Digital dalam Mengurangi Dampak Negatif Media Sosial
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran akan penggunaan media sosial yang bijak di kalangan generasi muda. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan interaktif yang melibatkan pemaparan materi, diskusi kelompok, dan praktik digital detox. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Tapen, Desa Pagersari, dengan peserta utama anggota Karang Taruna yang mayoritas berusia di bawah 20 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang dampak konsumsi video pendek secara berlebihan, terutama terkait efek dopamin, gangguan konsentrasi, dan produktivitas. Selain itu, peserta mulai menerapkan strategi pengelolaan waktu akses media sosial dengan menggunakan fitur screen time serta mengganti kebiasaan menggulir konten dengan aktivitas yang lebih produktif. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta dalam memanfaatkan media sosial secara lebih sehat dan bertanggung jawab. Program serupa diharapkan dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak komunitas guna membangun budaya digital yang lebih positif
Developing Nias Culture-Based English Textbook to Enrich 21st Century Skills for Vocational High School Students
This study focuses on the development of a Nias culture-based English textbook designed to enrich 21st century skills in vocational high school students. The problem underlying this study is the low relevance of the teaching materials used to the local cultural context making it difficult for them to understand the material in depth. Using a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, the textbook was designed, developed, implemented, and evaluated in terms of feasibility, practicality, and effectiveness. The effectiveness of the product is tested using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group posttest-only design. The research sample was determined using cluster sampling to represent students in different class groups. Research subjects included an experimental class, control class and an additional school as the dissemination class. Data is collected through expert validation, implementation, questionnaires, and learning outcome tests. The validation results showed high feasibility scores from four experts (100% culture and material, 95.55% language, 85.71% design). The developed book was also found to be practical and effective in enhancing students’ 21st-century skills, particularly in communication, collaboration, critical thinking, and creativity. The posttest results revealed clear improvements in students’ learning outcomes compared to the control class. Moreover, both teachers and students responded positively, emphasizing the textbook’s relevance to local culture and its usefulness in the learning process. Therefore, the Nias culture-based English textbook can be concluded as a feasible, practical, and effective learning resource that integrates local wisdom, strengthens students’ cultural identity, and fosters essential 21st-century competencies
AUDIT ENERGI LISTRIK SWALAYAN X SEBAGAI UPAYA MENUJU STANDAR ISO 50001
Jumlah bangunan komersial khususnya swalayan di Indonesia sudah sangat banyak. Penggunaan energi yang tidak efisien secara terus menerus pada swalayan, selain menyebabkan tagihan yang tinggi, juga akan mengakibatkan krisis energi dimasa mendatang. Sebagai upaya menuju standar ISO 50001, maka dilakukan audit energi pada gedung swalayan dengan prosedur pelaksanaannya sesuai SNI. Mengembangkan sistem manajemen energi dengan mencapai pola kinerja energi yang efisien sesuai dengan standar ISO 50001:2018 yang dilakukan pada gedung swalayan X Magelang. Menetapkan sistem dan proses yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja energi secara berkelanjutan, termasuk efisiensi energi, pemanfaatan energi, dan konsumsi energi. Swalayan X Magelang berlangganan energi listrik PLN dengan kapasitas daya terpasang 23.000 VA dengan Total pemakaian energi listrik pada gedung swalayan X Magelang adalah 16.954 kWh dalam satu bulan. Nilai intensitas konsumsi energi gedung swalayan 178,188, untuk bangunan swalayan tergolong sangat efisien
Analisis Komparatif Sektor Unggulan di Priangan Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan membandingkan sektor-sektor unggulan di wilayah Priangan Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Barat dan PDRB enam Kabupaten/Kota di wilayah Priangan Timur (Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar) seri 2010 ADHK Menurut Lapangan Usaha tahun 2010 s.d 2023. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ) yang diolah dengan Microsoft Excel. Berdasarkan hasil analisis LQ, diperoleh bahwa sektor unggulan yang mendominasi di wilayah Priangan Timur meliputi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran); sektor pengadaan air (Kota Tasikmalaya); serta sektor pertambangan dan penggalian (Kota Banjar). Sedangkan hasil analisis DLQ menunjukkan bahwa semua sektor berpotensi untuk menjadi sektor basis di masa depan. Temuan ini menunjukan bahwa peningkatan pengeluaran pemerintah daerah pada sektor-sektor unggulan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Priangan Timur