Pusat Jurnal UIN Ar-Raniry (Universitas Islam Negeri)
Not a member yet
    8916 research outputs found

    MEMBANGUN ETOS DAKWAH DALAM KELUARGA

    No full text
    Etos dakwah dalam bahasa yang sederhana dapat diartikan dengan semangat dakwah. Semangat dakwah ini harus dibangun dan dipupuk dengan kokoh terlebih dahulu dari dasarnya yakni keluarga. Keluarga yang terdiri dari orang tua dan anak-anak adalah suatu lembaga dakwah dalam lingkup kecil. Meskipun kecil, namun amat menentukan baik buruknya nasib suatu bangsa. Di dalamnya orang tua berperan sebagai juru dakwah yang mengajak mad’unya (dalam hal ini anak-anaknya) untuk ber amar ma’ruf nahi munkar. Jika keluarga baik, masyarakat secara keseluruhan akan ikut baik, dan jika keluarga rusak, masyarakat pun ikut rusak. Bahkan keluarga adalah miniatur umat yang menjadi sekolah pertama bagi manusia dalam mempelajari etika sosial yang terbaik. Keyword: Etos, Dakwah, Keluarg

    PEKERJA SOSIAL INDUSTRI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ACEH SINGKIL

    No full text
    ABSTRAK Pekerja sosial sangat berperan penting dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan perlindungan sosial terutama di dunia industri. Pekerja sosial kerap menjadikan dirinya sebagai pendamping sosial yang hadir sebagai agen perubahan dan turut terlibat membantu memecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar perusahaan. Perkebunan Kelapa Sawit PT. Lembah Bhakti yang beroperasi di Aceh Singkil memiliki kewajiban untuk memberdayakan masyarakat terutama yang berbatasan langsung dengan areal usaha yang mereka jalankan. Pada kenyataannya, perusahaan belum mampu sepenuhnya menunaikan tanggungjawab sosialnya secara baik sehingga konflik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar kerap terjadi. Persoalan ini muncul disinyalir karena di PT Lembah Bhakti belum menghadirkan seorang pekerja sosial industri yang profesional, sehingga acapkali program-program pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan tidak disahuti oleh masyarakat dengan baik, bahkan tidak sedikit yang menolaknya. Kata Kunci: Pekerja Sosial, Pemberdayaan, Perusahaan

    PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI (STUDI DI GAMPONG NUSA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR)

    No full text
    Abstract: Community-based waste management is a large program that focuses on reducing plastic waste by turning it into goods of economic value. Within the program, there are several sub-programs that have produced derivative activities that have been shown to have a real impact on people's lives. Community-based waste management in Gampong (Desa) Nusa has also been around since 2006, the initial objective was to eliminate the existing waste during the tsunami disaster, but over time the waste management in Gampong Nusa made the community feel good impacts that had economic value, so that the products -products created by the people of Gampong Nusa have been sold to various groups. The purpose of this study was to determine the environmental conditions of Gampong Nusa, and waste management with economic value in Gampong Nusa. This type of research is field research (field research) with a qualitative approach. The data collection techniques used were observation, interview and documentation, then the research results were analyzed descriptively. The results showed that community-based waste management into an economic value product is to turn Gampong Nusa into an environmentally friendly village, making the results of waste management into products of economic value. Community-based waste management strategies become products of economic value, namely by providing understanding and practice directly with the community, so that the results are clear and the processed waste products can be used directly by the community.Keywords: Waste Management; Society; Economy.Abstrak: Pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah program besar yang berfokus pada upaya pengurangan timbunan sampah plastik dengan mengubahnya menjadi barang bernilai ekonomis. Di dalam program tersebut terdapat beberapa subprogram yang telah menghasilkan aktivitas turunan yang terbukti mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Gampong (Desa) Nusa juga sudah ada sejak tahun 2006, tujuan awalnya untuk menghilangkan sampah-sampah yang ada ketika bencana tsunami, namun seiring berjalannya waktu pengelolaan sampah di Gampong Nusa membuat masyarakat merasakan dampak baik yang bernilai ekonomi, sehingga produk-produk yang dikreasikan oleh masyarakat Gampong Nusa sudah terjual ke berbagai kalangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keadaan lingkungan Gampong Nusa, dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi di Gampong Nusa. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, selanjutnya hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi produk bernilai ekonomi adalah menjadikan Gampong Nusa menjadi gampong yang ramah lingkungan, menjadikan hasil pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi produk bernilai ekonomi yaitu dengan cara memberikan pemahaman dan mempraktikkan secara langsung bersama masyarakat, sehingga hasilnya terlihat jelas dan produk olahan sampah tersebut dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Faktor hambatan dalam melakukan pengelolaan sampah di Gampong Nusa yaitu ketika pemerintah tidak turun tangan dalam membantu mensejahterakan masyarakat dalam hal bimbingan maupun bantuan fisik sehingga masyarakat bergerak sendiri untuk mensejahterakan gampong.Kata Kunci: Pengelolaan Sampah; Masyarakat; Ekonomi

    PERAN LPTP MELALUI PENDEKATAN AGAMA DAN MULTISEKTOR DALAM PENANGANAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI DESA PAGAREJO WONOSOBO

    No full text
    Abstract: There are 41.12% (29.0370) children experiencing a lack of nutritional intake in children in Wonosobo Regency, this has adversely affected the growth of both physical and non-physical for children due to breast milk intake and unhealthy environment. The purpose of this study was to find out how the role of the LPTP through the religious approach in handling the reduction of stunting rates, and how the role of the LPTP in assisting the reduction of stunting rates in the village of Pagarejo Wonosobo with qualitative research using the Participatory Action Research (PAR) approach. The results of this study indicate that (1) that the assistance provided by LPTP with a religious approach is based on the Al-Qur’an Al-Baqarah verse 233, that is, Allah has instructed a mother to breastfeed her child for up to two years. A father also has a responsibility to be able to provide for the family such as giving proper clothes to his children. (2) In creating conditions of social welfare and a good quality of life, it is necessary to create an environment that is supportive, responsive and empowers individuals and communities. Through the coordination carried out by the LPTP, the Village Government and Local Government to reduce stunting rates is one way to realize community welfare through the RPJM, RKP and APBDes.Keywords: LPTP; Religion; Stunting.Abstrak: Ada 41,12% (29,0370) anak mengalami kurangnya asupan gizi pada anak di Kabupaten Wonosobo, ini telah berdampak buruk bagi pertumbuhan baik fisik maupun non fisik bagi anak akibat asupan air susu ibu dan lingkungan yang kurang sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran LPTP melalui pendekatan Agama dalam penanganan penurunan angka stunting, dan bagaimana peran LPTP dalam pendampingan penanganan penurunan angka stunting di Desa Pagarejo Wonosobo dengan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa (1) pendampingan yang dilakukan oleh LPTP dengan pendekatan agama di dasarkan pada Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 233, yakni Allah telah memperintahkan pada seorang ibu agar menyusui anaknya sampai dua tahun lamanya. Seorang ayah juga memiliki tanggung jawab untuk bisa memberikan nafkah bagi keluarga seperti memberi pakaian yang layak kepada anak-anaknya. (2) Dalam menciptakan kondisi kesejahteraan sosial dan kualitas hidup yang baik diperlukan penciptaan lingkungan yang mendukung, responsif dan memberdayakan individu dan masyarakat. Melalui koordinasi yang dilakukan oleh LPTP, Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah untuk mengurangi angka stunting adalah salah satu cara untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui RPJM, RKP dan APBDes.Kata Kunci: LPTP; Agama; Stunting

    PERKAWINAN TRANSEKSUAL PERSPEKTIF TEORI HAK KODRATI

    No full text
    Abstract: Along with the development of the times, some individuals perform sex reassignment surgery because they feel that their current body is not following their psyche. Individuals who perform sex reassignment surgery are called transsexuals. In Indonesia, after performing a sex change operation, you can apply to the District Court to get a change of identity on your residence card. When they have officially changed their gender and identity, the question that will be asked is whether the rights they will get will be the same as the rest of the general public. One of the rights of each individual is to carry out marriage, which is a marriage between a man and a woman. However, in Indonesia, there are no regulations regarding marriages carried out by transsexuals. So there is a need for a study of transsexual marriage, which would be appropriate if viewed from the perspective of natural rights theory. The purpose of this study is to describe transsexual marriage from the perspective of natural rights theory. This type of research is normative legal research using a conceptual approach. Based on the analysis carried out, it can be seen that marriages performed by transsexuals are not legal according to religion and the state because they violate the boundaries and rules that have been set by the state.Keywords:  Marriage; Transsexual; Natural Rights.Abstrak: Seiring dengan perkembangan masa terdapat beberapa individu yang melakukan operasi pergantian kelamin karena merasa tubuh yang dimilikinya sekarang tidak sesuai dengan kejiwaannya. Individu yang melakukan operasi pergantian kelamin disebut dengan transeksual. Di Indonesia sendiri, setelah melakukan operasi pergantian kelamin maka dapat mengajukan ke Pengadilan Negeri untuk mendapatkan perubahan identitas pada kartu kependudukannya. Ketika secara resmi telah berubah kelamin serta identitasnya, maka yang akan menjadi pertanyaan adalah terkait hak-hak yang akan didapatkannya apakah akan dipersamakan dengan masyarakat umum lainnya. Salah satu hak setiap individu adalah melaksanakan perkawinan, yang mana perkawinan tersebut antara laki-laki dengan perempuan. Namun di Indonesia tidak ada aturan terkait perkawinan yang dilakukan oleh transeksual. Sehingga perlu adanya kajian tentang perkawinan transeksual, yang mana akan tepat jika ditinjau dari perspektif teori hak kodrati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkawinan transeksual yang ditinjau dari perspektif teori hak kodrati. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual. Berdasarkan analisa yang dilakukan dapat diketahui bahwa perkawinan yang dilakukan oleh transeksual tidak sah menurut agama dan negara karena melanggar batasan-batasan dan aturan yang telah ditetapkan oleh negara.Kata Kunci: Perkawinan; Transeksual; Hak Kodrati

    DAMPAK KEBERADAAN BUDI DAYA KERAMBA IKAN AIR TAWAR TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA TOWEREN KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH

    No full text
    Abstract: A prosperous society is a society that has a good and sufficient economy so that it can provide a decent enough life. To meet the necessities of life and also a decent life, of course the community must try, as the people of Toweren Village who started fish cage cultivation in order to achieve a prosperous family. The research problem is formulated into two: First, what is the impact of freshwater fish cage cultivation on the welfare of the people of Toweren Village. Second, what is the response of the Toweren Village Community regarding the Existence of Freshwater Fish Cage Cultivation. The purpose of this study was to determine the impact of fish cage cultivation and the public's response to fish cage cultivation. This research is a field research using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques by way of observation and interviews. The results of the study show that fish cage cultivation can improve the economy and can meet the needs of the community and can reduce the unemployment rate of the people of Toweren Village so that the people of Toweren Village can be said to be a prosperous society. In addition, fish cage cultivation has a negative impact, namely, environmental pollution and becomes an obstacle to community activities such as fishermen and anglers.Keywords: Aquaculture; Fish Cage; Welfare; Community.   Abstrak: Masyarakat yang sejahtera merupakan masyarakat yang memiliki ekonomi bagus dan mencukupi sehingga dapat memberikan kehidupan yang cukup layak. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga kehidupan yang layak tentunya masyarakat harus berusaha, sebagaimana masyarakat Desa Toweren yang memulai budi daya keramba ikan agar mencapai keluarga yang sejahtera. Masalah penelitian dirumuskan menjadi dua: Pertama, Bagaimana dampak usaha budi daya keramba ikan air tawar terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Toweren. Kedua, Bagaimana tanggapan Masyarakat Desa Toweren mengenai Keberadaan Budi Daya Keramba Ikan air tawar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak budi daya keramba ikan dan tanggapan masyarakat terhadap budi daya keramba ikan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan melalui pendekatan Deskriptif kualitatatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budi daya keramba ikan dapat meningkatkan ekonomi dan dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat serta dapat mengurangi tingkat pengangguran masyarakat Desa Toweren sehingga masyarakat Desa Toweren dapat dikatakan ke dalam masyarakat yang sejahtera. Selain itu budi daya keramba ikan memiliki dampak negatif yaitu, pencemaran lingkungan serta menjadi penghambat aktivitas masyarakat seperti nelayan dan pemancing.Kata Kunci: Budi Daya; Keramba Ikan; Kesejahteraan; Masyarakat

    PENDEKATAN DAKWAH WASATHIYYAH FORUM DAKWAH PERBATASAN (FDP) DALAM PEMBINAAN SAUDARA BARU DI WILAYAH PERBATASAN ACEH

    No full text
    Abstract: The coaching of converts to Islam has been an important aspect in the border areas of Aceh Province. This program is conducted considering that the region is prone to silting of faith, drug abuse and negative influence of foreign culture, which could affect the faith and aqidah (creed) of Muslim residing in the border area. This issue becomes the background of this study in an attempt to figure out the approaches of dakwa wasathiyyah (moderate) carried out by the organization of Forum Dakwah Perbatasan (FDP) in implementing its coaching programs for the converts to Islam in the border area. This study employed qualitative approach, in which interview and document analysis were used for collecting the data. The result of this study shows that Forum Dakwah Perbatasan (FDP) has performed the Dakwa fundamentally and consistently within the framework of Islam Wasathiyyah to the Muslim society in the border and remote areas of Aceh. The da’i (callers to Islam) of FDP performed the dakwa in accordance with their vision, that Islamic dakwa should be developed based on the tenets of Islam Wasathiyyah. Among the tenets of Dakwa Wasathiyyah conducted by the FDP are; tawazzun, tawasshut, i’tidal, tasamuh, musawah, syura ishlah, aulawiyah, and tathawwur wa ibtikar. While in implementing those dakwa programs, the FDP performed dakwa by using various approaches as follows: dakwa tauhid, social dakwa, transformative dakwa, and humanist dakwa. This study concluded that the FDP has greatly contributed and assisted in strengthening and coaching the aqidah of the converts to Islam in Aceh.Keywords: Dakwa Wasathiyyah; Forum Dakwah Perbatasan; Converts to Islam.Abstrak: Pembinaan saudara baru menjadi aspek penting di wilayah perbatasan Aceh. Mengingat kawasan tersebut rawan terjadinya pendangkalan akidah, peredaran narkoba dan pengaruh budaya asing yang dapat mempengaruhi keyakinan dan akidah umat Islam di perbatasan. Hal inilah yang menjadi latar belakang penelitian ini dengan tujuan untuk mengkaji tentang gambaran pendekatan dakwah Wasathiyyah yang dilaksanakan oleh Forum Dakwah Perbatasan (FDP) dalam pembinaan berbagai program terhadap saudara baru di perbatasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara prinsipil dan komitmen Forum Dakwah Perbatasan (FDP) telah melakukan dakwah dalam kerangka Islam Wasathiyyah di kalangan umat Islam di perbatasan dan pedalaman Aceh. Para da'i Forum Dakwah Perbatasan (FDP) menjalankan dakwah sesuai dengan visinya di mana  dakwah Islam selayaknya dikembangkan dengan konsep Islam Wasathiyyah.Adapun prinsip -prinsip Dakwah Wasathiyyah yang dilakukan Forum Dakwah Perbatasan (FDP), sebagai berikut: tawazzun, tawasshut, i'tidal, tasamuh, musawah, syura ishlah, aulawiyah, dan tathawwur wa ibtikar. Dalam mengimplementasi program dakwah tersebut, Forum Dakwah Perbatasan (FDP) melakukan dakwah dalam berbagai pendekatan, di antaranya: dakwah tauhid, dakwah sosial, dakwah transformatif dan dakwah humanis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Forum Dakwah Perbatasan (FDP) telah memberikan kontribusi dan andil besar terhadap penguatan dan pembinaan akidah saudara baru di perbatasan Aceh.Kata Kunci: Dakwah Wasathiyyah; Forum Dakwah Perbatasan; Saudara Baru

    MAQASHID AL-SYARIAH KESEPAKATAN PASANGAN SUAMI ISTERI TIDAK MEMILIKI ANAK (CHILDFREE) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    No full text
    Abstract: Childfree reaps many pros and cons, then what is the law in Islam if a husband and wife decide not to have children. This library research study aims to explain the position of childfree (unwillingness to have children) within the framework of Islamic law by using the maqashid al-shari'ah theories. The results of this study indicate that deciding to be childfree is due to financial reasons and academic education. Having a child is not just about giving birth but also having to be prepared to create quality children so that it costs quite a lot to get a proper education. In Islamic law, marriage has several purposes, one of which is to get offspring (hifẓ an-nasl). Therefore, if a husband and wife marry and deliberately decide not to have children, then this decision is contrary to Islamic law.Keywords:  Husband and wife; Childfree; Islamic Law.Abstrak: Childfree menuai banyak pro dan kontra, lalu bagaimana hukumnya dalam Islam apabila pasangan suami istri memutuskan untuk tidak memiliki anak. Penelitian studi kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan childfree (keengganan untuk memiliki keturunan) dalam kerangka hukum Islam dengan menggunakan teori maqashid al-syariah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa memutuskan childfree karena alasan finansial dan pendidikan akademik. Memiliki anak tidak hanya sekedar melahirkan tetapi juga harus dipersiapkan untuk menciptakan anak yang berkualitas sehingga membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam hukum Islam perkawinan memiliki beberapa tujuan, salah satunya adalah untuk mendapatkan keturunan (hifẓ an-nasl). Oleh sebab itu, apabila pasangan suami istri menikah dan memutuskan dengan sengaja untuk tidak memiliki anak maka keputusan ini bertentangan dengan hukum Islam.Kata Kunci: Suami Istri; Childfree; Hukum Islam

    CELEBRITY PHILANTHROPY: KEDERMAWANAN MUSLIM KELAS MENENGAH DI INDONESIA

    No full text
    Abstract: This article describes the phenomenon of celebrities involvement in Islamic philanthropy in Indonesia. The author focuses on Peggy Melati Sukma, a celebrity figure who had hijrah (spiritual transformation). She was actor, host and model. However, after hijrah, she was committed to focus on managing Islamic philanthropic. The data of this article are collected from Peggy Melati Sukma’s autobiography books, social media observations (netnography) and joined Peggy Melati Sukma's taklim offline. To analyze this phenomenon, the author uses qualitative research with narrative analysis method. This article finds that celebrity philanthropy tends to take advantage of the Islamic market momentum, combined of piety, happiness and satisfaction, as well as fashion. In contrast to other philanthropic institutions that utilize cultural capital, celebrity philanthropy emphasizes the celebrity popularity or their images to gain the trust of the public. Furthermore, celebrity philanthropy is an alternative choice among the other philanthropic institutions. This research contributes to the Islamic philanthropy discussion in Indonesia, specifically celebrity involvement.Keywords: Covid-19; Philanthropy; Islamic Market; Piety; Celebrity.Abstrak: Artikel ini mendiskripsikan fenomena keterlibatan selebriti dalam kegiatan filantropi Islam di Indonesia. Penulis fokus melihat satu figur selebriti hijrah yaitu Peggy Melati Sukma. Dia sebelumnya berprofesi sebagai pemain sinetron, pembawa acara juga model. Namun setelah hijrah, ia berkomitmen untuk fokus mengelola kegiatan filantropi Islam. Data di artikel ini dikumpulkan dari buku-buku autobiografi, observasi media sosial (netnografi) dan mengikuti taklim Peggy Melati Sukma secara offline. Untuk menganalisis fenomena ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan metode analisis naratif. Artikel ini menemukan bahwa filantropi selebriti cenderung memanfaatkan momentum pasar Islam, bentuk kombinasi antara kesalehan, kebahagiaan dan kepuasan, juga fesyen. Berbeda dengan lembaga filantropi lainnya yang memanfaatkan modal kultural, filantropi selebriti lebih menonjolkan kepopuleran figure atau image selebriti untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat. Selain itu, keberadaan filantropi selebrity menjadi pilihan alternatif di antara lembaga filantropi lainnya. Penelitian ini berkontribusi menambah diskusi tentang filantropi Islam di Indonesia, secara khusus mengenai keterlibatan selebriti.Kata Kunci: Covid-19; Filantropi; Pasar Islam; Kesalehan; Selebriti

    PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT SECARA BERKELANJUTAN DI KAMPUNG BAHARI TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG

    No full text
    Abstract: Tambak Lorok is a “kampung nelayan” that still seems slum in some places. Then, the government embraced the community to participate in preserving their environment by changing it to Kampung Bahari in 2014. This research aims to determine the forms of participation and sustainability of holding Kampung Bahari in Tambak Lorok, Semarang City. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. Data collection was carried out through interviews and direct field observations. The research results show that the Tambak Lorok Community has realized forms of participation, which include energy participation, thought participation, property participation, skills and skills participation, and social participation. The sustainability of Kampung Bahari and several programs related to environmental preservation are still going well. The Tambak Lorok community continues to improve the quality of their area by carrying out many ongoing programs.Keywords: Society Participation; Environmental Consvertation; Tambak Lorok.Abstrak: Tambak Lorok merupakan “kampung nelayan” yang hingga saat ini masih terkesan kumuh di beberapa titik tempatnya. Kemudian pemerintah merangkul masyarakat untuk berpartisipasi dalam melestarikan lingkungannya sendiri, dengan merubahnya menjadi Kampung Bahari pada tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi serta keberlanjutan pelestarian kampung Bahari di Tambak Lorok Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi ke lapangan secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tambak Lorok telah merealisasikan bentuk-bentuk partisipasi yang meliputi partisipasi tenaga, partisipasi buah pikiran, partisipasi harta benda, partisipasi kemahiran dan keterampilan, serta partisipasi sosial. Keberlanjutan Kampung Bahari serta beberapa program terkait pelestarian lingkungan juga hingga saat ini masih berlangsung dengan baik. Masyarakat Tambak Lorok terus meningkatkan kualitas wilayah mereka dengan menjalankan banyaknya program yang terus berlanjut.Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat; Pelestarian Lingkungan; Tambak Lorok

    594

    full texts

    8,916

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pusat Jurnal UIN Ar-Raniry (Universitas Islam Negeri)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇