UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
13083 research outputs found
Sort by
Muhammadiyah dan Dinamika Pengembangan Agama: Studi atas Strategi Dakwah, Pendidikan, dan Sosial Keagamaan
Abstract: This study analyzes the strategy of Muhammadiyah in the development of religion through the application of a holistic AIK curriculum and social empowerment-based da’wah methods. This curriculum innovation is effective in enhancing the quality of learning and shaping graduates who are religious, professional, and adaptable to changes in the times. Furthermore, the internationalization of Muhammadiyah education, reflected in the establishment of campuses in Malaysia, demonstrates the role of Islam as a cultural and civilizational force that is inclusive in international diplomacy. Using a library research approach, this study examines literature related to the role of Muhammadiyah in da’wah, education, and socio-religious matters. The analysis is conducted using a descriptive-qualitative content analysis method, identifying key themes such as da’wah strategies, educational models, and socio-religious contributions. The results show that Muhammadiyah has successfully integrated theological and methodological principles in its da’wah strategy and community development, with an inclusive approach that combines religious values, professionalism, and the digitalization of da’wah. This success has positioned Muhammadiyah as a key actor in education, da’wah, and social transformation of Islam at both national and international levels.Abstrak: Penelitian ini menganalisis strategi Muhammadiyah dalam pengembangan agama melalui penerapan kurikulum AIK yang holistik dan metode dakwah berbasis pemberdayaan sosial. Inovasi kurikulum ini efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta membentuk lulusan yang religius, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Selain itu, internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah, yang tercermin dari pendirian kampus di Malaysia, menunjukkan peran Islam sebagai kekuatan budaya dan peradaban yang inklusif dalam diplomasi antarbangsa. Melalui pendekatan library research, penelitian ini mengkaji literatur terkait peran Muhammadiyah dalam dakwah, pendidikan, dan sosial-keagamaan. Analisis dilakukan dengan metode content analysis deskriptif-kualitatif, mengidentifikasi tema-tema utama seperti strategi dakwah, model pendidikan, dan kontribusi sosial-keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah berhasil mengintegrasikan prinsip teologis dan metodologis dalam strategi dakwah dan pembangunan masyaarakat, dengan pendekatan inklusif yang menggabungkan nilai religiusitas, profesionalisme, dan digitalisasi dakwah. Keberhasilan ini menjadikan Muhammadiyah sebagai aktor utama dalam pendidikan, dakwah, dan transformasi sosial keislaman di tingkat nasional dan internasional.
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Terhadap Penurunan Kadar Trigliserida Pada Mencit (Mus musculus)
Hypertriglyceridemia is a condition when triglyceride levels in the blood increase. High triglyceride levels can cause atherosclerosis, which is a risk factor for cardiovascular disease. The ciplukan plant contains chemical compounds, namely flavonoid compounds. Flavonoid compounds can reduce triglyceride levels by increasing the activity of the lipoprotein lipase enzyme. This research aims to determine the potential of Ciplukan (Physalis angulata L) leaf extract in reducing triglyceride levels in mice (Mus musculus). This type of research is experimental research with a Pretest-Posttest Control Group design. This study consisted of a negative control group, positive control, treatment dose I (2.8 mg/20 gr BW), dose II (5.6 mg/20 gr BW), and dose III (8.4 mg/20 gr BW ). Based on the results of the pne-way ANOVA analysis test, it showed significant differences between the negative control group and the positive control group, treatment dose I, dose II, and dose III with a significance value of p<0.05. The conclusion of this research is that the ethanol extract of ciplukan leaves has the potential to reduce triglyceride levels in mice induced by quail egg yolk
RANCANG BANGUN ALAT SMART BIN AI RUANG TUNGGU PASIEN DI RUMAH SAKIT
Abstract: Hospital cleanliness is very important in creating a healthy and comfortable hospital environment. Therefore, proper waste management is needed. Waste that is not managed properly can cause environmental pollution and health problems. To overcome these problems, a smart trash bin system is needed that can detect and sort waste automatically. In this final project, a Smart Bin AI tool based on Arduino Uno is designed and built, equipped with a HuskyLens sensor, servo motor, and artificial intelligence (AI) system for waste type classification. The HuskyLens sensor is used to detect the presence of objects according to their type and classification, while the servo motor functions as a trash can lid driver. The integrated AI system helps classify waste types into organic, inorganic and B3 based on visual images. The test results show that this tool can operate automatically and provide a fast and accurate response in waste classification with a success rate of 90%. With this system, the waste disposal process becomes more efficient, hygienic, and supports efforts to maintain environmental cleanliness in hospitals.Abstrak: Kebersihan di rumah sakit merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang sehat dan nyaman . oleh karena itu diperlukan pengelolaan sampah yang baik dan benar. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan sistem tempat sampah pintar (Smart Bin) yang mampu mendeteksi dan memilah sampah secara otomatis. Pada tugas akhir ini, dirancang dan dibangun sebuah alat Smart Bin AI berbasis Arduino Uno yang dilengkapi dengan sensor HuskyLens, servo motor, dan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk klasifikasi jenis sampah. Sensor HuskyLens digunakan untuk mendeteksi keberadaan objek sesuai jenis dan klasifikasinya, sedangkan servo motor berfungsi sebagai penggerak tutup tempat sampah. Sistem AI yang terintegrasi membantu mengklasifikasikan jenis sampah menjadi organik, anorganik dan B3 berdasarkan citra visual. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini dapat beroperasi secara otomatis dan memberikan respons yang cepat serta akurat dalam pengklasifikasian sampah dengan nilai persentase keberhasilan sebesar 90%. Dengan adanya sistem ini, proses pembuangan sampah menjadi lebih efisien, higienis, dan mendukung upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan di rumah sakit.
Klasifikasi Penyakit Kanker Paru-Paru Menggunakan Metode Decision Tree C4.5
The incidence of lung cancer in Indonesia has shown a significant increase, positioning the country as the eighth highest in Southeast Asia, with a growth rate of 10.85% over the past five years. A considerable number of lung cancer cases remain undiagnosed at earlier stages due to difficulties in detection, which contributes to the high mortality rate associated with this disease. Consequently, there is a need for a relatively efficient and straightforward technique to uncover knowledge, patterns, and interrelationships among data. The objective of this study is to develop a classification model for lung cancer using the C4.5 decision tree method and to evaluate its predictive performance. The methodology comprises several stages, including data preprocessing, exploratory data analysis (EDA), handling of missing values, identification of duplicate records, assessment of feature correlations, separation of features and target variables, partitioning of data into training and testing sets, model implementation, and performance evaluation through a confusion matrix. The experimental results demonstrate that the proposed model achieves a recall of 90%, a precision of 86%, an F1-score of 88%, and an overall accuracy of 89%. These findings indicate that the C4.5 decision tree method is effective in classifying lung cancer cases and holds potential as a reliable approach in medical data analysis for early detection and diagnosis
IMPLEMENTASI KOMPETENSI ADMINISTRASI DAN LOGISTIK MAHASISWA MELALUI PROGRAM MAGANG DI PT. HANQIA LINTAS SARANA (HLS) KOTA MATARAM
Program magang merupakan sarana penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa secara praktis dan aplikatif di dunia kerja. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis melalui kemitraan dengan PT. Hanqia Lintas Sarana (HLS), sebuah perusahaan jasa logistik dan alat berat di Kota Mataram. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dengan praktik lapangan di sektor administrasi dan logistik. Metode yang digunakan berupa experiential learning, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam proses operasional seperti pengelolaan dokumen ekspedisi, penyusunan faktur, pengelompokan surat jalan, hingga pencatatan jam kerja alat berat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam mengelola dokumen administratif, memahami proses logistik, serta meningkatkan pemahaman terhadap manajemen aset dan pelaporan teknis. Keterlibatan langsung ini turut membentuk sikap kerja profesional, ketelitian, dan kemampuan bekerja dalam tim. Temuan ini menunjukkan bahwa program magang memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan keterampilan kerja mahasiswa yang relevan dengan dunia industri saat ini. Hasil ini penting dalam mendorong pengembangan kurikulum berbasis praktik untuk menghasilkan lulusan yang adaptif dan siap kerja
Pengaruh Permainan Bahasa Inggris Terhadap Kemampuan Berbicara Siswa
Abstract: The ability to speak English is one of the productive skills that plays an important role in supporting students' communication competencies. This skill not only involves the ability to convey ideas verbally but also requires mastery of language structure, fluency in speaking, and confidence in interacting. With the development of innovative learning approaches, English language games have become one of the strategies used to effectively and enjoyably improve students' speaking skills. This study aims to systematically evaluate the impact of English language games on students' speaking skills through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The literature reviewed was obtained from various indexed academic databases, with publication dates ranging from 2015 to 2025, and selected based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The findings reveal that: (1) games such as role-play, guessing games, word games, and storytelling have been proven to enhance students' speaking fluency; (2) playful activities in learning also boost students' motivation, active engagement, and self-confidence; (3) the effectiveness of games is influenced by the context of their implementation, such as educational level, class size, and the readiness of both teachers and students; and (4) some challenges, such as time constraints, resources, and curriculum adaptation, remain.Thus, English language games have significant potential in supporting speaking skill learning, but careful planning and contextual adaptation are necessary to achieve optimal results.Abstrak: Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan salah satu aspek keterampilan produktif yang memiliki peran penting dalam menunjang kompetensi komunikasi siswa. Keterampilan ini tidak hanya mencakup kemampuan menyampaikan gagasan secara lisan, tetapi juga menuntut penguasaan struktur bahasa, kelancaran berbicara, dan rasa percaya diri dalam berinteraksi. Seiring berkembangnya pendekatan pembelajaran yang inovatif, permainan bahasa Inggris menjadi salah satu strategi yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara efektif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis pengaruh permainan bahasa Inggris terhadap kemampuan berbicara siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Literatur yang ditelaah diperoleh dari berbagai basis data akademik terindeks, dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2015 hingga 2025, serta diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) permainan seperti role-play, guessing games, word games, dan storytelling terbukti mendorong peningkatan kelancaran berbicara siswa; (2) aktivitas bermain dalam pembelajaran turut meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, dan rasa percaya diri siswa; (3) efektivitas permainan dipengaruhi oleh konteks pelaksanaannya, seperti jenjang pendidikan, ukuran kelas, dan kesiapan guru maupun siswa; dan (4) beberapa kendala seperti keterbatasan waktu, sarana, serta adaptasi kurikulum menjadi tantangan dalam penerapannya. Dengan demikian, permainan bahasa Inggris memiliki potensi signifikan dalam mendukung pembelajaran keterampilan berbicara, namun perlu perencanaan dan adaptasi kontekstual yang matang untuk mencapai hasil yang optimal
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Strategi Pencegahan Narkoba: Studi Literatur Kasus Desa Karang Bongkot
Abstract: This study aims to analyze the role of community empowerment as a preventive strategy against drug abuse, based on a literature review of Karang Bongkot Village, Labuapi District, West Lombok Regency. Using a qualitative approach through library research or integrative review, this research synthesizes relevant literature from academic databases including Google Scholar, Scispace, DOAJ, and Scopus. The inclusion criteria focus on publications from 2015 to 2024 that address community empowerment and drug prevention efforts. Findings indicate that empowerment strategies through the strengthening of local institutions, economic training, education, and the integration of local cultural values play a crucial role in enhancing social resilience. The active involvement of village institutions such as youth organizations (Karang Taruna), Village-Owned Enterprises (BUMDes), and traditional leaders has proven effective in building drug-free communities. The novelty of this study lies in its emphasis on the strategic role of local institutional structures within rural drug prevention programs. The study recommends strengthening the synergy between local and formal institutions and optimizing the use of digital media to expand the reach and impact of drug prevention campaigns at the village level.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemberdayaan masyarakat sebagai strategi pencegahan narkoba berbasis komunitas, dengan studi literatur kasus di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode library research atau integrative review, studi ini menyintesis literatur dari berbagai sumber ilmiah seperti Google Scholar, Scispace, DOAJ, dan Scopus, dengan kriteria inklusi terbitan 2015–2024 yang relevan dengan tema pemberdayaan dan pencegahan narkoba. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan melalui penguatan kelembagaan lokal, pelatihan ekonomi, edukasi, dan integrasi nilai budaya lokal dapat membentuk ketahanan sosial yang efektif. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara Karang Taruna, BUMDes, dan tokoh masyarakat dalam menciptakan sistem pencegahan berbasis komunitas. Novelty penelitian ini terletak pada penekanan peran kelembagaan lokal dalam konteks kampung bebas narkoba. Kajian ini merekomendasikan perlunya penguatan sinergi kelembagaan formal dan lokal serta pemanfaatan media digital sebagai strategi lanjutan dalam membangun desa yang tangguh terhadap penyalahgunaan narkotika
Pelatihan penggunaan artificial intelligence dalam penyusunan modul pembelajaran bagi guru sekolah dasar
Abstrak Di era digital abad ke-21, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan menjadi sangat penting, khususnya dalam mendukung guru sekolah dasar (SD) menyusun modul pembelajaran yang efektif dan inovatif. Namun, rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam penerapan AI di lingkungan SD. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru SD Aisyiyah 1 Mataram dalam menggunakan platform AI seperti ChatGPT, Canva AI, dan Grammarly secara praktis untuk penyusunan modul pembelajaran. Pelatihan intensif selama dua hari mengadopsi pendekatan partisipatif dan praktik langsung yang melibatkan 12 guru SD sebagai peserta aktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi digital guru, termasuk kemampuan merancang tujuan pembelajaran berbasis HOTS, pembuatan konten tematik, dan evaluasi interaktif. Observasi aktivitas guru menunjukkan skor rata-rata ≥3,5 pada aspek partisipasi aktif, eksplorasi AI, kerja sama kelompok, dan kemandirian menyusun modul. Produk modul pasca pelatihan mencapai standar kualitas yang baik, membuktikan keberhasilan transfer ilmu ke praktik nyata. Meski dihadapkan pada tantangan seperti akses internet yang tidak stabil dan variasi literasi digital, pendampingan daring dan materi digital pasca pelatihan memberikan solusi efektif. Pengabdian ini berkontribusi pada penguatan kompetensi guru dalam transformasi digital pendidikan dasar serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut inovasi pedagogis. Kata kunci: artificial intelligence; modul pembelajaran; guru sekolah dasar; literasi digital; kurikulum merdeka. Abstract In the digital era of the 21st century, the utilization of Artificial Intelligence (AI) technology in education has become increasingly essential, particularly in supporting elementary school teachers in developing effective and innovative instructional modules. However, low digital literacy and limited access remain major obstacles to the implementation of AI in elementary school settings. This community service activity aimed to enhance the capacity of teachers at SD Aisyiyah 1 Mataram in practically using AI platforms such as ChatGPT, Canva AI, and Grammarly for instructional module development. The intensive two-day training adopted a participatory and hands-on approach involving 12 elementary school teachers as active participants. The training outcomes demonstrated significant improvements in teachers’ digital competencies, including their ability to design learning objectives based on Higher Order Thinking Skills (HOTS), create thematic content, and develop interactive assessments. Observations of teacher activities showed average scores of ≥3.5 on aspects such as active participation, AI exploration, group collaboration, and independence in module preparation. The post-training module products met high-quality standards, confirming the successful transfer of knowledge into practical application. Despite challenges such as unstable internet access and varying levels of digital literacy, online mentoring and digital learning materials provided effective solutions. This community service contributes to strengthening teacher competencies amid the digital transformation of basic education and supports the implementation of the Independent Curriculum, which demands pedagogical innovation. Keywords: artificial intelligence; instructional modules; elementary school teachers; digital literacy; independent curriculum
Penguatan kapasitas nelayan teradisional dalam penanganan pasca panen melalui edukasi teknologi cold chain dan higiene di Desa Lhok Kuala Bubon
Abstrak Sektor perikanan merupakan sumber pangan dan pendapatan utama bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan tradisional di Desa Lhok Kuala Bubon. Namun, keterbatasan pemahaman terkait penanganan pasca panen, sanitasi, dan penerapan sistem cold chain menyebabkan kualitas ikan menurun, cepat rusak, dan harga jual rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada nelayan agar mampu menjaga mutu hasil tangkapan melalui penerapan cold chain serta praktik higiene yang benar. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi, pendampingan, serta evaluasi dan feedback. Sosialisasi dilakukan dengan presentasi, diskusi, dan pemutaran video untuk memperkenalkan prinsip penanganan ikan yang baik. Pendampingan berfokus pada praktik langsung, penggunaan es, cool box, serta kebersihan alat tangkap. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 25% dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test. Nelayan yang menerapkan cold chain melaporkan ikan lebih segar, tahan lebih lama, serta harga jual meningkat sekitar 5–10%. Dampak langsung kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kesadaran dan keterampilan nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, meski keterbatasan akses es dan fasilitas pendingin masih menjadi kendala utama. Program edukasi dan pendampingan cold chain terbukti efektif dalam meningkatkan mutu hasil perikanan dan pendapatan nelayan. Implikasinya, dukungan infrastruktur dan kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan agar penerapan teknologi ini dapat berlanjut secara berkesinambungan. Kata kunci: kualitas ikan; nelayan tradisional; penanganan pasca panen; rantai dingin; sanitasi dan higiene Abstract The fisheries sector is a vital source of food and income for coastal communities, including traditional fishers in Lhok Kuala Bubon Village. However, limited knowledge of post-harvest handling, sanitation, and the application of the cold chain system has led to a decline in fish quality, rapid spoilage, and reduced market value. This community engagement program aimed to provide education and assistance to fishers in maintaining catch quality through the implementation of cold chain practices and proper hygiene. The program was carried out in three stages: socialization, mentoring, and evaluation with feedback. Socialization was delivered through presentations, discussions, and educational videos introducing proper fish handling practices. Mentoring emphasized hands-on training in fish handling, the use of ice and cool boxes, and maintaining equipment hygiene. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure improvements in fishers’ knowledge and skills. The results indicated a 25% increase in understanding, with post-test scores significantly higher than pre-test scores. Fishers who adopted cold chain practices reported that their fish remained fresher, lasted longer, and achieved a price increase of around 5–10%. This program had a direct impact on enhancing awareness and skills in maintaining fish quality, although limited access to ice and adequate cooling facilities remains a key challenge. Overall, the cold chain education and mentoring program proved effective in improving fish quality and increasing fishers’ income. Keywords: fish quality; traditional fishers; post-harvest handling; cold chain; sanitation and hygien
Penguatan karakter dan kompetensi pelajar melalui program edukasi terpadu dalam membangun generasi muda unggul di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku
Abstrak Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfungsi memberdayakan masyarakat melalui transfer ilmu dan keterampilan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 31 Juli hingga 7 Agustus 2025 di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelajar melalui penguatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial. Terdapat 76 pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang terlibat aktif dalam empat program utama, yaitu edukasi literasi keuangan dan pembiasaan menabung, pelatihan kepemimpinan serta manajemen organisasi, penyusunan business plan sederhana, dan forum debat pelajar yang dipadukan dengan pelatihan manajemen konflik sosial. Seluruh kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif melalui metode ceramah, diskusi interaktif, Focus Group Discussion, simulasi, dan demonstrasi praktik agar peserta dapat belajar secara aktif dan kontekstual. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan nyata pada berbagai aspek kemampuan pelajar; 82% peserta memahami konsep dasar literasi keuangan, 76% mampu menyusun ide usaha sederhana, 79% dapat menjelaskan fungsi manajemen organisasi, dan 81% menunjukkan peningkatan dalam kemampuan komunikasi serta penyelesaian konflik. Adapun model pemberdayaan berbasis partisipasi efektif dalam memperkuat karakter, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran sosial pelajar, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Kegiatan ini diharapkan menjadi model edukasi terpadu yang dapat direplikasi untuk membentuk generasi muda yang unggul dan berdaya saing di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara. Kata kunci: business plan; kepemimpinan; literasi keuangan; manajemen konflik; pengabdian masyarakat. Abstract Community service is an integral component of the Tri Dharma of Higher Education, serving as a means to empower communities through the transfer of knowledge and practical skills. This program was conducted from July 31 to August 7, 2025, in Tengin Baru Village, Sepaku District, Penajam Paser Utara Regency, with the primary objective of enhancing students’ capacity through the strengthening of knowledge, attitudes, and social skills. A total of 76 students from elementary, junior high, and senior high school levels actively participated in four main programs: financial literacy education and saving habits, leadership and organizational management training, basic business plan development, and a student debate forum combined with conflict management training. All activities were designed using a participatory approach, integrating lectures, interactive discussions, Focus Group Discussions, simulations, and practical demonstrations to promote active and contextual learning. The implementation results indicated significant improvements in various aspects of students’ competencies: 82% of participants demonstrated an understanding of basic financial literacy concepts, 76% were able to formulate simple business ideas, 79% could explain the functions of organizational management, and 81% showed enhanced communication and conflict resolution skills. The participatory empowerment model proved effective in strengthening students’ character, critical thinking, and social awareness, while simultaneously contributing to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4 on quality education and Goal 8 on decent work and economic growth. This activity is expected to serve as an integrated educational model that can be replicated to develop an excellent and competitive young generation in the supporting areas of the new capital city, Nusantara. Keywords: business plan; leadership; financial literacy; conflict management; community services