UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
13083 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI PENTINGNYA PARTISIPASI WARGA DESA MANDE DALAM PEMBANGUNAN DESA BERKELANJUTAN
ABSTRAKPembangunan desa berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran yang optimal untuk berpartisipasi membangun desanya karena sumber daya manusia yang belum memadai. Hal tersebut senada dengan hasil analisis kebutuhan yang ditemukan di desa Mande. Dalam hal ini, desa Mande membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya untuk mengatasi persoalan tersebut adalah pelaksanaan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya partisipasi warga desa Mande dalam pembangunan desa berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan warga desa Mande, serta meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya partisipasi mereka dalam membangun desa Mande, sehingga pembangunan desa berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan lebih optimal. Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni a) persiapan sosialisasi, b) pelaksanaan sosialisasi, c) evaluasi sosialisasi. Sosialisasi tersebut diselenggarakan di balai desa Mande dengan dihadiri oleh 48 orang warga desa Mande beserta aparat desa. Merujuk pada data observasi dan wawancara, hasil temuan menunjukan sejumlah peningkatan namun masih membutuhkan pengembang lanjutan, diantaranya a) warga desa Mande mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru, b) warga lebih menyadari betapa pentingnya partisipasi mereka dalam membangun desa dalam berbagai dimensi pembangunan desa, c) warga bersedia melakukan hidup lebih sehat dengan tidak meminum minum miras dan mengurangi konsumsi rokok, d) warga bersedia melanjutkan sekolahnya atau memperluas pengetahuannya melalui PKBM dan mengikut ujian persamaan paket B atau C serta menghadiri penyuluhan-penyuluhan, e) warga bersedia memelihara dan mengembangkan lahan pertanian dengan lebih optimal sebagai salah satu potensi desa Mande, serta f) warga bersedia berpartisipasi dan mendukuung semua program desa Mande.Kata kunci: partisipasi warga desa Mande; pembangunan desa berkelanjutan. ABSTRACTSustainable village development is crucial to improve community welfare and quality of life, reduce poverty, and support sustainable development goals. However, many people do not have optimal awareness to participate in developing their villages because of inadequate human resources. It is in line with the results of the needs analysis found in Mande village. In this case, Mande village needs to improve the quality of human resources. One effort to overcome this problem is to implement a dissemination concerning the importance of Mande villagers' participation in sustainable village development. The dissemination aims to broaden the knowledge and insight of Mande village residents, as well as increase community awareness of the importance of their participation in developing Mande villager, so sustainable village development can be implemented more optimally. The dissemination is carried out through three stages, namely a) preparation for dissemination, b) implementation of dissemination, c) evaluation of dissemination. The dissemination was held in the Mande village hall and attended by 48 Mande villagers and village officials. Referring to observation and interview data, the findings showed a number of improvements but still needed further development, including a) Mande villagers gained new knowledge, b) they were more aware of the importance of their participation in developing the village in various dimensions, c) they were willing to live healthier by not drinking alcohol and reducing cigarette consumption, d) they were willing to continue their education or expand their knowledge through PKBM and take the B or C package equivalency exam and attend counselings, e) they were willing to maintain and develop agricultural land more optimally as one of the potentials of Mande village, and f) they were willing to participate and support all Mande village programs.Keywords: Mande villagers’ participation; sustainable village development
PENINGKATAN PEMAHAMAN LITERASI KEUANGAN DAN INVESTASI BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA TEGAL
ABSTRAK Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru-guru SD di Kota Tegal mengenai literasi keuangan dan investasi di era disrupsi ini. Peserta kegiatan merupakan perwakilan guru-guru SD di Kota Tegal yang mayoritas merupakan guru generasi muda. Pengabdian ini dilakukan oleh tim dosen Universitas Pancasakti Tegal dengan memberikan edukasi dan pelatihan dalam bentuk ceramah mengenai literasi keuangan, investasi secara umum dan investasi pasar modal, mekanisme investasi serta cara pemilihan saham. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan penyebaran angket kepada seluruh peserta setelah setelah pemberian materi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman para peserta mengenai materi yang telah diberikan. Antusian dan keatktifan peserta terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya maupun peserta yang menjawab pertanyaan narasumber. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapt menjadi dasar pengambilan keputusan untuk berinvestasi juga dapat menerapkan praktik pengelolaan keuangn dengan efektif dan efisien. Kata kunci: guru; literasi keuangan; investasi; saham. ABSTRACTThis community service’s aim is to increase the understanding of primary school teachers in Tegal City regarding financial literacy and investing in this disruption era. The participants were representatives of primary school teachers, the majority of whom are young generation teachers. This service was carried out by a team of lecturers from Pancasakti University by providing education and lectures on financial literacy, investing in general and investing in capital market, investment mechanism and stock selection. The evaluation was done by distributing questionnaires after the material was given. The results of the activity showed there was an increase in the participants' understanding of the material given. The participants’s enthusiasm can be seen from the number of participants who asked questions and the number of participants who answered the speaker's questions. This activity is expected to be the basis for making investment decisions and can apply financial management effectively and efficiently. Keywords: teacher; financial literacy; investment; stocks
PELATIHAN PENULISAN DIKSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI SASTRA DI MA PLUS ASSOWAH AL-ISLAMIYAH GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT
ABSTRAK Perkembangan literasi sastra di kalangan peserta didik masih terbilang rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain minimnya akses terhadap bahan bacaan sastra yang berkualitas, kurangnya pelatihan keterampilan menulis kreatif, serta belum optimalnya pendekatan pembelajaran sastra di kelas. Dalam konteks ini, pembelajaran sastra seringkali bersifat normatif dan tekstual, sehingga kurang menyentuh aspek apresiasi dan kreativitas yang dapat menggugah minat serta keterlibatan siswa secara aktif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pelatihan penulisan diksi sebagai upaya peningkatan literasi sastra di MA Plus Assowah Al-Islamiyah Gerung dengan melibatkan 40 orang sebagai peserta pelatihani. Kegiatan pengabdian terdiri dari lima tahap, yaitu persiapan, penyampaian materi, praktik, presentasi dan diskusi, serta refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif dan interaktif. Kegiatan ini dinyatakan berhasil dengan indikator sebagai berikut: Aspek partisipasi: Peserta mengikuti kegiatan secara penuh dari awal hingga akhir. Aspek capaian pembelajaran: Berdasarkan penilaian terhadap hasil tugas menulis, sebagian besar peserta mampu menerapkan diksi konotatif dan denotatif dengan baik, serta menunjukkan peningkatan dalam variasi kosakata melalui penggunaan sinonim dan antonim. Aspek keberlanjutan: Pihak sekolah berkomitmen untuk memasukkan materi diksi ini dalam program ekstrakurikuler sastra dan meminta tindak lanjut berupa pendampingan literasi secara berkala. Aspek evaluatif: Refleksi peserta menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya pilihan kata dalam menulis sastra yang ekspresif dan bermakna. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap keterampilan menulis siswa, tetapi juga memperkuat kemitraan antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun budaya literasi sastra yang berkelanjutan.[A1] Kata kunci: Penulisan Diksi; Peningkatan Literasi Sastra; Lingkungan Sekolah. ABSTRACTThe development of literary literacy among students is still relatively low. This is due to several factors, including minimal access to quality literary reading materials, lack of creative writing skills training, and the suboptimal approach to literary learning in the classroom. In this context, literary learning is often normative and textual, so that it does not touch on aspects of appreciation and creativity that can arouse students' interest and active involvement. This community service aims to conduct diction writing training as an effort to improve literary literacy at MA Plus Assowah Al-Islamiyah Gerung by involving 40 people as training participants. The community service activity consists of five stages, namely preparation, delivery of materials, practice, presentation and discussion, and reflection. The activity was carried out through participatory and interactive methods. This activity was declared successful with the following indicators: Participation aspect: Participants participated in the activity fully from start to finish. Learning achievement aspect: Based on the assessment of the results of the writing assignment, most participants were able to apply connotative and denotative diction well, and showed an increase in vocabulary variation through the use of synonyms and antonyms. Sustainability aspect: The school is committed to including this diction material in the literature extracurricular program and requests follow-up in the form of regular literacy assistance. Evaluative aspect: Participant reflections show an increased awareness of the importance of word choice in writing expressive and meaningful literature. Overall, this community service activity not only has a positive impact on students' writing skills but also strengthens the partnership between higher education institutions and secondary schools in building a sustainable literary literacy culture.Keywords: Diction Writing; Increasing Literary Literacy; School Environmen
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI PELATIHAN BERMAIN PERAN TEATER NGIUNG DI PAUD ST. YULIANA RAJONG KOE
ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi seni dan pendidikan karakter anak usia dini melalui pelatihan bermain peran teater Ngiung berbasis cerita rakyat lokal di PAUD St. Yuliana Rajong Koe, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah minimnya pemanfaatan seni budaya lokal dalam pembelajaran serta keterbatasan guru dalam menerapkan metode berbasis budaya. Kegiatan ini melibatkan tiga guru PAUD dan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, dan evaluasi. Metode pelatihan mencakup bermain peran, eksplorasi gerak, suara, dan penggunaan properti sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru, serta partisipasi dan ekspresi anak dalam pembelajaran. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter. Kegiatan ini membuktikan bahwa teater tradisional dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi anak usia dini.Kata kunci: Ngiung, PAUD, Pendidikan Karakter, Budaya. ABSTRACTThis community service activity aimed to develop early childhood artistic potential and character education through role-playing training based on the local folk story Ngiung at PAUD St. Yuliana Rajong Koe, Kota Komba Subdistrict, East Manggarai Regency. The main problems faced by the partner school were the limited use of local cultural arts in the learning process and the lack of teacher capacity in applying culture-based methods. The program involved six PAUD teachers and was implemented through stages of socialization, training, practice, and evaluation. The training methods included role-playing, movement and vocal exploration, and the use of simple props. The results showed an increase in teachers' knowledge and skills, as well as greater student participation and expression in classroom activities. Moreover, the activity raised awareness about the importance of preserving local culture as part of character education. This initiative demonstrates that traditional theater can serve as an effective and enjoyable learning medium for early childhood education.Keywords: Ngiung, ECE, Character Education, Cultur
SMART CATERING SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM USAHA KATERING: INTEGRASI TRANSFORMASI DIGITAL DAN HIGIENITAS PENJAMAH MAKANAN
ABSTRAK Giga Catering, unit usaha berbasis pesantren yang bergerak di bidang jasa boga, menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan usaha, antara lain keterbatasan pemasaran digital, ketiadaan SOP higienitas, pencatatan pesanan secara manual, serta keterbatasan peralatan produksi. Kegiatan dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025, melibatkan 18 peserta yang terdiri atas pengurus koperasi dan penjamah makanan Giga Catering. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi pelatihan terintegrasi, meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menilai tiga dimensi utama: pengetahuan, perilaku, dan implementasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu pengetahuan naik 20% pada aspek digitalisasi dan higienitas, perilaku meningkat 25% pada kedua aspek, serta implementasi bertambah 45% untuk digitalisasi dan 25% untuk higienitas. Hasil ini menegaskan peningkatan kompetensi teknis sekaligus perubahan perilaku peserta yang konsisten dengan standar operasional. Program ini berhasil mewujudkan konsep smart catering berbasis pesantren yang profesional, higienis, dan adaptif, serta berpotensi direplikasi pada unit usaha serupa dalam ekosistem ekonomi pesantren. Kata kunci: Transformasi Digital; Higienitas Penjamah Makanan; Smart Catering; Pemberdayaan UMKM ABSTRACTGiga Catering, a pesantren-based culinary enterprise, faces various management challenges, including limited digital marketing, the absence of hygiene standard operating procedures (SOP), manual order recording, and limited production equipment. The program was implemented from July to August 2025, involving 18 participants, comprising cooperative administrators and food handlers of Giga Catering. Interventions were conducted through three integrated training sessions, including socialization, counseling, workshops, and hands-on practice. Evaluation was carried out using pre-tests and post-tests assessing three main dimensions: knowledge, behavior, and implementation. The results indicated significant improvements, with knowledge increasing by 20% in digitalization and hygiene aspects, behavior improving by 25% in both areas, and implementation rising by 45% for digitalization and 25% for hygiene. These findings confirm the enhancement of technical competencies alongside behavioral changes consistent with operational standards. The program successfully established a professional, hygienic, and adaptive pesantren-based smart catering model, which holds potential for replication in similar business units within the pesantren economic ecosystem. Keywords: Digital Transformation; Food Handler Hygiene; Smart Catering; MSME Empowermen
PEMBERDAYAAN KWT DESA WARU MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PUPUK KOMPOS SAMPAH ORGANIK PASAR PARUNG BERBASIS TEKNOLOGI
ABSTRAK Tingginya volume sampah organik dari aktivitas Pasar Parung menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan yang signifikan, seperti bau, pencemaran air, serta potensi penyakit dari serangga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Twenty One Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik berkualitas yang dapat digunakan sendiri maupun dipasarkan. Mitra, yaitu KWT Twenty One Desa Waru berjumlah 29 orang dengan latar pendidikan dasar hingga menengah. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mengenai manfaat pupuk organik dan pengolahan sampah, pelatihan praktik pembuatan pupuk menggunakan limbah sayuran dan buah dari pasar, penerapan teknologi mesin pencacah dan compost bag, serta pendampingan produksi, pengemasan, dan pemasaran produk. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta uji kualitas pupuk yang dihasilkan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta 32,8% atau dari rata-rata 60,7 menjadi 80, sementara 100% pupuk yang diproduksi memenuhi standar mutu. Selain itu, mitra berhasil menghasilkan pupuk siap pakai dalam jumlah rata-rata 5 compost bag per kelompok, membuka peluang ekonomi baru melalui penjualan lokal, serta mendukung keberlanjutan pertanian ramah lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan integrasi pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, dan pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi secara efektif.Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; pupuk organik; sampah organik; compost bag; pengelolaan sampah.ABSTRACTThe high volume of organic waste from Pasar Parung activities poses significant environmental and health impacts, including unpleasant odors, water contamination, and potential disease transmission by insects. This community service activity aimed to enhance the capacity of the Twenty One Women Farmers Group (KWT) in Waru Village, Parung District, Bogor Regency, to process organic waste into high-quality organic fertilizer for personal use and local marketing. The group. KWT of Twenty One Waru Village consists of 29 members with elementary to secondary education backgrounds. The implementation methods included socialization on the benefits of organic fertilizer and waste management, hands-on training using vegetable and fruit waste from the market, application of chopper machines and compost bags, and mentoring on production, packaging, and marketing. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement, along with quality assessment of the produced fertilizer. The results showed an increase in participants' knowledge scores by 32.8%, rising from an average of 60.7 to 80, while 100% of the produced fertilizer met quality standards. Furthermore, the participants successfully produced an average of five compost bags per group, creating new economic opportunities through local sales and supporting sustainable, environmentally friendly agriculture. This program effectively integrates community empowerment, waste management, and technologybased agricultural enterprise development.Keywords: community empowerment; organic fertilizer; organic waste; compost bag; waste management
SOSIALISASI PERENCANAAN KARIER PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH SOKARAJA
ABSTRAK Perencanaan karier merupakan hal penting bagi siswa sekolah menengah atas yang sudah memasuki kelas XII. Perencanaan karier dimulai dari proses memilih pendidikan, pilihan karier, serta mengelola karier yang dilakukan seumur hidup. Siswa yang tidak memiliki perencanaan karier yang baik, akan membuat dirinya kesulitan dalam menentukan langkah demi langkah dalam hidupnya. Hal ini tercermin di SMA Muhammadiyah Sokaraja. Dalam hal ini siswa kelas XII masih belum memiliki tujuan dan perencanaan yang jelas. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai perencanaan karier dan komponen penting di dalamnya dan meningkatkan pemahaman peserta dalam merencanakan karier. Pengabdian kali ini menggunakan metode sosialisasi dengan melibatkan SMA Muhammadiyah Sokaraja sebagai mitra pengabdian. Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu a) persiapan sosialisasi dimana tim pengabdian melakukan koordinasi awal megnenai kebutuhan mitra, b) pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang terdiri dari tiga bagian yaitu pengantar, pemberian materi dan pasca sosialisasi, c) evaluasi sosialisasi yaitu melakukan analisis data pre-test dan post-test. Peserta kegiatan sosialisasi ini berjumlah 30 siswa kelas XII. Hasil dari sosialisasi perencanaan karier berupa peningkatan pemahaman peserta dengan perbedaan rata-rata pre-test dan post-test sebesar -4.7 poin (tanda negatif berarti hasil post-test lebih besar dari pre-test). Jika dilihat dari effect size data tersebut menunjukkan angka -1.02 yang berarti kegiatan sosialisasi ini memiliki pengaruh yang besar dengan persentase sebesar 84%. Dengan adanya kegiatan sosialisasi seperti ini, diharapkan dapat menjadi kegiatan awal yang mempelopori kegiatan-kegiatan serupa di masa yang akan datang.Kata kunci: Perencanaan Karier; Siswa SMA; Sosialisasi.ABSTRACTCareer planning is an important matter for high school students, especially those in their final year. Career planning begins with the process of choosing an education, a career path, and lifelong career management. Students who lack good career planning will find it difficult to determine their life’s next steps. This is reflected at SMA Muhammadiyah Sokaraja, where 12th-grade students still lack clear goals and plans. The objective of this community service project was to provide knowledge and understanding of career planning and its important components as well as improving students’ level of understanding about career planning. This project utilized a socialization method with SMA Muhammadiyah Sokaraja as a partner. The socialization program was conducted in three phases a) preparation, where the team held intial coordination meetings to assess the partner’s needs, b) the implementation, which was comprised of three parts: an introduction, the presentation, and post-socialization, and c) the evaluation of this program, which involved analyzing data from pre- and post-tests. The socialization event was attended by 30 12th-grade students. The results showed an increase in participants’ understanding of career planning, with a mean difference between the pre- and post-test scores of -4.7 points (the negative sign indicates that the post-test scores were higher than the pre-test scores). The effect size from the data was -1.02, indicating that the socialization activity had a large effect, accounting for 84% of the variance. It is hoped that this type of socialization activity will be the first of many similar initiatives in the future.Keywords: Career planning; High school students; Socialization program
EDUKASI, PRAKTIK PENANGANAN KEBAS DAN SENAM KAKI DIABETES DI PUSKESMAS KEDUNGWUNI 2 KECAMATAN KEDUNGWUNI PEKALONGAN
ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang menimbulkan komplikasi sarap, salah satunya adalah kebas atau neuropati perifer yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Di Kabupaten Pekalongan, terutama di Puskesmas Kedungwuni 2 Kecamatan Kedungwuni Pekalongan, terdapat pasien diabetes yang belum memahami penanganan kebas sehingga berisiko mengalami komplikasi akibat neuropati tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien DM peserta Prolanis dalam melakukan senam kaki dan penanganan kebas secara mandiri.Pengabdian Masyarakat ini diikuti 30 pasien Diabetes anggota prolanis puskesmas Kedungwuni 2 kecamatan Kedungwuni Pekalongan. Metode pengabdian masyarakat adalah ceramah interaktif, praktik perawatan mandiri penanganan kebas, diskusi tanya jawab dan praktik senam kaki Diabetes. Hasil pengabdian masyarakat dievaluasi menggunakan kuesioner sebelum dan setelah edukasi untuk mengukur peningkatan pengetahuan, terdapat peningkatan pemahaman tentang penyebab, gejala, cara penanganan kebas pasien DM, serta observasi kemampuan praktik senam kaki. Hasil test sebelum edukasi, skor pengetahua rata-rata 50%, hasil test setelah kegiatan meningkat 85%. Peserta menunjukkan semangat tinggi dalam praktik perawatan mandiri penanganan kebas dan senm kaki Diabetes yang diajarkan. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dalam mengelola kebas atau neuropati. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menurunkan risiko komplikasi neuropati atau kebas sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata kunci: Diabetes melitus; edukasi kebas; penanganan kebas; senam kaki diabetes ABSTRACTDiabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that causes nerve complications, one of which is numbness or peripheral neuropathy, significantly reducing patients' quality of life. In Pekalongan Regency, especially at Kedungwuni 2 Health Center in Kedungwuni District, there are diabetic patients who lack understanding of how to manage numbness, putting them at risk for serious complications due to neuropathy. This community service aims to improve knowledge and skills among diabetic patients participating in the Prolanis program in performing foot exercises and managing numbness independently. The community service involved 30 diabetic patients registered in the Prolanis program at Kedungwuni 2 Health Center. The methods used included interactive lectures, practice of self-care for numbness management, question-and-answer sessions, and diabetic foot exercise practice. The outcomes were evaluated by questionnaires conducted before and after the educational sessions to assess participants’ knowledge improvement. Results showed increased understanding of the causes, symptoms, and management of numbness in diabetic patients, along with improved ability to practice foot exercises. The average pre-education knowledge score was 50%, which increased to 85% post-activity. Participants demonstrated high enthusiasm in practicing self-care techniques and foot exercises provided. In conclusion, this community service effectively enhanced patients’ knowledge and skills in managing numbness or neuropathy. It is expected that such efforts will reduce the risk of neuropathy complications, thereby improving patients’ quality of life. Keywords: Diabetes mellitus; diabetic foot exercise; numbness education; numbness management
Pendampingan Kelembagaan Petani Kopi pada Gapoktan Kamno Sari Mandiri (KSM) untuk Meningkatkan Produktifitas dan Kualitas Buah Kopi
The Community Partnership Program (PKM) aims to address key issues faced by a group of coffee farmers in Kamno Sari Village, Jagebob District, Merauke Regency. The challenges include: (1) the absence of a formal institutional organization for coffee farmers (GAPOKTAN), (2) simultaneous harvesting of unripe (green) and ripe (red) coffee cherries, (3) suboptimal coffee bean drying processes, and (4) lack of understanding in direct coffee bean sales to café or coffee shop owners. The program fosters GAPOKTAN's independence in improving harvest productivity and direct sales by providing institutional knowledge, enabling members to develop assistance proposals for relevant agencies. The service team introduced financial management and marketing processes through transaction record-keeping and digital marketing. Activities were implemented in three stages: (1) institutional strengthening assistance for coffee farmers, (2) assistance in coffee cherry harvesting and post-harvest handling, and (3) technology transfer for coffee bean drying using metal drying tables. Seventeen participants took part in the program. A satisfaction survey showed 45% were very satisfied and 35% satisfied. All activities were successfully implemented and provided valuable knowledge for the Kamno Sari community
Membangun Karakter Bangsa melalui Kepribadian Muhammadiyah: Analisis Nilai, Etika, dan Spiritualitas dalam Gerakan Pendidikan Islam
This study explores the Kepribadian Kemuhammadiyahan (Muhammadiyah Personality) as a foundation for nation-building through character education, using a library research approach. Drawing on scholarly literature and official Muhammadiyah documents published between 2015–2025, the study analyzes values, ethics, and spirituality embedded in Muhammadiyah’s Islamic educational movement. Content analysis is employed to identify conceptual insights, methodologies, and empirical contributions of Muhammadiyah’s personality framework to societal development. Findings reveal that the Muhammadiyah Personality functions not only as a normative identity but as a practical force shaping ethical, progressive, and tolerant individuals. Its values remain relevant in enhancing character education, expanding digital da’wah, and developing a transformative organizational culture. The study recommends further interdisciplinary research in sociology, pedagogy, and Islamic communication to strengthen Muhammadiyah’s role as a progressive Islamic movement.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Kepribadian Kemuhammadiyahan sebagai basis pembentukan karakter bangsa melalui pendekatan library research. Dengan menelaah berbagai sumber literatur ilmiah dan dokumen resmi Muhammadiyah yang terbit antara 2015–2025, studi ini menganalisis nilai, etika, dan spiritualitas dalam gerakan pendidikan Islam Muhammadiyah. Metode analisis isi digunakan untuk mengeksplorasi konsep, metodologi, serta kontribusi empiris dari Kepribadian Kemuhammadiyahan terhadap pembangunan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepribadian Kemuhammadiyahan tidak hanya sebagai identitas normatif, tetapi merupakan kekuatan praksis yang mendorong terbentuknya warga yang berakhlak mulia, berwawasan keilmuan, dan toleran. Nilai-nilainya terbukti relevan dalam memperkuat pendidikan karakter, memperluas jangkauan dakwah digital, serta membangun budaya organisasi yang transformatif. Kajian ini menyarankan perlunya pengembangan riset interdisipliner dalam konteks sosiologi, pedagogi, dan komunikasi Islam untuk memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan