UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
13083 research outputs found
Sort by
Mengenal kriptografi sejak dini: membangun kesadaran keamanan data pribadi
AbstrakKegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar kriptografi, khususnya Caesar Cipher dan Vigenère Cipher, secara sederhana kepada siswa kelas V sebagai upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keamanan data pribadi sejak usia dini. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, kerja kelompok dalam menyusun dan memecahkan sandi, serta evaluasi melalui observasi dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para siswa serta dukungan penuh dari pihak sekolah. Rata-rata skor penilaian kegiatan sebesar 3,6 (kategori baik), yang mencerminkan efektivitas pendekatan yang digunakan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan literasi digital siswa, sekaligus membuka peluang untuk pengembangan program lanjutan, seperti pelatihan bagi guru dan pengembangan media pembelajaran berbasis keamanan digital. Kata kunci: kriptografi; caesar cipher; vigenère cipher; literasi digital. AbstractThis activity aimed to introduce the basic concepts of cryptography, particularly the Caesar Cipher and Vigenère Cipher, in a simple manner to fifth-grade students as an effort to raise awareness of the importance of personal data security from an early age. The implementation of the activity included the delivery of material, group work in creating and deciphering codes, and evaluation through observation and questionnaires. The results showed a high level of enthusiasm from the students and strong support from the school. The average assessment score was 3.6 (categorized as good), reflecting the effectiveness of the approach used. This activity made a tangible contribution to enhancing students’ digital literacy and opened opportunities for the development of follow-up programs, such as teacher training and the creation of learning media focused on digital security. Keywords: cryptography; caesar cipher; vigenère cipher; digital literacy
Pembentukan dan pendampingan “Kelompok Peduli Hipertensi (Koalisi)” di Desa Bakungan Kabupaten Kutai Kartanegara
Abstrak Desa Bakungan, Kecamatan Loa Duri, Kab. Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur adalah salah satu desa di wilayah kerja Puskesmas Loa Duri yang memiliki prevalensi penderita hipertensi yang tinggi. Jumlah kasus hipertensi di desa Bakungan pada tahun 2023 yaitu sebanyak 1.008 jiwa dari 3.015 penduduk yang berumur lebih dari 18 tahun (33,43%). Desa Bakungan belum memiliki UKBM, seperti Posbindu PTM, yang diharapkan menjadi upaya dasar pada program pengendalian hipertensi di tingkat desa. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pelayanan kesehatan pada sasaran mitra melalui pembentukan dan pendampingan “. Metode kegiatan berupa participatory rural appraisal (PRA) meliputi pembentukan, pendidikan dan pelatihan kesehatan, serta pendampingan program kerja Koalisi. Pendidikan kesehatan dilaksanakan melalui metode cooperative learning. Pelatihan kesehatan dilakukan dengan pengukuran tekanan darah yang difasilitasi pihak Puskesmas. Anggota Koalisi yang terbentuk berjumlah 18 orang yang terdiri dari perwakilan Puskesmas, perangkat desa, kader Posyandu, dan pengurus PKK. Program kerja yang disusun berupa pendidikan kesehatan dan pengukuran tekanan darah kepada warga desa. Terjadi pertambahan jumlah anggota Koalisi yang memiliki tingkat pengetahuan baik (83,0%) dan terampil (76%) dalam melaksanakan pengukuran tekanan darah setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan kesehatan oleh tim pengabdi. Metode pemberdayaan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sasaran tentang hipertensi dan penatalaksanaannya. Kata kunci: hipertensi; pemberdayaan; warga desa Abstract Bakungan Village, Loa Duri District, Kutai Kartabegara regency, East Kalimantan province, is in the Loa Duri Health Center that has a high prevalence of hypertension. The prevalence of hypertension cases in Bakungan village in 2023 was 33.43% of residents aged more than 18 years. Bakungan village did not yet have a UKBM, such as Posbindu PTM, which is expected to be the hypertension control program. The purpose of the activity was to increase health behavior to target partners through the formation and assistance of “hypertension care groups (KOALISI)”. The method included the formation, health education and training, and mentoring of the Coalition's work program. Health education was done by the cooperative learning method. Health training was carried out measuring blood pressure. “Coalition” consisted of representatives from the Puskesmas, villagers, and Posyandu-PKK cadres. Work programs were developed to health education and blood pressure measurement for villagers. There was an increase in the number of Coalition members who had a good level of knowledge (83.0%) and were skilled (76%) in carrying out blood pressure measurements after the program. The health empowerment method was effective in increasing the knowledge and skills of the targets about hypertension and its management. Keywords: hypertension; empowerment; villager
Pelatihan pemanfaatan aplikasi assemblr edu untuk optimalisasi keterampilan multiliterasi di SDN Karangpakis 1 Jombang
AbstrakIntegrasi teknologi dalam pembelajaran mempunyai peran yang signifikan terutama sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Aplikasi assemblr edu merupakan salah satu alternatif bagi guru untuk mewujudkan media pembelajaran yang lebih konkrit untuk siswa. SDN Karangpakis 1 Jombang belum pernah mendapatkan pelatihan pemanfaatan teknologi untuk mendukung konstruksi media pembelajaran serta pemahaman guru tentang multiliterasi yang belum optimal. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pelatihan pemanfaatan aplikasi assemblr edu untuk mengembangkan keterampilan multiliterasi siswa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SDN Karangpakis 1 yang diikuti 12 guru. Tahapan pengabdian ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa sebanyak 66,67% yang memberikan respon sangat baik. Sebanyak 33,33% guru yang memberikan respon baik. Sedangkan tidak ada guru yang memberikan respon “Cukup Baik” dan “Kurang Baik”. Secara keseluruhan bahwa hasil yang diperoleh dari pilihan sangat baik dan baik sudah lebih dari 75%, maka kegiatan pengabdian yang dilakukan dapat dikatakan sukses. Diharapkan kegiatan yang bersifat pemanfaatan teknologi untuk menunjang proses pembelajaran dan keterampilan multiliterasi terus dilakukan oleh pihak sekolah yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi secara berkelanjutan. Kata kunci: aplikasi assemblr edu; multiliterasi; pelatihan. AbstractTechnology integration in learning has a significant role, especially as an interactive and interesting learning media. The assemblr edu application is an alternative for teachers to create more concrete learning media for students. SDN Karangpakis 1 Jombang has never received training in the use of technology to support the construction of learning media and teachers' understanding of multiliteracy is not optimal. The purpose of this service is to provide training in the use of the assemblr edu application to develop students' multiliteracy skills. This service activity was carried out at SDN Karangpakis 1 which was attended by 12 teachers. The stages of this service consisted of preparation, implementation and evaluation. The results of the service activity showed that 66.67% gave a very good response. As many as 33.33% of teachers gave a good response. While no teachers gave the response "Quite Good" and "Not Good". Overall, the results obtained from the very good and good choices were more than 75%, so the service activity carried out can be said to be successful. It is hoped that activities that utilize technology to support the learning process and multiliteracy skills will continue to be carried out by schools in collaboration with universities on an ongoing basis. Keywords: assemblr edu app; multiliteracy; training
Workshop metode project based learning bagi guru SMA negeri 12 Kupang
AbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan para guru dalam mengaplikasikan metode project based learning (PjBL) dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu, pelaksanaan metode dalam kegiatan PKM ini adalah metode sosialisasi, diskusi, dan bimbingan. Tahap pertama adalah metode sosialisasi dilaksanakan sebagai prosedur awal untuk pengenalan dan pendekatan dengan para guru SMA Negeri 12 Kupang. Selanjutnya, tahap kedua adalah metode diskusi yang dilaksanakan pada saat kegiatan sosialisasi. Hal ini berguna untuk mendapatkan respon atau pemahaman guru tentang metode PjBL. Tahap ketiga adalah metode pelatihan yang dilakukan dalam bentuk workshop yang bertujuan untuk melatih guru agar mampu menerapkan metode PjBL dalam proses kegiatan belajar dan mengajar.Tahap keempat adalah metode bimbingan yang dilaksanakan untuk mengarahkan dan melatih guru guna mengadopsi dan menerapkan metode PjBL dalam proses kegiatan belajar dan mengajar. PKM ini diikuti oleh 40 guru SMA Negeri 12 Kupang. Dengan demikian, melalui pelaksanaan kegiatan PKM ini, para guru memiliki pemahaman mengenai konsep metode PjBL dengan baik. Para guru juga mampu mengadopsi dan menerapkan metode PjBL dalam proses belajar mengajar. Di samping itu, para guru mampu menerapkan metode PjBL dengan prosedur yang tepat dan terstruktur. Kata kunci: metode; problem based learning; workshop. Abstract This Community Service activity (CS) was carried out to improve the knowledge, understanding, and ability of teachers in applying the project based learning (PjBL) method on teaching and learning process in the classroom. Therefore, the method implementation of this CS activity is the socialization, discussion, and guidance method. The first stage is the socialization method carried out as an initial procedure for introduction and approach with teachers of SMA Negeri 12 Kupang. Furthermore, the second stage is the discussion method carried out during the socialization activity. This activity is useful for getting responses or understanding from teachers about the PjBL method. The third stage is the training method carried out in the form of a workshop that aims to train teachers to be able in applying the PjBL method in teaching and learning process. The fourth stage is the guidance method carried out to direct and train teachers in adopting and applying the PjBL method in teaching and learning process. This CS was attended by 40 teachers of SMA Negeri 12 Kupang. Thus, through this CS activity, teachers have a good understanding about the concept of PjBL method. Teachers are also able to adopt and apply PjBL method in teaching and learning process. In addition, teachers are able to apply the PjBL method with appropriate and structured procedures. Keywords: method; problem based learning; workshop
Penguatan kompetensi akuntan muda dalam menyongsong generasi emas Indonesia 2045
AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk webinar nasional dengan tema "Strategi Pengembangan Akuntan Muda Toward Indonesia's Golden Generation 2045". Tema tersebut diangkat sebagai respons atas pentingnya peran akuntan muda dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman strategis kepada mahasiswa akuntansi mengenai kompetensi yang harus dimiliki di era digital, pentingnya etika profesional, serta kesiapan menghadapi tantangan global melalui sertifikasi dan literasi teknologi. Kegiatan diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Metode kegiatan mencakup penyampaian materi oleh narasumber, sesi tanya jawab interaktif, serta pelaksanaan pre-test sebagai alat ukur pemahaman awal. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dasar yang cukup baik, namun masih kurang pada aspek konseptual seperti visi Indonesia Emas, literasi digital, dan peran strategis profesi akuntan. Webinar ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya penguatan kompetensi teknis dan non-teknis sebagai akuntan muda. Diperlukan program lanjutan dalam bentuk pelatihan, mentoring, serta kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri agar transisi mahasiswa ke dunia profesional dapat berlangsung lebih optimal dan adaptif. Kata kunci: akuntansi; akuntan muda; webinar; literasi digital; indonesia emas AbstractThis community service activity was conducted in the form of a national webinar titled "Strategies for Developing Young Accountants Toward Indonesia's Golden Generation 2045." The theme was raised in response to the crucial role of young accountants in supporting Indonesia's 2045 vision. The objective was to provide accounting students with strategic insights into the competencies required in the digital era, the importance of professional ethics, and the readiness to face global challenges through certification and digital literacy. The event was attended by approximately 100 students from various universities across Indonesia and held virtually via Zoom Meeting. The methods included material presentations by speakers, interactive Q&A sessions, and a pre-test to assess baseline understanding. Pre-test results revealed that while participants had a good foundational knowledge, gaps remained in conceptual areas such as the Golden Indonesia vision, digital literacy, and the strategic role of accountants. The webinar successfully increased participants' awareness of the importance of strengthening both technical and non-technical competencies. Further follow-up is needed through training programs, career mentoring, and collaboration between academia and industry to ensure a smooth and adaptive transition from campus to professional environments. Keywords: accounting; young accountants; webinar; digital literacy; golden indonesi
Babonisasi sebagai upaya peningkatan ekonomi rumah tangga pedesaan di Desa Nangabulik, Bulik, Lamandau
Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan memberi motivasi kepada masyarakat agar tertarik memelihara ayam pedaging sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi rumahtangga. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Politeknik Lamandau sebagai percontohan masyarakat bahwa beternak ayam pedaging itu mudah dan mendapat untuk yang besar. Kegiatan babonisasi sebagai upaya peningkatan ekonomi dilaksanakan dengan sosialisasi kepada pengurus desa, pembagian ayam broiler kepada warga sekitar kampus yang membutuhkan, penjualan ayam broiler dengan harga di bawah standar pasar, serta keuntungan penjualan diberikan ke gereja sebagai bantuan kontribusi kegiatan keagamaan. Semua kegiatan terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat agar berkelanjutan. Kata kunci: pengabdian; babonisasi; lamandau; ekonomi; rumah tangga AbstractThis community service program aims to provide information and motivate the community to become interested in raising broiler chickens as an effort to improve the household economy. This activity involved students from Lamandau Polytechnic as role models for the community that raising broiler chickens is easy and can yield large profits. The broiler chicken program, as an effort to improve the economy, was carried out through outreach to village administrators, distribution of broiler chickens to residents around the campus in need, sale of broiler chickens at prices below market standards, and donation of sales profits to the church as a contribution to religious activities. All activities were carried out well and received a positive response from the community, which is expected to be sustainable. Keywords: community service; babonization; lamandau; economy; househol
Bincang buku dan focus group discussion untuk membangun perspektif positif terhadap matematika
AbstrakKurangnya pemahaman dan minat terhadap matematika menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, meskipun mayoritas peserta didik menyadari pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan Buku “Matematika Kelas 13: Finding Harmony in Chaos” yang menyajikan pengenalan konsep-konsep matematika melalui tulisan yang dikaitkan dengan fenomena pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan bincang buku dengan menggunakan metode service learning dilakukan dengan melibatkan peserta didik, mahasiswa jurusan Matematika, mahasiswa PPG calon guru dan guru dari berbagai mata pelajaran termasuk Matematika. Kegiatan ini juga difasilitasi dengan Focus Group Discussion (FGD) sebagai ruang berbagi pandangan dan pengalaman peserta mengenai matematika. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual yang disajikan melalui berbagai tulisan dapat membantu peserta dalam memahami konsep matematika lebih dalam dan lebih bermakna. Hal ini juga menegaskan bahwa penyampaian konsep matematika melalui tulisan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dipadukan dengan diskusi kolaboratif mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan bermakna. Kata kunci: bincang buku; focus group discussion; matematika; service learning. AbstractThe lack of understanding and interest in mathematics remains a challenge in the field of education, even though the majority of students acknowledge the importance of mathematics in everyday life. To address this issue, the book “Matematika Kelas 13: Finding Harmony in Chaos” was developed, offering the introduction of mathematical concepts through writings linked to real-life phenomena. A book discussion activity using the service learning method was conducted, involving students, mathematics majors, prospective teacher education (PPG) students, and teachers from various subjects, including mathematics. This activity was also facilitated through Focus Group Discussions (FGD) as a space for participants to share their views and experiences regarding mathematics. The results indicate that the contextual approach presented through various writings can help participants gain a deeper and more meaningful understanding of mathematical concepts. This also reinforces that delivering mathematical concepts through writings connected to everyday life, combined with collaborative discussions, can create a more applicable and meaningful learning experience. Keywords: book discussion; focus group discussion; mathematics; service learning
Pelatihan PKH menerapkan digital e-warung terintegrasi akuntansi digital guna mencegah praud berkelanjutan
Abstrak Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bentuk bantuan sosial yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Penyalurannya kini menggunakan sistem e-Warung digital untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Implementasinya, masih ditemukan permasalahan berupa fraud (kecurangan), seperti manipulasi data transaksi dan penyalahgunaan dana bantuan. Hal ini diperparah dengan rendahnya pemahaman pelaku e-Warung terhadap akuntansi digital dan pencatatan transaksi yang benar. Program ini merupakan bagian dari peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Musi Banyuasin yang berjumlah 250 keluarga miskin yang menerima bantuan sosial nontunai berbasis digital. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola e-Warung dalam mengelola sistem PKH digital secara akuntabel dan mencegah praktik fraud yang berulang. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik, meliputi edukasi sistem e-Warung digital, pelatihan dasar akuntansi digital, simulasi pencatatan transaksi, dan diskusi kasus-kasus fraud yang pernah terjadi. Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap penggunaan sistem e-Warung dan pencatatan keuangan digital. Peserta mampu menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta memahami pentingnya pengawasan terhadap transaksi bantuan sosial. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam mendukung pencegahan fraud berkelanjutan serta memperkuat tata kelola bantuan sosial berbasis digital. Kata Kunci: digital akuntansi; distribusi bantuan; e.warung; UMKM; fraud. Abstract The Family Hope Program (PKH) is a form of social assistance distributed by the government to underprivileged communities. Distribution currently uses a digital e-Warung system to increase efficiency and transparency. However, during its implementation, issues such as fraud, such as manipulation of transaction data and misuse of aid funds, remain. This is exacerbated by e-Warung operators' lack of understanding of digital accounting and proper transaction recording. This program is part of the Family Hope Program (PKH) program in Musi Banyuasin, which includes 250 poor families receiving digital-based non-cash social assistance. This training activity aims to increase the capacity of e-Warung managers to manage the digital PKH system accountably and prevent recurrence of fraudulent practices. The method used is practice-based training, including education on the digital e-Warung system, basic digital accounting training, transaction recording simulations, and discussions of past fraud cases. The training results demonstrated an increased understanding of the participants' use of the e-Warung system and digital financial record-keeping. Participants were able to apply the principles of transparency and accountability, and understood the importance of monitoring social assistance transactions. Therefore, this training effectively supports ongoing fraud prevention and strengthens digital-based social assistance governance. Keywords: digital accounting; aid distribution; e.warung; UMKM; fraud
Optimalisasi kepatuhan pajak melalui verifikasi, validasi data, dan pemanfaatan teknologi di wilayah UPTB 1 Surabaya
AbstrakRendahnya kepatuhan wajib pajak menjadi kendala utama dalam optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) 1 Surabaya, yang meliputi Kecamatan Semampir, Krembangan, Kenjeran, Bulak, Bubutan, dan Pabean Cantikan. Penelitian pengabdian ini bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui verifikasi dan validasi data objek pajak serta pemanfaatan teknologi digital. Mitra sasaran adalah Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya tepatnya UPTB 1 Surabaya, dengan keterlibatan sekitar 30 mahasiswa sebagai tim pelaksana. Kegiatan diawali dengan koordinasi intensif bersama perangkat RT/RW untuk mendukung sosialisasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat. Metode pelaksanaan terdiri dari enam tahapan utama: (1) kunjungan door to door ke lokasi objek pajak untuk menyerahkan surat himbauan dan menginformasikan kewajiban pembayaran, (2) verifikasi dan validasi data objek pajak dengan mendokumentasikan kondisi lapangan menggunakan berita acara dan foto, (3) input data hasil verifikasi ke platform digital Bapenda secara real-time, (4) pelaksanaan layanan MOBLING (mobil keliling) di balai kelurahan untuk memudahkan masyarakat membayar pajak, (5) evaluasi serta tindak lanjut pembaruan data oleh petugas Bapenda, dan (6) monitoring berkelanjutan untuk memastikan akurasi dan kepatuhan pajak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan akurasi data objek pajak, pengurangan duplikasi, serta peningkatan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak membayar PBB. Secara kuantitatif, realisasi penerimaan PBB meningkat sebesar 8,74% selama Agustus–Desember 2024. Kegiatan ini juga mempercepat proses administrasi dan meningkatkan transparansi pengelolaan pajak. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kepatuhan pajak dan pendapatan daerah di wilayah UPTB 1 Surabaya. Kata kunci: kepatuhan wajib pajak; verifikasi; validasi; objek pajak; platform digital. AbstractLow taxpayer compliance has been a major obstacle to optimizing Land and Building Tax (PBB) revenue in the Technical Implementation Unit (UPTB) 1 Surabaya, covering Semampir, Krembangan, Kenjeran, Bulak, Bubutan, and Pabean Cantikan districts. This community service research aims to enhance taxpayer compliance through verification and validation of tax object data and the utilization of digital technology. The partner is the Surabaya Regional Revenue Agency, specifically UPTB 1 Surabaya, involving about 30 students as the implementation team. The activity began with intensive coordination with RT/RW officials to support socialization and information dissemination to the community. The implementation method consists of six main stages: (1) door-to-door visits to tax object locations to deliver appeal letters and inform payment obligations, (2) verification and validation of tax object data by documenting field conditions with official reports and photos, (3) real-time data input of verification results into the Bapenda digital platform, (4) mobile service (MOBLING) at the village hall to facilitate tax payments, (5) evaluation and follow-up data updates by Bapenda officers, and (6) continuous monitoring to ensure data accuracy and tax compliance. The results show improved accuracy of tax object data, reduced duplication, and increased taxpayer awareness and compliance in paying PBB. Quantitatively, PBB revenue realization increased by 8.74% from August to December 2024. This activity also accelerated administrative processes and enhanced transparency in tax management, thus significantly contributing to improved tax compliance and regional revenue in UPTB 1 Surabaya. Keywords: taxpayer compliance; verification; validation; tax objects; digital platforms
Pelatihan relaksasi benson dan pendampingan pembuatan teh sereh pada kelompok lansia di wilayah kerja Puskesmas Tino
Abstrak Masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh kelompok lansia meliputi gangguan tidur dan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Lansia di wilayah kerja Puskesmas Tino banyak mengeluhkan gangguan tidur dan menderita hipertensi. Namun, dalam penangannya masih belum optimal karena masih berfokus pada edukasi untuk mengatasi gangguan tidur dan penggunaan obat-obatan farmakologis untuk masalah hipertensi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan lansia melalui pelatihan relaksasi Benson untuk meningkatkan kualitas tidur dan pendampingan pembuatan teh sereh sebagai alternatif pengobatan hipertensi sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 Agustus diikuti oleh 30 peserta posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Tino. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberi edukasi, terdapat peningkatan keterampilan dalam melakukan relaksasi Benson setelah pelatihan dan terdapat produk teh kemasan yang dihasilkan oleh peserta dalam kegiatan pendampingan. Harapannya kegiatan ini dapat berkelanjutan, tidak hanya di Puskesmas Tino tapi juga di wilayah kerja puskesmas lainnya. Kata kunci: cymbopogon citratus; edukasi; pelatihan; teh sereh; relaksasi benson Abstract Health problems often faced by the elderly group include sleep disorders and high blood pressure (hypertension) which can have an impact on their quality of life. Elderly people in the work area of the Tino Health Center complained of sleep disturbances and suffered from hypertension. However, in its handling it is still not optimal because it still focuses on education to overcome sleep disorders and the use of pharmacological medicines for hypertension problems. Therefore, this community service activity aimed to empower the elderly through Benson's relaxation training to improve sleep quality and assistance in making lemongrass tea as an alternative to hypertension treatment while increasing its economic value. The method of implementing this activity is lectures and mentoring. This activity was carried out on August 20 attended by 30 elderly posyandu participants in the work area of the Tino Health Center. The results of this activity showed that there was an increase in the knowledge of participants after being educated, there was an increase in skills in relaxing Benson after training and there were packaged tea products produced by participants in mentoring activities. It is hoped that this activity can be sustainable, not only in the Tino Health Center but also in other health centers. Keywords: cymbopogon citratus; education; training; lemongrass tea; benson relaxatio