UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
    13083 research outputs found

    SINERGI TEKNOLOGI IOT DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PENERAPAN LACUDA UNTUK PENANGKAPAN IKAN TRADISIONAL

    Get PDF
    Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan teknologi lampu celup dalam air (lacuda) berbasis Internet of Things (IoT) kepada nelayan muda di Nusa Tenggara Timur. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan teknologi pencahayaan bawah air yang hemat energi, ramah lingkungan, dan efektif untuk penangkapan ikan malam hari. Kegiatan diikuti oleh 38 peserta dan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan teknis, praktikum perakitan alat, serta uji coba langsung. Luaran utama berupa modul panduan penggunaan lacuda yang memuat informasi komponen, perakitan, pengoperasian, dan pemecahan masalah teknis. Evaluasi terhadap modul dilakukan menggunakan kuesioner dengan delapan parameter, seperti teknik penyajian, kelengkapan isi, dan desain visual. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata 3,29 dari skala 4, termasuk kategori “baik”. Modul dinilai komunikatif, mudah dipahami, dan sesuai kebutuhan peserta. Kegiatan ini berhasil mentransfer teknologi tepat guna secara partisipatif dan kontekstual, serta membuka peluang pengembangan lebih lanjut di wilayah pesisir lainnya.Abstract: This community service activity aims to introduce and implement Internet of Things (IoT)-based underwater lighting (lacuda) technology to young fishermen in East Nusa Tenggara. It sought to enhance their knowledge and skills in using energy-efficient and environmentally friendly lighting to improve night fishing effectiveness. A total of 38 participants took part in the activity, which included socialization, technical training, assembly practicals, and field trials. A key output was a lacuda user guide module covering components, assembly steps, operation, and troubleshooting. The evaluation module used a questionnaire based on eight parameters, including presentation technique, content completeness, and visual design. The average score was 3.29 out of 4, categorized as “good.” The module was found to be communicative, practical, and well-suited to local needs. Overall, the activity effectively transferred appropriate technology through a participatory and context-based approach, opening opportunities for broader implementation in other coastal communities

    PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN DIGITAL MARKETING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA UMKM

    Get PDF
    Abstrak: Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pertumbuhan perkonomian Indonesia sangat besar dan penting karena menyediakan lapangan pekerjaan serta menopang ekonomi nasional. Namun, masih banyak tantangan dan kendala yang dihadapi UMKM karena keterbatasan pengetahuan terutama dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran produk secara digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemilik usaha UMKM dalam melakukan pengelolaan keuangan secara digital dan memperluas jangkauan pemasaran produk usaha. Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap yaitu, tahap persiapan dan observasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pendampingan diberikan kepada pelaku usaha “Ari Souvenir” sebagai representasi UMKM yang berada di Rejowinangun Kota Yogyakarta, dengan fokus pada penggunaan aplikasi akuntansi (Microsoft Excel dan Buku Warung) dan platfrom digital marketing seperti media sosial dan marketplace. Evaluasi pengabdian ini dilakukan melalui angket pre-test dan post-test kepada pelaku usaha untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM sebesar 80% dalam pencatatan keuangan sesuai standar SAK EMKM dan 70% peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan dan memperluas jangkauan pemasaran pelaku UMKM.Abstract: The role of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia’s economic growth is very large and important because it provides jobs and supports the national economy. However, there are still many challeges and obstacles faced by MSMEs due to limited knowledge, especially in financial management and digital product marketing. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of MSME business owners in conducting digital financial management and expanding the marketing reach of business products. The implementation method is carried out in three stages, activity implementation, and evaluation. Assistance is given to “Ari Souvenir” business actors as a representation of MSMEs in Rejowinangun yogyakarta city, focusing on the use of accounting applications (Microsoft Excel and Buku Warung) and digital marketing platforms such as social media and marketplaces. The evaluation of this service was carried out through pre-test and post-test questionnaires to business actors to measure the increase in understanding and skills. The results of the activity showed an 80% increase in understanding of MSME actors in financial recording according to SAK EMKM standards and a 70% increase in the ability to utilize digital technology for product marketing. Thus, this activity succeeded in increasing the efficiency of financial management and expanding the marketing readh of MSME actors

    OPTIMALISASI PERAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN SCREENING PENYAKIT DEGENERATIF DIABETES MELLITUS

    Get PDF
    Abstrak: Penyakit degenerative merupakan penyakit tidak menular karena faktor penurunan fungsi sel dan organ tubuh misal penyakit Diabetes mellitus (DM) yang disebabkan faktor genetik/pola hidup tidak sehat. Oleh karena itu, edukasi mengenai penyakit DM sangat penting. Kegiatan PKM dilaksanakan di OKU Timur Sumatera Selatan. Tim PKM terdiri atas 5 dosen dan 2 mahasiswa. Kegiatan terdiri atas penyuluhan pola hidup sehat dan pencegahan penyakit DM dilanjutkan pemeriksaan glukosa dan asam urat. PKM berupaya meningkatan pengetahuan tentang pola hidup yang mendukung upaya promotive dan preventif terhadap penyakit DM. Masyarakat diharapkan meningkatkan kemampuan softskill yakni kemampuan komunikasi dan edukasi terkait penyakit DM serta kemampuan hardskill yakni mendeteksi gejala penyakit dan memantau kadar glukosa secara mandiri. Hasil pemeriksaan glukosa menunjukkan 43% responden menunjukkan kadar glukosa tinggi, 57% menunjukkan kadar glukosa normal. Pada pemeriksaan asam urat, 55% responden menunjukkan hasil normal dan 45% menunjukkan hasil tidak normal. Evaluasi dilakukan dengan kuisioner, sebanyak 95% responden memahami langkah mendeteksi dan mencegah DM dengan pola hidup yang sehat dan rutin memantau kadar glukosa atau parameter lain yang berkontribusi seperti asam urat.Abstract: Degenerative diseases are non-communicable diseases caused by a decline in the function of cells and organs, for example, Diabetes mellitus (DM) caused by genetic factors/unhealthy lifestyles. Therefore, education about DM is very important. The Community Service Program (PKM) activity was carried out in East OKU, South Sumatra. The PKM team consisted of 5 lecturers and 2 students. The activities consisted of counseling on healthy lifestyles and prevention of DM, followed by glucose and uric acid examinations. PKM seeks to increase knowledge about lifestyles that support promotive and preventive efforts against DM. The community is expected to improve soft skills, namely communication and education skills related to DM, and hard skills, namely detecting disease symptoms and monitoring glucose levels independently. The results of the glucose examination showed that 43% of respondents showed high glucose levels, 57% showed normal glucose levels. In the uric acid examination, 55% of respondents showed normal results and 45% showed abnormal results. Evaluation is carried out using a questionnaire, as many as 95% of respondents understood the steps to detect and prevent DM through a healthy lifestyle and regularly monitoring glucose levels or other contributing parameters such as uric acid

    EFEKTIVITAS PENYULUHAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR SEBAGAI DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

    Get PDF
    Abstrak: Pemeriksaan Pap smear sebagai deteksi dini kanker serviks, merupakan tindakan yang mudah dikerjakan, biaya terjangkau, bahkan sekarang bisa terfasilitasi (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) BPJS, dan memiliki keakuratan tinggi. Perempuan di Indonesia, yang belum bersedia melakukan pemeriksaan Pap smear dikarenakan takut sakit, takut hasil, dan takut biaya. Tujuan: meningkatkan pengetahuan prosedur pemeriksaan Pap smear dan manfaatnya, di mana saat ini terfasilitasi BPJS. Metode: penyuluhan, pretest dan posttest sebelum dan sesudah penyuluhan, dan diskusi/tanya jawab. Hasil: peserta yang hadir 32 orang ibu-ibu dari Dukuh Daratan 2 dan 3, Kelurahan Sendangarum, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hasil: Nilai posttest meningkat daripada pretest, dari nilai 68,8 menjadi nilai 73,1. Hasil menunjukkan materi penyuluhan disimak dengan baik oleh para peserta. Kesimpulan: Penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai prosedur pemeriksaan dan manfaat pemeriksaan Pap smear.Abstract: Pap smear examination as an early detection of cervical cancer, is an easy-to-do, affordable, and now facilitated by BPJS, and has high accuracy. Women in Indonesia, who are not willing to undergo Pap smear examination because they are afraid of pain, afraid of the results, and afraid of the cost. Objective: to increase knowledge of Pap smear examination procedures and their benefits, which are currently facilitated by BPJS. Method: counseling, pretest and posttest before and after counseling, and discussion/question and answer. Results: Participants who attended were 32 mothers from Dukuh Daratan 2 and 3, Sendangarum Village, Minggir District, Sleman Regency, Province Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Results: The posttest score increased compared to the pretest, from 68.8 to 73.1. The results showed that the counseling material was well listened to by the participants. Conclusion: Counseling increased participants' knowledge of the examination procedure and benefits of Pap smear examination

    PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL BERBASIS TEMPE DAN JAGUNG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA KELUARGA PENERIMA MANFAAT PKH/BPNT CIBUNIGEULIS

    Get PDF
    Abstrak: Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan signifikan dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada kelompok sosial ekonomi rendah. Intervensi yang bersifat edukatif dan aplikatif berbasis potensi lokal dinilai strategis dalam mendukung kebijakan nasional untuk menurunkan prevalensi stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dalam aspek soft skill, meliputi pengetahuan dasar tentang gizi dan kesehatan keluarga, serta hard skill, berupa keterampilan teknis dalam pengolahan pangan bergizi berbasis bahan pangan local. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan mengombinasikan ceramah, Focus Group Discussion (FGD), demonstrasi, dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup edukasi mengenai stunting, pentingnya intervensi gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pelatihan pembuatan nugget tempe dan susu jagung sebagai alternatif pangan lokal sumber protein nabati dan karbohidrat kompleks. adapun mitra Kegiatan ini melibatkan 26 peserta dari kalangan KPM PKH Kota Tasikmalaya, Evaluasi program dilakukan secara kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, serta pengamatan praktik peserta. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara signifikan: 100% peserta memahami kandungan gizi tempe dan jagung, 80% mampu menjelaskan tahapan pengolahan makanan bergizi, 40% telah mempraktikkan di lingkungan rumah tangga, dan 80% menunjukkan peningkatan motivasi dan kesadaran terhadap pentingnya pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam peningkatan literasi gizi dan keterampilan praktis masyarakat, serta berpotensi mendukung upaya penanggulangan stunting secara berkelanjutan. Ke depannya, kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan melalui program pendampingan lanjutan dan inovasi produk pangan lokal yang lebih variatif dan aplikatif.Abstract: Stunting is one of the chronic nutritional problems that remains a significant challenge in public health development in Indonesia, especially in low socioeconomic groups. Interventions that are educative and applicable based on local potential are considered strategic in supporting national policies to reduce the prevalence of stunting. This community service activity aims to increase the capacity of Beneficiary Families (KPM) of the Family Hope Program (PKH) in soft skills aspects, including basic knowledge about nutrition and family health, as well as hard skills, in the form of technical skills in nutritious food processing based on local food ingredients. The method of activity implementation uses a participatory approach by combining lectures, Focus Group Discussions (FGDs), demonstrations, and hands-on practice. The materials provided included education on stunting, the importance of nutritional interventions in the First 1,000 Days of Life (HPK), and training in making tempeh nuggets and corn milk as alternative local food sources of vegetable protein and complex carbohydrates. This activity involved 26 participants from among KPM PKH Tasikmalaya City, The program evaluation was conducted qualitatively through semi-structured interviews, direct observation, and observation of participants' practices. The results showed that there was a significant increase in knowledge and skills: 100% of participants understood the nutritional content of tempeh and corn, 80% were able to explain the stages of nutritious food processing, 40% had practiced in the household environment, and 80% showed increased motivation and awareness of the importance of utilizing local food. This activity made a positive contribution to improving the community's nutritional literacy and practical skills, and has the potential to support stunting prevention efforts in a sustainable manner. In the future, this activity is expected to be developed through further assistance programs and local food product innovations that are more varied and applicable

    IMPLEMENTASI SISTEM LAYANAN GANGGUAN KESEHATAN MENTAL REMAJA BERBASIS KECERDASAN BUATAN PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Get PDF
    Abstrak: Kesehatan mental remaja di Indonesia menjadi isu mendesak yang harus segera ditangani. Pentingnya deteksi dini pada remaja di SMA dengan sistem berbasis Artificial Intelligence yang telah dirancang sesuai kebutuhan. Tujuan pengabdian masyarakat adalah memberikan solusi dari permasalahan dengan kerelevanan bidang Teknik informatika untuk deteksi dini pada siswa SMA dengan mengaplikasikan sistem Mentalwell. Selain itu, siswa dapat menangani kondisi mental setelah menggunakan sistem Mentalwell. Harapan sistem Mentalwell dapat memberikan kemudahan dalam memberikan layanan kesehatan mental remaja. Sosialisasi Mentalwell antara tim pengabdian dan mitra meliputi penggunaan serta pemahaman sistem. Mitra pengabdian adalah SMA Negeri 1 Mejayan yang berlokasi di Kabupaten Madiun. SMA N 1 Mejayan adalah Kegiatan Pengabdian melibatkan beberapa guru BK SMA N 1 Mejayan dan seluruh siswa-siswi SMA N Mejayan sebanyak 108 siswa dan 4 guru BK. Kegiatan dilaksanakan di SMA N 1 Mejayan, Kabupaten Madiun.Mentalwell bertujuan menekan angka depresi di kabupaten Madiun pada jenjang Sekolah Mennegah Atas sehingga setiap siswa dapat memilih perguruan Tinggi dan jurusan sesuai dengan yang harapan. Abstract: Adolescent mental health in Indonesia is an urgent issue that must be addressed immediately. The importance of early detection in adolescents in high school with an Artificial Intelligence-based system that has been designed as needed. The purpose of community service is to provide solutions to problems with the relevance of the Informatics Engineering field for early detection in high school students by applying the Mentalwell system. In addition, students can handle mental conditions after using the Mentalwell system. It is hoped that the Mentalwell system can provide convenience in providing adolescent mental health services. Mentalwell socialization between the service team and partners includes the use and understanding of the system. The service partner is SMA Negeri 1 Mejayan which is located in Madiun Regency. SMA N 1 Mejayan is a service activity involving several counseling teachers of SMA N 1 Mejayan and all students of SMA N Mejayan as many as 108 students and 4 counseling teachers. The activity was carried out at SMA N 1 Mejayan, Madiun Regency.Mentalwell aims to reduce the depression rate in Madiun district at the Senior High School level so that each student can choose a college and major according to their expectations

    IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI MELALUI PEMBERIAN PELATIHAN SELF ASSASMENT SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA IBU HAMIL DI PESISIR SUNGAI

    Get PDF
    Abstrak: Kesehatan mulut yang buruk selama kehamilan dapat berbahaya bagi ibu dan bayi, termasuk masalah pencernaan, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan masalah gizi lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu hamil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut serta memberdayakan kader sebagai penggerak edukasi di tingkat desa. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan praktik, serta penerapan teknologi edukasi. Pengabdian ini bermitra dengan bidan desa, kader, dan ibu hamil di Lokasi setempat dengan peserta sebanyak 10 orang ibu hamil dan 5 kader. Evaluasi dilakukan dengan membagikan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa implementasi psikoedukasi melalui pelatihan self-assessment mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam merawat kesehatan gigi dan mulut dengan hasil pengukuran pre–post, terdapat peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata sebesar 41,3 poin dan peningkatan keterampilan sebesar 42,28 poin. Pendekatan psikoedukasi yang mengintegrasikan self-assessment terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan kemampuan ibu hamil untuk secara mandiri menilai serta menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka selama kehamilan.Abstract: Lack of oral hygiene during pregnancy may prove dangerous for both the mother and the baby, including digestive problems, premature birth, low birth weight, and other nutritional issues. This project aims to enhance the understanding and skills of pregnant women in maintaining oral health and empower cadres as educational drivers at the community level. The stage of implementation includes socialization, practical training, and the application of educational technology. This service collaborates with village midwives, cadres, and pregnant women in the local area, with a total of 10 pregnant women and 5 cadres participating. Evaluation was conducted by distributing questionnaires before and after the activities were carried out. The results of this community service activity show that the implementation of psychoeducation through self-assessment training of strengthening of improving the knowledge and skills of pregnant women in maintaining oral and dental health. The pre-post measurement results indicate an increase in knowledge scores with an average of 41.3 points and an increase in skills by 42.28 points. The psychoeducational approach that integrates self-assessment has proven effective in building awareness and the ability of pregnant women to independently assess and maintain their oral and dental health during pregnancy

    MODERN ENGLISH FOR DAILY NEEDS SEBAGAI PENINGKATAN LITERASI BAHASA INGGRIS KONTEKSTUAL UNTUK IBU MUDA DI ERA DIGITAL

    Get PDF
    Abstrak: Kemampuan berbahasa Inggris dalam lingkungan keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif secara global sejak usia dini. Namun, banyak ibu muda yang masih kurang percaya diri dan belum memiliki keterampilan memadai untuk membiasakan percakapan Berbahsa Inggris di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan mengevaluasi efektivitas program Pengabdian kepada Masyarakat "Modern English for Daily Needs – Ciptakan Rumah yang Bilingual" sebagai inovasi pemberdayaan ibu muda dalam menciptakan lingkungan dwibahasa di rumah. Studi ini melibatkan 16 ibu muda kader Nasyiatul Aisyiyah dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi sedangkan data dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi dan antusiasme peserta sangat tinggi, dengan 75% ibu muda aktif berdiskusi dan melakukan simulasi percakapan. Setelah pelatihan, sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berbicara, mampu mengucapkan kosakata baru dan mempraktikkan percakapan sederhana dalam situasi sehari-hari. Program ini juga mendorong motivasi belajar berkelanjutan peserta melalui materi yang relevan, suasana menyenangkan dan komitmen untuk membangun keluarga bilingual. Disimpulkan bahwa, program "Modern English for Daily Needs" terbukti efektif dan inovatif dalam meningkatkan literasi bahasa Inggris kontekstual ibu muda dan layak dikembangkan lebih lanjut dengan durasi pelatihan dan pengukuran kemampuan yang lebih terarah.Abstract: The ability to speak English within the family environment serves as an essential foundation for shaping a globally adaptive generation from an early age. However, many young mothers still lack confidence and do not yet have adequate skills to get used to speak English at home. This study aims to analyze the implementation and evaluate the effectiveness of the community service program “Modern English for Daily Needs – Create a Bilingual Home” as an innovation effort to empower young mothers who are members of Nasyiatul Aisyiyah using a descriptive qualitative approach. The instruments used included observation, semi structured interviews and documentation, while the data were analyzed thematically. The results of the study showed a high level of participant and enthusiasm among participants, with 75% of the young mothers actively engaging in discussion and conversation simulations. After the training, most participants showed improvement in their speaking skills, demonstrated the ability to pronounce new vocabulary and practiced simple conversations in everyday situations. This program also encouraged continuous learning motivation through relevant materials, an enjoyable atmosphere and commitment to build a bilingual family. It is concluded that the “Modern English for Daily Needs” program has proven to be effective and innovative in enhancing the contextual English literacy of young mothers, and it is worthy of further development with a more targeted duration and targeted skill assessment

    PENINGKATAN PENGETAHUAN ANGGOTA DHARMAWANITA MELALUI SOSIALISASI TENTANG MANFAAT NUTRISI PRODUK PERIKANAN PADA KESEHATAN GIGI DAN MULUT

    Get PDF
    Abstrak: Biota laut merupakan sumber protein yang berasal dari perikanan dan kelautan. Bitung mempunyai potensi perikanan yang baik dalam tingkat kualitas dan hingga keberagaman jenisnya. Ibu Rumah Tangga (IRT) mempunyai peran mengatur rumah tangga harus mempunyai tangga dan memasak serta menyiapkan makanan untuk keluarga yang bernutrisi. Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat yaitu meningkatkan hardskill pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman pada anggota dharmawanita dalam mengetahui pentingnya pola makan sehat berbasis ikan untuk mencegah masalah seperti gigi berlubang dan radang gusi. Metode yang digunakan pada pengabdian Masyarakat ini dengan metode ceramah dan diskusi interaktif dengan melibatkan 20 peserta anggota dharmawanita. Dengan demikian, ibu rumah tangga harus mempunyai bekal ilmu pengetahuan terkait senyawa bioaktif pada biota laut untuk kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan hal tersebut maka metode yang diterapkan pada kegiatan ini sosialisasi atau penyuluhan nutrisi produk perikanan yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan presentase hasil evaluasi menggunakan kuisioner sebesar 90%. Presentasi sasil evaluasi setelah kegiatan pengabdian Masyarakat menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam memahami kandungan senyawa biokatif pada produk perikanan dan kelautan yang baik bagi kesehatan gigi dan mulut.Abstract: Biota is a source of protein that comes from fisheries and marine life. Bitung has good fisheries potential in terms of quality and diversity. The housewife has the role of managing the household, which includes cooking and preparing nutritious food for the family. The community service activity aims to improve hard skills on increasing knowledge and understanding of dharmawanita members in knowing the importance of a healthy fish-based diet to prevent problems such as cavities and gingivitis. The method used in this community service with lecture method and interactive discussion involving 20 participants of dharmawanita members. Thus, housewives must have knowledge related to bioactive compounds in marine biota for oral health. Based on this, the method applied in this activity is socialization or counseling on fishery product nutrition that can help maintain oral health. Based on the percentage of evaluation results using a questionnaire of 90%. Evaluation results presented after community service activities show the increase in knowledge and skills of partners in understanding the content of bioactive compounds in fishery and marine products that are good for oral health

    EDUKASI MITIGASI BENCANA BANJIR UNTUK MEMBANGUN SEKOLAH TANGGUH BENCANA DI NAGARI PELANGAI

    Get PDF
    Abstrak: Bencana banjir merupakan salah satu ancaman utama yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di nagari Pelangai. Sekolah-sekolah di wilayah ini menjadi salah satu institusi yang paling terdampak akibat bencana banjir, yang mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar, kerusakan sarana dan prasarana pendidikan, serta meningkatnya risiko bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi mitigasi bencana banjir untuk membangun sekolah tangguh bencana di nagari pelangai bertujuan untuk menerapkan model edukasi mitigasi bencana banjir yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan sekolah di nagari Pelangai. Dengan adanya program ini, sekolah diharapkan dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana banjir, sehingga proses pendidikan dapat tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat. Mitra dalam program ini terbagi menjadi dua, pertama warga sekolah MTsN 12 Pesisir Selatan sebanyak 35 orang, dan masyarakat nagari Pelangai sebanyak 48 orang. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan siswa tentang mitigasi bencana banjir, peningkatan kesiapan sekolah dalam menghadapi bencana melalui penyusunan rencana kontinjensi dan pelaksanaan simulasi bencana, serta kemampuan siswa dan warga sekolah dalam memberikan respon cepat terhadap peringatan dini yang disimulasikan. Peningkatan pengetahuan siswa dan masyarakat di evalusi menggunakan angket wawancara dan observasi. Hal ini akan menjadikan sekolah tersebut menjadi sekolah tangguh bencana. Selain itu, peningkatan pemahaman tentang mitigasi bencana banjir sebanyak 80%, keterlibatan mitra dalam program sebanyak 86%, kemapuan praktik simulasi evakuasi sebanyak 71% dan kepuasan mitra terhadap program sebanyak 83%. terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kode-kode peringatan dini bencana dan simulasi bencana sebanyak 89%.Abstract: Flood disasters are one of the main threats faced by communities in various regions of Indonesia, including the nagari of Pelangai. Schools in this region are among the institutions most affected by flood disasters, which disrupt the teaching and learning process, damage educational facilities, and increase risks for the safety of students and educators. Community service aimed at providing education on flood disaster mitigation to build disaster-resilient schools in the nagari of Pelangai aims to implement a flood disaster mitigation education model that aligns with the characteristics of the area and the needs of schools in the nagari of Pelangai. With this program, schools are expected to become more resilient in facing disasters floods, so that the educational process can continue to run well even in emergency conditions. The partners in this program are divided into two, first the school community of MTsN 12 Pesisir Selatan consisting of 35 people, and the community of Nagari Pelangai consisting of 48 people. The results of this service show an increase in students' knowledge about flood disaster mitigation, an increase in the school's preparedness for facing disasters through the development of contingency plans and the implementation of disaster simulations, as well as the ability of students and school staff to respond quickly to simulated early warnings. The increase in knowledge of students and the community is evaluated using interview questionnaires and observations. This will make the school a disaster resilient school. In addition, there is an increase in understanding of flood disaster mitigation by 80%, involvement of partners in the program by 86%, ability to practice evacuation simulations by 71%, and partner satisfaction with the program by 83%. There has been an increase in public knowledge regarding disaster early warning codes and disaster simulations by 89%

    12,181

    full texts

    13,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇