UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
13083 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KETERAMPILAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR BERBASIS ALAT PERAGA
Abstrak: Permasalahan rendahnya keterampilan numerasi siswa sekolah dasar menjadi tantangan utama dalam pencapaian kompetensi abad 21. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan numerasi melalui program Kampus Mengajar dengan pendekatan pendampingan berbasis alat peraga. Mitra kegiatan adalah SDN 123 Pekanbaru dengan subjek siswa kelas V berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pembuatan media pembelajaran, pelaksanaan pendampingan, serta evaluasi melalui pretes dan postes dengan 20 pertanyaan. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Indikator keberhasilan kegiatan ditetapkan berdasarkan peningkatan hasil tes numerasi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan numerasi. Siswa yang memperoleh nilai kategori tinggi meningkat dari 15% pada pretes menjadi 64% pada postes, sehingga terdapat progres peningkatan sebesar 49%. Kegiatan ini membuktikan bahwa penggunaan alat peraga sederhana dapat memperkuat numerasi siswa, dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan serta dikembangkan pada bidang literasi sains maupun literasi digital.Abstract: The problem of low numeracy skills of elementary school students is a major challenge in achieving 21st-century competencies. This community service activity aims to improve numeracy skills through the Kampus Mengajar program with a teaching aids-based mentoring approach. The activity partner is SDN 123 Pekanbaru with 30 fifth-grade students as subjects. The methods used include initial observation, creation of learning media, implementation of mentoring, and evaluation through Pretest and posttest with 20 questions Minimum Competency Assessment (MCA). The activity's success indicator is determined based on the improvement in students' numeracy test results. The results of the activity showed a significant increase in numeracy skills. Students who obtained high category scores increased from 15% in the pre-test to 64% in the post-test, resulting in a 49% increase in progress. This activity proves that the use of simple teaching aids can strengthen students' numeracy, and is recommended for continuous implementation and development in the fields of science literacy and digital literacy.
PEMANFAATAN SUMBER NUTRISI LOKAL (TOMAT) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA MENUJU DESA BEBAS STUNTING
Abstrak: Anemia pada remaja putri dan ibu hamil berkaitan erat dengan peningkatan risiko stunting pada anak, karena kekurangan zat besi dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Di Desa Guntarano, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, prevalensi anemia dan stunting masih tinggi, sehingga pencegahan anemia menjadi langkah penting dalam menurunkan risiko stunting di masa depan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja, ibu hamil, serta kader mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan pemanfaatan sumber nutrisi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 4 dan 14 September 2025 dengan melibatkan 30 responden (ibu hamil, remaja, dan kader) serta dukungan pemerintah desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, meliputi pemeriksaan kesehatan, edukasi anemia, hibah alat Easy Touch dan juicer, serta kampanye pemanfaatan tomat sebagai sumber nutrisi lokal kaya zat besi dan vitamin C. Evaluasi dilakukan dengan metode Pre-Test dan Post-Test menggunakan kuesioner untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan 85% peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang anemia. Disarankan agar deteksi dini anemia dilakukan rutin dan pemanfaatan tanaman lokal seperti tomat terus disosialisasikan untuk mendukung pencegahan anemia dan penurunan risiko stunting.Abstract: Anemia in adolescent girls and pregnant women is closely related to an increased risk of stunting in children, because iron deficiency can inhibit fetal growth and development. In Guntarano Village, Donggala Regency, Central Sulawesi, the prevalence of anemia and stunting is still high, so anemia prevention is an important step in reducing the risk of stunting in the future. The purpose of this service activity is to increase the knowledge and awareness of adolescents, pregnant women, and cadres regarding anemia prevention through education and the use of local nutritional sources. The activity was carried out on September 4 and 14, 2025 with the involvement of 30 respondents (pregnant women, teenagers, and cadres) as well as the support of the village government. The implementation method uses an education and community empowerment approach, including health checks, anemia education, grants of Easy Touch and juicer tools, and a campaign to use tomatoes as a source of local nutrition rich in iron and vitamin C. Evaluation was carried out using Pre-Test and Post-Test methods using questionnaires to measure changes in knowledge. The results showed that 85% of the participants had increased knowledge about anemia. It is recommended that early detection of anemia be carried out routinely and the use of local plants such as tomatoes continues to be socialized to support the prevention of anemia and reduce the risk of stunting.
KUDA LUMPING SEBAGAI TRADISI DAN INOVASI SOSIAL UNTUK MASYARAKAT BERKELANJUTAN
Abstrak: Program “Kuda Lumping: Tradisi dan Inovasi Sosial untuk Masyarakat Berkelanjutan” merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan pelestarian budaya dengan inovasi sosial guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas pertunjukan dan kapasitas promosi digital kelompok seni Kuda Lumping yang terdiri atas 25 anggota. Tujuannya meliputi penyediaan pelapis sarung alat musik dan aksesoris pertunjukan, peningkatan pengetahuan mitra dalam promosi digital, serta peningkatan produktivitas ekonomi kelompok seni. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 78% pada aspek manajemen pertunjukan, pemasaran digital, dan pengembangan merchandise berbasis budaya. Selain itu, kapasitas ekonomi kelompok seni meningkat sebesar 35%, terbentuk dua model bisnis berkelanjutan, serta terjadi peningkatan keterlibatan generasi muda sebesar 45% dalam pelestarian budaya lokal. Evaluasi menggunakan pendekatan mixed-method dengan indikator peningkatan pendapatan, penguasaan teknologi, dan partisipasi masyarakat. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 dan 11, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta kota dan komunitas berkelanjutan. Kolaborasi antara seniman, akademisi, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan, membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber inovasi sosial yang relevan di era modern.Abstract: The “Kuda Lumping: Tradition and Social Innovation for Sustainable Communities” program is a community service activity that integrates cultural preservation with social innovation to support sustainable development. This program focuses on improving the quality of performances and digital promotion capabilities of the Kuda Lumping art group, which consists of 25 members. Its objectives include providing covers for musical instruments and performance accessories, increasing partners' knowledge of digital promotion, and increasing the economic productivity of the art group. The implementation methods include socialization, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability. The results show a 78% increase in knowledge in the areas of performance management, digital marketing, and culture-based merchandise development. In addition, the economic capacity of the art group increased by 35%, two sustainable business models were formed, and there was a 45% increase in the involvement of the younger generation in the preservation of local culture. The evaluation used a mixed-method approach with indicators of increased income, technology mastery, and community participation. This program contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) points 8 and 11, namely decent work and economic growth, and sustainable cities and communities. Kolaborasi antara seniman, akademisi, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan, membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber inovasi sosial yang relevan di era modern
PENERAPAN SISTEM BIOFLOK DALAM BUDIDAYA IKAN NILA DENGAN PEMANFAATAN PANEL SURYA UNTUK EFISIENSI ENERGI
Abstrak: Kegiatan ini merupakan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Riset dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan dalam bidang budidaya ikan nila sebagai upaya meningkatkan efisiensi energi dan ketahanan pangan masyarakat. Penerapan sistem bioflok dan pemanfaatan panel surya dinilai penting untuk mengatasi permasalahan tingginya biaya operasional budidaya ikan nila serta rendahnya pengetahuan teknis mitra dalam pengelolaan energi dan kualitas air. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill mitra dalam menerapkan teknologi bioflok dan panel surya serta softskill dalam manajemen usaha budidaya nila yang efisien dan berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi ceramah, pelatihan praktik langsung, pendampingan intensif, dan diskusi kelompok (FGD). Kegiatan diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas guru dan siswa dari lembaga pendidikan mitra. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan angket untuk menilai peningkatan keterampilan teknis serta pemahaman peserta terhadap penerapan sistem bioflok dan panel surya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis sebesar 85% dan pemahaman budidaya nila sebesar 80% dibandingkan kondisi awal. Penerapan sistem bioflok terbukti dapat menekan biaya pakan hingga 40%, sementara pemanfaatan panel surya mampu menghemat konsumsi listrik hingga 50%.Abstract: This activity is a Community Partnership Empowerment program funded by the Directorate of Research and Community Service, Directorate of Research and Development, Ministry of Higher Education, Science, and Technology in 2025. This activity was carried out to support the application of environmentally friendly technology in the field of tilapia cultivation as an effort to improve energy efficiency and community food security. The application of the biofloc system and the use of solar panels is considered important to overcome the problem of high operational costs of tilapia cultivation and the low technical knowledge of partners in energy management and water quality. This activity aims to improve partners' hard skills in implementing biofloc and solar panel technology and soft skills in efficient and sustainable tilapia cultivation business management. The activity methods include lectures, direct practice training, intensive mentoring, and focus group discussions (FGD). The activity was attended by approximately 30 participants consisting of teachers and students from partner educational institutions. Evaluation was carried out through direct observation and questionnaires to assess the improvement in technical skills and participants' understanding of the application of the biofloc and solar panel systems. The evaluation results showed an increase in technical skills by 85% and an increase in understanding of tilapia cultivation by 80% compared to the initial condition. The application of the biofloc system has been proven to reduce feed costs by up to 40%, while the use of solar panels can save electricity consumption by up to 50%
PELATIHAN ASUHAN KEPERAWATAN VENTILATOR DAN TRAKEOSTOMI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PERAWAT ICU
Abstrak: Perawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan pasien yang bergantung pada ventilator dan trakeostomi. Namun, hasil wawancara dengan perawat ICU RS PKU Muhammadiyah Gamping menunjukkan masih terdapat kebutuhan peningkatan kompetensi terkait manajemen pasien kritis tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill perawat dalam penerapan perawatan pasien dengan ventilator dan trakeostomi. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk one day workshop melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan praktik langsung (skill station). Kegiatan diikuti oleh 43 perawat ICU. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 44,42 poin setelah pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam memperkuat kompetensi perawat ICU dalam perawatan pasien dengan ventilator dan trakeostomi.Abstract: Nurses in the Intensive Care Unit (ICU) play a crucial role in ensuring the safety of patients who depend on ventilators and tracheostomies. However, interviews with ICU nurses at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital revealed that there is still a need to improve their competence in managing these critical patients. This community service activity aimed to improve nurses' hard skills and soft skills in the application of care for patients with ventilators and tracheostomies. The training was conducted in the form of a one-day workshop using interactive lectures, discussions, and hands-on practice (skill stations). The activity was attended by 43 ICU nurses. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to assess the improvement in participants' knowledge and skills. The analysis results showed an average increase of 44.42 points after the training. These findings indicate that the training activity was effective in strengthening the competence of ICU nurses in caring for patients with ventilators and tracheostomies
PEMBERDAYAAN PPI BAITUSSALAM MELALUI DIGITAL MARKETING DAN BRANDING ISLAMI BERBASIS PRA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK CALON SANTRI
Abstrak: PPI Baitussalam mengalami penurunan pendaftar dan promosi digital yang sporadis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas lembaga dalam digital marketing, branding Islami, serta pengelolaan konten media sosial yang kreatif dan efektif. Melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), kegiatan dirancang partisipatif sesuai kebutuhan lembaga. Tahapan meliputi pemetaan kebutuhan digital, penyusunan kalender konten 12 bulan, pelatihan storytelling, produksi foto–video, pengenalan SEO dasar, dan pendampingan manajemen media sosial. Sebanyak 20 peserta dari pengelola, humas, tim media, santri, dan alumni terlibat aktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri produksi konten dengan skor rata-rata 7,07/10, serta 67% siap bergabung dalam Tim Media Pesantren. Luaran konkret mencakup poster penerimaan santri baru, video profil, serta peningkatan unggahan Instagram dari 479 menjadi 543 dalam empat bulan. Analitik menunjukkan 68.107 tayangan dan 5.159 akun terjangkau di Instagram, serta kenaikan 1.006,2% tayangan Facebook. Program ini memperkuat kapasitas organisasi, konsistensi komunikasi, dan visibilitas digital pesantren, yang berpotensi meningkatkan daya tarik calon santri. Tahap lanjutan difokuskan pada implementasi website dan SEO, penguatan analitik, serta orkestrasi konten lintas kanal.Abstract: PPI Baitussalam experienced a decline in registrants and sporadic digital promotions. This community service program aims to increase the institution's capacity in digital marketing, Islamic branding, and creative and effective social media content management. Through a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, activities were designed in a participatory manner according to the institution's needs. Stages included mapping digital needs, preparing a 12-month content calendar, storytelling training, photo-video production, an introduction to basic SEO, and social media management mentoring. A total of 20 participants from management, public relations, the media team, students, and alumni were actively involved. Evaluation results showed an increase in confidence in content production with an average score of 7.07/10, and 67% were ready to join the Pesantren Media Team. Concrete outputs included new student admission posters, profile videos, and an increase in Instagram posts from 479 to 543 in four months. Analytics showed 68,107 impressions and 5,159 reachable accounts on Instagram, as well as a 1,006.2% increase in Facebook views. This program strengthens the Islamic boarding school's organizational capacity, communication consistency, and digital visibility, potentially increasing its appeal to prospective students. The next phase focuses on website implementation and SEO, strengthening analytics, and orchestrating cross-channel content
INOVASI GLAMPING DAN CULINARY TOURISM SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN EKONOMI DESA PADA WISATA MANGROVE KEDATIM
Abstrak: Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, memiliki potensi ekowisata mangrove yang strategis untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi alternatif berbasis keberlanjutan. Namun, pengelolaan yang belum terstruktur, keterampilan masyarakat yang terbatas, serta minimnya strategi pemasaran menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh BUMDes Pasopati selaku pengelola Wisata Mangrove Kedatim. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa melalui pengembangan Culinary Tourism berbasis kuliner tradisional dan inovasi Glamping (glamorous camping) sebagai daya tarik wisata baru. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan pelatihan, pendampingan manajemen, penyusunan SOP, penguatan kapasitas SDM hospitality, digital marketing, serta perancangan paket wisata terpadu. Target kegiatan difokuskan pada mitra sasaran Bumdes Pasopati yakni peningkatan kompetensi masyarakat, kemandirian BUMDes, serta pertumbuhan kunjungan wisatawan yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi lokal. Hasil kegiatan yang dilakukan melalui observasi menunjukkan adanya perubahan signifikan, antara lain: tersusunnya SOP dan modul pengelolaan wisata dengan peningkatan 70%, penignkatan keterampilan SDM hospitality menjadi 40% serta terbentuknya komunitas ekowisata, penguatan pemasaran digital dengan produksi konten ±3 per minggu yang meningkatkan jangkauan promosi hingga 100%, serta bertambahnya jumlah wisatawan mengalami kenaikan 80%. Program ini membuktikan bahwa integrasi ekowisata mangrove dengan Culinary Tourism dan Glamping tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.Abstract: Kebundadap Timur Village, located in Saronggi District, Sumenep Regency, possesses strategic mangrove ecotourism potential that can be developed as an alternative, sustainability-based economic source. However, the lack of structured management, limited community skills, and minimal marketing strategies remain the main challenges faced by BUMDes Pasopati, the managing body of Kedatim Mangrove Tourism. This community service program aims to enhance the village’s economy through the development of Culinary Tourism based on traditional cuisine and the innovation of Glamping (glamorous camping) as a new tourism attraction. The implementation method employs a participatory approach involving training, management assistance, preparation of Standard Operating Procedures (SOPs), capacity building in hospitality human resources, digital marketing, and the design of an integrated tourism package. The program’s targets focus on BUMDes Pasopati as the main partner, aiming to improve community competence, strengthen BUMDes independence, and increase tourist visits that positively impact local economic welfare. Observational results show significant changes, including: the development of tourism management SOPs and modules with a 70% improvement, an increase of 40% in hospitality skills, the establishment of an ecotourism community, enhanced digital marketing with an average of three content productions per week that expanded promotional reach by 100%, and an 80% rise in tourist visits. This program demonstrates that integrating mangrove ecotourism with Culinary Tourism and Glamping not only provides economic benefits but also promotes environmental conservation and sustainable community empowerment
PENDAMPINGAN EKSPLORASI MINAT DAN BAKAT SEBAGAI LANGKAH STRATEGIS MERANCANG RENCANA STUDI LANJUT DAN KARIR
Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi peserta didik di MA Bilingual Batu adalah minimnya pemahaman diri terkait minat dan bakat, yang berakibat pada kebingungan dalam merancang rencana studi lanjut dan pilihan karir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan eksploratif guna membantu peserta didik mengenali potensi diri sebagai dasar penyusunan rencana pendidikan dan karir yang lebih terarah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga difokuskan pada pengembangan soft skills, seperti kemampuan refleksi diri, komunikasi interpersonal, dan pengambilan keputusan, serta hard skills berupa kemampuan analisis data. Metode yang digunakan meliputi asesmen psikologis berbasis minat dan bakat, diskusi kelompok terfokus, serta konseling individual. Kegiatan ini diikuti oleh 55 peserta didik kelas XII yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru BK, dengan sistem evaluasi yang mencakup pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman diri serta kuesioner kepuasan untuk menilai efektivitas pendampingan. Evaluasi juga dilengkapi dengan wawancara reflektif guna memperoleh gambaran kualitatif mengenai pengalaman peserta selama proses kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 86% peserta didik merasa lebih percaya diri dalam menentukan arah studi dan karir, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap kekuatan personalnya. Di masa yang akan datang, kolaborasi antara sekolah, konselor, dan perguruan tinggi perlu ditingkatkan agar proses pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi, dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesiapan karir generasi muda.Abstract: The main problem faced by students at MA Bilingual Batu is the lack of self-understanding regarding their interests and talents, which leads to confusion in planning their further studies and career choices. This community service activity aims to provide exploratory guidance to help students recognize their potential as a foundation for developing more directed educational and career plans. In its implementation, the activity also focuses on developing soft skills such as self-reflection, interpersonal communication, and decision-making, as well as hard skills in data analysis. The methods used include interest- and talent-based psychological assessments, focus group discussions, and individual counseling. The activity was attended by 55 twelfth-grade students selected based on recommendations from guidance and counseling teachers, using an evaluation system that included pre-tests and post-tests to measure changes in self-understanding, as well as satisfaction questionnaires to assess the effectiveness of the mentoring process. The evaluation was also complemented by reflective interviews to obtain qualitative insights into participants’ experiences during the program. The results showed that 86% of the students felt more confident in determining their educational and career paths and demonstrated an increased understanding of their personal strengths. In the future, collaboration among schools, counselors, and universities needs to be strengthened so that the mentoring process can be carried out sustainably, more integratively, and have a broader impact on the career readiness of young generations
PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN JANIN MELALUI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS
Abstrak: Puskesmas Kota Selatan di Kota Gorontalo berperan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Fluktuasi angka kematian ibu (AKI) dalam lima tahun terakhir, dengan tertinggi 229,9 per 100.000 kelahiran hidup pada 2020, menunjukkan pentingnya pencegahan komplikasi kehamilan seperti diabetes melitus gestasional (DMG). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan kader kesehatan dan pengetahuan ibu hamil dalam deteksi dini serta pencegahan DMG melalui pemeriksaan glukosa darah dan edukasi kesehatan. Metode meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah, praktik pemeriksaan glukosa darah, serta pre-test dan post-test. Mitra kegiatan terdiri dari 25 kader kesehatan dan ibu hamil berisiko di Kelurahan Limba B. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dari 71,43% menjadi 100% kategori baik, dengan 89,29% memiliki kadar gula darah normal. Edukasi dan pemeriksaan rutin terbukti efektif dalam pencegahan komplikasi kehamilan akibat DMG.Abstract: The South City Community Health Center in Gorontalo City plays a crucial role in improving maternal and child health. Fluctuations in the maternal mortality rate (MMR) over the past five years, with a peak of 229.9 per 100,000 live births in 2020, demonstrate the importance of preventing pregnancy complications such as gestational diabetes mellitus (GDM). This community service activity aims to improve the skills of health workers and the knowledge of pregnant women in early detection and prevention of GDM through blood glucose testing and health education. Methods include interactive lectures, focus group discussions, practical blood glucose testing, and pre- and post-tests. Participants included 25 health workers and at-risk pregnant women in Limba B Village. Results showed an increase in maternal knowledge from 71.43% to 100% in the good category, with 89.29% having normal blood sugar levels. Education and routine check-ups have proven effective in preventing pregnancy complications due to GDM
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN MELALUI INOVASI BUDIDAYA DAN DIGITALISASI PEMASARAN MADU KLANCENG
Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Pring Sedapur Kabupaten Banyumas, yang memiliki potensi besar dalam budidaya lebah madu klanceng namun menghadapi keterbatasan produksi, legalitas usaha, serta strategi pemasaran. Memperkuat kapasitas teknis budidaya, meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi kemasan dan branding, serta mendorong transformasi pemasaran digital dan legalitas usaha. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill mitra, khususnya dalam kemampuan produksi serta pemasaran (branding dan digital marketing) agar lebih kompeten dan berdaya saing. Kegiatan dilaksanakan dengan metode gabungan yang meliputi pelatihan, ceramah, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Wanita (KWT) Cipto Roso beranggotakan 10 orang. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan kuesioner pra–pasca kegiatan untuk menilai peningkatan kemampuan produksi dan pemasaran digital. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra sebesar 95% dalam aspek produksi dan pemasaran (branding dan digital marketing). Program ini memberikan dampak positif berupa penguatan ekonomi lokal, kemandirian usaha, serta terciptanya model pemberdayaan berbasis potensi desa yang berkelanjutan.Abstract: This community service activity was carried out with the Pring Sedapur Forest Farmers Group (KTH) in Banyumas Regency, which has great potential in stingless bee cultivation but faces limitations in production, business legality, and marketing strategies. Strengthening the technical capacity of cultivation, increasing product added value through packaging and branding innovation, and encouraging digital marketing transformation and business legality. In addition, this activity also aims to improve the hard and soft skills of partners, especially in production and marketing capabilities (branding and digital marketing) to be more competent and competitive. The activity was carried out using a combined method that included training, lectures, direct practice, mentoring, and evaluation. The partner for this activity was the Cipto Roso Women's Farmers Group (KWT) with 10 members. Evaluation was carried out through observations and pre-post activity questionnaires to assess improvements in production and digital marketing capabilities. The results showed a 90% increase in partner skills in production and marketing aspects (branding and digital marketing). This program has a positive impact in the form of strengthening the local economy, business independence, and the creation of a sustainable village potential-based empowerment model