UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
13083 research outputs found
Sort by
MEMBANGUN KARAKTER DAN KECAKAPAN BERBAHASA MELALUI LITERASI PAGI BERBASIS PIDATO
ABSTRAK Tujuan kegiatan literasi pagi berbasis pidato pada siswa tingkat MA adalah untuk meningkatkan kecakapan berbahasa sekaligus membangun karakter siswa melalui pembiasaan berbicara di depan umum. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato ini dilakukan di MA NW Keruak yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara umum, waktu kegiatan dilakukan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dengan melibatkan seluruh siswa secara bergiliran. Kegiatan literasi pagi berbasis pidato diikuti oleh siswa-siswi dari setiap kelas dengan pendampingan guru sebagai fasilitator. Kegiatan ini didasarkan atas kondisi siswa yang cenderung masih memiliki kepercayaan diri rendah serta keterampilan berbicara yang belum optimal. Guru-guru juga mengalami hambatan dalam menggerakkan siswa untuk aktif dalam kegiatan literasi, khususnya berbicara di depan umum. Padahal, siswa memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong siswa agar terbiasa menyampaikan gagasan secara runtut, percaya diri, dan bertanggung jawab. Hasil evaluasi dari kegiatan ini berupa peningkatan keberanian siswa dalam berbicara, keterampilan menyusun naskah pidato, serta terbentuknya budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Kata kunci: Karakter; Kecakapan Bahasa; Literasi Pagi; Pidato. ABSTRACTWrite The purpose of the morning literacy activity based on speeches for high school students is to improve language skills and build character through public speaking practice. This morning literacy activity based on speeches is carried out at MA NW Keruak, located in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. In general, the activity is carried out routinely every morning before classes begin, involving all students in turns. The morning literacy activity based on speeches is attended by students from each class with the assistance of teachers as facilitators. This activity is based on the condition of students who tend to have low self-confidence and suboptimal speaking skills. Teachers also experience obstacles in motivating students to be active in literacy activities, especially speaking in public. In fact, students have enormous potential for development. This activity is expected to encourage students to get used to expressing their ideas coherently, confidently, and responsibly. The evaluation results of this activity show an increase in students' courage in speaking, their speech writing skills, and the formation of a sustainable literacy culture in the school environment. Keywords: Character; Language Profiency; Morning Literacy; Speech
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN LITERASI DAN NUMERASI MELALUI AKTIVITAS FISIK EDUKATIF SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA NADUNG BANGKA SELATAN
ABSTRAK Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi pada siswa sekolah dasar, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan fasilitas pembelajaran, menjadi tantangan penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui pendekatan aktivitas fisik edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik belajar kinestetik anak. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan deskriptif kualitatif, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan siswa dan lingkungan belajar, perancangan aktivitas fisik edukatif berbasis literasi dan numerasi, implementasi kegiatan pembelajaran, serta evaluasi hasil kegiatan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian perkembangan kemampuan siswa. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Nadung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, dengan melibatkan 15 siswa kelas rendah sekolah dasar. Aktivitas pembelajaran dirancang dalam bentuk permainan edukatif, antara lain Lompat Huruf, Gerak Angka, dan Estafet Cerita, yang mengintegrasikan unsur gerak, bahasa, dan matematika secara terpadu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan siswa dalam pembelajaran, kemampuan fonetik, pengenalan huruf, pemahaman angka, serta kemampuan mengidentifikasi pola bilangan. Selain itu, pendekatan aktivitas fisik edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, konsentrasi, kerja sama, serta perkembangan sosial-emosional siswa selama proses pembelajaran. Secara keseluruhan, model pembelajaran berbasis aktivitas fisik edukatif ini mudah diterapkan, relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar di daerah pedesaan, serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi dan numerasi. Temuan ini mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pembelajaran aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Kata kunci: Literasi, Numerasi, Aktivitas Fisik Edukatif, Sekolah Dasar ABSTRACTThe low levels of literacy and numeracy skills among elementary school students, particularly in rural areas with limited learning facilities, present a significant challenge in efforts to improve the quality of basic education. This community service program aims to enhance students’ literacy and numeracy abilities through educational physical activity approaches tailored to the kinesthetic learning characteristics of children. The program was implemented in Nadung Village, Payung District, South Bangka, involving 15 lower-grade students. The implementation stages included needs analysis, the design of educational physical activities, the execution of games such as Letter Jump, Number Move, and Story Relay, as well as the evaluation of students’ skill development. The results indicate a significant improvement in student engagement, phonetic skills, letter recognition, number comprehension, and the ability to identify number patterns. In addition, this approach effectively enhanced students’ motivation, concentration, collaboration, and socio-emotional development throughout the learning process. Overall, the educational physical activity model proved to be easy to implement, relevant to the needs of elementary school students, and contributed positively to improving literacy and numeracy outcomes. These findings also support the implementation of the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) policy, which emphasizes active, enjoyable, and student-centered learning. Keywords: Literacy, Numeracy, Educational Physical Activities, Elementary School
PEMBERDAYAAN KELOMPOK UBK PAULUS DALAM PRODUKSI DAN PEMASARAN CAMILAN SEHAT BERBASIS MINYAK KENARI
ABSTRAK Kenari adalah salah satu potensi sumber daya lokal di Kabupaten Alor. Potensi besar ini dapat dimanfaatkan oleh mitra melalui pengolahannya menjadi minyak, yang kemudian dapat digunakan dalam produk bergizi. Industri rumah tangga sebagai penghasil Camilan sehat dan bergizi, menghadapi tantangan produksi terkait pengunaan kemasan yang sebagian besar terdiri dari kantong plastik, di samping upaya pemasaran yang masih terbatas cakupannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi mitra melalui pelatihan produksi Camilan berbasis minyak kenari dan teknik pengemasan produk, serta pelatihan pembuatan dan penggunaan situs web dalam pemasaran produk. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu UBK Paulus Desa Lendola, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur berjumlah 15 orang. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dan demonstrasi/praktik langsung pembuatan produk Camilan berbasis minyak kenari serta pelatihan desain dan teknik pengemasan modern. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pra-tes dan pasca-tes melalui tanya jawab serta pengamatan untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 69% dan peningkatan keterampilan produksi serta pengemasan sebesar 37,7%. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi ibu-ibu untuk mengembangkan usaha rumah tangga berbasis potensi lokal. Kata kunci: Pemberdayaan; Produksi; Camilan; Pemasaran; Minyak Kenari ABSTRACTWalnuts are a potential local resource in Alor Regency. This significant potential can be utilized by partners by processing them into oil, which can then be used in nutritious products. Home industries, as producers of healthy and nutritious snacks, face production challenges related to the use of packaging, which mostly consists of plastic bags, in addition to limited marketing efforts. This community service activity aims to improve the skills and economic independence of partners through training in walnut oil-based snack production and product packaging techniques, as well as training in creating and using a website for product marketing. The partners in this activity are a group of 15 women from the UBK Paulus Group in Lendola Village, Teluk Mutiara District, Alor Regency, East Nusa Tenggara Province. The implementation method includes counseling and demonstrations/hands-on practice in making walnut oil-based snack products, as well as training in modern packaging design and techniques. Evaluation was carried out using pre- and post-test instruments through questions and answers, and observations to assess improvements in participants' knowledge and skills. The results of the activity showed an average increase in knowledge scores of 69% and an increase in production and packaging skills of 37.7%. This activity succeeded in increasing participants' self-confidence and motivation to develop home businesses based on local potential. Keywords: Empowerment; Production; Snacks; Marketing; Walnut Oi
EKONOMI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMIS DARI REUSE PLASTIK KEMASAN DAN UPCYCLING LIMBAH KAYU BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TANEA KABUPATEN KONAWE SELATAN
ABSTRAK Permasalahan pengelolaan limbah plastik, limbah kayu, dan limbah pertanian di Desa Tanea masih menjadi isu lingkungan dan sosial ekonomi, karena belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku produk kreatif. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai ekonomi melalui pendekatan ekonomi kreatif. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, workshop, dan praktikum pembuatan pot plastik daur ulang, bunga hias dari kulit jagung, dan tanaman hias dekoratif dari limbah kayu. Mitra kegiatan adalah masyarakat Desa Tanea yang terdiri dari 15 peserta, meliputi ibu rumah tangga, pemuda, dan pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 30–45% dan peningkatan keterampilan teknis peserta hingga 85% berdasarkan keberhasilan menghasilkan minimal satu produk kreatif. Produk yang dihasilkan memiliki potensi nilai ekonomis dengan estimasi harga jual Rp10.000–Rp40.000 per unit. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan ekonomi kreatif berbasis limbah dapat meningkatkan keterampilan, dan peluang usaha masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.ABSTRACTThe issue of managing plastic waste, wood waste, and agricultural waste in Tanea Village remains a significant environmental and socio-economic challenge, as these materials have not been optimally utilized as raw materials for creative products. This community service program aims to improve the community’s knowledge and skills in transforming waste into economically valuable products through a creative economy approach. The activities were carried out through socialization, workshops, and hands-on practice in producing recycled plastic pots, decorative corn-husk flowers, and ornamental plants made from wood waste. The program involved 15 participants from Tanea Village, consisting of housewives, youths, and local micro-business actors. The results show an increase in participants’ knowledge by an average of 30–45% and an improvement in technical skills up to 85%, indicated by their ability to produce at least one creative product. The products generated have economic potential with estimated market prices ranging from IDR10.000 to IDR40.000 per unit. These findings demonstrate that waste-based creative economy training can enhance community skills, expand entrepreneurial opportunities, and increase environmental awareness among the residents
PENGUATAN LITERASI DAN KREATIVITAS DIGITAL SISWA GEN Z MELALUI PELATIHAN PRODUKSI KONTEN DI SMAN 4 SINGARAJA
ABSTRAK Perkembangan media sosial menuntut generasi Z untuk memiliki literasi dan kreativitas digital yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan kreativitas digital siswa SMAN 4 Singaraja melalui pelatihan produksi konten digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif-edukatif, melibatkan 25 siswa anggota ekstrakurikuler sinematografi dan fotografi “Lensa Foursma”. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi hasil karya siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam merancang ide, memproduksi, dan mengevaluasi konten digital yang komunikatif, kreatif, dan etis. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai narasi, estetika visual, dan kolaborasi tim dalam proses produksi, sehingga pelatihan ini menjadi model efektif untuk mengembangkan literasi dan kreativitas digital generasi Z di lingkungan sekolah. Kata kunci: kreativitas digital; literasi digital; produksi konten; siswa Gen Z; SMAN 4 Singaraja ABSTRACTThe development of social media requires Generation Z to possess strong digital literacy and creativity. This study aims to strengthen the digital literacy and creativity of students at SMAN 4 Singaraja through digital content production training. The method used was qualitative descriptive with a participatory-educative approach, involving 25 students from the school’s cinematography and photography extracurricular club, “Lensa Foursma.” Data were collected through observation, interviews, and documentation of students’ works, and analyzed descriptively. The results indicate an improvement in students’ abilities to design ideas, produce, and evaluate digital content that is communicative, creative, and ethical. In addition, participants gained an understanding of narrative, visual aesthetics, and team collaboration in content production. Therefore, this training serves as an effective model to develop digital literacy and creativity among Generation Z students in the school context. Keywords: content production; digital creativity; digital literacy; Gen Z students; SMAN 4 Singaraja
PROGRAM BELAJAR KREATIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI SISWA DI SDN 3 SEKOTONG TENGAHPROGRAM BELAJAR KREATIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI SISWA DI SDN 3 SEKOTONG TENGAH
Rendahnya tingkat literasi siswa sekolah dasar masih menjadi isu serius dalam dunia pendidikan. Kondisi ini ditemukan di SDN 3 Sekotong Tengah. Siswa menghadapi keterbatasan akses bacaan dan rendahnya motivasi membaca dan untuk menjawab tantangan tersebut, dilaksanakan Program Belajar Kreatif melalui pengabdian masyarakat oleh mahasiswa PLP II Terintegrasi KKN-Dik. Program ini mencakup kegiatan Rabu Baca Teras, Menulis Kreatif, Pembiasaan Membaca di awal pembelajaran, Sabtu Kreatif, dan Pojok Baca. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan interaktif dengan melibatkan siswa kelas III–VI serta guru sebagai pendamping. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada minat baca, kemampuan menulis, keberanian berbicara, serta kreativitas siswa. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat budaya literasi sekolah dengan menyediakan akses bacaan yang lebih variatif dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Program Belajar Kreatif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa dan membangun kepercayaan diri, sehingga layak dijadikan model pengembangan literasi di sekolah-sekolah dasar terutama di wilayah pedesaan.Kata Kunci: Literasi, Program Belajar Kreatif, Sekolah Dasa
Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Mahasiswa Semester Akhir
Kemampuan menyusun proposal penelitian merupakan kompetensi akademik penting bagi mahasiswa semester akhir sebagai tahap awal penyelesaian tugas akhir. Namun, mahasiswa sering mengalami kendala dalam menyusun proposal penelitian secara sistematis, terutama pada perumusan masalah dan penentuan metodologi penelitian. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan penguatan pemahaman awal mahasiswa semester akhir FKIP UMMAT dalam menyusun proposal penelitian sesuai dengan kaidah ilmiah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan yang mencakup penyampaian materi, diskusi terarah, praktik penyusunan proposal, dan pendampingan, dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan telaah draf proposal penelitian mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pada struktur penulisan proposal ke arah yang lebih teratur serta keselarasan yang lebih baik antara rumusan masalah, tujuan penelitian, dan metodologi. Respons dan partisipasi aktif mahasiswa selama pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa semester akhir dan berpotensi mendukung kelancaran proses penyusunan proposal penelitian
Pengaruh Metode Pembelajaran Tematik Terpadu Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran tematik terpadu terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar dengan fokus pada peningkatan aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dimana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran tematik terpadu mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa, mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, serta menumbuhkan motivasi belajar melalui kegiatan yang kontekstual dan bermakna. Untuk penelitian mendatang, disarankan agar dilakukan pengembangan pada aspek inovasi media dan strategi implementasi yang lebih variatif guna memperkuat efektivitas pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar
The Impact of P5 on Students’ Environmental Care Character
Abstract: This study examines the impact of the Pancasila Student Profile Strengthening (P5) program on the development of environmental responsibility among elementary school students. At SDN 2 Sikur in East Lombok, Indonesia, a quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed. The study involved 60 fourth-grade students evenly divided into experimental and control groups. The experimental group participated in collaborative environmental activities (e.g., school cleaning, plant care) as part of the P5 project, whereas the control group received standard environmental education. Students’ environmental care attitudes were assessed using pre- and post-test questionnaires. Results indicate that the experimental group experienced a significant improvement in environmental care scores, with average scores rising from 23 (pre-test) to 47.5 (post-test), significantly higher than those of the control group (Mann–Whitney U test, p < 0.05). These findings suggest that the P5 project effectively fosters environmental responsibility among students. The study concludes that integrating P5’s collaborative environmental action approach into the curriculum can significantly enhance environmental stewardship at the elementary level
Development of a Habaring Hurung Student Worksheet for IPAS Learning in Grade 5 Elementary School: An ADDIE Model-Based Study in East Kotawaringin
Abstract: This study aims to produce valid, practical and effective LKS IPS based on local wisdom of East Kotawaringin to be applied in theIPS learning process in the classroom. This type of research using the R & D approach with the ADDIE model. Research conducted in Class 5 SDN 2 Tanjung Jariangau with a total of 16 students and 1 teacher as trialsubjects. The data collection method used was a validation sheet and a response questionnairefor students and teachers. The data was then analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. Based on the findings of the development of the Habaring Hurung Student Worksheet (LKS) based on local wisdom in East Kotawaringin, valid worksheets were obtained based on assessments by material experts, language experts, and media experts. The practicality of the worksheets was determined by assessments by field practitioners/teachers and students in a limited trial. The worksheets were declared effective based on improvements in the pretest and posttest results. Therefore, the Habaring Hurung Student Worksheets meet the criteria for validity, practicality, and effectiveness, making them suitable for use in classroom learning