UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
Not a member yet
    13083 research outputs found

    Probabilistic Forcasting of Stock Prices Using a Hybrid ARIMA-Monte Carlo Simulation Approach

    Get PDF
    Abstract: This study aims to conduct probabilistic forecasting of the Farmer Exchange Rate (NTP) in Indonesia during the period 2015-2024 using an experimental quantitative approach through three methods: ARIMA, Monte Carlo Simulation (MCS), and the ARIMA-Monte Carlo hybrid model. The ARIMA model is used to capture linear patterns in historical data, while the Monte Carlo method is used to simulate stochastic uncertainty based on probability distributions. Furthermore, a hybrid approach was developed to integrate the advantages of both methods to improve accuracy and probabilistic representation in forecasting. Model performance was evaluated using MSE and MAPE. The results show that the Monte Carlo method has the best performance with an MSE value of 0.9051 and a MAPE of 0.72%. Meanwhile, the ARIMA method produces an MSE of 5.6991 and a MAPE of 1.46%. The ARIMA-Monte Carlo hybrid model shows an MSE value of 6.3288 and a MAPE of 1.87%. These findings indicate that in the context of NTP data, the Monte Carlo stochastic approach is superior to the ARIMA method and hybrid model in terms of prediction accuracy. This study contributes to the development of probabilistic forecasting methods that are more suitable for supporting decision-making in the agricultural sector

    The Evolution of Backpropagation Neural Network Algorithms in the Development of Intelligent Flood Detection Systems

    Get PDF
    Abstract: Flooding is a hydrometeorological disaster with widespread social, economic, and environmental impacts, requiring an accurate and adaptive early detection and warning system. This study aims to identify, analyze, and synthesize the evolution of the Backpropagation Neural Network (BPNN) algorithm in the development of intelligent flood detection systems and provide direction for future research. The research method used is qualitative with a Systematic Literature Review (SLR) approach, using literature sources from DOAJ, Scopus, and Google Scholar with a publication range of 2015–2025. The results of the study show that BPNN has undergone a significant transformation, from a simple feedforward model to an intelligent component capable of processing more complex non-linear patterns. This development is marked by the integration of optimization algorithms (such as Genetic Algorithm and Particle Swarm Optimization), the application of adaptive optimizers, regularization techniques, and integration with deep learning models. The implementation of BPNN has also been expanded through the integration of hydrological and spatial data, including rainfall, river discharge, topography, and satellite imagery, as well as the support of IoT and big data technologies to build adaptive early warning systems. Challenges remain in terms of the risk of overfitting, high computational requirements, data quality limitations, and low model interpretability. These findings confirm that the evolution of BPNN in flood detection systems reflects a shift towards more complex, adaptive, and integrated models, while also opening up future research opportunities in the development of hybrid models, ensemble methods, and the application of cloud-based computing to support more accurate, robust, and responsive flood detection systems

    Implementasi kegiatan penghijauan sekolah melalui penanaman tanaman hias dan buah di SDN 025 Samarinda Utara

    Get PDF
    Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN 025 Samarinda Utara sebagai upaya penghijauan untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai peduli lingkungan pada siswa. Tujuan kegiatan adalah menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, nyaman, dan edukatif serta membentuk karakter siswa melalui praktik langsung merawat tanaman. Mitra sasaran adalah pihak sekolah dengan melibatkan guru dan siswa/i. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap persiapan, edukasi, pelaksanaan, perawatan, evaluasi dan pendampingan. Hasil kegiatan secara kualitatif menunjukkan peningkatan antusiasme, kepedulian, tanggung jawab serta empati siswa terhadap lingkungan. Sementara secara kuantitatif, lingkungan sekolah mengalami perubahan signifikan dengan bertambahnya jenis tanaman hias dan buah serta meningkatkan kenyamanan suasana belajar. Selain memperindah sekolah, kegiatan ini juga memperkuat hubungan sosial antara siswa dan guru melalui kerja sama serta menumbuhkan sikap gotong royong. Dengan demikian, program ini terbukti bermanfaat dalam aspek estetika, pendidikan dan karakter, serta berpotensi diterapkan dan diperluas ke sekolah lain sebagai model sekolah hijau berkelanjutan. Kata kunci: lingkungan sekolah; penghijauan; tanaman Abstract This community service activity was carried out at SDN 025 North Samarinda as a greening effort to improve the quality of the school environment while instilling environmental values in students. The goal of the activity is to create a green, comfortable, and educational school environment and shape students' character through direct practice of caring for plants. The target partners are schools involving teachers and students. The implementation method consists of preparation, education, implementation, maintenance, evaluation and mentoring stages. The results of the activity qualitatively show an increase in student enthusiasm, concern, responsibility and empathy for the environment. Meanwhile, quantitatively, the school environment has experienced significant changes with the addition of ornamental and fruit plants and an improved comfortable learning atmosphere. In addition to beautifying the school, this activity also strengthens social relationships between students and teachers through cooperation and fosters a spirit of mutual cooperation. Thus, this program has proven to be beneficial in terms of aesthetics, education and character, and has the potential to be implemented and included in other schools as a model of sustainable green schools. Keywords: school environment; greening; plant

    Pemberdayaan masyarakat Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal berbasis optimalisasi IPTEK dan pengolahan pasca panen gula aren

    Get PDF
    AbstrakGula aren merupakan suatu bentuk produk olahan sari nira yang tercipta dari hasil tanaman aren. Gula aren mengandung banyak nutrisi diantaranya seperti kalium, zat besi, serat, magnesium, antioksidan, fosfor dan sebagainya. Gula aren juga sangat aman dikonsumsi untuk penderita diabetes, karena kadar inulin memiliki indeks glikemik yang rendah sebesar 35. Salah satu kelompok masyarakat pengolahan gula aren di Provinsi Jawa Tengah adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) UMKM Sukses Bersama “Sukma” yang beralamatkan di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Kendala yang masih dihadapi sekarang ini adalah terbatasnya alat-alat produksi pengolahan pasca panen, sehingga jual beli gula aren belum sampai pada produk olahan pangan. Tidak hanya keterbatasan secara sarana alat produksi fisik, melainkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran juga masih terbatas untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomis produk gula aren. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Beberapa Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diserahkan pada mitra sasaran diantaranya meliputi mesin pengaduk, kompor, tungku penggorengan, oven dan sebagainya. Sementara olahan pasca panen gula aren adalah mengolahnya menjadi brownies alpukat, brownies crispy alpukat, sus ula alpukat dan wedang kaduga. Sementara itu, pendampingan pemasaran digital usaha dilakukan dengan turut serta melibatkan peran aktif para mahasiswa. Kata kunci: diversifikasi produk; gula aren; pasca panen; pemberdayaan masyarakat; teknologi tepat guna. AbstractPalm sugar is a processed product made from the sap of the sugar palm plant. Palm sugar contains many nutrients, including potassium, iron, fiber, magnesium, antioxidants, phosphorus, and so on. Palm sugar is also very safe for consumption by diabetics, because the inulin content has a low glycemic index of 35. One of the palm sugar processing community groups in Central Java Province is the Joint Business Group (KUB) of the UMKM Sukses Bersama "Sukma" located in Peron Village, Limbangan District, Kendal Regency. The current obstacle is the limited production tools for post-harvest processing, so that the sale of palm sugar has not yet reached processed food products. Not only are there limitations in physical production facilities, but the knowledge and skills of target partners are also still limited to increase the added value and economic value of palm sugar products. The implementation method is socialization, training, technology application, mentoring and evaluation as well as program sustainability. Some Appropriate Technologies (TTG) handed over to target partners include stirring machines, stoves, frying pans, ovens and so on. Meanwhile, post-harvest palm sugar processing includes avocado brownies, crispy avocado brownies, avocado milk and kaduga drink. Digital marketing assistance for the business is provided with the active involvement of students. Keywords: product diversification; palm sugar; post-harvest; community empowerment; appropriate technology

    Pendampingan penyelenggaraan trail running event bagi karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban

    Get PDF
    Abstrak Sport ecotourism adalah kegiatan yang memadukan aktivitas olahraga dan pariwisata. Trail running merupakan salah satu sport ecotourism yang saat ini banyak diminati berbagai kalangan. Kabupaten Tuban Jawa Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan sport ecotourism. Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi tujuan sport ecotourism karena wilayahnya terdiri dari perbukitan karst yang memiliki kontur tidak rata sehingga menimbulkan tantangan bagi pelari. Selain itu, bentang alam ekosistem karst  yang unik dan menarik dapat memberikan pengalaman bagi pelari. Oleh karena itu, kegiatan trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running bukan hanya memberikan dampak kesehatan raga juga meningkatan kesehatan jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan untuk menyelenggarakan event olahraga berupa trail running. Trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running ini melintasi 3 Desa yaitu Desa Grabagan, Desa Banyubang dan berakhir di Desa Ngrejeng. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu: 1) tahap sosialisasi, 2) tahap pendampingan penyelenggaraan trail running event yang meliputi berbagai macam kegiatan, 3) tahap monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuk tim penyelenggara (panitia) kegiatan, penentuan rute lari, berhasil menyusun proposal sponsorship dan promosi event trail running di berbagai platform media sosial. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mitra secara mandiri maupun kolaborasi dengan tim PKM mampu menyelenggarakan berbagai macam event terkait sport ecotourism secara berkelanjutan guna mendukung upaya pembangunan desa melalui pengembangan ekowisata. Kata kunci: karang taruna; karst; ngrejeng; trail running. Abstract Sport ecotourism is an activity that combines sports and tourism. Trail running is one of the most popular forms of sport ecotourism that is currently gaining traction among various groups. Tuban Regency in East Java has significant potential for the development of sport ecotourism. Ngrejeng village has the potential to be developed into sport ecotourism destination because its terrain consists of karst hills with uneven contours, presenting a challenge for runners. In addition, the unique karst ecosystem landscape can provide an experience for runners. Therefore, the trail running activity entitled Ngrejeng Karst Running not only provides physical health benefits but also improves mental health. The purpose of this community service activity is to provide assistance to the Ngrejeng Village youth organization to organize a trail running event. The Ngrejeng Karst Running event traverses three villages: Grabagan, Banyubang, and Ngrejeng. The implementation of this activity is carried out in three stages: 1) the socialization stage, 2) the support stage for organizing the trail running eventand 3) the monitoring and evaluation stage. The outcomes of this activity include the formation of an organizing committee for the event, the determination of the running route, the sponsorship proposal, and the promotion of the trail running event. Based on the results of this community service activity, it is hoped that partners, either independently or in collaboration with the PKM team, will be able to organize various events related to sport ecotourism in a sustainable manner to support village development efforts through the development of ecotourism.  Keywords: karst; ngrejeng; trail running

    Bridging academia and industry: model kolaborasi KKN mandiri dalam pemberdayaan masyarakat dan dunia kerja

    Get PDF
    Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) skema mandiri Unit 14 UNU Kalimantan Timur dilaksanakan melalui kolaborasi dengan mitra industri dan masyarakat sebagai upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Kegiatan mencakup program sosial kemasyarakatan yang melibatkan 35 peserta, serta pelatihan teknis dan keselamatan kerja (K3) yang diikuti oleh 18 karyawan mitra industri. Metode pelaksanaan meliputi pengabdian langsung, sosialisasi, dan pelatihan berbasis praktik. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi K3, tingginya partisipasi masyarakat, serta peningkatan kompetensi sosial dan teknis mahasiswa. Kolaborasi ini berdampak positif bagi mitra melalui peningkatan kesadaran K3 dan penguatan hubungan kemitraan. Temuan ini menegaskan bahwa skema KKN mandiri efektif dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri dan masyarakat. Kata kunci: kuliah kerja nyata; pengabdian masyarakat; kolaborasi; industri; K3. AbstractThe independent Kuliah Kerja Nyata (KKN) program of Unit 14 at UNU Kalimantan Timur was implemented through collaboration with industrial partners and local communities as an effort to strengthen the linkage between higher education and the world of work. The activities included community social programs involving 35 participants, as well as technical and occupational safety (K3) training attended by 18 employees from partner companies. The implementation methods consisted of direct community engagement, socialization, and practice-based training. Evaluation results indicate an improvement in participants’ understanding of K3 materials, strong community participation, and enhanced social and technical competence among students. This collaboration has provided positive benefits for partner industries through increased K3 awareness and strengthened partnership relations. These findings affirm that the independent KKN scheme is effective in bridging academic knowledge with the practical needs of industry and society. Keywords: community service; community engagement; collaboration; industry; K3

    Kuliah kerja nyata sebagai katalis peningkatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perusahaan

    Get PDF
    Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata di PT. Karunia Armada Indonesia, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan karyawan terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi K3LH dan pendampingan praktik penerapan Lock Out Tag Out (LOTO) di area workshop. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan interaktif, demonstrasi penggunaan APD, dan observasi perilaku keselamatan sebelum dan sesudah kegiatan. Program diikuti oleh 22 karyawan, dengan 14 orang diantaranya mengikuti pendampingan praktik LOTO secara langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kepatuhan penggunaan APD dari sekitar 60% menjadi 85%, serta peningkatan penerapan prosedur LOTO dari 30% menjadi 70% pada aktivitas perawatan alat. Perubahan ini mengindikasikan bahwa program KKN efektif dalam memperkuat pemahaman dan budaya keselamatan kerja karyawan, serta berkontribusi terhadap penerapan standar K3LH yang lebih konsisten di lingkungan industri. Kata kunci: Kuliah Kerja Nyata; K3LH; LOTO; keselamatan kerja; pengabdian masyarakat. AbstractThe Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata—KKN) conducted at PT. Karunia Armada Indonesia, located in Tabang District, Kutai Kartanegara Regency, aimed to enhance workers’ awareness and compliance with occupational health and safety practices. The program was implemented through K3LH (Occupational Health, Safety, and Environment) socialization and hands-on mentoring on the application of Lock Out Tag Out (LOTO) procedures in the workshop area. The activities involved interactive training sessions, demonstrations of proper personal protective equipment (PPE) usage, and observational assessments conducted before and after the intervention. A total of 22 employees participated in the program, with 14 individuals taking part in direct LOTO practice mentoring. The evaluation results indicated an increase in PPE compliance from approximately 60% to 85%, as well as an improvement in LOTO implementation from 30% to 70% across maintenance activities. These findings demonstrate that the KKN program effectively strengthened workers’ understanding and safety culture, contributing to more consistent adherence to K3LH standards within the industrial environment. Keywords: community service program; K3LH; LOTO; workplace safety; industrial engagement

    Pelatihan integrasi sumber belajar berstandar internasional pada pembelajaran diferensiasi menggunakan Gemini AI bagi guru SMPN 9 Payakumbuh

    Get PDF
    AbstrakPerkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang besar dalam peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam pengembangan materi ajar yang adaptif dan berorientasi global. Namun, banyak guru yang belum memiliki keterampilan dalam mengakses sumber belajar internasional maupun memanfaatkan teknologi AI secara optimal. Kondisi ini juga ditemukan di SMPN 9 Payakumbuh, di mana sebagian besar guru masih terbatas pada penggunaan sumber lokal dan metode konvensional. Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan sumber belajar internasional serta memanfaatkan Gemini AI dalam menyusun modul ajar diferensiasi. Kegiatan dilaksanakan pada 26–27 Juli 2025 di Laboratorium Komputer SMPN 9 Payakumbuh dengan melibatkan 25 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi difokuskan pada strategi mengakses referensi global, mengolah materi dengan Gemini AI, serta merancang modul ajar adaptif sesuai karakteristik siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu menghasilkan modul ajar digital yang memadukan sumber belajar internasional dengan teknologi AI, serta menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik pembelajaran berbasis digital. Program ini diharapkan dapat dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan sehingga keterampilan yang diperoleh guru dapat diimplementasikan secara konsisten di kelas. Kata kunci: Gemini AI; modul ajar adaptif; pembelajaran diferensiasi; pengabdian masyarakat; sumber belajar internasional. AbstractThe development of Artificial Intelligence (AI) technology offers significant opportunities to enhance the quality of learning, particularly in designing adaptive and globally oriented teaching materials. However, many teachers still lack the skills to access international learning resources and to utilize AI technology optimally. This condition was also found at SMPN 9 Payakumbuh, where most teachers remain limited to local resources and conventional teaching methods. The Community Multidisciplinary Partnership Program (PMKM) was implemented to strengthen teachers’ competencies in integrating international learning resources and employing Gemini AI to design differentiated teaching modules. The program was conducted on July 26–27, 2025, at the Computer Laboratory of SMPN 9 Payakumbuh, involving 25 teachers from various subject areas. The training methods included lectures, group discussions, demonstrations, and hands-on practice. The training focused on strategies for accessing global references, processing materials with Gemini AI, and designing adaptive modules aligned with students’ characteristics. The results indicate that teachers were able to produce digital teaching modules that integrate international resources with AI technology, while also demonstrating high enthusiasm in applying digital-based learning practices. This program is expected to be sustained through continuous mentoring to ensure that the acquired skills are consistently implemented in classroom practices. Keywords: adaptive teaching modules; community service; differentiated learning; Gemini AI; international learning resources.

    Strategi Guru Penggerak Dalam Mengembangkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMPN 2 Kota Bima

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi guru penggerak, implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila serta faktor pendukung dan penghambat guru penggerak dalam mengembangkan proyek penguatan profil pelajar pancasila di SMPN 2 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu dengan teknik analisis data Model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi guru penggerak dalam mengembangkan projek penguatan profil pelajar pancasila di SMPN 2 Kota Bima dilakukan melalui beberapa perencanaan yaitu; 1) perencanaan projek, 2) fasilitator, 3) pembimbing, dengan menggunakan metode kolaboratif dan partisipasif. Hal ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam setiap tahapan projek, memperkuat karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, serta mendorong terciptanya budaya belajar yang reflektif, inklusif, dan kontekstual di lingkungan sekolah. Kemudian faktor pendukung guru penggerak dalam mengembangkan P5 di SMPN 2 Kota Bima adalah dukungan teman sejawat, adanya buku panduan P5, dukungan dari sarana dan prasarana sekolah. Sedangkan faktor penghambat guru peggerak dalam mengambangkan P5 di SMPN 2 Kota Bima adalah karakter siswa yang berbed-beda dan kurangnya dukungan orang tua.The aim of this research is to find out the strategies of driving teachers, the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students as well as the supporting and inhibiting factors for teachers in developing the project for strengthening the profile of Pancasila students at SMPN 2 Kota Bima. This research uses a qualitative approach with a case study type of research. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation techniques. The data analysis technique used is the Miles and Huberman Model data analysis technique, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that the driving teacher strategy in developing a project to strengthen the profile of Pancasila students at SMPN 2 Kota Bima was carried out through several plans, namely; 1) project planning, 2) facilitator, 3) supervisor, using collaborative and participatory methods. This is able to increase active student involvement in every stage of the project, strengthen character in accordance with Pancasila values, and encourage the creation of a reflective, inclusive and contextual learning culture in the school environment. Then the supporting factors for driving teachers in developing P5 at SMPN 2 Bima City are the support of colleagues, the existence of a P5 guidebook, support from school facilities and infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors for driving teachers in developing P5 at SMPN 2 Kota Bima are the different characters of students and the lack of parental support

    Penerapan Pembelajaran Kontekstual dalam Mata Pelajaran PKn di SMP Al-Bakriyah: Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Partisipasi Siswa Moh hafid1*, Ernawati2

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran kontekstual dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SMP Al-Bakriyah sebagai strategi peningkatan pemahaman konsep dan partisipasi siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan guru PKn serta siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi berupa RPP dan foto aktivitas, serta angket siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan minat dan keterlibatan siswa, terutama ketika materi dikaitkan dengan realitas sosial-budaya mereka. Unsur konstruktivisme, penemuan (inquiry), dan kegiatan bertanya terbukti mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemahaman yang lebih bermakna. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu serta perbedaan kemampuan siswa dalam beradaptasi terhadap pendekatan kontekstual. Namun, tantangan tersebut dapat diminimalisasi melalui komitmen guru dan dukungan sekolah. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran PKn yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan lingkungan sekolah berbasis keagamaan. Temuan juga menjadi dasar bagi kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran kewarganegaraan.This study aims to analyze the implementation of contextual teaching and learning in Civic Education (PKn) at SMP Al-Bakriyah as a strategy to enhance students’ conceptual understanding and active participation. A qualitative approach with a case study design was employed, involving Civic Education teachers and eighth-grade students. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, documentation such as lesson plans and photos of learning activities, as well as student questionnaires. The findings reveal that contextual teaching significantly improves students’ interest and engagement, particularly when the subject matter is linked to their social and cultural realities. Elements such as constructivism, inquiry, and questioning activities were proven to foster critical thinking skills and enable students to grasp civic concepts more meaningfully. Challenges identified include limited instructional time and varying levels of students’ ability to adapt to the approach. Nevertheless, these obstacles were mitigated by strong teacher commitment and full support from the school. This study contributes to the development of contextual and practical teaching strategies in Civic Education, particularly in religious-based school environments. Moreover, the findings provide an important basis for educational policy that integrates local values into civic education learning

    12,181

    full texts

    13,083

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMMAT Scientific Journals (Universitas Muhammadiyah Mataram)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇